Arsip Kategori: redaksi

Download Pdf 77 masalah sholat Ust Abdul Somad Lc MA

Download Pdf 77 masalah sholat Ust Abdul Somad Lc MA. Isi:

Pertanyaan 1: Apakah shalat itu?
Pertanyaan 2: Apakah dalil yang mewajibkan shalat?
Pertanyaan 3: Bilakah Shalat diwajibkan?
Pertanyaan 4: Bilakah seorang muslim mulai diperintahkan melaksanakan shalat?
Pertanyaan 5: Apakah shalat mesti dilaksanakan secara berjamaah?
Pertanyaan 6: Apa saja keutamaan shalat berjamaah itu?
Pertanyaan 7: Apakah hukum perempuan shalat berjamaah ke masjid?
Pertanyaan 8: Bagaimanakah cara meluruskan shaf?
Pertanyaan 9: Bagaimanakah posisi Shaf anak kecil?
Pertanyaan 10: Apakah hukum shalat orang yang tidak berniat?
Pertanyaan 11: Apakah hukum melafazkan niat?
Pertanyaan 12: Bilakah waktu berniat?
Pertanyaan 13: Apakah batasan mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul-Ihram?
Pertanyaan 14: Berapa posisi mengangkat kedua tangan dalam shalat?
Pertanyaan 15: Bagaimanakah letak tangan dan jari jemari?
Pertanyaan 16: Apakah hukum membaca doa Iftitah?
Pertanyaan 17: Adakah bacaan Iftitah yang lain?
Pertanyaan 18: Ketika akan membaca al-Fatihah dan Surah, apakah dianjurkan membacaTa’awwudz (A’udzubillah)?
Pertanyaan 19: Ketika membaca al-Fatihah, apakah Basmalah dibaca Jahr atau sirr?
Pertanyaan 20: Apakah hukum membaca al-Fatihah bagi Ma’mum?
Pertanyaan 21: Apakah hukum membaca ayat? Apa standar panjang dan pendeknya?
Pertanyaan 22: Ketika ruku’ dan sujud, berapakah jumlah tasbih yang dibaca?
Pertanyaan 23: Apakah bacaan pada Ruku’?
Pertanyaan 24: Bagaimana pengucapan [ ]تشع الله تظن تزدهdan ucapan [ +ربنا لك اتضمدketika bangun dari ruku’ bagi imam, ma’mum dan orang yang shalat sendirian?
Pertanyaan 25: Adakah bacaan tambahan?
Pertanyaan 26: Ketika sujud, manakah yang terlebih dahulu menyentuh lantai, telapak tangan atau lutut?
Pertanyaan 27: Apakah bacaan sujud?
Pertanyaan 28: Apakah bacaan ketika duduk di antara dua sujud?
Pertanyaan 29: Apakah ketika bangun dari sujud itu langsung tegak berdiri atau duduk istirahat sejenak?
Pertanyaan 30: Ketika akan tegak berdiri, apakah posisi telapak tangan ke lantai atau dengan posisi tangan mengepal?
Pertanyaan 31: Apakah bacaan Tasyahhud?
Pertanyaan 32: Bagaimanakah lafaz shalawat?
Pertanyaan 33: Apa hukum menambahkan kata Sayyidinasebelum menyebut nama nabi?
Pertanyaan 34: Bagaimanakah posisi jari jemari ketika Tasyahhud?
Pertanyaan 35: Jika saya masbuq, ketika imam pada rakaat terakhir, sementara itu bukan rakaat terakhir bagi saya, imam duduk Tawarruk, bagaimanakah posisi duduk saya, Tawarruk atau Iftirasy?
Pertanyaan 36: Bagaimanakah posisi duduk pada Tasyahhud, apakah duduk Iftirasy atau Tawarruk?
Pertanyaan 37: Adakah doa lain sebelum salam?
Pertanyaan 38: Adakah doa tambahan lain sebelum salam?
Pertanyaan 39: Bagaimanakah salam mengakhiri shalat?
Pertanyaan 40: Ke manakah arah duduk imam setelah salam?
Pertanyaan 41: Ketika shalat, apakah Rasulullah Saw hanya membaca di dalam hati, atau dilafazkan?
Pertanyaan 42: Apakah arti thuma’ninah? Apakah standarnya?
Pertanyaan 43: Bagaimana shalat orang yang tidak ada thuma’ninah?
Pertanyaan 44: Apa pendapat ulama tentang Qunut Shubuh?
Pertanyaan 45: Apakah dalil hadits tentang adanya Qunut Shubuh?
Pertanyaan 46: Apakah ketika membaca Qunut mesti mengangkat tangan?
Pertanyaan 47: Jika seseorang shalat di belakang imam yang membaca Qunut, apakah ia mesti mengikuti imamnya?
Pertanyaan 48: Adakah dalil keutamaan berdoa setelah shalat wajib?
Pertanyaan 49: Adakah dalil mengangkat tangan ketika berdoa?
Pertanyaan 50: Apakah dalil zikir setelah shalat?
Pertanyaan 51: Apakah ada dalil zikir jahar setelah shalat?
Pertanyaan 52: Apakah Sutrah itu?
Pertanyaan 53: Apakah dalil shalat menghadap sutrah?
Pertanyaan 54: Apakah hukum menggunakan sutrah?
Pertanyaan 55: Adakah hadits yang menyebut Rasulullah Saw shalat tidak menghadap Sutrah?
Pertanyaan 56: Apakah boleh membaca ayat ketika ruku’ dan sujud?
Pertanyaan 57: Apakah boleh berdoa ketika sujud?
Pertanyaan 58: Apakah boleh membaca doa yang tidak diajarkan nabi dalam shalat?
Pertanyaan 59: Apakah boleh berdoa bahasa Indonesia dalam shalat?
Pertanyaan 60: Berapa lamakah shalat nabi ketika shalat malam?
Pertanyaan 61: Apakah ayat yang dibaca nabi?
Pertanyaan 62: Apakah boleh shalat Dhuha berjamaah?
Pertanyaan 63: Apakah dalil membaca surat as-Sajadah pada shubuh jum’at?
Pertanyaan 64: Bagaimana jika dibaca terus menerus?
Pertanyaan 65: Ketika akan sujud, apakah imam bertakbir?
Pertanyaan 66: Apakah dalil shalat sunnat Rawatib?
Pertanyaan 67: Apakah shalat sunnat Rawatib yang paling kuat?
Pertanyaan 68: Apakah ada perbedaan antara shalat Shubuh dan shalat Fajar?
Pertanyaan 69: Jika terlambat melaksanakan shalat Qabliyah Shubuh, apakah bisa diqadha’?
Pertanyaan 70: Adakah dalil shalat sunnat Qabliyah Maghrib?
Pertanyaan 71: Waktu hanya cukup shalat dua rakaat, antara Tahyatalmasjid dan Qabliyah, apakah shalat
Tahyatalmasjid atau Qabliyah?
Pertanyaan 72: Berapakah jarak musafir boleh shalat Jama’/Qashar?
Pertanyaan 73: Berapa hari boleh Qashar/Jama’?
Pertanyaan 74: Bagaimanakah cara shalat khusyu’?
Pertanyaan 75: Apakah fungsi shalat?
Pertanyaan 76: Apakah shalat yang tertinggal wajib diganti?
Pertanyaan 77: Apakah hukum orang yang meninggalkan shalat secara sadar dan sengaja

Download Buku 77 Tanya Jawab Shalat (PDF)

Download Syumila NU – Maktabah Syamilah Ahlussunnah (Kitab Kuning dan Terjemah)

Syumila NU 1.0 adalah salah satu software yang berisi kompilasi dan koleksi kitab-kitab Islam dan kamus dalam berbagai bahasa. Dalam program software Islami ini terdapat berbagai kitab ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) seperti kitab tauhid, fiqih, akhlaq, nahwu shorof, tasawuf, tajwid dan lain sebagainya. Aplikasi Islam ini juga telah dilengkapi dengan keyboard Bahasa Arab, kamus Bahasa Arab-Indonesia, e-Pustaka Islami, dan Maktabah Syamilah.

Dibandingkan dengan software sejenis seperti Maktabah Syamilah, program Syumila NU mempunyai banyak kelebihan. Sesuai dengan namanya yang berembel-embel NU alias Nahdlatul Ulama, software ini memang asli karya santri NU. Di dalamnya dimuat bermacam-macam kitab yang biasanya dikaji di pesantren-pesantren salafiyah NU. Selain itu, maktabah NU ini mengandung kajian amaliah ahlussunnah NU dan hal-hal yang berhubungan dengan NU.

Kelebihan lain yang paling penting adalah software Syumila NU dijamin aman dari aksi nakal tangan-tangan jahil. Insya Allah isinya tidak ada distorsi atau tahrif (mengalami perubahan) atau pemalsuan kitab seperti yang banyak dilakukan oleh Salafi Wahabi. Kitab-kitab yang terdapat didalamnya pun bebas dari kitab-kitab ulama Salafi Wahabi, hanya berisikan kitab-kitab dari ulama ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) saja, tidak seperti Maktabah Syamilah yang isinya banyak mengandung kitab karangan ulama Salafi Wahabi. Untuk itulah kita mesti hati-hati dengan software Islam Maktabah Syamilah (Shamela, المكتبة الشاملة) karena bisa jadi kitab yang anda baca adalah kitab Salafi Wahabi.

Sampai detik ini, software Syumila NU mungkin satu-satunya software Islami yang mewakili khazanah pesantren salaf dan acuan para ulama sepuh. Nuansa dan karakteristik Islam Nusantara tampak terlihat jelas dalam software itu. Hal ini bisa dilihat dengan dimasukannya ribuan lebih hasil bahtsul masail Nahdlatul Ulama dan kumpulan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), kitab-kitab kuning pesantren, terjemahan dari berbagai kitab pethuk, lagu dan mp3 puji-pujian sebelum sholat, film sejarah NU, beragam mp3 adzan dan panduan rumus qiro’ah, pustaka sejarah nabi, wali, dan do’a-do’a, ijazah-an serta amalan ahlussunnah lainnya.

NU syamilah

Software ini bersifat freeware, artinya gratis dan boleh disebarluaskan, dan hanya untuk personal, tidak boleh dikomersialkan.
DOWNLOAD SYUMILA NU 1.0 GRATIS


Ukuran file download Syumila NU sekitar 9 GB dalam bentuk file archive RAR dan bila diekstrak menjadi sekitar 16 GB. Cukup besar memang dan mungkin ada yang susah untuk mengunduhnya. Bagi siapapun yang kesulitan dalam hal download Syumila NU, silahkan pesan langsung melalui WA 081234066080, insya Allah dapat membantu anda mengirimkan sofware tersebut ke alamat anda.

Dalil Puasa Bulan Rajab

KONTROVERSI HUKUM PUASA RAJAB: SUNNAH/ BID’AH?

Oleh : Buya Yahya. Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah Cirebon

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العلمين. وبه نستعين على أمور الدنيا والدين. وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم أجمعين.

قال الله تعالى :  إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم وقاتلوا المشركين كافة كما يقاتلونكم كافة واعلموا أن الله مع المتقين. الأية

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدى هدى  محمد  وشر الأمور  محدثاتها  وكل بدعة ضلالة.
PENDAHULUAN
Ada 2 hal yang harus diperhatikan dalam membahas masalah puasa Rajab. Pertama; Tidak ada riwayat yang benar dari Rasulullah SAW  yang melarang puasa Rajab.  Kedua; Banyak riwayat-riwayat tentang keutamaan puasa Rajab yang tidak benar dan palsu. Didalam masyarakat kita terdapat 2 kutub ekstrim.

Pertama adalah sekelompok kecil kaum muslimin yang menyuarakan dengan lantang bahwa puasa bulan Rajab adalah bid’ah. Kedua; Sekelompok orang yang biasa melakukan atau menyeru puasa Rajab akan tetapi tidak menyadari telah membawa riwayat-riwayat tidak benar dan  palsu. Maka dalam risalah kecil ini kami ingin mencoba menghadirkan riwayat yang benar sekaligus pemahaman para ulama 4 madzhab tentang puasa di bulan Rajab. 
Sebenarnya masalah puasa rojab sudah dibahas tuntas oleh ulama-ulama terdahulu dengan jelas dan gamblang. Akan tetapi  karena adanya kelompok kecil hamba-hamba Alloh yang biasa MENUDUH BID’AH ORANG LAIN menyuarakan dengan lantang  bahwa amalan puasa di bulan Rajab adalah sesuatu yang bid’ah. Dengan Risalah kecil ini mari kita lihat hujjah para ulama tentang puasa bulan Rajab dan mari kita juga lihat perbedaan para ulama di dalam menyikapi hukum puasa di bulan Rajab,  yang jelas bulan Rajab adalah termasuk bulan Haram yang ada 4 (Dzulqo’dah, Dzul Hijjah, Muharrom dan Rajab) dan bulan haram ini dimuliakan oleh Alloh SWT sehingga tidak diperkenankan untuk berperang di dalamnya dan masih banyak keutamaan di dalam bulan-bulan  haram tersebut khususnya bulan Rajab. Dan di sini kami hanya akan membahas masalah puasa Rajab untuk masalah yang lainya seperti hukum merayakan isro’ mi’roj dan sholat malam di bulan Rajab akan kami hadirkan pada risalah yang berbeda. 

Tidak kami pungkiri adanya hadits-hadits dho’if atau palsu (Maudhu’) yang sering dikemukakan oleh sebagian pendukung puasa Rajab. Maka dari itu wajib untuk kami menjelaskan agar jangan sampai ada yang membawa hadits-hadits palsu biarpun untuk kebaikan seperti memacu orang untuk beribadah hukumnya adalah HARAM dan DOSA besar sebagaimana ancaman Rosulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّءْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ 
Artinya : “Barang siapa sengaja berbohong atas namaku maka hendaknya mempersiapkan diri untuk menempati neraka”.

Dan perlu diketauhi bahwa dengan banyaknya hadits-hadits palsu tentang keutamaan puasa Rajab  itu  bukan berarti tidak ada hadist  yang benar yang membicarakan tentang keutamaannya bulan Rajab. 
A. Dalil-dalil tentang puasa Rojab

• Dalil-dalil tentang puasa Secara umum

Himbauan secara umum untuk memperbanyak puasa kecuali di hari-hari yang diharamkan yang 5 dan bulan Rajab adalah bukan termasuk hari-hari yang diharamkan. Dan juga anjuran-anjuran  memperbanyak di hari-hari seperti puasa hari senin, puasa hari kamis, puasa hari-hari putih, puasa Daud dan lain-lain yang itu semua bisa dilakukan , dan puasa tersebut tetap dianjurkan walaupun di bulan Rajab. Berikut ini adalah riwayat-riwayat tentang keutamaan puasa. Hadits Yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori No.5472:
كُلُّ عَمَلِ ابْن أَدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامُ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ
“Semua amal anak adam (pahalanya) untuknya kecuali puasa maka aku langsung yang membalasnya”

Imam Muslim No.1942:
لَخُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Bau mulutnya orang yang berpuasa itu lebih wangi dari misik menurut Allah kelak di hari qiamat”

Yang dimaksud Alloh akan  membalasnya sendiri adalah pahala puasa tidak terbatas hitungan tidak seperti pahala ibadah sholat jama’ah dengan keutamaan sholat jama’ah 27 derajat atau ibadah selain yang 1 kebaikkan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikkan.

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori No.1063 dan Imam Muslim No.1969:
إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ كَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَ يُفْطِرُ يَوْمًا
“Sesungguhnya paling utamanya puasa adalah puasa saudaraku Nabi Daud, beliau sehari puasa dan sehari buka”

• Dalil-dalil puasa Rajab secara khusus
a. Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim
أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ حَكِيْمٍ اْلأَنْصَارِيِّ قَالَ: ” سَأَلْتُ سَعِيْدَ بْنَ جُبَيْرٍعَنْ صَوْمِ رَجَبَ ؟ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِيْ رَجَبَ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ  حَتَّى نَقُوْلَ لاَ يَصُوْمُ”
“Sesungguhnya Ustman Ibn Hakim Al-Anshori, berkata: “Aku bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa di bulan Rajab dan ketika itu kami memang di bulan Rajab”, maka Sa’id menjawab: “Aku mendengar Ibnu ‘Abbas berkata: “Nabi Muhammad SAW berpuasa (di bulan Rajab) hingga kami katakan beliau tidak pernah berbuka di bulan Rajab, dan beliau juga pernah berbuka di bulan Rajab, hingga kami katakan beliau tidak berpuasa di bulan Rajab.”
Dari riwayat tersebut di atas bisa dipahami bahwa Nabi SAW pernah berpuasa di bulan Rajab  dengan utuh, dan Nabi-pun pernah tidak berpuasa dengan utuh. Artinya di saat Nabi SAW meninggalkan puasa di bulan Rajab itu menunjukan bahwa puasa di bulan Rajab bukanlah sesuatu yang wajib .  Begitulah yang dipahami para ulama tentang amalan Nabi SAW, jika Nabi melakukan satu amalan kemudian Nabi meninggalkannya  itu menunjukan amalan itu bukan suatu yang wajib, dan hukum mengamalkannya adalah sunnah.
b. Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah
عَنْ مُجِيْبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيْهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ :أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَمَا تَعْرِفُنِيْ. قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيِّ الَّذِيْ جِئْتُكَ عَامَ اْلأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ. ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِيْ فَإِنَّ بِيْ قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا. رواه أبو داود 2/322
“Dari Mujibah Al-Bahiliah  dari ayahnya atau pamannya sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rasulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian dating lagi kepada rasulullah setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata : Yaa Rasululallah apakah engkau tidak mengenalku? Rasulullah SAW menjawab : siapa engkau? Dia pun berkata : Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu. Rasulullah SAW bertanya : apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar-bugar), ia menjawab : aku tidak makan kecuali pada malam hari

(yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rasulullah SAW bersabda : mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan, lalu ia berkata : tambah lagi (yaa Rasulallah) sesungguhnya aku masih kuat. Rasulullah SAW berkata : berpuasalah 2 hari (setiap bulan), dia pun berkata : tambah lagi ya Rasulalloh. Rasulullah SAW berkata : berpuasalah 3 hari (setiap bulan), ia pun berkata: tambah lagi (Yaa Rasulallah), Rasulullah SAW bersabda :jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rajab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharrom) dan jika engkau menghendaki maka tinggalkanlah, beliau mengatakan hal  itu tiga kali sambil menggemgam 3 jarinya kemudian membukanya.

Imam nawawi  menjelaskan hadits tersebut.
قَوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ” إنما أمره بالترك ; لأنه كان يشق عليه إكثار الصوم كما ذكره في أول الحديث . فأما من لم يشق عليه فصوم جميعها فضيلة . المجموع 6/439
“Sabda Rasulullah SAW : 

صم من الحرم واترك

“Berpuasalah di bulan haram kemudian tinggalkanlah” 

Sesungguhnya nabi saw memerintahkan berbuka kepadaorang tersebut karena dipandang puasa terus- menerus akan memberatkannya  dan menjadikan fisiknya berubah. Adapun bagi orang yang tidak merasa berat untuk melakukan puasa, maka berpuasa dibulan Rajab seutuhnya adalah sebuah keutamaan. Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 6 hal. 439
c. Hadits riwayat Usamah Bin Zaid
قال قلت : يا رسول الله لم أرك تصوم شهرا من الشهور ما تصوم من شعبان قال ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم. رواه النسائي 4/201
“Aku berkata kepada Rasulullah : Yaa Rasulallah aku tidak  pernah melihatmu berpuasa sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW menjawab : bulan sya’ban itu adalah bulan yang dilalaikan di antara bulan Rajab dan Ramadhan, dan bulan sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada Allah SWT dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaaan aku berpuasa”. HR. Imam An-Nasa’I Juz 4 Hal. 201 
Imam Syaukani menjelaskan
ظاهر قوله في حديث أسامة : ” إن شعبان شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان أنه يستحب صوم رجب ; لأن الظاهر أن المراد أنهم يغفلون عن تعظيم شعبان بالصوم كما يعظمون رمضان ورجبا به  . نيل الأوطار 4/291
Secara tersurat yang dipahami dari hadits yang diriwayatkan oleh Usamah, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia di antara Rajab dan Ramadhan” ini menunjukkan bahwa puasa Rajab adalah sunnah sebab bisa difahami dengan jelas dari sabda Nabi Saw bahwa mereka lalai dari mengagungkan sya’ban dengan berpuasa karena mereka sibuk mengagungkan ramadhan dan Rajab dengan berpuasa”. Naylul Author juz 4 hal 291
B. Kesimpulan

Dari penjelasan dari ulama empat madhab sangat jelas bahwa puasa bulan Rojab adalah sunnah hanya menurut madhab imam Ahmad saja yang makruh. Dan  ternyata kemakruhan puasa Rajab menurut madhab Imam Hanbali itu pun jika dilakukan sebulan penuh adapun kalau dibolongi satu hari saja maka kemakruhannya sudah hilang atau bisa disambung dengan sehari saja sebelum atau sesudah Rajab. Dan mereka tidak mengatakan Bid’ah  sebagaimana yang marak akhir-akhir ini disuarakan oleh kelompok orang dengan menyebar selebaran, siaran radio atau  internet .

Wallohu a’lam bishshowab
Harap disebarkan, sebab Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya”. HR. Imam Muslim

Manfaat Daun Kelor

​*Daun Kelor, Sarat Nutrisi dan Khasiat*
*Daun Kelor*

•Daun Kelor memiliki ukuran yang kecil, tetapi di balik ukurannya yang kecil tersebut memiliki manfaat yang sangat luar biasa.

•Kandungan nutrisi yang melimpah dalam daun ini menjadikan para ilmuan menyebutnya sebagai pohon ajaib atau Miracle Tree.
•Kelor juga disebut sebagai Moringa oleifera dan merupakan tumbuhan dari jenis suku Moringaceae. Daunnya berbentuk bulat lonjong dan ukurannya yang kecil tersusun rapi pada sebuah tangkai, biasanya dimasak sebagai sayur untuk pengobatan dan menjaga kesehatan, dan tumbuhan ini juga memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter, memiliki bunga dengan warna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau dengan aroma bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasanya disebut kelentang dan biasanya juga bisa dimasak sebagai sayur.
*Pohon Kelor*

•Penelitian pada manfaat daun ini dimulai dari daunnya, lalu kulit batang, buah dan bijinya, telah dimulai sejak tahun 1980, negara yang tradisi penduduknya menanam pohon kelor adalah Somalia, Etiopoa, Sudan.

•Di Negara-negara tersebut, pohon kelor merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari penduduknya. Daunnya bisa untuk mereka konsumsi sebagai sayuran yang sarat nutrisi, bahkan dijadikan juga sebagai barang komoditi (diperjualbelikan).
•Kegunaan lain dari Pohon Kelor yaitu untuk menjaga tanah agar tidak longsor, air hujan dapat di tahan oleh sistem akar tumbuhan kelor yang sangat rapat, hal ini telah digunakan di kawasan Konso dan juga Arba Minch.

•Saat musim kemarau kemarau tiba, akar disekitar pohon kelor yang menyimpan air akan menjadi sumber air bagi tanaman lainnya.
*Kandungan Nutrisi*

•Organisasi kesehatan dunia WHO menganjurkan bagi anak-anak dan bayi yang masih di dalam masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor karena manfaat daun kelor sangat baik, karena ternyata :
• *Mengandung Potasium Tiga kali lipat dari pada pisang*

• *Mengandung Kalsium Empat kali lipat lebih banyak daripada susu*

• *Mengandung Vitamin C Tujuh kali lipat daripada jeruk*

• *Mengandung Vitamin A Empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel*

• *Juga memiliki Dua kali lipat protein dari pada susu*

•Dan masih banyak kandungan nutrisi lainnya.
*Khasiat dan Manfaat*

•Kandungan-kandungan dalam daun kelor ini membuat daun kelor mempunyai banyak sekali manfaat. Manfaat daun kelor bagi tubuh sangat banyak, mulai dari mengobati penyakit dalam sampai penyakit luar. Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari daun kelor.
*Menyehatkan kulit*

•Daun ini mengandung vitamin c dan juga antioksidan yang sangat tinggi, kedua zat ini sangat baik untuk kesehatan kulit. Daun kelor yang dijadikan sebagai sayur dan dikonsumsi secara rutin dapat menghaluskan kulit dan mencegah timbulnya jerawat. Daun kelor yang ditumbuk juga bisa dijadikan sebagai masker wajah yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan cantik.
*Mengatasi diabetes*

•Salah satu manfaat daun ini yaitu dapat mengatasi diabetes. Manfaat daun ini untuk diabetes dapat mengurangi kadar gula dalam darah. Daun ini dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi diabetes. Makan sayur daun kelor juga dapat mencegah penyakit gula darah atau diabetes.
*Menyehatkan mata*

•Daun kelor juga banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk mata. Mengkonsumsi daun ini dapat membuat mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih. Daun ini juga bisa menyembuhkan penyakit mata, caranya bisa dimakan langsung ataupun air rebusan daun kelor di basuhkan pada mata yang sakit setiap hari sampai sembuh.
*Mencegah kanker*

•Antioksidan dalam daun ini sangat tinggi, selain itu daun ini juga mengandung potasium yang banyak. Salah satu manfaat dari daun ini yaitu dapat mencegah kanker. Manfaat daun kelor untuk kanker yaitu dapat memperlambat bahkan menghentikan dan menghilangkan kanker yang ada dalam tubuh.
*Mengobati rematik*

•Daun ini juga sangat baik untuk mengobati rematik. 

dan lain lain…

Obat segala macam penyakit

Obat dari segala macam penyakit

Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda ; Jibril mengajariku sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter.

Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu, wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut.

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan sore selama 7 hari.

Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku, .

Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan dari semua macam sakit.

Dan barang siapa pula meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri , maka istri akan bisa hamil dengan idzin Allah.

Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kecing tidak lancar. dan tidak butuh dibekam (canduk) dan kemanfaatan2 lain yang hanya Allah yang tahu.

📚Kitab Rujukan :
An-Nawadir karya Syeh Syihabuddin bin Salamah Al-qolyubi :

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال  علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى “. ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم العطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبيرة اختصرناها ، والله أعلم

10 BINATANG YANG MASUK SYURGA

KISAH 10 BINATANG YANG MASUK SYURGA

10 Binatang Yang Masuk Surga: Surga dan Neraka adalah tempat dimana kita nanti setelah mengalami kematian. Surga akan dihuni oleh para Nabi (Rosul) dan pengikutnya (muslim yang alim) dan neraka tempatnya Setan dan pengikutnya (orang” Kafir). Tapi selain manusia, ada juga Binatang atau Hewan yang Masuk Surga

1. Untanya Nabi Saleh A.S

Alkisah :
Mereka menambah lagi :
“Coba kamu keluarkan seekor unta dari batu besar itu,” kata mereka sambil menunjuk ke arah sebuah batu besar sambil tersenyum sinis. Mereka juga telah menerangkan sifat-sifat unta yang dikehendaki.

Kaum Tsamud cukup yakin bahawa Nabi Saleh tidak mampu memenuhi permintaan mereka itu. Sebaliknya Nabi Saleh menjawab dengan tenang.

“Baiklah, sekiranya aku dapat memenuhi permintaan kamu itu, adakah kamu akan beriman kepada Allah dan menerima ajaranku? Adakah kamu akan mengaku bahawa aku adalah utusan Allah?”

“Baiklah, kami akan beriman kepada Allah dan akan menerima segala ajaran kamu,” jawab mereka.

Setelah satu persetujuan dimaterai, maka Nabi Saleh telah menunaikan sholat. Baginda memohon kepada Allah s.w.t agar mengkabulkan permintaannya seperti yang dituntut oleh kaum Tsamud.

Baginda juga berdoa semoga kaum itu akan kembali ke jalan yang benar selepas melihat bukti tersebut.

Allah Maha Berkuasa. Dengan sekelip mata sahaja Allah telah mengkabulkan doa Nabi Saleh. Batu besar tadi telah merekah dan terbelah. Lalu keluarlah seekor unta betina yang besar. Unta itu mempunyai semua sifat yang disebutkan oleh kaum Tsamud.

Maka, tercenganglah semua kaum Tsamud yang melihat kejadian itu. Sebagian daripada mereka mulai mengakui kenabian Nabi Saleh. Salah seorang daripada mereka ialah seorang pemimpin kaum Tsamud yang bernama Junda bin Amru. Akan tetapi, sebahagian yang lain masih enggan beriman. Mereka tetap degil dan sombong.

2. Anak Sapinya Nabi Ibrahim A.S

Kisah ini saya dapet potongan surah adz-dzariyat :

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaama”.

Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.”
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka.
Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka.

Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).” (QS. Adz Dzariyat: 24-30).

3. Kambing Gibasnya Nabi Ismail A.S

Nabi Ibrahim yang dikatakan memiliki kekuatan 40 kali manusia biasa, dengan pisau yang tajam, maka menyembelih anaknya (Ismail) dan Allah melihat kepatuhan Ibrahim, maka Allah mengirimkan malaikat Jibril untuk menggantikan posisi Ismail dengan kambing gibasy yang gemuk,

dengan sekejab saja, ternyata yang putus kepalanya adalah kepala kambing gibasy itu dan Ismail pun diselamatkan oleh Malaikat Jibril atas perintah Allah SWT. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa Lillaahi Hamd.

Dari peristiwa itu telah menjadi syari’at ummatNabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalamuntuk melaksanakan ibadah qurban.

4. Sapinya Nabi Musa A.S

Alkisah :
Tatkala Nabi Musa a.s menyampaikan cara yg diwahyukan oleh Allah SWT itu kpd kaumnya, ia ditertawakan dan diejek krn akal mereka tidak dapat menerima bahwa hal yg sedemikian itu boleh terjadi.

Mereka lupa bahwa Allah SWT telah berkali-kali menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat yg diberikan kpd Nabi Musa yg kadang kala bahkan lebih hebat dan lebih sukar utk diterima oleh akal manusia berbanding mukjizat yg mereka hadapi dlm peristiwa pembunuhan pewaris itu.

Berkata mereka kpd Nabi Musa secara mengejek:

“Apakah dgn cara yg engkau usulkan itu, engkau bermaksud hendak menjadikan kami bahan ejekan dan tertawaan org? Akan tetapi kalau memang cara yg engkau usulkan itu adalah wahyu, maka cobalah tanya kpd Tuhanmu, sapi betina atau jantankah yg harus kami sembelih?

Dan apakah sifat-sifatnya serta warna kulitnya agar kami tidak dapat salah memilih sapi yg harus kami sembelih?”

Nabi Musa menjawab:

“Menurut petunjuk Allah, yg harus disembelih itu ialah sapi betina berwarna kuning tua, belum pernah dipakai utk membajak tanah atau mengairi tanaman, tidak cacat dan tidak pula ada belangnya.”

Kemudian dikirimkanlah org ke pelosok desa dan kampung-kampung mencari sapi yg dimaksudkan itu yg akhirnya diketemukannya pd seorang anak yatim piatu yg memiliki sapi itu sebagai satu-satunya harta peninggalan ayahnya serta menjadi satu-satunya sumber nafkah hidupnya.

Ayah anak yatim itu adalah seorg fakir miskin yg soleh, ahli ibadah yg tekun, yg pada saat mendekati waktu wafatnya, berdoalah kpd Allah memohon perlindungan bagi putera tunggalnya yg tidak dapat meninggalkan warisan apa-apa baginya selain seekor sapi itu. Maka berkat doa ayah yg soleh itu terjuallah sapi si anak yatim itu dgn harga yg berlipat ganda krn memenuhi syarat dan sifat-sifat yg diisyaratkan oleh Musa utk disembelih.

Setelah disembelih sapi yg dibeli dari anak yatim itu, diambillah lidahnya oleh Nabi Musa, lalu dipukulkannya pada tubuh mayat, yg seketika bangunlah ia (sapi) hidup kembali dgn izin Allah, menceritakan kpd Nabi Musa dan para pengikutnya bagaimana ia telah dibunuh oleh saudara-saudara sepupunya sendiri.

Demikianlah mukjizat Allah yg kesekian kalinya diperlihatkan kpd Bani Israil yg keras kepala dan keras hati itu namun belum juga dapat menghilangkan sifat-sifat congkak dan membangkang mereka atau mengikis-habis bibit-bibit syirik dan kufur yg masih melekat pada dada dan hati mereka.

5. Ikan Yang Memakan Nabi Yunus AS

Alkisah :
Kemudian Nabi Yunus AS menaiki kapal yang dipenuhi penumpang dan muatan. Ketika mereka berada di tengah-tengah lautan maka kepal itu miring dan hampir tenggelam, dimana mereka harus mengambil salah satu keputusan antara mereka tetap berada di kapal semuanya dengan resiko mengalami kebinasaan; atau membuang sebagian dari mereka agar kapal itu menjadi ringan dan menyelamatkan sisanya.

Akhirnya mereka memilih jalan yang terakhir setelah menemui kesepakatan di antara mereka. Kemudian mereka melakukan pengundian dan sejumlah penumpang terkena undian tersebut termasuk di dalamnya Nabi Yunus AS, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

“… kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah untuk undian.” (Ash-Shaffat: 141).

Yakni ia (Nabi Yunus AS) termasuk dari orang-orang yang kalah dalam undian tersebut. Kemudian mereka pun melemparkannya ke laut, serta seekor ikan besar menelannya, akan tetapi tidak sampai mematahkan tulangnya dan merobek dagingnya.

Ketika Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan, maka dalam keadaan gelap (dalam perut ikan) ia berseru,
“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya’: 87).

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada ikan itu supaya memuntahkan Nabi Yunus AS di daerah yang tandus.

Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan tersebut bagaikan anak burung yang baru keluar dari telur (baru menetas) karena saking lemahnya.

Kemudian Allah Ta’ala mengasihinya dan menumbuhkan sebuah pohon dari jenis pohon labu baginya, dimana pohon itu meneduhinya, sehingga ia kuat kembali.

Kemudian Allah SWT memerintahkan Nabi Yunus AS supaya kembali ke kaumnya, agar ia mengajari dan menyeru mereka, dan penduduk negeri itu memenuhi seruannya sebanyak seratus ribu orang atau lebih, dimana mereka beriman, sehingga Kami karuniakan kepada mereka kenikmatan hidup hingga batas waktu tertentu.

6. Khimarnya Nabi Uzair AS

Alkisah :
Uzair bangun dari kematian yang dijalaninya selama seratus tahun. Matanya mulai memandang apa yang ada di sekelilingnya lalu ia melihat kuburan di sekitarnya. Ia mengingat-ingat bahawa ia telah tertidur. Ia kembali dari kebunnya ke desa lalu tertidur di kuburan itu.

Inilah peristiwa yang dialaminya :
Matahari bersiap-siap untuk tenggelam sementara ia masih tertidur di waktu Dzuhur. Uzair berkata dalam dirinya:
“Aku tertidur cukup lama. Barangkali sejak Dzuhur sampai Maghrib. Malaikat yang diutus oleh Allah s.w.t membangunkannya dan bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?”.”

Malaikat bertanya kepadanya: “Berapa jam engkau tidur?”

Uzair menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Malaikat yang mulia itu berkata kepadanya:

“Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya. Engkau tidur selama seratus tahun. Allah s.w.t mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawaban dari pertanyaanmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati.”

Uzair merasakan keheranan yang luar biasa sehingga tumbuhlah keimanan pada dirinya terhadap kekuasaan al-Khaliq (Sang Pencipta).

Malaikat berkata sambil menunjuk makanan Uzair: “Lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah.”

Uzair melihat buah tin itu lalu ia mendapatinya seperti semula di mana warnanya tidak berubah dan rasanya pun tidak berubah. Telah berlalu seratus tahun tetapi bagaimana mungkin makanan itu tidak berubah?

Lalu Uzair melihat piring yang di situ ia memeras buah anggur dan meletakkan di dalamnya roti yang kering, dan ia mendapatinya seperti semula di mana minuman anggur itu masih layak untuk diminum dan roti pun masih tampak seperti semula, di mana kerasnya dan keringnya roti itu dapat dihilangkan ketika dicampur dengan perasan anggur.

Uzair merasakan keheranan yang luar biasa, bagaimana mungkin seratus tahun terjadi sementara perasan anggur itu tetap seperti semula dan tidak berubah.

Malaikat merasa bahwa seakan-akan Uzair masih belum percaya atas apa yang dikatakannya. kerana itu, malaikat menunjuk keledainya sambil berkata:
“Dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang- belulang).”

Uzair pun melihat ke keledainya tetapi ia tidak mendapati kecuali ia tanah dari tulang-tulang keledainya. Malaikat berkata kepadanya:

“Apakah engkau ingin melihat bagaimana Allah s.w.t membangkitkan orang-orang yang mati? Lihatlah ke tanah yang di situ terletak keledaimu.”

Kemudian malaikat memanggil tulang-tulang keledai itu, lalu atom-atom tanah itu memenuhi panggilan malaikat sehingga ia mulai berkumpul dan bergerak dari setiap arah lalu terbentuklah tulang-tulang.

Malaikat memerintahkan otot-otot saraf daging untuk bersatu sehingga daging melekat pada tulang-tulang keledai. Sementara itu, Uzair memperhatikan semua proses itu. Akhirnya, terbentuklah tulang dan tumbuh di atasnya kulit dan rambut.

Alhasil, keledai itu kembali seperti semula setelah menjalani kematian. Malaikat memerintahkan agar roh keledai itu kembali kepadanya dan keledai pun bangkit dan berdiri. Ia mulai mengangkat ekornya dan bersuara.

Uzair menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah s.w.t tersebut terjadi di depannya. Ia melihat bagaimana mukjizat Allah s.w.t yang berupa kebangkitan orang-orang yang mati setelah mereka menjadi tulang belulang dan tanah.

Setelah melihat mukjizat yang terjadi di depannya, Uzair berkata:
“Saya yakin bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Allah s.w.t berkehendak untuk menjadikan Uzair sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya kepada masyarakat dan mukjizat yang hidup yang menjadi saksi atas kebenaran kebangkitan dan hari kiamat.

Uzair bangkit dan menunggangi keledainya menuju desanya. Uzair memasuki desanya pada waktu Maghrib. Ia tidak percaya melihat perubahan yang terjadi di desanya di mana rumah-rumah dan jalan-jalan sudah berubah, begitu juga manusia dan anak-anak yang ditemuinya. Tak seorang pun di situ yang mengenalinya. sebaliknya, ia pun tidak mengenali mereka.

Uzair meninggalkan desanya saat beliau berusia empat puluh tahun dan kembali kepadanya dan usianya masih empat puluh tahun. Tetapi desanya sudah menjalani waktu seratus tahun sehingga rumah-rumah telah hancur dan jalan-jalan pun telah berubah dan wajah-wajah baru menghiasi tempat itu.

7. Semutnya Nabi Sulaiman AS

Alkisah :
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut,

“hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Katanya,

“Ya Rabbi, limpahkan kepadaku kurnia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; kurniakan padaku hingga boleh mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.” (An-Naml: 16-19)

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hariNabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut,

“Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”

“Sebesar biji gandum,” jawabnya.

Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.

“Mengapa engkau hanya memakan sebagian dan tidak menghabiskannya?” tanya Nabi Sulaiman.

“Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,” jawab si semut. “Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahwa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Karena itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.”..

8. Burung Hud-Hud Nabi Sulaiman AS

Alkisah :
Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan dan memeriksa seluruh pengikut-pengikutnya baik dari kalangan manusia, jin dan binatang, termasuk burung-burung. Berdasarkan pemeriksaannya, Nabi tidak melihat burung hud-hud. Karena ketidakhadiran burung hud-hud tersebut, beliau berjanji akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau bahkan menyembelihnya.

Ternyata, tidak lama kemudian, burung hud-hud datang menghadap Nabi Sulaiman. Burung hud-hud menjelaskan perihal keterlambatannya karena mencari berita tentang adanya seorang wanita yang menjadi pemimpin suatu negara dan dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

Atas berita yang dibawa oleh burung hud-hud tersebut, akhirnya Nabi Sulaiman mengunjungi kerajaan Saba yang dipimpin oleh ratu Balqis yang akhirnya masuk Islam dengan dakwah Nabi Sulaiman. Kisah tersebut diabadikan dalam Qur’an Surat An-Naml ayat 22-23.

Kisah tersebut menggambarkan burung hud-hud (sebagai anak buah) yang mempunyai kecerdasan dan kecemerlangan berpikir sehingga pengembaraannya dalam mencari makanan (nafkah) tidak semata untuk tujuan duniawi melainkan untuk penyebaran agama.

Burung hud-hud, di antara waktunya, memanfaatkan kesempatan mencari berita dan kabar suatu kaum karena ia berkeinginan untuk menyampaikan risalah Islam kepada mereka. Melalui presentasi burung hud-hud yang gemilang serta keberanian dalam mengemukakan uzur (keterlambatan), Nabi Sulaiman dapat mengajak kaum Saba untuk mentauhidkan Allah.

9. Untanya Nabi Muhammad Saw

Alkisah :
Ketika itu kami bersama Nabi besar Muhammad Saw tengah berada dalam sebuah peperangan. Tiba-tiba datang seekor unta mendekati beliau, lalu unta tersebut berbicara:

“Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan (pemilik unta tersebut) telah memanfaatkan tenagaku dari semenjak muda hingga usiaku telah tua seperti sekarang ini. Kini ia malah hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu dari keinginan si fulan yang hendak menyembelihku.”

Mendengar pengaduan sang unta, Rasulullah Saw memanggil sang pemilik unta dan hendak membeli unta tersebut dari pemiliknya. Orang itu malah memberikan unta tersebut kepada beliau.. Unta itu pun dibebaskan oleh Nabi kami Muhammad Saw.

Juga ketika kami tengah bersama Muhammad Saw, tiba-tiba datang seorang Arab pedalaman sambil menuntun untanya. Arab baduy tersebut meminta perlindungan karena tangannya hendak dipotong, akibat kesaksian palsu beberapa orang yang berkata bohong. Kemudian unta itu berbicara dengan Nabi kami Muhammad Saw:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang ini tidak bersalah. Para saksi inilah yang telah memberikan pengakuan palsu karena mereka telah dipaksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang Yahudi.”

10. Anjingya Ashabul Kahfi

Anjing tersebut berwarna kuning, di surga bentuknya berubah menjadi kambing gibas, ia bernama Qithmir, ada yang mengatakan bernama Tawarum dan ada yang mengatakan bernama Huban.

Itulah kisah 10 Binatang yang Masuk Surga menurut sumber Al Qur’an yang mungkin bisa menjadi pengetahuan buat kamu. Dan semoga kita menjadi Orang-Orang yang dicintai Allah.

Amalan Bulan Sya’ban

Sya’ban adalah salah satu bulan yang mulia. Bulan ini adalah pintu menuju bulan Ramadhan. Siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan ini, ia akan akan menuai kesuksesan di bulan Ramadhan.

Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir). Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata “Syi’b”, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan.

Dalam bulan ini terdapat banyak kejadian dan peristiwa yang sangat perlu diperhatikan oleh kaum muslimin. Dan pada bulan ini juga ada beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh para Salafuna sholih untuk mempersiapkan dan melatih diri dengan memperbanyak ibadah dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.

Diantara amalan tersebut adalah :

1. Puasa

Puasa di bulan Sya’ban itu termasuk disunnahkan karena untuk melatih agar nanti ketika Ramadhan tiba sudah terbiasa dengan puasa. Selain itu bulan ini juga banyak dilalaikan oleh manusia sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa hadits.

Namun kita tidak perlu mengkhususkan hari tertentu dari bulan Sya’ban untuk berpuasa karena tidak ada hadits yang benar secara khusus menentukan hari tertentu untuk puasa.Yang ada adalah riwayat yang menjelaskan anjuran puasa bulan Sya’ban secara umum.

2. Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban

Jumhur ulama berpendapat bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban hukumnya adalah sunnah baik dengan cara beribadah secara bersama-sama atau sendiri-sendiri dan kita boleh mengisinya dengan bermacam-macam ibadah seperti puasa, sholat dan lain sebagainya. Dan itulah yang dilakukan para Ulama dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban.

A. Keutamaan Bulan Sya’ban

Disebutkan dalam beberapa hadits Shohih tentang keutamaan Bulan Sya’ban yang sungguh sangat diperhatikan oleh Nabi Muhammad SAW.

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA beliau berkata : “Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah ShallAllohu ‘Alaihi Wasallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

2. Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Khuzaimah dan beliau katakan hadits ini adalah shohih

عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya : Wahai Rasulullah, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rojab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Alloh Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”.

3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim :

عَنْ عَائِشَةَ لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم– يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Dari Sayyidah A’isyah ra beliau berkata : Rasulullah ShallAllohu ‘Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa satu bulan lebih banyak dari bulan Sya’ban. Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.”
(HR. Imam Bukhari no. 1970 dan Imam Muslim no. 1156)

Dalam lafazh Imam Muslim menyebutkan riwayat dari Sayyidah ‘Aisyah radhiyAllohu ‘anha dengan sedikit berbeda.

كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Nabi ShallAllohu ‘Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan sya’ban”
(HR. Imam Muslim no. 1156)

Dari Riwayat-riwayat tersebut di atas sungguh sangat jelas bahwa Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan Bulan Sya’ban dengan berpuasa.

B. Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban

Tentang keutamaan malam Nishfu Sya’ban telah banyak hadits dari Nabi Muhammad SAW diantaranya adalah

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shohih yaitu :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

Dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam,. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi’ Al-Ghorqod” maka beliau bersabda “Apakah engkau khawatir Alloh dan Rasulnya akan menyia-nyiakanmu?”

Kemudian aku berkata : “Tidak wahai Rasulullah, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian isteri-isterimu”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Alloh menyeru hambanya di malam Nishfu Sya’ban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab (maksudnya pengampunan yang sangat banyak)”.
(HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad Bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban beliau berkata hadits ini shohih)

Domba Bani Kilab adalah gerombolan Domba terbanyak di Jazirah Arab di waktu itu.

2. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Baihaqi :

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ: إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوْا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيْهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُوْلُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ ! أَلاَ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلاَ كَذَا… أَلاَ كَذَا… حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya Rasulullah bersabda, “Apabila tiba malam Nishfu Sya’ban, shalatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Alloh menyeru hambanya di saat tenggelamnya matahari, lalu berfirman, ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rizki kepada-Ku, niscaya akan memberinya rizki, Adakah yang sakit, niscaya Aku akan menyembuhkannya, Adakah yang demikian (maksudnya Alloh akan mengkabul hajat hambanya yang memohon pada waktu itu)…. Adakah yang demikian…. Sampai terbit fajar.”

3. Hadits yang diriwayatkan Imam Abu Nu’aim dan dikatakan shohih oleh Imam Ibnu Hibban begitu juga Imam Thabrani berkata semua perowinya adalah orang yang dapat dipercaya (Tsiqah) :

عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ, إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Dari Sayyidina Mu’ad Bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata : “Alloh Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Alloh mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

C. KOMENTAR PARA ULAMA TENTANG MALAM NISHFU SYA’BAN

1. Al-Hafidz Ibnu Rojab Al-Hambali berkata dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif hal 199 – 201 :

وليلة النصف من شعبان كان التابعون من أهل الشام كخالد بن معدان و مكحول ولقمان بن عامر وغيرهم يعظمونها ويجتهدون فيها في العبادة ،وعنهم أخذ الناس فضلها وتعظيمها ، … ((لطائف المعارف)) ص199-201

“Dan malan nishfu sya’ban adalah malam yang para tabi’in negara syam seperti kholid bin Ma’dan, Makhul, Luqman Bin Amir dan yang lainnya mereka mengagungkan malam Nishfu Sya’ban dan mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam tersebut. Dan dari mereka lah umat islam mengambil faham keutamaannya dan keagungannya.”

Dan ibnu hajar melanjutkan :

واختلف علماء أهل الشام في صفة إحيائها على قولين: أحدهما: أنه يستحب إحياؤها جماعة في المسجد. كان خالد بن معدان ولقمان بن عامر وغيرهما يلبسون فيها أحسن ثيابهم ويتبخرون ويكتحلون ويقومون في المسجد ليلتهم تلك. ووافقهم إسحاق بن راهوية في ذلك وقال في قيامها في المساجد جماعة: ليس ذلك ببدعة.

Ulama Syam berbeda pendapat dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban :

Pendapat Pertama : Disunnahkan menghidupkannya secara berjamaah di masjid. Dan para ulama tersebut di atas mereka mengenakan pakaian yang paling bagus yang mereka miliki serta membakar kayu harum dan menggunakan celak. Mereka melakukan sholat di masjid pada malam itu. Dan pendapat ini di setujui oleh Ishaq Ibnu Rohawih dan beliau berkata ”Ini bukanlah sebuah bid’ah”

وقال الشافعي: بلغنا أن الدعاء يستجاب في خمس ليال: ليلة الجمعة، والعيدين، وأول رجب، ونصف شعبان

Berkata Imam Syafi’i : Telah sampai berita kepada kami bahwa doa akan di Kabul di lima malam, malam jum’at, malam 2 hari raya, dan Awal Rajab Dan Nifsu Sya’ban.

2. Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Tadzkirotul Khufadz juz 4 hal 1328 disaat menjelakan biografinya Ibnu Asyakir beliau katakana :

أبو القاسم بن عساكر، صاحب التصانيف ….قال ولده المحدِّث بهاء الدين القاسم: كان أبي رحمه الله مواظباً على الجماعة والتلاوة، يَختم كل جمعة، ويختم في رمضان كل يوم، ويعتكف في المنارة الشرقية – من جامع دمشق -،وكان كثير النوافل والأذكار، ويُحيي ليلة النصف – من شعبان – والعيد بالصلاة والذكر

“Ibnu Asyakir adalah seorang hafidz muhaddits Syam yang mempunyai banyak karangan, berkata putra Ibnu Asyakir, yaitu Baha Uddin Al-Qosim berkata “Ayahku (Ibnu Asyakir) selalu berjamaah serta membaca Al-Qur’an dan hatam setiap jum’at dan setiap hari di bulan ramadhan dan selalu ber i’tikaf di menara Asyarqiyah di Damaskus. Beliau selalu memperbanyak sholat sunnah dan dzikir serta menghidupkan malam Nishfu sya’ban dan malam ‘id dengan sholat dan dzikir .

3. Berkata Imam Ibnu Haj dalam kitabnya Al-Madkhol juz 1 hal 257 :

وبالجملة فهذه الليلة وإن لم تكن ليلة القدر فلها فضل عظيم وخير جسم، وكان السلف رضي الله عنهم يعظّمونها ويشمّرون لها قبل إتيانها، فما تأتيهم إلا وهم متأهّبون للقائها والقيام بحرمتها، على ما قد عُلم من احترامهم للشعائر… ))

Fasl malam nishfu sya’ban Kesimpulannya “Malam Nishfu sya’ban meskipun bukan malam lailatul qodar akan tetapi adalah malam yang mempunyai keutamaan yang sangat agung dan kebaikan yang sangat banyak. Ulama salaf mengagungkannya serta bersungguh-sungguh dalam menyambut kedatangannnya.

Dan tidak datang malam Nishfu sya’ban kepada mereka kecuali mereka sudah siap menghidupkannya seperti yang telah diketahui dari mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang mengagungkan syiar Alloh

4. Berkata Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa nya, (Ibnu Taimiyah adalah tokoh kebanggaan orang-orang yang mengingkari kegiatan di Malam Nishfu Sya’ban). Ibnu Taimiyah berfatwa :

إذا صلى الإنسان ليلة النَّصف وحده أو في جماعة خاصة كما كان يفعل طوائف من المسلمين فهو : حسن. ((مجموع الفتاوى)) ج 23 ص131

“Apabila ada orang sholat di malam Nishfu Sya’ban dengan sendirian atau berjama’ah sebagaimana yang dilakukan sebagian kaum muslimin itu merupakan hal yang baik”.

وأما ليلة النصف فقد روي في فضلها أحاديث وآثار ،ونقل عن طائفة من السلف أنهم كانوا يصلون فيها ، فصلاة الرجل فيها وحده قد تقدمه فيه سلف وله فيه حجة فلا يُنْكَر مثل هذا ، أمَّا الصلاة جماعة فهذا مبني على قاعدة عامة في الاجتماع على الطاعات والعبادات…

Beliau juga berkata dalam kitab yang sama hal 132 “Adapun keutamaan malam Nishfu Sya’ban telah diriwayatkan dari hadits-hadits dan atsar (perkataan para sahabat dan tabi’in) dan sejumlah dari ulama salaf sesungguhnya mereka menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan sholat.

Adapun sholatnya seseorang dengan sendirian pada malam Nishfu Sya’ban cara seperti itu telah dilakukan oleh ulama salaf dan dengan hujjah-hujjah (dalil-dalil) yang jelas maka hal ini tidak boleh di ingkari. Adapun sholat jamaah yang mereka lakukan di malam Nishfu Sya’ban ini berdasarkan atas qoidah umum bahwa dianjurkan berkumpul dalam melakukan ketaatan dan ibadah.

Ibnu Taymiyah menjelaskan dalam kitab Iqtidho Shirotol Mustaqim hal 266 :

ليلة النصف من شعبان. فقد روي في فضلها من الأحاديث المرفوعة والآثار ما يقتضي: أنها ليلة مُفضَّلة. وأن من السلف من كان يخصّها بالصلاة فيها، وصوم شهر شعبان قد جاءت فيه أحاديث صحيحة. ومن العلماء من السلف، من أهل المدينة وغيرهم من الخلف: من أنكر فضلها، وطعن في الأحاديث الواردة فيها، كحديث:{ إن الله يغفر فيها لأكثر من عدد شعر غنم بني كلب} وقال: لا فرق بينها وبين غيرها. لكن الذي عليه كثير من أهل العلم؛ أو أكثرهم من أصحابنا وغيرهم: على تفضيلها، وعليه يدل نص أحمد، لتعدد الأحاديث الواردة فيها، وما يصدق ذلك من الآثار السلفيَّة، وقد روي بعض فضائلها في المسانيد والسنن. وإن كان وضع فيها أشياء أُخر ))

Malam Nishfu sya’ban keutamaannya telah diriwayatkan dari banyak hadits-hadits dan atsar (perkataan sahabat dan tabi’in) yang kesimpulannya, “Malam Nishfu sya’ban adalah malam yang diutamakan”. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengkhususkannya dengan melakukan ibadah sholat. Dan berpuasa di bulan Sya’ban telah diriwayatkan dari hadits-hadits yang shohih.

Ada sebagian ulama salaf dari penduduk kota madinah dan juga sebagian ulama kholaf yang mengingkarinya dan berusaha mencederai hadits-hadits yang menunjukan keutaamannya seperti hadits : “Sesungguhnya Alloh mengampuni di malam Nishfu Sya’ban terhadap dosa dengan pengampunan yang lebih banyak dari bulu domba bani kilab”.

Setelah Mereka yang mencederai hadits tersebut akhirnya mereka berkata bahwa tidak ada perbedaan diantara bulan sya’ban dan bulan lainnya.

Akan tetapi kebanyakan ulama-ulama salaf telah mengutamakan (menghidupkan) malam Nishfu Sya’ban sebagaimana nash riwayat yang jelas dari Imam Ahmad karena banyaknya hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaannya dan juga karena banyaknya perkataan-perkataan dari para ulama salaf yang tersebut dalam kitab musnad-musnad dan sunan-sunan. Meskipun memang ada beberapa riwayat yang lain yang dipalsukan.”

Kesimpulan :

Bagi siapapun yang ingin menyampaikan kebenaran harus jujur dan amanat karena ada ancaman hukuman berat dari Alloh SWT bagi pengkhianat-pengkhianat. Ada sebagian kaum muslimin yang mendustakan semua hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan Bulan Sya’ban dan Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban. Sungguh dikhawatirkan mereka Akan dihukum oleh Alloh karena telah berdusta atas Nabi Muhammad SAW.

Dan memang ada beberapa riwayat palsu tentang keutamaan menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban. Akan tetapi bagi orang yang takut kepada Alloh SWT haruslah jujur, yang palsu harus dibuang akan tetapi jika ada riwayat yang telah dianggap benar (shohih) oleh Ahli Hadits tidak ada bagi kita kecuali menginshafi dan menerimanya. Bahkan jika seandainya tidak ada riwayat yang benar dan hanya ada yang dhoif hal tersebut oleh para ulama masih bisa digunakan untuk memacu amal baik dengan syarat-syaratnya. Apalagi sudah terbukti ada beberapa ahli hadits yang menghukumi keshohihanya.

Dan telah disebutkan perkataan sebagian dari ulama-ulama yang menyeru untuk menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan dzikir sholat dan lain-lain. Maka jika ada orang di akhir zaman ini yang dengan lantang berkata bahwa ulama terdahulu tidak pernah menghimbau menghidupkan malam Nishfu Sya’ban lalu mereka katakan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban adalah bid’ah, maka orang tersebut adalah salah satu dari dua.

Pertama ; mereka adalah orang yang tidak mengetahui para ulama salaf. Jika demikian adanya orang-orang tersebut tidak perlu di ikuti karena sempitnya wawasan tentang ulama salaf. Bahkan Dia telah kurang ajar kepada ulama terdahulu.

Kedua ; mereka telah mengetahui apa yang telah disebutkan oleh para ulama salaf di atas hanya karena kecurangan mereka, mereka sembunyikan kebenaran ini karena menuruti hawa nafsu. Dan kita pun tidak perlu mengikuti orang yang mengikuti hawa nafsu.

Dan bagi kita adalah tidak ada pilihan lain kecuali “Mengikuti ulama-ulama yang menghimbau dan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban”.

Cara menghidupkan malam Nishfu Sya’ban adalah dengan memperbanyak amal-amal yang diajarkan oleh Rosulullah SAW seperti melakukan sholat sunnah hajat, sholat sunnah tasbih, sholat sunnah witir atau dengan bersholawat, berdzikir, beristighfar dan membaca Al-Qur’an atau membaca ilmu yang menjadikan kita semakin dekat kepada Alloh SWT.

Wallohu a’lam Bishshowab

Cara Berdo’a :

1. Bisa dengan langsung memohon kepada Alloh SWT
2. Bisa dengan bertawassul dengan amal-amal sholih seperti membaca Al-Qur’an seluruhnya atau sebagian atau hanya surat Yasin seperti yang telah dilakukan kebanyakan kaum muslimin atau bersedekah dan sholat kemudian memohon kepada Alloh SWT.

Cara ini sesuai kisah yang diceritakan Nabi Muhammad SAW berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Imam Bukhori meriwayatkan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam gua, kemudian mereka memohon kepada Alloh dengan bertawassul dengan amal-amal sholeh mereka yang akhirnya dikabulkan hajat mereka. Maksudnya mereka memohon kepada Alloh agar pintu gua dibuka dengan membawa sesuatu yang dicintai oleh Alloh yaitu amal sholeh

وعَنْ أَبِي عَبْدِ الرّحْمنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر بْنِ الْخَطّاَب، رضي الله عنهما قاَلَ‏:‏ سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ‏:‏ ‏”‏ اِنْطَلَقَ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى آوَاهُمْ الْمَبِيْتُ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوْهُ، فَانْحَدَرَتْ صَخْرَةٌ مِنَ الْجَبَلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ، فَقَالُوْا‏:‏ إَنَّهُ لاَ يُنْجِيْكُمْ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أَنْ تَدْعُوْا اللهَ بِصَالِحِ أَعْمَالِكُمْ‏.‏ قَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ‏:‏ اللّهُمَّ كَانَ لِيْ أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيْرَانِ، وَكُنْتُ لاَ أَغْبُقُ قَبْلَهُمَا أَهْلاً وَلاَ مالاً‏.‏ فَنَأَى بِىْ طَلَبُ الشَّجَرِ يَوْماً فَلَمْ أُرِحْ عَلَيْهِمَا حَتَّى نَامَا فَحَلِبْتُ لَهُمَا غَبُوْقَهُمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِمَيْنِ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوْقِظَهُمَا وَأَنْ أَغْبُقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْ مَالاً، فَلَبِثْتُ- وَالْقَدْحُ عَلَى يَدِىْ- أَنْتَظِرُ اسْتِيْقَاظَهُمَا حَتَّى بَرِقَ الْفَجَرُ وَالصَبِيَّةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ قَدَمِى – فَاسْتَيْقَظَا فَشَرِبَا غَبُوْقَهُمَا‏.‏ اللّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ مِنْ هذِهِ الصَّخْرَةِ، فَانْفَرَجَتْ شَيْئاً لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ الْخُرُوْجَ مِنْهُ‏.‏ قال اْلآخَرُ‏:‏ اللّهُمَّ إِنَّهُ كَانَتْ لِيْ ابْنَةُ عَمِّ كَانَتْ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَىَّ ‏”‏ وَفِى رِوَايَةٍ‏:‏ ‏”‏كُنْتُ أُحِبُّهَا كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءَ، فَأَرَدْتُهَا عَلَى نَفْسِهَا فَامْتَنَعَتْ مِنِّى حَتَّى أَلَمَّتْ بِهَا سَنَةٌ مِنَ السِّنِيْنَ فَجَاءَتْنِىْ فَأَعْطَيْتُهَا عِشْرِيْنَ وَمِائَةَ دِيْنَارٍ عَلَى أَنْ تُخَلِّىَ بَيْنِىْ وَبَيْنَ نَفْسِهَا فَفَعَلَتْ، حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا‏”‏ وَفِىْ رِوَايَةٍ‏:‏ ‏”‏فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا، قَالَتْ‏:اِتَّقِ اللهَ وَلاَ تُفْضِ الْخَاتَمَ إِلاَّ بِحَقِّهِ، فَانْصَرَفْتُ عَنْهَا وَهِىَ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَىَّ وَتَرَكْتُ الذَّهَبَ الَّذِىْ أَعْطَيْتُهَا، اللّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ،فَانْفَرَجَتْ الصَّخْرَةُ غَيْرَ أَنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ الْخُرُوْجَ مِنْهَا‏.‏ وَقَالَ الثَّالِثُ‏:‏ اللّهُمَّ اسْتَأْجَرْتُ أُجَرَاءَ وَأَعْطَيْتُهُمْ أَجْرَهُمْ غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذِىْ لَهُ وَذَهَبَ، فَثَمَّرْتُ أَجْرَهُ حَتَّى كَثُرَتْ مِنْهُ اْلأَمْوَالُ، فَجَاءَنِىْ بَعْدَ حِيْنٍ فَقَالَ‏:‏ يَا عَبْدَ اللهِ أَدِّ إِلَىَّ أَجْرِىْ، فَقُلْتُ‏:‏ كُلُّ مَا تَرَى مِنْ أَجْرِكَ‏:‏ مِنَ اْلإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ وَالرَّقِيْقِ‏.‏ فَقَالَ‏:‏ يَا عَبْدَ اللهِ لاَ تَسْتَهْزِئْ بِىْ‏!‏ فَقُلْتُ‏:‏ لاَ أَسْتَهْزِئُ بِكَ، فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فَاسْتَاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْهُ شَيْئاً، اللّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيْهِ، فَانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فَخَرَجُوْا يَمْشُوْنَ‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏‏.‏

Artinya: “Dari Abu Abdur Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab r.a. beliau berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu mereka berpergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Alloh Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.

Seorang dari mereka berkata : “Ya Alloh, Saya mempunyai dua orang tua yang sudah tua-renta serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak. Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya saya pun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur.

Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. Seterusnya saya tetap dalam keadaan menantikan bangun mereka itu terus-menerus dan gelas itu tetap pula di tangan saya, sehingga fajarpun menyingsing, Anak-anak kecil sampai menangis karena kelaparan dan mereka ini ada di dekat kedua kaki saya. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka minum minumannya. Ya Alloh, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan keridhaan-Mu, maka lapanglah kesulitan yang sedang kita hadapi dari batu besar yang menutup ini.” Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari gua.

Yang lain berkata: “Ya Alloh, sesungguhnya saya mempunyai sepupu wanita yang merupakan manusia yang paling aku cintai. Dalam sebuah riwayat disebutkan : Saya mencintainya sebagai kecintaan orang-orang lelaki yang amat sangat kepada wanita. Kemudian saya menginginkan dirinya, tetapi ia menolak kehendakku itu, sehingga pada suatu tahun ia menghadapi kesulitan. Ia pun mendatangi tempatku, lalu saya memberikan seratus dua puluh dinar padanya dengan syarat ia mau menyendiri denganku. Ia pun berjanji. Setelah aku dapat menguasai dirinya. Dalam sebuah riwayat lain disebutkan : Setelah saya dapat duduk di antara kedua kakinya. Sepupuku itu lalu berkata: “Takutlah engkau pada Alloh dan jangan membuka cincin, maka maksudnya ialah jangan melenyapkan kehormatanku ini – melainkan dengan haknya – yakni dengan perkawinan yang sah -, lalu saya pun meninggalkannya, padahal ia adalah orang yang amat tercinta bagiku dari seluruh manusia dan emas yang saya berikan itu saya biarkan dimilikinya. Ya Alloh, jikalau saya mengerjakan yang sedemikian dengan niat untuk mengharapkan ridho-Mu, maka lapangkanlah kesulitan yang sedang kami hadapi ini.” Batu besar itu kemudian membuka lagi, hanya saja mereka masih juga belum dapat keluar dari dalamnya.
Orang yang ketiga lalu berkata: “Ya Alloh, saya mengupah beberapa kaum buruh dan semuanya telah kuberikan upahnya masing-masing, kecuali seorang lelaki. Ia meninggalkan upahnya dan terus pergi. Upahnya itu aku kembangkan sehingga bertambah banyaklah hartanya tadi. Sesudah beberapa waktu, pada suatu hari ia mendatangiku, kemudian berkata: “Hai hamba Alloh, tunaikanlah sekarang upahku yang dulu itu. Akupun berkata: “Semua yang engkau lihat ini adalah berasal dari hasil upahmu itu, baik yang berupa unta, lembu dan kambing dan juga hamba sahaya. Ia berkata: Hai hamba Alloh, janganlah engkau mengolokku. Aku menjawab: “Aku tidak mengolokmu”. Kemudian orang itu pun mengambil segala yang dimilikinya. Semua digiring dan tidak seekorpun yang ditinggalkan. Ya Alloh, jikalau aku mengerjakan yang sedemikian ini dengan niat mengharapkan ridho-Mu, maka lapangkanlah kami dari kesulitan yang sedang kami hadapi ini.” Batu besar itu lalu membuka lagi dan mereka pun keluar dari gua itu. (Muttafaq ‘alaih)

Inilah yang banyak diamalkan oleh kaum Muslimin yaitu dengan membaca ayat suci Al-Qur’an (seperti Surat Yasin, Tabarak dan lain sebagainya), sholat dan berdzikir yang semua itu adalah amal sholih kemudian setelah itu memohon kepada Alloh SWT.

3. Dengan mendahulukan Istighfar sebanyak-banyaknya sebagai pelaksanaan Firman Alloh SWT :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا – سورة نوح : أية 10- 12

“Kemudian Aku berkata : Mintalah kalian pengampunan kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Dia menurunkan hujan dari langit untuk kalian, dan memberikan kalian dengan harta dan anak keturunan serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untuk kalian”. QS. Nuh ayat 10-12.

Dan masih banyak cara-cara berdo’a seperti yang sering dilakukan oleh para ulama dengan istilah Istighotsah yang intinya kembali kepada satu makna yaitu : “Menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan ibadah-ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW”.

Contoh amalan Sunnah yang bisa dilakukan di malam Nishfu Sya’ban :

Qoidahnya adalah semua amalan yang bisa dilakukan di luar bulan Sya’ban adalah sangat sunnah untuk dilakukan di malam Nishfu Sya’ban.

1. Memperbanyak sholat sunnah di antaranya :

a) Shalat Hajat 2 rakaat, niatnya adalah :

اُصَلِّي سُنَّةً لِقَضَاءِ الحْاَجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat sholat Hajat dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

b) Shalat Istikharah 2 rakaat, niatnya adalah:

اُصَلِّي سُنَّةَ اْلاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat sholat Istikhoroh dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

c) Shalat Witir 3 rakaat dengan 2 salam. Sholat witir ini dianjurkan dikerjakan sebagai penutup sholat sunnah.
a. Salam yang pertama dengan dua rakaat niatnya:

أُصَلِّي سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat sholat witir dua rakaat karena Alloh ta`ala.”

b. Salam yang kedua dengan satu rakaat niatnya adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلِوتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Atau

أُصَلِّي رَكْعَةَ الْوِتْرِ لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat sholat witir satu rakaat karena Alloh ta`ala.”
Bagi yang mempunyai kesempatan bisa melkukan sholat witir sampai 11 rokaat

A. Shalat Sunnah Tasbih

Shalat tasbih adalah shalat yang diajarkan Rasululah kepada paman beliau Sayyidina Abbas agar mendapatkan pengampunan dari Allah. Shalat ini dilakukan 4 rokaat dengan 300 tasbih dan bisa dilakukan dengan 2 rokaat – 2 rokaat، dua salam .

Caranya :

1. Niat :
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
“Aku berniat shalat sunnah tasbih 2 rokaat karena Allah SWT.”

2. Shalat dilakukan sebagaimana shalat biasa hanya ditambahkan bacaan :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
a. 15 kali sebelum membaca al-fatihah،
b. 10 kali setelah membaca surat sebelum ruku،
c. 10 kali disaat ruku،
d. 10 kali disaat i`tidal،
e. 10 kali disaat sujud،
f. 10 kali disaat duduk diantara dua sujud،
g. 10 kali disaat sujud yang ke-dua.

Ada sebagian yang meletakkan tasbih A (yaitu 15 kali) di B (setelah membaca surat sebelum ruku’) dan tasbih B (10 kali) dipindah ke saat duduk setelah sujud yang ke-dua. Maka genaplah 75 tasbih dalam satu rokaat . 150 tasbih dalam dua rokaat dan genaplah 300 tasbih dalam empat rokaat.

Shalat ini hendaknya dilakukan setiap malam. Kalau tidak bisa، setiap minggu. Kalau tidak bisa، setiap bulan. Kalau tidak bisa، setiap tahun. Kalau tidak bisa، jangan sampai tidak melakukannya sepanjang umurnya.

3. Memperbanyak membaca Istighfar
4. Memperbanyak membaca Sholawat
5. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
6. Memperbanyak membaca Dzikir
7. Memperbanyak berdo’a dengan do’a sebebas-bebasnya
8. Bersedekah baik dalam bentuk uang, sandang dan pangan ataupun makanan yang siap dihidangkan.
9. Silaturahmi

Wallahu a’lam bisshowaab.

Baca juga

Bebas Hutang

Hutang merupakan beban bagi siapapun, tidak perduli mereka kaya ataupun miskin, siapapun yang memiliki hutang pasti akan berdampak ke psikologis bagi siapapun yang memikulnya, dan dampaknya tentu saja akan terjadi kepada tingkat kepercayaan diri.

jeratan hutang di yakini bisa mendatangkan berbagai persoalan hidup yang membuat kehidupan dalam keluarga menjadi tidak nyaman dan lebih parahnya, banyak yang gara-gara hutang piutang bisa memutus tali silaturrahmi dan kekeluargaan.

Dan jalan keluar satu-satunya untuk bisa kembali kepada kepercayaan diri dan kenyamanan silaturrahmi adalah “LUNASI HUTANG DAN JANGAN TERJERAT LAGI DENGAN HUTANG”
Ada beberapa alasan yang membuat kita wajib memiliki tekad kenapa harus di niatkan membebaskan diri dari hutang.

Membuat lebih Percaya diri.

Kepercayaan diri wajib di miliki oleh siapapun, tidak perduli dia adalah artis, pekerja, pengusaha dan para pemangku jabatan, kesemuanya harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang mumpuni, karena bila tidak, maka hasil yang di dapat saat ini akan bisa segera hilang dan di gantikan oleh orang yang lebih lihai dalam menggantikan posisi anda.

Dan percaya diri akan sedikit demi sedikit memudar bahkan segera hilang bila masih memiliki beban hutang yang tidak terkontrol, oleh karena itu bila masih memiliki masalah dengan hutang, maka niatkan untuk segera di selesaikan, Karena dengan Bebas dari hutang Merupakan salah satu Cara Untuk Meningkatkan Percaya Diri

Tekanan Hidup akan menjadi Berkurang

Bukan suatu hal yang baru, bila ada anggapan bahwa bila memiliki hutang maka “pasti” hidup tidak akan tenang dan tentu saja tidak akan bahagiaMembuat Perasaan Lebih Nyaman

Menanggung beban hutang sangatlah mengganggu,  bukan karena nilai berapa banyak angkanya, tapi kenyamanan dalam menjalani kehidupan begitu minim, sering di jumpai hanya gara-gara faktor ekonomi,

Suami Istri menjadi cerai, Keluarga berantakan dan jadi sering sakit-sakitan, berbeda dengan keluarga yang tidak menanggung beban hutang, Biarpun ekonominya pas-pasan tapi tidak ada hutang, senyum kebahagiaan senantiasa mengisi hari-hari mereka..

Bebas Merencakan Masa depan

Setelah terbebas dari belenggu hutang, akan lebih mudah dalam mengatur cashflow keuangan, sehingga perencanaan bisa dengan mudah di jalankan, tidak ada lagi perasaan tidak bisa beli ini dan beli itu, membayar uang sekolah anak, membeli buku, peralatan dapur, makan sehari-hari bahkan liburan bisa di rencanakan dari jauh hari, perasaan ini mungkin berlebihan, tapi jujur saja, terlepas dari belenggu hutang seperti merasakan terlepas dari penjara.

Terjalin Kembali Tali Silaturrahmi.

Tidak bisa di pungkiri, biarpun tidak ada sangkut pautnya  keluarga dengan masalah hutang kita, tapi setiap jiwa yang di susupi hutang, akan lebih mudah tersinggung dan merasa di kucilkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar, seolah semua orang membenci dan tidak suka kepadanya, padahal itu semua hanya perasaan yang berlebihan semata, tidak salah memang bila Rosulullah mengumpamakan orang yang berhutang itu seperti orang gila,

Nah dengan Tidak adanya lagi hutang, maka Otomatis ,Tembok batasan yang memisahkan antara kita dan keluarga akan otomatis hancur dan hilang, sehingga Besar Harapan Tali silaturrahmi akan kembali terjalin dengan baik.

Demikianlah alasan yang membuat siapapun yang masih terbelenggu hutang untuk dapat segera menyelesaikan dan jera karena mengambil hutang dan riba sebagai sahabat, karena bila ada kebahagiaan dari berhutang, maka pastilah sangat sedikit sekali di banding penyesalan yang di dapat,

semua aspek akan terganggu dan jauh dari kenyamanan, bahkan Profesor Psikologi  Yang mengajar di  San Francisco State University sekaligus pendiri `Beyond the Purchase` Ryan Howell mengeluarkan pendapat yang sangat bagus sekali, melunasi utang dapat membuat hidup Anda bahagia.

Bebas dari lilitan utang dapat menghapus rasa rendah diri dan membantu Anda mencapai tujuan hidup Anda. Proses pembayaran utang tentu juga dapat membuat Anda sehat secara finansial

ada sajadah panjang terbentang

ada sajadah panjang terbentang lirik

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian

Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud

Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi

Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian

Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk

Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya

Alhamdulillah..

Maulaa ya sholli wa sallim Daaiman abada
‘Alaa habiibika khoiril kholqi kuliihimi

Da’aa ilallahi falmustamsikauna bihi
Mustamsikauna bihabli ghoiri munfashomi

Muhammadun sayyidul kaunaini wastaqolaini
walfariiqoini min ‘arobiw wamin ‘ajami

Tsummar ridho ‘an abiyy bakrin wa ‘an umaro
Wa ‘an ‘aliy wa ‘an ‘utsmaana dilkaromi

rindu kami padamu ya rasul

rindu kami padamu ya rasul lirik

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terperih

Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga

Dapatkah kami membalas
cintamu Secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terpera

Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga

Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu ya rasul
Rindu tiada terperih

Berabad jarak darimu ya rasul
Serasa dikau di sini

Syarat Pertama dalam berTaubat

Syarat Pertama dalam berTaubat. Taubat adalah pintu pertama yang harus kita lalui dalam memperdekat jarak kita dengan Allah, karena Sesungguhnya setiap saat, manusia berbuat dosa, baik kecil maupun besar, baik Disadari Maupun tidak disadari…

Dosa-dosa itu Ibarat Debu yang menempel pada Hati, ketika semakin Pekat debu yang Menempel, maka Hati akan tertutup dari Kebenaran, naudzbillah…

Dosa yang mengotori hati, membuat Manusia Jauh dari Allah. Oleh karena itu, wajib bagi seorang Hamba yang Ingin dekat denganNYA untuk melakukan Taubat.
Baca lebih lanjut

Abjad Cinta Untuk Keluarga ALif Ba Ta Tsa

Abjad Cinta Untuk Keluarga

💚Alif: Addib (didiklah adab). Didiklah anak sopan santun

💚Ba’: Bayyin (jelaskan). Jelaskan pendapat dan nasehat Ayah dan Bunda.

💚Ta’: Ta’assaf (minta maaflah). Tak ada aib bagi orang tua untuk meminta maaf kepada anaknya.

💚Tsa’: Tsaqqif (didiklah). Didiklah anak Anda dan bekali mereka dengan pengetahuan. Pengetahuan yang membantu anak membangun kepribadian yang bijak.

Baca lebih lanjut

Kode transfer antar Bank lengkap

Kode transfer antar Bank lengkap. kumpulan berbagai kode bank lengkap se-Indonesia mungkin sebagian dari kita pernah merasakan kesulitan ketika akan melakukan transfer uang melalui ATM bersama ke bank lain yang membutuhkan kode bank tujuan. Artikel ini semoga membantu

Daftar Kode Bank Di Indonesia
No Nama Bank Kode
1 BANK BCA 014
2 BANK MANDIRI 008
3 BANK BNI 009
4 BANK BRI 002
5 AMERICAN EXPRESS BANK LTD 030
6 ANGLOMAS INTERNASIONAL BANK 531
7 ANZ PANIN BANK 061
8 BANK ABN AMRO 052
9 BANK AGRO NIAGA 494
10 BANK AKITA 525
11 BANK ALFINDO 503
12 BANK ANTARDAERAH 088
13 BANK ARTA NIAGA KENCANA 020
14 BANK ARTHA GRAHA 037
15 BANK ARTOS IND 542
16 BANK BENGKULU 133
17 BANK BII 016
18 BANK BINTANG MANUNGGAL 484
19 BANK BISNIS INTERNASIONAL 459
20 BANK BNP PARIBAS INDONESIA 057
21 BANK BUANA IND 023
22 BANK BUKOPIN 441
23 BANK BUMI ARTA 076
24 BANK BUMIPUTERA 485
25 BANK CAPITAL INDONESIA, TBK. 054
26 BANK CENTURY, TBK. 095
27 BANK CHINA TRUST INDONESIA 949
28 BANK COMMONWEALTH 950
29 BANK CREDIT AGRICOLE INDOSUEZ 039
30 BANK DANAMON 011
31 BANK DBS INDONESIA 046
32 BANK DIPO INTERNATIONAL 523
33 BANK DKI 111
34 BANK EKONOMI 087
35 BANK EKSEKUTIF 558
36 BANK EKSPOR INDONESIA 003
37 BANK FAMA INTERNASIONAL 562
38 BANK FINCONESIA 945
39 BANK GANESHA 161
40 BANK HAGA 089
41 BANK HAGAKITA 159
42 BANK HARDA 567
43 BANK HARFA 517
44 BANK HARMONI INTERNATIONAL 166
45 BANK HIMPUNAN SAUDARA 1906, TBK. 212
46 BANK IFI 093
47 BANK INA PERDANA 513
48 BANK INDEX SELINDO 555
49 BANK INDOMONEX 498
50 BANK JABAR 110
51 BANK BRI SYARIAH 422
52 BANK JASA JAKARTA 427
53 BANK JASA JAKARTA 472
54 BANK JATENG 113
55 BANK JATIM 114
56 BANK KEPPEL TATLEE BUANA 053
57 BANK KESAWAN 167
58 BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 535
59 BANK LAMPUNG 121
60 BANK LIPPO 026
61 BANK MALUKU 131
62 BANK MASPION 157
63 BANK MAYAPADA 097
64 BANK MAYBANK INDOCORP 947
65 BANK MAYORA 553
66 BANK MEGA 426
67 BANK MERINCORP 946
68 BANK MESTIKA 151
69 BANK METRO EXPRESS 152
70 BANK MITRANIAGA 491
71 BANK MIZUHO INDONESIA 048
72 BANK MUAMALAT 147
73 BANK MULTI ARTA SENTOSA 548
74 BANK MULTICOR TBK. 036
75 BANK NAGARI 118
76 BANK NIAGA 022
77 BANK NISP 028
78 BANK NTT 130
79 BANK NUSANTARA PARAHYANGAN 145
80 BANK OCBC – INDONESIA 948
81 BANK OF AMERICA, N.A 033
82 BANK OF CHINA LIMITED 069
83 BANK PANIN 019
84 BANK PERSYARIKATAN INDONESIA 521
85 BANK PURBA DANARTA 547
86 BANK RESONA PERDANIA 047
87 BANK RIAU 119
88 BANK ROYAL INDONESIA 501
89 BANK SHINTA INDONESIA 153
90 BANK SINAR HARAPAN BALI 564
91 BANK SRI PARTHA 466
92 BANK SULTRA 135
93 BANK SULUT 127
94 BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA 045
95 BANK SUMSEL 120
96 BANK SUMUT 117
97 BANK SWADESI 146
98 BANK SWAGUNA 405
99 BANK SYARIAH MANDIRI 451
100 BANK SYARIAH MEGA 506
101 BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) (BTN) 200
102 BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL 213
103 BANK UIB 536
104 BANK UOB INDONESIA 058
105 BANK VICTORIA INTERNATIONAL 566
106 BANK WINDU KENTJANA 162
107 BANK WOORI INDONESIA 068
108 BANK YUDHA BHAKTI 490
109 BPD ACEH 116
110 BPD BALI 129
111 BPD DIY 112
112 BPD JAMBI 115
113 BPD KALIMANTAN BARAT 123
114 BPD KALSEL 122
115 BPD KALTENG 125
116 BPD KALTIM 124
117 BPD NTB 128
118 BPD PAPUA 132
119 BPD SULAWESI TENGAH 134
120 BPD SULSEL 126
121 CENTRATAMA NASIONAL BANK 559
122 CITIBANK N.A. 031
123 DEUTSCHE BANK AG. 067
124 HALIM INDONESIA BANK 164
125 ING INDONESIA BANK 034
126 JP. MORGAN CHASE BANK, N.A. 032
127 KOREA EXCHANGE BANK DANAMON 059
128 LIMAN INTERNATIONAL BANK 526
129 PERMATA BANK 013
130 PRIMA MASTER BANK 520
131 RABOBANK INTERNASIONAL INDONESIA 060
132 STANDARD CHARTERED BANK 050
133 THE BANGKOK BANK COMP. LTD 040
134 THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD 042
135 THE HONGKONG & SHANGHAI B.C. 041

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan disini semoga dapat bermanfaat dan berguna terutama bagi yang pertama kali akan melakukan proses transfer uang dari bank satu ke bank yang lainnya melalui jaringan ATM bersama, mungkin saya cukup kan informasi Kode Bank BNI,BCA,MANDIRI,BRI Seluruh Indonesia yang singkat ini sekali lagi semoga bermanfaat, terima kasih selamat beraktivitas.

Ebook Gratis Bebas Hutang

EBOOK GRATISS!! 7 JURUS AMPUH BEBAS HUTANG…  Sedot langsung sekarang! Tulisan ini by: Dewa Eka Prayoga

image

Sebelum Anda download ebooknya, izinkan Saya bercerita tentang pengalaman hidup yang mungkin juga pernah Anda alami…

Tidak bisa dipungkiri, saat kita Bangkrut dan punya banyak hutang, kita akan merasakan:

– Sedih
– Bingung
– Stress
– Depresi
– Galau
– Emosional
– Pelit
– Pengecut

…dan hal-hal buruk lainnya

Bukankah demikian? #UdahNgakuAjah ^_^

Kenapa Saya begitu yakin bahwa ketika kita bangkrut dan punya banyak hutang kita akan mengalami hal2 tersebut di atas?

Karena Saya pun pernah mengalaminya…

Terlebih…

Memang begitulah yang digambarkan oleh Rasul ketika bertemu dengan salah seorang sahabat, Abu Umamah, yang berdiam diri di mesjid, tidak pulang ke rumah, kebingungan, dan sejenisnya, karena sedang dirundu masalah hutang…

Lalu Rasulullah SAW mengajarkan dia sebuah doa yang berbunyi…

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Abu Dawud).

Karenanya…

Saya mengerti betul perasaan Anda yang saat ini sedang terjerat dalam masalah hutang…

Oleh karena itu..

Saya sangat menyarankan Anda untuk baca dan praktikkan:

Ebook
“7 Jurus Ampuh Bebas Hutang”
Rahasia Bebas Hutang yang Bikin Hati Tenang

Melalui ebook yang kami bagikan ini, Saya harap Anda bisa terbebas dari hutang….

Ebook ini ditulis oleh sahabat sekaligus guru Saya, Mas Saptuari Sugiharto, yang berkomitmen untuk bebas hutang (tepatnya: Bebas Riba) dan mengajak kawan2 pengusaha di Indonesia agar lebih sabar dalam berbisnis serta menikmati prosesnya

Setelah Anda download ebook ini nanti, Anda hanya butuh waktu sekitar 3-5 menit untuk membacanya…

Karena ebook 14 halaman ini sangat simpel sekali dan dibuat sesederhana mungkin.

Tujuannya satu: Anda bisa pahami dan mulai praktikkan langsung

Tanpa perlu Saya jelaskan panjang lebar lagi, silakan Anda download ebook tersebut melalui link di bawah ini

>> http://bit.ly/yukbebashutang

Satu doa dan harapan Saya, ebook ini bisa memberikan pencerahan kepada Anda dalam melangkah kedepannya.

Dan jika saat ini Anda sedang terbelit dalam urusan hutang, semoga segera lunas dan terbebas darinya. Aamiin..

Anda boleh, Share. Karena yakinilah bahwa banyak orang di luar sana membutuhkan ebook sederhana ini.

Jangan lupa isi komentar mu dibawah ini…

Mensucikan Najis

Mensucikan Najis. Ngaji Kitab Kuneng Syarh Sullam Taufiq

👉🏾Wajib hukumnya mensucikan najis yang tidak dimaafkan baik dari tempat, pakaian atau badan dengan cara:

1. Jika najisnya najis ainiyah (najis yang bisa dilihat dan dirasa oleh panca indra) maka harus menghilangkan benda najisnya yakni rasa, warna dan baunya dengan menggunakan air yang mensucikan. Maka tidak cukup mensucikan najis menggunakan api atau angin. Dan andai yang tersisa hanya warnanya seperti warna darah haid, atau yang tersisa hanya baunya saja dan sulit untuk dihilangkan maka warna atau bau tersebut tidak berpengaruh pada kesuciannya artinya menjadi suci secara hakikat bukan menjadi najis yang dimaafkan, baik najis mugholladhoh ataupun lainnya. Namun jika yang tersisa keduanya (warna dan bau) maka hal tersebut berpengaruh pada kesuciannya yakni tetap najis karena adanya warna dan bau menunjukkan adanya benda najis tersebut. Begitu juga tetap mutanajjis kalau hanya tersisa rasanya saja yakni tidak suci.

2. Jika najisnya berupa najis hukmiyah (najis yang tidak bisa dilihat dan dirasa oleh indra) seperti air kencing yang sudah kering dan tidak membekas maka cukup dengan mengalirkan air atas tempat najis tersebut.

3. Jika najisnya sebangsa anjing (anjing, babi hutan, dan semua keturunannya) baik ludah, darah, keringat dan lain sebagainya, maka cara mensucikannya adalah dengan membasuhnya sebanyak tujuh kali sekalipun dengan cara menggerak-gerakkan didalam air banyak, dan salah satunya dicampur dengan debu yang mensucikan sekiranya air tersebut keruh dengan debu dan dengan perantara air debu tersebut bisa sampai pada semua bagian tempat najis tersebut. Maka tidak cukup dicampur dengan debu yang najis atau dengan debu yang sudah dipakai (mustakmal), dan tidak cukup kalau hanya menggosok tempat najisnya dengan debu tanpa dicampuri dengan air.

4. Jika najisnya najis ringan (mukhoffafah) seperti kencingnya bayi laki-laki yang berusia dibawah dua tahun dan belum makan sesuatu selain ASI maka cukup mengalirkan air atas najis tersebut. Jika air yang digunakan hanya sedikit (kurang dari dua qullah) maka disyaratkan air tersebut mendatangi atau didatangkan pada tempat najisnya (disiramkan). Oleh karena itu jika najis yang mendatangi air (dimasukkan pada air) maka air tersebut menjadi najis sebab bertemu dengan benda najis. Namun jika airnya banyak (dua qullah atau lebih) maka tidak ada bedanya antara mendatangi najis atau didatangi najis. Wallohu A’lam.

📝OLEH SEGENAP ADMIN GROUP WA AL HAROMAIN ASY SYARIFAIN.

Syaikh Nuruddin Al Banjari

Mari kenali ulama mulia dari nusantara BIOGRAFI RINGKAS AL-FADHIL AL-WALID SHEIKH MUHAMMAD NURUDDIN MARBU ABDULLAH AL-BANJARI AL-MAKKI

al-Fadhil Tuan Guru Syaikh Muhammad Nuruddin bin Haji Marbu bin Abdullah Thayyib حفظه الله berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan Indonesia. Beliau dilahirkan di sebuah desa bernama Harus, Amuntai pada tanggal 1 September 1960M. Beliau anak yang ketiga dari tujuh bersaudara, dari sebuah keluarga yang taat beragama. Bonda beliau bernama Hajjah Rahmah binti Haji Muhammad Sobri adalah puteri dari seorang tokoh ulama besar di Kalimantan Selatan.

Berhijrah ke Tanah Suci Makkah

Beliau mendapat pendidikan awal di sekolah rendah di kampung Harus. Kemudian pada tahun 1974 beliau belajar di pondok pesantren Normal Islam. Belum pun sempat menamatkan pengajiannya di pondok tersebut seluruh keluarga beliau telah berhijrah ke tanah suci Makkah. Pada tahun itu juga (1974) beliau meneruskan pengajiannya di madrasah Shaulathiah sehingga tahun 1982. Selain itu beliau juga mengikuti pengajian yang diadakan umum di Masjidiharam dan juga dirumah para masyaikh.

Pada tahun 1982 beliau telah menamatkan pengajiannya dengan kepujian mumtaz (cemerlang) di madrasah Shaulathiah. Di samping itu juga beliau turut mencurahkan ilmunya kepada para pelajar dari Indonesia. Beliau telah mengajarkan kitab Qatrunnada, Fathul Mu’in, ‘Umdatussalik, Bidayatul Hidayah dan lain-lain sebelum naik ke kelas ‘Aliyah.

Beliau merupakan murid kesayangan gurunya asy-Syaikh al-‘Allamah Ismail Utsman Zain al-Yamani رحمه الله . Dan guru inilah yang banyak mewarnai dalam kehidupan beliau. Tuan guru beliau ini banyak meluangkan waktunya yang berharga untuk beliau dan sering mengajaknya untuk menemani Tuanguru beliau ke Madinah menghadiri program agama dan juga menziarahi maqam baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

[Ketika aku di Bogor untuk menghadiri pengajian bersama Shaikh Nuruddin, beliau kelihatan agak sebak bila menceritakan guru kesayangannya ini. Matanya merah berair …. ya… mengingati guru kesayangannya ini. Beliau juga menunjuk gambar gurunya yang mulia ini kepada aku …..]

Beliau mencurahkan segala usaha dan tenaganya serta dirinya mendekati para masyaikh untuk berkhidmat dan juga membekali diri dengan ilmu daripada guru-gurunya. Beliau amat gigih dalam belajar, maka tidak hairanlah kalau beliau mendapat tempat di hati para gurunya. Sebut sahaja ulama’ yang ada di Mekah khususnya pasti beliau pernah berguru dengan mereka. Siapa yang tidak mengenali tokoh ulama’ yang harum nama mereka disebut orang semisal Syaikh al-Allamah Hasan al-Masyath yang digelar Syaikh-ul-Ulama’, Syaikh al-Allamah Muhammad Yasin al-Fadani, yang mendapat julukan Syaikhul Hadits wa Musnidud-dunya, Syaikh Ismail Usman Zin al-Yamani yang digelar al-Faqih ad-Darrakah (guru beliau ini menghafal kitab Minhajut Tholibin), Syaikh Abdul Karim Banjar, Syaikh Suhaili al-Anfenani, as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, Syaikh Said al-Bakistani dan masih banyak lagi. Kata pepatah arab “cakap sahaja tanpa perlu khuatir”. Kitab-kitab yang dipelajari beliau bersambung sanad hingga kepada pengarang, masyaAllah betapa hebat dan beruntungnya umur beliau dan segala-galanya yang diberikan oleh Allah, tidak salah kalau dikatakan ilmu beliau lebih tua dari umurnya.

Pada tahun 1983 beliau telah melanjutkan pengajiannya di Universiti al-Azhar asy-Syarif dalam bidang syariah hingga mendapat gelar sarjana muda. Kemudian beliau meneruskan lagi pengajiannya di Ma’had ‘Ali Liddirasat al Islamiah di Zamalik sehingga memperolehi diploma am “Dirasat ‘Ulya” pada tahun 1990

Antara guru-gurunya ketika belajar di Mekah dan Mesir adalah:

* asy-Syaikh al-‘Allamah Hasan al-Masyath رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad Yasin al-Fadani رحمه الله,
* asy-Syaikh al-‘Allamah Ismail Utsman Zain al-Yamani al-Makki رحمه الله,
* asy-Syaikh ‘Abdullah Said al-Lahji رحمه الله,
* asy-Syaikh al ‘Alaamah al-Jalil as-Sayyid ‘Amos رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah Muhammad ‘Iwadh al-Yamani رحمه الله
* asy-Syaikh Zakaria Bila al-Indonesia رحمه الله
* asy-Syaikh Muhammad Syibli al-Banjari رحمه الله
* asy-Syaikh Karim al-Banjari رحمه الله
* asy-Syaikh ‘Abdul Karim al-Bukhari رحمه الله
* asy-‘Adnan al-Afnani رحمه الله
* asy-Syaikh Saifurrahman رحمه الله
* asy-Syaikh Sahili al-Anfanani رحمه الله
* asy-Syaikh Said al-Bakistani رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits al-Kabir Muhammad Zakaria al-Kandahlawi رحمه الله
* asy-Syaikh al-Jalil al-Habib ‘Abdul Qadir as-Saggaf حفظه الله
* asy-Syaikh Muhammad Muntashir al-Katani al-Maghribi رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah al-Muhaddits al-Habib as-Sayyid Muhammad ‘Alawi al-Maliki رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘allamah Muhammad Makki al-Hind رحمه الله
* asy-Syaikh Muhammad Makhluf رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘allamah ‘Abdullah bin Hamid رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah al-Kabir Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi رحمه الله
* asy-Syaikh al-Imam al-Akbar ‘ali Jadul Haq رحمه الله
* asy-Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim رحمه الله
* al-Ustaz ad-Doktor asy-Syaikh Muhammad Tayyib an-Najjar رحمه الله
* asy-Syaikh al-Jalil ar-Rabbani Muhammad ‘Abdul Wahid رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘allamah al-Kabir Abul Hasan ‘Ali an-Nadwi رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah al-Faqih ‘atiyyah Saqr رحمه الله
* asy-Syaikh al-‘Allamah Hussin رحمه الله
* asy-Syaikh ‘Abdul Hafidz al-Hind رحمه الله
* al-Ustadz ad-Doktor Ahmad umar Hasyim حفظه الله,
* al-Ustadz ad-Doktor ‘Abdusshobur Syahin
* al-Ustadz ad-Doktor ‘Abdul Fattah asy-Syaikh,
* al-Ustadz ad-Doktor Nashr Farid,
* asy-Syaikh al-‘Arifbillah Yusuf Mahyuddin al-Hasani asy-Syadhuli ad-Darqawi حفظه الله dan ramai lagi.

MENABUR JASA & MENYANDANG GELAR AZHARUS TSANI

Setelah menamatkan pengajian di Universiti al-Azhar beliau menumpukan perhatiannya untuk mencurahkan ilmunya kepada ribuan para pelajar yang datang dari Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand yang menuntut di Universiti al Azhar sehingga beliau mendapat gelaran al Azharus Tsani (Azhar ke Dua) satu julukan yang terhormat dan tulus dari masyarakat universiti al Azhar sendiri.

Beliau mengadakan kelas pengajian yang diberi nama “Majlis Al-Banjari Littafaqquh Fiddin” semenjak tahun 1987 sehingga 1998 yang mana buat pertama kalinya diadakan di rumah pelajar Johor dan rumah pelajar Pulau Pinang, di dewan rumah Kedah dan di dewan rumah Kelantan dan juga di masjid Jamik al Path di Madinah Nasr. Di samping mengajar beliau juga menghasilkan kitab-kitab agama berbahasa Arab dalam pelbagai bidang yang banyak tersebar luas di Timur Tengah dan juga di negara Malaysia. Boleh dikatakan setiap para pelajar yang belajar di Al-Azhar Mesir semasa beliau berada di sana pernah menimba ilmu dari tokoh ulama’ muda ini. Dan memanglah semenjak dari awal keterlibatannya dalam dunia ta’lim beliau telahpun menazarkan diri beliau untuk terus menjadi khadim (orang yang berkhidmat) untuk penuntut ilmu agama. Semoga Allah Ta’ala mengurniakan kesihatan dan ke’afiaatan kepada beliau serta keluarganya dan memberikan kesempatan yang seluasnya untuk beliau terus mencurahkan ilmu dan terus menghasilkan karya ilmiah.

MENGHASILKAN KARYA ILMIAH

Beliau telah melibatkan diri dalam dunia penulisan semenjak tahun 1991. Beliau telah menghasilkan karangan dan juga mentahqiq kitab-kitab mu’tabar tidak kurang daripada 50 buah karangan kebanyakkannya dalam bahasa Arab.

Kitab tulisan beliau:

* الإحاطة بأهم مسئل الحيض والنفاس والاستحاضة
* تساؤلات وشبهات وإباطيل حول معجزة الإسراء والمعراج والرد عليها
* المختار من نوادر العرب وطرائفهم
* آدب المصافحة
* من هو المهدى المنتظر؟
* المجال الإقتصاد في الإسلام
* بيان مفتى جمهورية مصر العربية حول فوائد البنوك في ميزان أهل العلم
* سفر المرأة (احكامه و آدابه)
* الدرر البهية في إيضاح القواعد الفقهية
* معلومات تهمك
* أسماء الكتاب الفقهية لسادتنا الأئمة الشافعية
* أحكام العدة في الإسلام
* آراء العلماء حول قضية نقل الأعضاء
* أدلة بحريم نقل الأعضاء الآدمية
* الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر في الكتاب والسنة
* العبر ببعض معجزات خير البشر صلى الله عليه وسلم
* محمد نور الدين مربو البنجاري المكي والأحاديث المسلسة
* الجوهر الحسن من أحاديث سيدنا عثمان عفان رضي الله عنه
* اسمى المطالب من بعض أحاديث سيدنا على بن أبي طالب رضي الله عنه
* مراقي الصعود من بعض أحاديث سيدنا عبدالله بن مسعود رضي الله
: عنه
* إفادة العام والخاص من بعض أحاديث سيدنا عبدالله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما
* الكواكب الدري من أحاديث سيدنا أبي سعيد الخدري رضي الله عنه
* الكواكب الأغر ببعض أحاديث سيدنا عبدالله بن عمر رضي الله عنهما
* زاد السلك من أحاديث سيدنا أنس بن مالك رضي الله عنه
* الإقتباس من أحاديث سيدنا عبدالله بن عباس رضي الله عنهما
* فيض الباري حول بعض أحاديث سيدنا أبي موسى الإشعري رضي الله عنه
* الردة أسبابها وأحكامها
* توفيق الباري لتوضيح وتكميل مسائل الإيضاح للامام النووي
* مكانة العلم والعلماء وآداب طالب العلم
* dan banyak lagi

Antara kitab yang beliau tahqiq dan ta’liq:

* رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة
* قرة العين بفتاوى الشيخ إسماعيل عثمان زين
* رفع الأستار عن دماء الحج والاعتمار
* شروط الحج عن الغير
* الحسن البصري
* إقامة الحجة غلى أن الإكثار في التعبد ليس ببدعة
* خصوصيات الرسول صلى الله عليه وسلم
* يستان العارفين
* dan banyak lagi

MAJLIS PENGAJIAN BELIAU Dl TANAH AIR MALAYSIA

Pada tahun 1998 beliau telah diperlawa untuk mengajar di Maahad Tarbiah Islamiah (MTI), Derang Kedah, yang diasaskan oleh al-Marhum Ustaz Niamat Bin Yusuf رحمه الله pada tahun 1980. Beliau tidak ubah umpama hujan yang menyuburkan bumi yang lama kehausan siramannya. Beliau menetap di MTI Derang hinggalah tahun 2002. Beliau merupakan tenaga pengajar yang utama lagi disegani yang banyak memperuntukkan masa beliau untuk para pelajar di Maahad ‘Ali Littafaqquh Fiddin, Derang.

Di samping itu beliau juga dijemput mengadakan pengajian dan ceramah bulanan atau mingguan di masjid-masjid, sekolah-sekolah. majlis-majlis perayaan agama malah suara beliau telah lantang bergema menyampaikan syiar agama di hotel-hotel, di pejabat kerajaan sama ada di negeri Kedah Pulau Pinang, Perak, Kelantan dan Terangganu. Setiap kali pengajian yang diadakan pasti akan bertambah jumlah hadirin yang tidak mahu ketinggalan menimba ilmu dan menerima siraman rohani daripada beliau. Selepas 4 tahun menabur bakti di bumi Kedah beliau telah pulang ke tempat asal kelahirannya untuk menubuhkan pesantren beliau sendiri di Kalimantan dan seterusnya pada tahun 2004 beliau menubuhkan Maahad az-Zein al-Makki al-‘Ali Litafaqquh Fiddin di Ciampiea, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Dan disinilah beliau menetap dan mendiri bakal ulama.

KELEBIHAN BELIAU

Yang pertama dan utama adalah beliau selalu istiqamah dalam apa jua yang dikerjakannya. Beliau mempunyai semangat yang luar biasa tinggi, tegas dengan prinsip dan berdisiplin tinggi, berwibawa, bersemangat ketika menyampaikan ilmu. Diantara kelebihan beliau lagi walaupun banyak kelebihan beliau yang lain iaitu beliau tidak pernah kelihatan letih walaupun jauh dan lama masa mengajar, banyak tempat pengajian yang beliau hadiri dan juga kelebihannya lagi pasti ada perkara baru yang disampaikan oleh beliau dalam pengajarannya. Adapun kehebatan beliau dalam menyampaikan ilmu mengaitkan masalah semasa dengan apa yang disampaikannya sungguh amat luar biasa dan amat member kesan sekali kepada para hadirin. Beliau bukan sahaja mencurahkan ilmu kepada muridnya bahkan terlebih utama lagi beliau memberi didikan adab semasa belajar. Itu merupakan fadhlun minallah kepada hamba-hambanya yang bertaqwa kepadanya.

IRSYADAT AL FADHIL

(Petikan ucapan sulung al-Fadhil Syaikh Muhammad Nuruddin hari pertama pengajian di kelas al-Ma’hadul ‘Ali Lit Tafaqquh Fiddin Derang, Kedah – pada hari Itsnin 9 Ramadhan 1419H bersamaan 28 Disember 1998 M.)

* Jangan tersilau dengan gelar PhD atau MA dan sebagainya. Penubuhan al Ma’hadul ‘All Littafaqquh Fiddin ini untuk mendapat redha Allah dan membawa misi dan visi Nasratu Dinillah Taala dan adda‘watu ilallah Menuntut ilmu untuk menolong agama Allah, bukan untuk sijil, syahadah atau untuk dunia serta pangkat.
* Terlalu murah kalau dengan ilmu hanya untuk mendapat gaji lumayan. Kalau belajar hanya untuk duit akan terhenti dengan duit, dapat duit tinggal ilmu.
* Tanggungjawab kita lah terhadap ilmu di tanahair khususnya dan seluruh dunia umumya.
* Siapkan diri untuk berkorban demi ilmu, agama. Ilmu untuk agama dan akhirat.
* Bekerjalah untuk Islam, jangan biarkan musuh Islam mengukut tanah umat Islam dikeranakan ulama kita tidur sedang kita asyik bertengkar sesama sendiri.
* Jadilah ‘abidan lillah (hamba kepada Allah jangan ‘abidan li makhluk (hamba kepada makhluk). Menuntut ilmu harus ikhlas baru berkat.
* Berakhlaklah dengan guru yang kita mengaji dengannya. Mohon restu guru, dekati dan dampingi mereka merupakan kunci dan rahsia keberhasilan.
* Hormatilah kitab-kitab, susun dengan baik dan terhormat, jangan letak sesuatu di atas kitab, membawa kitab jangan seperti menenteng ikan sahaja, dakapkan ke dada.
* Akhlak juga harus besar sebagaimana besarnya kitab-kitab yang kita pelajari dan beramallah, jangan sampai belajar di kelas Tafaqquh tapi tak berminat untuk beramal.
* Saya bukan seperti kebanyakan guru silat yang menyimpan langkah-langkah atau jurus-jurus maut yang mematikan dari diketahui murid-murid.

Alhamdulillah, beliau adalah guru saya, darinya saya belajar, meriwayatkan, mendapat ijazah كتاب سنن الترمذي.. Semoga Allah selalu memberkahi beliau, keluarga beliau, jasa beliau sungguh mulia khususnya dalam hal menghidupkan periwayatan hadits.

Tanda Khusnul Khatimah

12 TANDA HUSNUL KHOTIMAH

🌴1. Mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal, dengan dalil hadits Mu’adz bin Jabal rodiallohu anhu, ia menyampaikan dari Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassalam :
 
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
 
“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ ia akan masuk surga.” (HR. Al-Hakim dan selainnya dengan sanad yang hasan1)
 

🌴2. Meninggal dengan keringat di dahi.
 
Buraidah ibnul Hushaib  ketika berada di Khurasan menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Didapatkannya saudaranya ini menjelang ajalnya dalam keadaan berkeringat di dahinya. Ia pun berkata, “Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
 
مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِيْنِ
 
“Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad, An-Nasa`i, dll. Sanad An-Nasa`i shahih di atas syarat Al-Bukhari)
 

🌴3. Meninggal pada malam atau siang hari Jum’at, dengan dalil hadits Abdullah bin ‘Amr radhiallaahu ‘anhu, beliau menyebutkan sabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassalam:
 
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
 
“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi. Hadits ini memiliki syahid dari hadits Anas, Jabir bin Abdillah rodiallohu’ anhu dan selain keduanya, maka hadits ini dengan seluruh jalannya hasan atau shahih)
 

🌴4. Syahid di medan perang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
 
“Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati bahkan mereka hidup di sisi Rabb mereka dengan mendapatkan rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka dan mereka beriang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka (yang masih berjihad di jalan Allah) yang belum menyusul mereka. Ketahuilah tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergembira dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 169-171)
 
Dalam hal ini ada beberapa hadits:
 
Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
 
لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ الْفَزَعَ الْأَكْبَرَ، وَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
 
“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. Shollallohu ‘Alaihi Wassalam mengabarkan: Ada orang yang bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa kaum mukminin mendapatkan fitnah (ditanya) dalam kubur mereka kecuali orang yang mati syahid?” Beliau Shollallohu ‘Alaihi Wassalam menjawab:
 
كَفَى بِبَارَقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً
 
“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian).” (HR. An-Nasa`i dengan sanad yang shahih)
 
 
🌴5. Meninggal di jalan Allah.
 
Abu Hurairah rodiallohu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam:
 
مَا تَعُدُّوْنَ الشَّهِيْدَ فِيْكُمْ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيْلٌ. قَالُوْا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فيِ الطَّاعُوْنَ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ
 
“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)
 

🌴6. Meninggal karena penyakit tha’un. Selain disebutkan dalam hadits di atas juga ada hadits dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
 
الطَّاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ
 
“Tha’un adalah syahadah bagi setiap muslim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
 
Aisyah radhiallaahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam tentang tha’un, maka Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan kepadanya:
 
إِنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلىَ مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُوْنُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ
 
“Tha’un itu adalah adzab yang Allah kirimkan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Maka Allah jadikan tha’un itu sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Siapa di antara hamba (muslim) yang terjadi wabah tha’un di tempatnya berada lalu ia tetap tinggal di negerinya tersebut dalam keadaan bersabar, dalam keadaan ia mengetahui tidak ada sesuatu yang menimpanya melainkan karena Allah telah menetapkan baginya, maka orang seperti ini tidak ada yang patut diterimanya kecuali mendapatkan semisal pahala syahid.” (HR. Al-Bukhari)
 

🌴7. Meninggal karena penyakit perut, karena tenggelam, dan tertimpa reruntuhan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam:
 
الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ
 
“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah z)
 

🌴8. Meninggalnya seorang ibu dengan anak yang masih dalam kandungannya, berdasarkan hadits Ubadah ibnush Shamit z. Ia mengabarkan bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wassalam  menyebutkan beberapa syuhada dari umatnya di antaranya:
 
الْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ شَهَادَةٌ، يَجُرُّهَا وَلَدُهَا بِسَرَرِهِ إِلَى الْجَنَّةِ
 
“Wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungannya adalah mati syahid, anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (HR. Ahmad, Ad-Darimi, dan Ath-Thayalisi dan sanadnya shahih)
 

🌴9. Meninggal dalam keadaan berjaga-jaga (ribath) fi sabilillah.
 
Salman Al-Farisi z menyebutkan hadits Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:
 
رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأًُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتّاَنَ
 
“Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim)
   
 
🌴10. Meninggal dalam keadaan beramal shalih.
 
Hudzaifah  menyampaikan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:
 
مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
 
“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih)

 
🌴11: meninggal karena mempertahankan hartanya yang ingin dirampas orang lain. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
 
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ
 
“Siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya maka ia syahid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr)
 
Abu Hurairah z berkata: Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu bila datang seseorang ingin mengambil hartaku?” Beliau menjawab, “Jangan engkau berikan hartamu.” Ia bertanya lagi, “Apa pendapatmu jika orang itu menyerangku?” “Engkau melawannya,” jawab beliau. “Apa pendapatmu bila ia berhasil membunuhku?” tanya orang itu lagi. Beliau menjawab, “Kalau begitu engkau syahid.” “Apa pendapatmu jika aku yang membunuhnya?” tanya orang tersebut. “Ia di neraka,” jawab beliau. (HR. Muslim)

 
🌴12: Meninggal karena membela agama dan mempertahankan jiwa/membela diri.
 
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda:
 
مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ
 
“Siapa yang meninggal karena mempertahankan hartanya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela keluarganya maka ia syahid, siapa yang meninggal karena membela agamanya maka ia syahid, dan siapa yang meninggal karena mempertahankan darahnya maka ia syahid.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa`i, dan At Tirmidzi dari Sa’id bin Zaid z dan sanadnya shahih)
 
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Jumlah Nabi 124.000, Jumlah Rasul 313

Melengkapi keyakinan dan iman kepada Rasul Allah, bahwa jumlah Nabi dan Rasul yang diketahui umat Islam ada perbedaan, satu kalangan hanya meyakini 25 Nabi dan Rasul, satu kalangan meyakini ada 124.000 Nabi dan 313 Rasul. Satu kesepahaman bahwa Nabi dan Rasul yang pertama adalah Nabi Adam AS, dan Nabi dan Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

nabi-dan-rasul

Nabi seorang laki-laki yang diutus Allah SWT dan mendapatkan wahyu, tidak wajib menyampaikan kepada umatnya, sedang Rasul laki-laki yang diutus Allah SWT, diberi wahyu, dan wajib menyampaikan risalah kepada umatnya. Seorang Rasul otomatis seorang Nabi. Tidak ada satu umatpun di dunia ini yang tidak diutus kepada mereka seorang Nabi. Sifat Wajib Rasul ada 4 (Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah), sifat mustahilnya ada 4, sifat jaiz/bolehnya ada 1.

Bagi seorang muslim wajib mengetahui 25 Nabi dan Rasul karena ke-25 itu tersebut di dalam Al Qur’an, namun jumlah Nabi tidak hanya 25 melainkan 124.000 Nabi, jumlah Rasul juga tidak hanya 25 tapi sebanyak 313 ada juga yang meriwayatkan 315. Kita sering mendengar atau mendapatkan kisah selain 25 Nabi dan Rasul itu, seperti Nabi SYITS AS putra Nabi Adam AS, Nabi KHIDIR AS seorang guru Nabi Musa AS, Nabi SAMUEL AS yang mengkhabarkan kedatangan pemimpin Bani Israel yaitu Thalut untuk melawan Jalut, Nabi UZAIR AS yang dimatikan selama 100 tahun kemudian dihidupkan lagi oleh ALLAH SWT, dan Nabi-Nabi yang lain.

Namun bagi seorang muslim Sunni hanya diwajibkan mengetahui 25 Nabi dan Rasul karena nama-namanya tersebut dalam Al Qur’an yang artinya dalam kisah mereka penuh hikmah yang seharusnya seorang muslim mengetahuinya untuk pengajaran. Walaupun begitu mengetahui kisah Nabi dan rasul yang lain adalah baik agar nampak kebesaran Tuhan dalam membimbing hamba-hambaNya. Nabi dan rasul adalah cahaya ilahi penerang kegelapan bagi hambaNya di dunia ini.

Nama – nama 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui:
  • Nabi Adam a.s.
  • Nabi Idris a.s.
  • Nabi Nuh a.s.
  • Nabi Hud a.s.
  • Nabi Saleh a.s.
  • Nabi Ibrahim a.s.
  • Nabi Luth a.s.
  • Nabi Ismail a.s.
  • Nabi Ishaq a.s.
  • Nabi Ya’qub a.s.
  • Nabi Yusuf a.s.
  • Nabi Ayub a.s.
  • Nabi Zulkifli a.s.
  • Nabi Syu’aib a.s.
  • Nabi Musa a.s.
  • Nabi Harun a.s.
  • Nabi Daud a.s.
  • Nabi Sulaiman a.s.
  • Nabi Ilyas a.s.
  • Nabi Ilyasa a.s.
  • Nabi Yunus a.s.
  • Nabi Zakaria a.s.
  • Nabi Yahya a.s.
  • Nabi Isa a.s.
  • Nabi Muhammad SAW

Nama 313 Rasul

Nama Rasul (1 s.d 105) Nama Rasul (106 s.d 209) Nama Rasul AS (210 s.d 313)
1 Adam 106 Imshon 210 Saalum
2 Tsits 107 Kabiir 211 Asyh
3 Anuwsy 108 Saabath 212 Harooban
4 Qiynaaq 109 Ibaad 213 Jaabuk
5 Mahyaa’iyl 110 Basylakh 214 Aabuj
6 Akhnuwkh 111 Rihaan 215 Miynats
7 Idris 112 Imdan 216 Qoonukh
8 Mutawatsilakh 113 Mirqoon 217 Dirbaan
9 Nuh 114 Hanaan 218 Shokhim
10 Hud 115 Lawhaan 219 Haaridh
11 Abhaf 116 Walum 220 Haarodh
12 Murdaaziyman 117 Ba’yul 221 Harqiil
13 Tsari’ 118 Bishosh 222 Nu’man
14 Sholeh 119 Hibaan 223 Azmiil
15 Arfakhtsyad 120 Afliq 224 Murohhim
16 Shofwaan 121 Qoozim 225 Midaas
17 Handholah 122 Ludhoyr 226 Yanuuh
18 Luth 123 Wariisa 227 Yunus
19 Ishoon 124 Midh’as 228 SaaSaan
20 Ibrahim 125 Hudzamah 229 Furyum
21 Isma’il 126 Syarwahil 230 Farbusy
22 Ishaq 127 Ma’na’il 231 Shohib
23 Ya’qub 128 Mudrik 232 Ruknu
24 Yusuf 129 Hariim 233 Aamir
25 Tsama’il 130 Baarigh 234 Sahnaq
26 Tsu’ayb 131 Harmiil 235 Zakhun
27 Musa 132 Jaabadz 236 Hiinyam
28 Luthoon 133 Dzarqon 237 Iyaab
29 Ya’wa 134 Ushfun 238 Shibah
30 Harun 135 Barjaaj 239 Arofun
31 Kaylun 136 Naawi 240 Mikhlad
32 Yusya’ 137 Hazruyiin 241 Marhum
33 Daaniyaal 138 Isybiil 242 Shonid
34 Bunasy 139 Ithoof 243 Gholib
35 Balyaa 140 Mahiil 244 Abdullah
36 Armiyaa 141 Zanjiil 245 Adruzin
37 Yunus 142 Tsamithon 246 Idasaan
38 Ilyas 143 Alqowm 247 Zahron
39 Sulaiman 144 Hawbalad 248 Bayi’
40 Daud 145 Solih 249 Nuzhoyr
41 Ilyasa’ 146 Saanukh 250 Hawziban
42 Ayub 147 Raamiil 251 Kaayiwuasyim
43 A’us 148 Zaamiil 252 Fatwan
44 Dzanin 149 Qoosim 253 Aabun
45 Alhami’ 150 Baayil 254 Rabakh
46 Tsabits 151 Yaazil 255 Shoobih
47 Ghobir 152 Kablaan 256 Musalun
48 Hamilan 153 Baatir 257 Hijaan
49 Dzulkifli 154 Haajim 258 Rawbal
50 Uzair 155 Jaawih 259 Rabuun
51 Azkolan 156 Jaamir 260 Mu’iilan
52 Izan 157 Haajin 261 Saabi’an
53 Alwun 158 Raasil 262 Arjiil
54 Zayin 159 Waasim 263 Bayaghiin
55 Aazim 160 Raadan 264 Mutadhih
56 Harbad 161 Saadim 265 Rahiin
57 Syadzun 162 Syu’tsan 266 Mihros
58 Sa’ad 163 Jaazaan 267 Saahin
59 Gholib 164 Shoohid 268 Hirfaan
60 Syamaas 165 Shohban 269 Mahmuun
61 Syam’un 166 Kalwan 270 Hawdhoon
62 Fiyaadh 167 Shoo’id 271 Alba’uts
63 Qidhon 168 Ghifron 272 Wa’id
64 Saarom 169 Ghooyir 273 Rahbul
65 Ghinadh 170 Lahuun 274 Biyghon
66 Saanim 171 Baldakh 275 Batiihun
67 Ardhun 172 Haydaan 276 Hathobaan
68 Babuzir 173 Lawii 277 Aamil
69 Kazkol 174 Habro’a 278 Zahirom
70 Baasil 175 Naashii 279 Iysaa
71 Baasan 176 Haafik 280 Shobiyh
72 Lakhin 177 Khoofikh 281 Yathbu’
73 Ilshots 178 Kaashikh 282 Jaarih
74 Rasugh 179 Laafats 283 Shohiyb
75 Rusy’in 180 Naayim 284 Shihats
76 Alamun 181 Haasyim 285 Kalamaan
77 Lawqhun 182 Hajaam 286 Bawumii
78 Barsuwa 183 Miyzad 287 Syumyawun
79 Al’azhim 184 Isyamaan 288 Arodhun
80 Ratsaad 185 Rahiilan 289 Hawkhor
81 Syarib 186 Lathif 290 Yaliyq
82 Habil 187 Barthofun 291 Bari’
83 Mublan 188 A’ban 292 Aa’iil
84 Imron 189 Awroidh 293 Kan’aan
85 Harib 190 Muhmuthshir 294 Hifdun
86 Jurits 191 Aaniin 295 Hismaan
87 Tsima’ 192 Namakh 296 Yasma’
88 Dhorikh 193 Hunudwal 297 Arifur
89 Sifaan 194 Mibshol 298 Aromin
90 Qubayl 195 Mudh’ataam 299 Fadh’an
91 Dhofdho 196 Thomil 300 Fadhhan
92 Ishoon 197 Thoobikh 301 Shoqhoon
93 Ishof 198 Muhmam 302 Syam’un
94 Shodif 199 Hajrom 303 Rishosh
95 Barwa’ 200 Adawan 304 Aqlibuun
96 Haashiim 201 Munbidz 305 Saakhim
97 Hiyaan 202 Baarun 306 Khoo’iil
98 Aashim 203 Raawan 307 Ikhyaal
99 Wijaan 204 Mu’biin 308 Hiyaaj
100 Mishda’ 205 Muzaahiim 309 Zakariya
101 Aaris 206 Yaniidz 310 Yahya
102 Syarhabil 207 Lamii 311 Jurhas
103 Harbiil 208 Firdaan 312 Isa ibnu Maryam
104 Hazqiil 209 Jaabir 313 Muhammad SAW
105 Asymu’il