Syarat Pertama dalam berTaubat

Syarat Pertama dalam berTaubat. Taubat adalah pintu pertama yang harus kita lalui dalam memperdekat jarak kita dengan Allah, karena Sesungguhnya setiap saat, manusia berbuat dosa, baik kecil maupun besar, baik Disadari Maupun tidak disadari…

Dosa-dosa itu Ibarat Debu yang menempel pada Hati, ketika semakin Pekat debu yang Menempel, maka Hati akan tertutup dari Kebenaran, naudzbillah…

Dosa yang mengotori hati, membuat Manusia Jauh dari Allah. Oleh karena itu, wajib bagi seorang Hamba yang Ingin dekat denganNYA untuk melakukan Taubat.

Sesungguhnya Allah Mencintai orang-orang yang Bertaubat dan Mencintai orang-orang yang suci (QS Al Baqarah 222)

Mengapa harus mendahulukan taubat ? Ibarat Pertemuan dengan seorang raja, mana mungkin kita menemuinya dalam keadaan pakaian yang lusuh, bau dan penuh kotoran, karena ia akan dihalau sebelum sempat bertemu dengan Sang Raja.

Allah adalah Sang Khaliq, Raja dari Segala Raja, dosa kita menghijab pertemuan denganNYA, maka taubat ibarat Aliran sungai air Jernih yang membersihkan segala dosa kita. ya, karena Taubat adalah Dinding Penyekat antara perbuatan-perbuatan tercela kita dengan Perbuatan terpuji…

Syarat yang paling pertama dalam Bertaubat adalah Menyesal. Seseorang harus mampu Menyesali semua perbuatan dosa di Masa lalu, dan Kemudian Timbul Niat/tekad (Azam) yang kuat untuk meninggalkannya dan mengganti dengan Amal ibadah,

Penyesalan tidak akan timbul Jika tidak adanya kesadaran atas kesalahannya, untuk itu seringlah bertafakur, Menyendiri merenungi Setiap Kesalahan yang pernah dilakukan.

Penyesalan dan Tekad untuk Menjauhi dan Meninggalkan Dosa lalu mengisinya dengan Perbuatan baik, inilah yang dimaksudkan dengan orang-orang yang Suci

Menurut Imam Al Ghazali, syarat Penyesalan yang sempurna adalah mengembalikan pikiran kepada masa Lampau, yaitu ketika hari pertama ia Akil Baligh.

Meneliti kembali apa yang telah dilakukannya sejak awal Akil Baligh, dari tahun, bulan, hari, hingga dari tarikan nafas ke tarikan nafas, kemudian meneliti sejauh mana Tangan, kaki, penglihatan, pendengaran, lisannya, kemaluan, serta seluruh anggota tubuh lainnya sudah pernah melakukan dosa besar atau kecil.

Lalu mengintrospeksi apakah perjalannya selama ini telah diisi oleh Ibadah Wajib, ataukah ditinggalkan. Berapa banyak kewajiban kepada Allah ditinggalkan, berapa banyak pula dosa kejahatan yang dilakukannya.

Jika telah meneliti masa lalu, maka kemudian Hati harus nadam (menyesal) dengan sedalam-dalamnya. Dari penyesalan itulah akan timbul Taubat.

Rasulullah Saw. bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan, pasti kebaikan itu menghapusnya.”

Dalam Al Qur’an Allah berfirman, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk.” (QS Hud : 114)

“ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM,TUHIBUL ‘AFWA, FA’FU’ANNAA

(Ya Allah , sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemaaf dan maha Pemurah. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah (kesalahan) kami)”.

semoga bermanfaat sahabat

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s