Arsip Kategori: Fadhilah

Fadhilah Keutamaan Amal

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Keistimewaan Bulan Ramadhan, fadhilah, keutamaan, bulan penuh kemuliaan Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. adapun keistimewaannya adalah:

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci umat Islam (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

ramadhan

2. Amal Sholeh diLipat GandaKan

Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai sebagai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

3. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini:

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

4. Bulan Pengampunan Dosa

Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

5. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka bagi umat Islam. Sesuai Hadist dibawah ini:

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

6. Bulan Latihan untuk Mencapai derajat TAKWA

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan dapat membimbing umat Islam mencapai ketawaan. Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

7. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut baik diisi doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun pada umat Islam pada malam Lailatul Qadar tersebut.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

♡:السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

RENUNGAN JELANG RAMADHAN ”

Berapakah umur anda?
Berapa Ramadhan yang telah anda temui?
Apakah seseorang yang sudah 20 tahun bertemu dengan Ramadhan
memiliki perasaan yang sama dengan seorang MUALLAF yang akan
menjumpai Ramadhan pertamanya sebagai seorang muslim?

Dari pertanyaan diatas tahulah kita betapa pentingnya bagi kita yang sudah sering kali bertemu dengan :
bulan suci umat Islam,
bulan penuh rahmat dan keberkahan,
bulan penuh magfiroh dan ampunan,

Untuk tetap menjaga semangat kita agar tidak cenderung bosan dalam menyambut bulan istimewa ini.

Namun tahukah anda bahwa bulan yang sangat mulia ini
ternyata bisa membuat kita CELAKA ?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“CELAKALAH seseorang yang memasuki bulan Ramadhan
tetapi keluar dari bulan Ramadhan dalam keadaan
tidak diampuni dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala”.
[Hadits Imam Muslim]

Bulan suci Ramadhan bagaikan PISAU BERMATA DUA,
apabila kita tidak memanfaatkannya maka akan membuat kita CELAKA.

Berikut adalah PR (pekerjaan rumah) di akhir hari-hari Sya’ban untuk
mensiasati penyambutan kita terhadap bulan Ramadhan :

1. PEMANASAN

Bulan Ramadhan adalah BULAN PERLOMBAAN BAGI AHLI TAQWA.

Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman:
“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”.
[QS. Al-Baqarah: 148]

Allah Ta’ala-lah yang menyatakan bahwa kebaikan
adalah suatu perlombaan.
Bagaikan seorang atlit yang akan bersiap untuk berlomba,
seorang muslim harus bersiap untuk perlombaan di bulan penuh keberkahan.
Biasakanlah kembali membaca Al-Qur’an yang sudah lama tidak kita sentuh, bangunlah pada malam hari dan perpanjang durasi sholat malam anda, jadikan siang anda dalam keadaan berpuasa, amalkan amalan-amalan sunnah agar anda terbiasa ketika memasuki bulan Ramadhan.

2. KUMPULKAN ILMU YANG KOMPLIT TENTANG BULAN RAMADHAN

Allah Ta’aala berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai
pengetahuan tentangnya”.
[QS. Al-Israa: 36]

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ilmu sebelum perkatan dan perbuatan”.
[Hadits Shahih Bukhori]

Kumpulkanlah ilmu mengenai keutamaan bulan suci Ramadhan,
kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya,
hal-hal yang membatalkan puasa, dsb.

3. MEMPELAJARI HIKMAH AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Imam Al-Qurtubi mengatakan bahwa,
Salah satu faktor kegagalan seseorang yang sudah beribadah adalah KETIDAKTAHUANNYA.
Maka kita harus mencari hikmah dibalik amalan-amalan
di bulan suci Ramadhan.
Misalnya,
sebagaimana kita menjaga diri kita dari perbuatan maksiat ketika berpuasa,
Ramadhan mengajarkan kepada kita bahwa dalam
kehidupan ini kita harus memiliki rem untuk perbuatan maksiat.

4. PERBANYAK ISTIGFAR DAN TAUBAT

Pernahkah anda merasa bahwa semakin hari ibadah Ramadhan anda
semakin tidak maksimal?
Bukankah semakin hari jamaah sholat subuh di masjid semakin maju, dikarenakan makmumnya hanya tinggal satu shaff?

Simak baik-baik firman Allah Ta’alaa berikut:
“Sekali-kali tidak (demikian),
sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”.
[QS. Al-Mutoffifiin: 14]

Ternyata yang membuat kita cepat merasa capek dalam melaksanakan
ibadah adalah beban dosa yang menutupi HATI kita.
Maka perbanyaklah istigfar dan bertaubat sebelum
dan ketika memasuki Ramadhan.

5. TAWAKKAL KEPADA ALLAH TA’ALA

Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman :
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya Allah akan mewujudkan cita-citanya”.
[QS. At-Talaq: 3]

Bertawakallah kepada Allah Ta’ala dalam menjalani ibadah
bulan suci Ramadhan, dan janganlah mengandalkan diri kita.
Sebagaimana bacaan doa dzikir pagi dan petang yang diajarkan
Rasulullaah shallaahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, Wahai Rabb Yang Maha Berdiri sendiri,
dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan
dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)”.

6. DOKTRIN DIRI KITA BAHWA BISA JADI INI ADALAH RAMADHAN
TERAKHIR KITA

Perbanyaklah mengingat bahwa bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita. Ingat akan hal ini saat canda tawa keluarga menghiasi waktu berbuka anda,
saat bangun anda untuk bersahur,
saat sujud anda dalam sholat tarawih,
saat kebahagiaan menghiasi hati anda ketika bersedekah,
syukuri setiap momen dalam bulan ini
karena bisa jadi anda tidak akan pernah menjumpainya lagi.

7. BUAT TARGET IBADAH RAMADHAN

Berapa kali anda ingin khatam Al-Qur’an di bulan ini?
Berapa lembar yang harus anda baca dalam
sehari untuk mencapai target khatam anda?
Buatlah jadwal untuk membantu menuntaskan target tersebut,
dan korbankanlah aktifitas dunia di bulan Ramadhan,
Seperti mengurangi jadwal berbuka puasa bersama yang mengurangi waktu anda dalam beribadah di bulan dimana Allah Ta’ala membuka segala pintu kebaikan, dan meminimalisir segala bentuk kemaksiatan.

demikian Keistimewaan Bulan Ramadhan, fadhilah, keutamaan, bulan penuh kemuliaan didalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah.

Iklan

Keutamaan Pergi Ke Masjid

Keutamaan Pergi Ke Masjid

1050. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, maka Allah menyediakan untuknya suatu hidangan -yang lazim diberikan untuk tamu- di syurga, setiap kali ia pergi pagi atau sore hari itu.” (Muttafaq’alaih)

1051. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: ” Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian ia pergi ke salah satu dari beberapa rumah Allah -yakni masjid- untuk menyelesaikan salah satu shalat wajib dari beberapa shalat yang diwajibkan oleh Allah, maka langkah-langkahnya itu yang selangkah dapat menghapuskan satu kesalahan sedang langkah yang lainnya dapat menaikkan satu derajat.” (Riwayat Muslim)

1052. Dari Ubay bin Ka’ab r.a., katanya: “Ada seorang dari golongan sahabat Anshar yang saya tidak mengetahui seorangpun yang rumahnya lebih jauh letaknya dari rumah orang itu jikalau hendak ke masjid, tetapi ia tidak pernah terlambat oleh sesuatu shalat -yakni setiap shalat fardhu ia selalu mengikuti berjamaah-. Kepadanya dikatakan: “Alangkah baiknya jikalau engkau membeli seekor keledai yang dapat engkau naiki di waktu malam gelap gulita serta di waktu teriknya panas matahari.” Ia menjawab: “Saya tidak senang kalau rumahku itu ada di dekat masjid, sesungguhnya saya ingin kalau jalanku sewaktu pergi ke masjid dan sewaktu pulang dari masjid untuk kembali ke tempat keluargaku itu dicatat pahalanya untukku.” Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: “Allah telah mengumpulkan untukmu pahala kesemuanya itu -yakni waktu pergi dan pulangnya semuanya diberi pahala-.” (Riwayat Muslim)

1053. Dari Jabir r.a., katanya: “Ada beberapa bidang tanah di sekitar masjid itu kosong, lalu keluarga Bani Salimah berkehendak akan berpindah di dekat masjid. Hal itu sampai terdengar oleh Nabi s.a.w., lalu beliau bersabda kepada mereka: “Ada berita yang sampai kepadaku bahwa engkau semua hendak berpindah di dekat masjid.” Mereka menjawab: “Benar, ya Rasulullah. Kita memang berkehendak demikian.” Beliau lalu bersabda lagi: “Hai keluarga Bani Salimah, bekas langkah-langkahmu -ke masjid itu- dicatat pahalanya untukmu semua. Maka itu tetaplah di rumah-rumahmu itu saja, tentu dicatatlah bekas langkah-langkahmu semua itu.” Mereka lalu berkata: “Kita tidak senang lagi untuk berpindah.” Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Imam Bukhari juga meriwayatkan yang semakna dengan hadits di atas dari riwayat Anas.

1054. Dari Abu Musa r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya sebesar-besar manusia perihal pahalanya dalam shalat ialah yang terjauh diantara mereka itu tentang jalannya lalu lebih jauh lagi. Dan orang yang menantikan -menunggu- shalat sehingga ia dapat mengikuti shalat itu bersama imam adalah lebih besar pahala daripada orang yang melakukan shalat itu dengan sendirian lalu ia pulang tidur.” (Muttafaq ‘alaih)

1055. Dari Buraidah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan di waktu malam ke masjid-masjid bahwa mereka akan memperoleh cahaya yang sempurna besok pada hari kiamat.” (Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi)

1056. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sukakah engkau semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengannya dapat pula menaikkan beberapa derajat?” Para sahabat menjawab: “Baiklah, ya Rasulullah.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Yaitu menyempurnakan wudhu’ sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi -seperti terlampau dingin dan sebagainya-, banyaknya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan shalat sesudah melakukan shalat. Itulah yang dapat disebut ribath -perjuangan menahan nafsu untuk memperbanyak ketaatan pada Tuhan-.” (Riwayat Muslim)

1057. Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Jikalau engkau semua melihat seseorang membiasakan -pulang pergi- ke masjid, maka saksikanlah ia dengan keimanan -yakni bahwa orang itu benar-benar orang yang beriman-. Allah Azzawajalla berfirman: “Sesungguhnya yang meramaikan masjid-masjidnya Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.”[1] sampai ke akhir ayat. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

——————————————————————————–

Catatan Kaki:

[1] Kelengkapan isi ayat di atas, yang tercantum dalam surat at-Taubah, ayat 18, artinya adalah sebagai berikut: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Keutamaan Taubat Nasuha di Bulan ramadhan

Keutamaan Taubat Nasuha di Bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk bertaubat. Allah Swt telah mencurahkan maghfirah atau ampunan-Nya di bulan mulia ini. Maka, waktunya kita bersungguh-sungguh untuk taubat nasuha.

Taubat adalah sarana kita untuk memperbaiki diri dari dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Allah ta’alla berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim : 8).

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar (Q.S. Al. Hadid : 21).

Oleh karena itu, taubat memiliki beberapa keutamaan terutama di bulan Ramadhan. Taubat nasuha memiliki beberapa syarat:

1.Ikhlas bertaubat untuk mencari ridho Allah Swt semata.

2.Memohon ampun dan meminta maaf kepada Allah Swt.

3.Menyesali dan mengakui dosa yang telah diperbuat.

4.Berhenti melakukan dosa.

5.Bertekad untuk tidak mengulangi dosa dan maksiat yang telah dilakukan.

6.Mengembalikan hak orang yang pernah didzalimi

7.Boleh juga ditambah dengan melakukan sholat taubat.

Selain syarat-syarat taubat yang harus dipenuhi, ada beberapa iabadah yang bisa kita lakukan demi mengundang limpahan maghfirah, terutama di bulan Ramadhan ini. Ibadah tersebut adalah:

1.Berpuasa di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu.”(Muttafaq ’Alaih).

2.Melakukan sholat terawih dan tahajjud.

Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa melakukan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ’Alaih)

3.Melakukan sholat dan ibadah di malam atau sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa melakukan shalat di malam lailatul qadr karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya ia diampuni dosanya yang telah lalu.”(Muttafaq ’Alaih).

Memberi ifthor (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda :”Barangsiapa yang didalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi (sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dari api neraka.”(H.R. Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi dan lain-lainnya). Menurut Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban hadits ini shahih.

4.Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar.

Rasulullah SAW bersabda : ”Tuhan kami Yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun pada setiap malam ke langit dunia, (yaitu) ketika masih berlangsung sepertiga malam yang akhir seraya berfirman : ”Barangsiapa berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan untuknya, barangsiapa memohon kepada-Ku niscaya Aku memberi-Nya, dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya.” (H.R. Muslim).

Mari kita memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin untuk meraih kemenangan dalam meraih ampunan Allah Swt.

Keutamaan dan Adab Itikaf

Keutamaan dan Adab Itikaf Keutamaan dan Adab I’tikaf

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف في العشر الأواخر من رمضان.

Ibnu Umar, ra berkata: “Rosulullah melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhori dan Muslim)

Ini di antara salah satu hadits yang menunjukkan disyariatkannya untuk melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. I’tikaf ialah berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah.

I’tikaf merupakan sunah yang telah dicontohkan oleh Rosulullah dengan sungguh-sungguh. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Rosulullah saw sering melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bahkan menjelang wafatnya beliau, Rosulullah melakukan i’tikaf selama dua puluh hari terakhir Ramadhan. Kemudian hal itupun diikuti oleh para istri nabi saw setelah beliau wafat.

عن عائشة رضى اللّه عنها: كان النبى صلى الله عليه وسلم يعتكف فى كل رمضان عشرة أيام ، فلما كان العام الذى قبض فيه اعتكف عشرين يوما ، واعتكف أزواجه من بعده . رواه البخارى ومسلم

Dari Aisyah ra, : “Rasulullah melakukan i’tikaf setiap bulan ramadhan selama sepuluh hari, maka ketika di tahun menjelang wafatnya, Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari. Dan istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.” ( HR. Bukhori & Muslim)

Di antara keutamaan i’tikaf, selain ia merupakan sunah yang dicontohkan Rosulullah, I’tikaf memiliki keutamaan yang besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Thabrani dan Baihaqi, walau sebagian ulama tidak bersepakat atas keshohihannya namun hadits ini dapat diterima dan digunakan untuk keutamaan amal, dalam hal ini adalah i’tikaf:

عن ابن عباس رضى الله عنهما “ومن اعتكف يوما ابتغاء وجه الله جعل الله بينه وبين النار ثلاتة خنادق) كل خندق أبعد مما بين الخافقين . رواه الطبرانى والبيهقى والحاكم وصححه

Dari ibnu Abbas ra: “Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat. (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim)

Imam Al-Khatib dan Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dari Tsauban ra meriwayatkan:
روى الخطيب وابن شاهين عن ثوبان أن النبى صلى الله عليه وسلم قال: “من اعتكف نفسه ما بين المغرب والعشاء فى مسجد جماعة لم يتكلم إلا بصلاة وقرآن كان حقا على الله تعالى أن يبنى له قصرا فى الجنة “.

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang beri’tikaf antara Maghrib dan Isya di ةasjid, dengan tidak berbicara kecuali sholat dan membaca Al-Quran, maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga.”

Maka di antara adab-adab beri’tikaf yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah:

Pertama: Menghadirkan niat yang sholih, dan mengharap ganjaran dari Allah SWT.

Kedua: Merasakan hikmah dari i’tikaf, yaitu ia berputus sementara dari segala keduniaan untuk beribadah.

Ketiga: Seorang yang i’tikaf tidak keluar dari masjid, kecuali hanya untuk memenuhi hajat yang mesti ia laksanakan.

Keempat: Tetap menjaga amaliyah ibadah pagi dan sore, seperti zikir pagi dan sore, sholat sunat dhuha, sunat rawatib, sholat qiyamullail, sholat sunat wudhu, zikir setelah sholat dan juga menjawab azan.

Kelima: Berupaya sungguh-sungguh untuk dapat bangun sebelum waktu sholat dengan waktu yang cukup untuk mempersiapkan sholat, sehingga dapat melaksanakan sholat lima waktu dengan khusyuk dan tenang, bukan justru malah terlambat, apalagi ia sudah beri’tikaf di masjid.

Keenam: Memperbanyak amalan sunat dengan melakukan berbagaimacam ibadah seperti membaca Al-Quran, membaca tasbih, memperbanyak membaca tahlil, tahmid, takbir, istighfar, membaca sholawat kepada baginda Rosulullah, mentadaburi Al-Quran, membaca terjemahannya, membaca hadits-hadits nabi dan membaca sirohnya. Sehingga waktu yang ada tidak membuat bosan hanya dengan tidur dan bersenda gurau dengan sesama saudara yang sedang beri’tikaf.

Ketujuh: Sedikit makan, minum dan tidur dengan tujuan untuk melembutkan hati dan melatih kekhusyuan hati serta tidak membuang waktu sia-sia.

Kedepalan: Selalu menjaga kebersihan dan kesucian diri dan tempat i’tikaf dengan selalu menjaga wudhu. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Secara ringkasnya adalah menerapkan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal-hal yang perlu dihindari ketika i’tikaf:

Pertama: Banyak membuang waktu dengan hal-hal yang sia-sia bahkan tidak ada hubungannya dengan ibadah i’tikaf, seperti banyak bersenda gurau, bercerita dan sebagainya.

Kedua: Berlebihan dalam makan dan minum ketika i’tikaf. Karena i’tikaf adalah sarana untuk melatih hati dan diri untuk khusyu’ beribadah, maka makan dan minum yang berlebihan akan membuat berat beribadah dan bahkan menjadi malas ibadah, dan masjid hanya menjadi tempat pindah makan belaka.

Ketiga: Tidur berlebihan, bahkan memarahi orang yang membangunkannya untuk sholat dan tilawah Al-Quran. Ini perlu menjadi perhatian, kerena waktu yang sepuluh hari sangatlah sedikit jika hanya digunakan untuk tempat pindah tidur, padahal dengan mengikuti i’tikaf adalah melatih diri untuk menggunakan waktu di masjid dengan ibadah.

Keempat: Sebagian kaum muslimin mengajak anak-anak mereka untuk juga beri’tikaf, namun perlu memperhatikan agar anak-anak tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyu’an peserta i’tikaf lainya.

Wallahu a’lam bishowab.

Keutamaan Menghafal Al Quran

Keutamaan menghafal al quran. KEUTAMAAN PENGHAFAL AL-QUR’AN (HAFIDZ/AH)

Allah telah menjanjikan kelebihan & keutamaan kepada mereka yang menghafal al Quran, antara lain :

1. MEREKA ADALAH KELUARGA ALLAH SWT.

Sabda Rasulullah s.a.w:
“Dari Anas ra. Ia berkata bahawa Rasulullah S.A.W bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia.” Kemudian Anas bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

Pengambilan dasar >>

[أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ]
وَ{ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللهِ بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: حَدَّثَنِيْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بُدَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ عَنْ أَبِيهِ}عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ لِله أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ. قَالُوا: وَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ.-
رَوَاهُ النَّسَائِيّ،(1)
وابْن مَاجَه،(2)
والحاكم،(3)
وصَحَّحَه المنذَرّي.(4)
__________
(1) . أخرجه النسائي في السنن الكبرى5/17،،باب: 8031 وهذا لفظه و جعلنا إسناده بين القوسين
(2) . أخرجه ابن ماجه،السنن،المقدمة،باب فضل من تعلم القرآن و علمه:215
(3) . أخرجه الحاكم في المستدرك على الصحيحين1/743،،:2046
(4) . انظر:الترغيب والترهيب 2/231 الحديث:2209

2. DI TEMPATKAN SYURGA YANG PALING TINGGI

Sabda rasulullah s.a.w:
“Dari Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi s.a.w, baginda bersabda; Diakhirat nanti para ahli Al Quran di perintahkan, “Bacalah dan naiklah kesyurga. Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggal mu di syurga berdasarkan ayat paling akhir yang engkau baca.”

Pengambilan dasar >>

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ:مَنْزِلَتُكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا]وَ{حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الْحَفَرِيُّ وَأَبُو نُعَيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ عَنْ زِرٍّ}عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا.- رَوَاهُ التِّرْمَذِيّ،(1)
وأَبُو دَاوُد،(2)
وابْن مَاجَه،(3)
وابْن حِبَّانَ فِي صحيحه،(4)
وَقَالَ التِّرْمَذِيُّ:حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
__________
(1) . أخرجه الترمذي،السنن،فضائل القرآن،باب ما جاء فيمن قرأ حرفا من القرآن ماله من الأجر:2914
(2) . أخرجه أبوداود،السنن،الصلاة،باب استحباب الترتيل في القراءة:1464
(3) . لم أعثر عليه عند ابن ماجه والله أعلم.
(4) . أخرجه ابن حبان في الصحيح،له3/43،،باب:766 قال
شعيب الأرنؤوط : إسناده حسن

3. AHLI AL QURAN ADALAH ORANG YANG ARIF DI SYURGA

Sabda rasulullah s.a.w “Dari Anas ra. Bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; “Para pembaca Al Quran itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni syurga,”

Pengambilan dasar >>

[أَهْلُ الْقُرْآنِ عُرَفَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ]وَ{أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَمْزَةَ بْنِ أَبِيْ جَمِيْلٍ الْقُرَشِيُّ بِدِمَشْقَ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ الْمُسْلِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَهُمْ أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ بْنِ طُلَّابٍ الْخَطِيْبُ أَخْبَرَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ جَمِيْعٍ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُوْرٍ – هُوَ: أَبُوْ بَكْرٍ الْوَاسِطِيُّ- ثَنَا أَبُوْ أُمَيَّةَ مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيْمَ ثَنَا يَزِيْدُ بْنُ هَارُوْنَ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ الطَّوِيْلُ}عَنْ أَنَسِ{بْنِ مَالِكٍ}رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :أَهْلُ الْقُرْآنِ عُرَفَاءُ أَهْلِ الْجَنَّةِ.- رَوَاهُ الضِّيَاءُ.(1)قَالَ الْمُصَنِّفُ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى:تَمَّ أَحَادِيْثُ الْأَرْبَعِيْنَ، وَاللهُ حَسْبِيْ،وَنِعْمَ الْمُعِيْنُ.
__________
(1) . أخرجه الضياء المقدسي في الأحاديث المختارة 6/99-100 الحديث: 2084 وفيه: القراء” بدل ” أهل القرآن”وقال المحقق: إسناده صحيح . لأبي عبد الله محمد بن عبد الواحد بن أحمد الحنبلي المقدسي (567-643هـ)

4. MENGHORMATI ORANG YANG MENGHAFAL AL QURAN SEPERTI MENGAGUNGKAN ALLAH SWT.

Sabda rasulullah s..a.w “Dari Abu Musa Al Asya ari ra.ia berkata bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil.”

5. HATI PENGHAFAL AL-QURAN TIDAK DISIKSA

Sabda rasulullah s.a.w.
” Dari Abdullah Bin Mas ud ra. Dari nabi s.a.w. baginda bersabda: ” bacalah Al Quran kerana Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal al-quran.
Sesungguhanya Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkanya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Quran maka hendaklah ia bergembira.”

Pengambilan dasar >>

إِنَّ اللهَ تَعَالَى لَا يُعَذِّبُ قَلْباً وَعَى الْقُرْآنَ]وَ{أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَارِثِ نَشْبَهُ بْنُ حَنْدَجِ بْنِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيْدَ بْنِ خَالِدِ بْنِ صَالِحِ بْنِ صَبِيْحٍ الْمُرِّيْ بِقَصْرِ بْنِ أَبِيْ عُمَرَ قَالَ: وَجَدْتُ فَيْ كِتَابِ جَدِّيْ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الْمُرِّيْ ثَنَا مُحّمَّدُ بْنُ سَعْدِ بْنِ الْفَضْلِ الْقُرَشِيُّ ثَنَا مَسْلَمَةُ بْنُ عَلِيٍّ ثَنَا حُرَيْزِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ}عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اقْرَأُوا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى لَا يُعَذِّبُ قَلْباً وَعَى الْقُرْآنَ.رَوَاهُ تَمَّامٌ.(1)
__________
(1) . أخرجه تمام في الفوائد له2 /261:1690 لتمام بن محمد الرازي أبو القاسم (330-414هـ)

6. MEREKA LEBIH BERHAK MENJADI IMAM DALAM SOLAT

Sabda rasulullah s.a.w. :
“Dari Ibnu Mas ud ra. Dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda; “yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca Al Quran.”

Pengambilan dasar >>

ثبت عن ابن مسعود الأنصاري البدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم : قال: يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله تعالى رواه مسلم

7. DISAYANGI RASULULLAH S.A.W

Sabda rasulullah s.a.w.:
“Dari Jabir Bin Abdullah ra. Bahawa nabi s.a.w menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad.
Kemudian nabi s.a.w. bertanya, “dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Quran?” apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka nabi s.a.w memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad.”

8. DAPAT MEMBERIKAN SYAFAAT KEPADA KELUARGA

Sabda rasulullah s.a.w.:
“Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, “Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

9. PENGHAFAL AL QURAN AKAN MEMAKAI MAHKOTA KEHORMATAN

Sabda rasulullah s.a.w.:
“Dari Abu Hurairah ra.dari nabi s.a.w. baginda bersabda: “orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamatnanti akan datang dan Al Quran akan berkata; “Wahai Tuhan ,pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru.” Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi:
“Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya.” Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya. Al Quran lalu berkata lagi, “Wahai Tuhan, redailah dia.” Maka kepadanya di katakan; “Bacalah dan naiklah.” Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan.”

10. HAFAL AL QURAN MERUPAKAN BEKAL YANG PALING BAIK.
Sabda rasulullah s.a.w.:
“Dari jabir bin nufair, katanya rasulullah s.a.w. bersabda; “Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Quran.

11. ORANG TUA MEMPEROLEHI PAHALA KHUSUS JIKA ANAKNYA PENGHAFAL AL QURAN.

Sabda rasulullah s.a.w.:
“Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Kisah Keutamaan Qiyamul Lail

Kisah keutamaan Qiyamul Lail. Kisah Budak sholeh dan tuannya

Dikisahkan ada seorang laki-laki yang membeli budak , maka budak tersebut berkata kepada laki-laki itu :

” Wahai Tuanku , aku mau menjadi budakmu asal kau bersedia memenuhi tiga syarat yang akan aku ajukan padamu :

– yang pertama , jika waktu sholat telah tiba jangan cegah aku untuk mendirikan shalat ,

– yang kedua , jadikanlah aku pembantu untuk melayanimu ketika siang hari dan jangan kau bebani aku dengan kesibukan apapun dimalam hari ,

– yang ketiga , buatkanlah untukku sebuah rumah khusus yang mana tidak ada satupun orang yang bisa memasukinya selain aku .

Kemudian laki-laki itu berkata :
” Baiklah , akan aku kabulkan permintaanmu , lihatlah rumah-rumah itu , silahkan pilih sesukamu .”

Maka berkelilinglah budak itu diantara rumah-rumah yang ditunjukkan oleh tuannya tadi , dia melihat ke sebuah rumah yang sudah rusak , dan ia pun memilih rumah tersebut
.
Lantas sang Tuan bertanya :
” Kenapa kamu memilih rumah yang sudah rusak ?”

Dan budak itu pun menjawab :
” Wahai tuanku , apakah kau tidak mengerti bahwa rumah yang sudah rusak ini jika ada Allah akan menjadi ramai dan menjadi taman yang indah ?”

Maka budak itupun menempati rumah itu hanya diwaktu malam saja .

Suatu ketika disebagian malam , tuannya mengundang beberapa orang untuk sekedar minum-minum dan bermain , ketika tengah malam jamuan sudah selesai dan semua teman-temannya sudah pulang , maka berkelilinglah sang tuan tersebut ke sekitar rumah dan tiba-tiba tanpa disengaja pandangannya tertuju pada kamar budaknya tersebut .

Ternyata didalam kamar itu ada lampu yang bersinar terang dari cahaya dan memancar ke langit , yang mana budaknya sedang bersujud kepada Allah sembari berdo’a :

” Yaa Allah , Engkau mewajibkan kepada hamba untuk melayani tuanku diwaktu siang , andaikan tidak seperti itu maka aku tidak akan disibukkan dengan siapapun kecuali hanya untuk khidmah kepada_MU , baik diwaktu siang maupun malam , maka ampunilah hamba Yaa Robb

Maka tak henti-hentinya tuannya itu melihat kearahnya , hingga tiba waktu fajar selesai naiklah cahaya itu ke langit sedang atappun masih utuh .

Kemudian sang tuan tadi mendatangi dan mengabari istrinya mengenai kejadian yang telah dialaminya itu .

Dan pada malam berikutnya , berdirilah keduanya { sang tuan dan istrinya } disebelah kamar budaknya tersebut , maka melihatlah mereka kepada cahaya yang sungguh terang benderang yang memancar ke atas langit , sedangkan budak tersebut dalam keadaan bersujud dan bermunajat hingga terbitnya fajar .

Kemudian mereka berdua meminta dido’akan oleh budaknya tersebut , dan keduanya berkata :

” Sesungguhnya engkau merdeka dihadapan Allah , sehingga engkau meluangkan waktu untuk melayani orang yang merepotkanmu .” ”

Sang Tuan tersebut kemudian menceritakan apa yang telah dilihatnya bersama istrinya tadi kepada budaknya , dan ketika budak itu mendengar cerita itu , ia lantas menengadahkan kedua tangannya dan berkata :

” Yaa Allah , bukankah aku telah meminta kepada Engkau agar menutup rahasiaku dan keadaanku ini ? Maka ketika Engkau telah membuka rahasiaku , maka cabutlah nyawaku .”

Kemudian sang budak itu jatuh dan meninggal dunia seketika itu juga .

Wallaahu A’lam

KAJIAN RAMADHAN , KITAB AN NAWADIR HIKAYAT 2

KEUTAMAAN QIYAMUL LAIL

Keutamaan Menjaga Sholat 5 waktu

Keutamaan Menjaga Sholat 5 waktu. Barang siapa yang MENJAGA (Selalu Mengamalkan) Shalat 5 Waktu Tepat waktu nya, maka ALLAH Subhanahu Wata’ala akan memberi KEISTIMEWAAN pada Orang itu dengan 9 macam KEISTIMEWAAN :

1. Cinta ALLAH Selalu Tertuju pada nya.
2. Tubuh nya akan selalu Sehat.
3. Malaikat selalu Melindungi nya.
4. Berkah ALLAH Selalu turun Kepada nya.
5. Wajah nya akan tampak bagaikan wajah orang-orang yang Shalih.
6. ALLAH akan Memberi Kelapangan dada.
7. Akan melewati titian Shiratal Al-Mustaqim seperti Buraq.
8. ALLAH akan Menyelamatkan dari Siksaan api Neraka.
9. ALLAH akan Mensejahterakan tempat nya (Kelak di Akhirat) bersama dengan para Wali-wali NYA, Mereka itu tidak pernah Mengeluh atau Berduka Cita Selama-lamanya.

oleh Khalifah Utsman Bin Affan Radiyallahu’Anhu..

fadhilah al quran

40 Hadits Fadhilah Al Quran

40 hadits fadhilah quran termasuk didalamnya fadhilah membaca al quran di bulan ramadhan fadhilah membaca al quran setiap hari fadhilah membaca alquran menghafal al quran fadhilah surat al quran keutamaan hafidz quran keutamaan membaca al quran beserta dalilnya

Baca lebih lanjut

nabawi

Tawakkalnya Burung Taklim Fadhilah Sedekah

Belajar dari sifat Tawakkalnya Burung Taklim Fadhilah Sedekah

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda “Andaikan kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, Allah akan memberi rezki untuk kalian seperti Dia memberi rezki kepada burung-burung. Burung-burung tersebut berangkat pagi dalam keadaan lapar (perut kosong) dan ketika mereka kembali perut mereka telah kenyang”. (Hadits Riwayat At Tirmidzi)

Pelajaran yang bisa kita petik dari hadits tersebut adalah sebagai berikut.

Wajibnya bertawakal kepada Allah subhanahu wata’ala dan bersandar kepadaNya dalam mendatangkan segala sesuatu yang diusahakan dan menghalau segala kesulitan yang dikhawatirkan

Sesungguhnya tawakal tidak menghalangi seseorang kepada sebab-sebab tercapainya tujuan karena Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam telah mengabarkan bahwa tawakal tidak bertentangan dengan keluarnya seseorang di waktu pagi dan kembalinya di waktu petang dalam rangka mencari rezki

Tawakal yang benar merupakan sumber rezki yang baik jika diiringi dengan menempuh sebab-sebabnya

Rezki tidak diperoleh karena kuatnya seseorang, akan tetapi dengan usaha dan tawakal kepada Allah subhanahu wata’ala, karena jika demikian, maka pasti burung-burung kecil tidak akan mendapatkan rezki karena dikalahkan oleh burung-burung yang besar.

Usaha bukanlah pemberi rezki, akan tetapi yang memberi rezki adalah Allah subhanahu wata’ala, juga bukan dengan menganggur saja, akan tetapi dengan menempuh sebab-sebab yang ada

Hadits tersebut menunjukkan prinsip tawakal dan bahwa tawakal adalah sebesar-besar sebab dalam mendatangkan rezki

Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala adalah pemberi rezki bagi seluruh manusia, hewan-hewan, burung-burung, bahkan seluruh makhluk yang ada di permukaan bumi ini

Mencari rezki waktunya adalah siang hari sementara malam hari adalah waktu untuk beristirahat

Bimbingan untuk berpagi-pagi dalam mencari rezki

Bimbingan untuk melakukan perjalanan di muka bumi untuk mencari rezkiNya Allah subhanahu wata’ala

Kebanyakan manusia kurang tawakalnya, bahkan mereka hanya bergantung dan berharap dengan usahanya saja

Sikap kurang bergantungnya seorang hamba kepada Allah subhanahu wata’ala dan hanya bersandar dengan usaha yang telah ia lakukan adalah sebab seseorang terhalangi rezkinya

Sesungguhnya medan-medan rezki burung itu lebih luas dibandingkan dengan hewan yang lain.

kakbah2

Terjemah Bulughul Maram Bab KEUTAMAAN DAN KEWAJIBAN HAJI

BAB KEUTAMAAN HAJI DAN YANG BERKEWAJIBAN HAJI

بَابُ فَضْلِهِ وَبَيَانِ مَنْ فُرِضَ عَلَيْهِ

Hadits No. 726

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabruru kecuali surga.” Muttafaq Alaihi.

 

َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اَلْعُمْرَةُ إِلَى اَلْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ اَلْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا اَلْجَنَّةَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Hadits No. 727

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita itu diwajibkan jihad? Beliau menjawab: Ya, mereka diwajibkan jihad tanpa perang di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah dengan lafadz menurut riwayatnya. Sanadnya shahih dan asalnya dari shahih Bukhari-Muslim.

َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! عَلَى اَلنِّسَاءِ جِهَادٌ ? قَالَ: نَعَمْ, عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: اَلْحَجُّ, وَالْعُمْرَةُ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَابْنُ مَاجَهْ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَإِسْنَادُهُ صَحِيحٌ. وَأَصْلُهُ فِي اَلصَّحِيحِ

Hadits No. 728

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang Arab Badui datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, beritahukanlah aku tentang umrah, apakah ia wajib? Beliau bersabda: “Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu.” Riwayat Ahmad dan Tirmidzi. Menurut pendapat yang kuat hadits ini mauquf. Ibnu Adiy mengeluarkan hadits dari jalan lain yang lemah, dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu berupa hadits marfu’: Haji dan umrah adalah wajib.

َوَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَعْرَابِيٌّ. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! أَخْبِرْنِي عَنْ اَلْعُمْرَةِ, أَوَاجِبَةٌ هِيَ? فَقَالَ: لَا وَأَنْ تَعْتَمِرَ خَيْرٌ لَكَ )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَأَخْرَجَهُ اِبْنُ عَدِيٍّ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ ضَعِيفٍ عَنْ جَابِرٍ مَرْفُوعًا: ( اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ فَرِيضَتَانِ )

Hadits No. 729

Anas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah sabil (jalan) itu? beliau bersabda: “Bekal dan kendaraan.” Riwayat Daruquthni. Hadits shahih menurut Hakim. Hadits mursal menuru pendapat yang kuat.

َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( قِيلَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ, مَا اَلسَّبِيلُ? قَالَ: اَلزَّادُ وَالرَّاحِلَةُ )  رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ, وَالرَّاجِحُ إِرْسَالُهُ

Hadits No. 730

Hadits tersebut juga dikeluarkan oleh Tirmidzi dari hadits Ibnu Umar. Dalam sanadnya ada kelemahan.

َوَأَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ عُمَرَ أَيْضًا, وَفِي إِسْنَادِهِ ضَعْفٌ

Hadits No. 731

Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah bertemu dengan suatu kafilah di Rauha’, lalu beliau bertanya: “Siapa rombongan ini?” Mereka berkata: Siapa engkau? Beliau menjawab: “Rasulullah.” Kemudian seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil seraya bertanya: Apakah yang ini boleh berhaji? Beliau bersabda: Ya boleh, dan untukmu pahala.” Riwayat Muslim.

َوَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم لَقِيَ رَكْبًا بِالرَّوْحَاءِ فَقَالَ: مَنِ اَلْقَوْمُ? قَالُوا: اَلْمُسْلِمُونَ. فَقَالُوا: مَنْ أَنْتَ? قَالَ: رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ اِمْرَأَةٌ صَبِيًّا. فَقَالَتْ: أَلِهَذَا حَجٌّ? قَالَ: ” نَعَمْ: وَلَكِ أَجْرٌ )  رَوَاهُ مُسْلِمٌ 

Hadits No. 732

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah al-Fadl Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu duduk di belakang Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu seorang perempuan dari Kats’am datang. Kemudian mereka saling pandang. Lalu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memalingkan muka al-Fadl ini ke arah lain. Perempuan itu kemudian berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji yang diwajibkan Allah atas hamba-Nya itu turun ketika ayahku sudah tua bangka, tidak mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya? Beliau menjawab: “Ya Boleh.” Ini terjadi pada waktu haji wada’. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ رَدِيفَ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَتِ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ، فَجَعَلَ اَلْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ، وَجَعَلَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصْرِفُ وَجْهَ اَلْفَضْلِ إِلَى اَلشِّقِّ اَلْآخَرِ. فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ? قَالَ: نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ اَلْوَدَاعِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَفْظُ لِلْبُخَارِيِّ

Hadits No. 733

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa ada seorang perempuan dari Juhainah datang kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, lalu berkata: Sesungguhnya ibuku telah bernadzar untuk menunaikan haji, dia belum berhaji lalu meninggal, apakah aku harus berhaji untuknya? Beliau bersabda: “Ya, berhajilah untuknya. Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu menanggung hutang, tidakkah engkau yang membayarnya? Bayarlah pada Allah, karena Allah lebih berhak untuk ditepati.” Riwayat Bukhari.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اِمْرَأَةً مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ: إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ, فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ, أَفَأَحُجُّ عَنْهَا? قَالَ: نَعَمْ , حُجِّي عَنْهَا, أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ, أَكُنْتِ قَاضِيَتَهُ? اِقْضُوا اَللَّهَ, فَاَللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ )  رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Hadits No. 734

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap anak yang haji kemudian setelah baligh, ia wajib haji lagi; dan setiap budak yang haji kemudian ia dimerdekakan, ia wajib haji lagi.” Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Baihaqi. Para perawinya dapat dipercaya, namun kemarfu’an hadits ini diperselisihkan. Menurut pendapat yang terjaga hadits ini mauquf.

َوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَيُّمَا صَبِيٍّ حَجَّ, ثُمَّ بَلَغَ اَلْحِنْثَ, فَعَلَيْهِ ]أَنْ يَحُجَّ[  حَجَّةً أُخْرَى, وَأَيُّمَا عَبْدٍ حَجَّ, ثُمَّ أُعْتِقَ, فَعَلَيْهِ ] أَنْ يَحُجَّ [ حَجَّةً أُخْرَى )  رَوَاهُ اِبْنُ أَبِي شَيْبَةَ, وَالْبَيْهَقِيُّ وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ, إِلَّا أَنَّهُ اِخْتُلِفَ فِي رَفْعِهِ, وَالْمَحْفُوظُ أَنَّهُ مَوْقُوفٌ

Hadits No. 735

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika khutbah bersabda: “Janganlah sekali-kali seorang laki-laki menyepi dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali bersama mahramnya.” Berdirilah seorang laki-laki dan berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi haji sedang aku diwajibkan ikut perang ini dan itu. Maka beliau bersabda: “Berangkatlah dan berhajilah bersama istrimu.” Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

َوَعَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ يَقُولُ: ( ” لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِاِمْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ, وَلَا تُسَافِرُ اَلْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ ” فَقَامَ رَجُلٌ, فَقَالَ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ اِمْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً, وَإِنِّي اِكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا, قَالَ: اِنْطَلِقْ, فَحُجَّ مَعَ اِمْرَأَتِكَ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ

Hadits No. 736

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah mendengar seseorang berkata: Labbaik ‘an Syubrumah (artinya: Aku memenuhi panggilan-Mu untuk Syubrumah. Beliau bertanya: “Siapa Syubrumah itu?” Ia menjawab: Saudaraku atau kerabatku. Lalu beliau bersabda: “Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu?” Ia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: “Berhajilah untuk dirimu kemudian berhajilah untuk Syubrumah.” Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban. Pendapat yang kuat menurut Ahmad ia mauquf.

َوَعَنْهُ: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ, قَالَ:  مَنْ شُبْرُمَةُ?  قَالَ: أَخٌ ] لِي[ , أَوْ قَرِيبٌ لِي, قَالَ: حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ? قَالَ: لَا. قَالَ: حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ, ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالرَّاجِحُ عِنْدَ أَحْمَدَ وَقْفُهُ

Hadits No. 737

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu.” Maka berdirilah al-Aqra’ Ibnu Habis dan bertanya: Apakah dalam setiap tahun, wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunat.” Riwayat Imam Lima selain Tirmidzi.

َوَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: ( إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ

Hadits No. 738

Asalnya dari riwayat Muslim dari hadits Abu Hurairah.

َوَأَصْلُهُ فِي مُسْلِمٍ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه


baitullah amazing

Fadhilah Keutamaan Wanita Sholehah

Walaupun wanita tidak ada yang diangkat oleh Allah menjadi nabi atau rasul, namun kedudukan wanita sangat tingi di sisi Allah SWT. karena wanita adalah manusia pertama yang mau menerima Islam setelah Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, yaitu Khadijah r.ha.

Selain itu, manusia pertama yang diterima sebagai syahidah juga seorang wanita, yaitu Sumayah r.ha. Banyak keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada wanita, diantaranya:

  • Seorang wanita shalihah lebih baik dari 70 orang waliyullah.
  • Seorang wanita jahat lebih buruk daripada 1.000 lelaki yang jahat.
  • Dua rakaat shalat dari wanita hamil lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.
  • Wanita yang memberi susu kepada anaknya dari buah dadanya akan mendapat satu pahala dari tiap-tiap tetes susu yang diberikannya.
  • Apabila seorang suami pulang ke rumah dalam keadaan letih dan istrinya melayani dengan baik maka mendapat pahala jihad.
  • Seorang istri yang menghabiskan malamnya dengan tidur yang tak pulas karena menjaga anaknya yang sakit mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.
  • Istri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami melihat istrinya dengan kasih sayang, maka Allah pandang mereka dengan penuh rahmat.
  • Wanita yang tidak cukup tidur di malam hari karena menjaga anaknya yang sakit akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya dan bila ia hibur anaknya maka Allah akan memberikan pahala 12 tahun pahala ibadah.
  • Wanita yang mendorong suaminya keluar di jalan Allah dan menjaga adab rumah tangga, akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu dari suaminya dan menjadi ratu dari 70.000 malaikat dan bidadari dan akan dimandikan di dalam surga dan menunggang kuda yang dibuat daripada yaqut.
  • Wanita yang memerah susu binatang dengan membaca Bismillah maka akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
  • Wanita yang menumbuk tepung dengan membaca Bismillah maka Allah akan memberkati rizkinya.
  • Wanita yang menyapu lantai dengan berdzikir dapat pahala seperti menyapu lantai Baitullah.
  • Wanita yang menjaga shalat, puasa, dan taat pada suami, Allah SWT mengizinkannya memasuki surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
  • Kalau istri melayani suami tanpa khianat baginya pahala 12 tahun shalat.
  • Pahala bagi wanita hamil yaitu seperti berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari.
  • Wanita yang bersalin dapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dari setiap kesakitan pada satu uratnya maka Allah beri pahala haji.
  • Sekiranya wanita itu meninggal dalam masa 40 hari selepas bersalin, ia tergolong sebagai mati syahid.
  • Kalau wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo yakni 2 tahun, maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahwa surga wajib baginya.
  • Wanita yang memijit suaminya tanpa disuruh baginya pahala 7 tola emas, manakala wanita memijit suaminya disuruh akan dapat pahala 7 tola perak.
  • Wanita yang meninggal dunia dengan keridhoan suaminya akan masuk surga.
  • Jika suami mengajar istrinya 1 masalah agama, baginya mendapatkan pahala 80 tahun ibadah.
  • Semua orang akan melihat dan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat nanti, namun Allah akan mendatangi sendiri kepada wanita yang memberati/menjaga auratnya secara sempurna di dunia ini dengan istiqamah.
  • Wanita yang mencuci baju suaminya akan menghapus 2.000 dosa bersama tetesan air yang jatuh.
  • Wanita yang mencuci baju suaminya yang digunakan keluar di jalan Allah, maka debu yang menempel di baju dan tersentuh oleh kulitnya maka kulitnya tidak akan disentuh api neraka sekalipun asapnya.
  • Wanita yang membuat makanan terbuat dari tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan pada setiap biji tepung itu kebajikan, menghapus kejelekan, dan meninggikan derajatnya.
  • Wanita yang berkhidmat melayani suaminya sehari semalam dengan suka cita dan penuh keikhlashan serta niat yang benar, Allah akan mengampuni dosanya dan memakaikannya pada hari kiamat dengan pakaian hijau gemerlap dan Allah menetapkan setiap rambut ditubuhnya 1.000 kebaikan dan Allah memberinya pahala 100 ibadah haji dan umrah.
  • Wanita yang membentangkan tempat tidur untuk suaminya dengan senang hati, maka malaikat pemanggil dari langit akan menyerunya untuk menghadapi amalnya dan Allah mengampuni dosanya yang sudah lalu dan yang akan datang.
  • Wanita yang meminyaki rambut serta janggut suaminya dan mencukur kumisnya serta memotong kukunya maka di akhirat Allah SWT akan memberikan kepadanya arak yang masih tertutup, murni dan belum terbuka dari sungai-sungai dalam surga. Allah akan mempermudah sakratul mautnya, kuburnya akan ditemui sebagai taman-taman surga dan Allah menetapkan baginya bebas dari neraka dan dapat melewati titian shirat dengan selamat.
  • Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatat 1.000 kebaikan dan mengampuni kesalahannya bahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memintakan ampun baginya, serta Allah mengangkat 1.000 derajat baginya.
  • Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan baik.
  • Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam dan shalat, lalu membangunkan suaminya dan ikut shalat, bila suaminya enggan maka ia percikkan air di mukanya.
  • Seorang wanita yang meminyaki rambut kepala anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencucikan pakaiannya maka Allah SWT menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan 1.000 orang yang kelaparan dan memberi pakaian kepada 1.000 orang yang telanjang.
  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa persusuannya seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut maka sesungguhnya baginya pahala mati syahid.
  • Jika wanita mengandung anak di perutnya, maka para malaikat akan memohonkan ampunan baginya, dan Allah SWT menetapkan baginya setiap hari 1.000 kebaikan, menghapuskan 1.000 kejelekan. Ketika wanita itu merasa sakit saat melahirkan, maka Allah menetapkan baginya pahala para pejuang di jalan Allah. Jika ia melahirkan bayinya, maka keluarlah dosa-dosanya seperti ketika ia dilahirkan oleh ibunya dan tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa pun, di kuburnya akan ditempatkan di taman-taman syurga. Allah memberinya pahala 1.000 ibadah haji dan umroh dan 1.000 malaikat memohon ampunan baginya hingga hari kiamat.
  • Jika wanita hamil dari suaminya, sedangkan suami ridho padanya, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa yang berjuang di jalan Allah.
  • Wanita yang merasa kesakitan ketika melahirkan akan mendapatkan pahala yang tidak terhitung banyaknya.
  • Wanita yang menyusui anaknya, maka setiap tetesan susunya akan diberi pahala satu kebaikan. Dan jika tidak dapat tidur semalam suntuk karena anaknya, maka baginya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya di jalan Allah dengan penuh keikhlashan.
  • Wanita yang memberi minum anaknya di waktu kecil, kelak di hari kiamat Allah SWT akan memberinya 70 teguk air dari telaga kautsar.
  • Wanita yang kematian tiga orang anaknya di waktu kecil maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.
  • Wanita yang paling baik di kalangan wanita akan memasuki syurga sebelum orang yang paling baik di kalangan laki-laki. Mereka akan mandi dan memakai minyak wangi dan menyambut suaminya di atas keledai-keledai merah dan kuning. Bersama mereka anak-anak kecil.

Keutamaan Malam Nifsu Syaban

Setiap malam nishfu Sya’ban, kaum Muslimin di Indonesia meramaikannya dengan beragam tradisi, seperti selamatan bersama, yang disebut dengan istilah ruwahan, menunaikan shalat sunnah baik secara berjamaah maupun sendirian, membaca surat Yasin dan diakhiri dengan doa. Adakah hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam amal shaleh? Mengingat kaum Salafi-Wahabi membid’ahkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam ibadah.

Jawab: Bulan Sya’ban termasuk salah satu bulan yang agung dalam pandangan syara’. Rasulullah SAW memuliakan bulan Sya’ban dengan menambah aktifitas ibadah. Sehingga menambah ibadah pada bulan Sya’ban sangat dianjurkan sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih. Apabila pada hari-hari bulan Sya’ban dianjurkan meningkatkan aktifitas ibadah dan kebajikan, maka pada malam nishfu Sya’ban lebih dianjurkan lagi karena terdapat banyak hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW tentang keutamaan malam nishfu Sya’ban melebihi hari-hari yang lain pada bulan yang sama. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Mu’adz bin Jabal, Abu Hurairah, Abu Tsa’labah, Auf bin Malik, Abu Bakar al-Shiddiq, Abu Musa dan Aisyah radhiyallahu ‘anhum.

Hadits Pertama
Baca lebih lanjut

84 kitab Rujukan Fadhilah Amal Maulana Zakariya

84 kitab Rujukan Fadhilah Amal Syaikhul Hadits Maulana Zakariya rah.a

Fadhilah Amal Hijau (Kebon Jeruk)1- Kitab Bukhari Sharif –
oleh Abu Abdullah Muhammad bin Ismail

2- Fathul Bari –
oleh Abu Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar Asqalani

3- Asadul Ghabaah –
oleh Allamah Ibnu Asir Jazuri

4- Durr Mantsur –
oleh Allamah Jalaluddin Sayuti

5- Khashaish Kubra –
oleh Allamah Sayuti

6- Tarikh Khamis –
oleh Syeikh Husain Muhammad Ibnu AlHasan

7- Bayanul Qur’an –
oleh Maulana Ashraf Ali Tanwi

8- Jamiul Fawaidh –
oleh Muhammad bin Muhamm Sulaiman

Baca lebih lanjut

Keutamaan Orang yang Berwakaf Al Quran

Wakaf Al Quran merupakan pengamalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf tergolong ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.
Sebagaimana dijelaskan dalam dalil,

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Baca lebih lanjut

25 FADHILAH ISTIGHFAR

Salah satu amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah adalah beristighfar.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah setiap hari beristighfar tidak kurang dari 100 kali. Padahal beliau adalah seorang hamba yang ma’shum alias terjaga dari dosa.

fadhilah istighfar2

Subhanallah…

Sebagai ummatnya kita yang banyak dosa ini hendaknya memperbanyak Istighfar, memohon ampun kepada Allah. Inilah 25 Fadhilah Dan Keutamaan ISTIGHFAR

Baca lebih lanjut

Fadhilah Quran Hadits ke 6

Dari Abu Musa r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “perumpamaan orang mu’min yang membaca al Qur’an adalah seperti jeruk manis yang baunya harum dan rasanya manis. Perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca al Qur’an adalah seperti kurma, tidak berbau harum tetapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca al Qur’an adalah seperti bunga, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al Qur’an seumpama buah pare, tidak berbau harum dan rasanya pahit.”
(Hr. Bukhari, Muslim, Nasai, dan Ibnu Majah)
Baca lebih lanjut

Fadhilah Sholat Hadits ke 3

Dari Abu Utsman radhiallahu anhu Ia berkata, “Saya dan Salman berada di bawah sebatang pohon, lalu ia mengambil sebatang ranting kering dari pohon itu dan mengguncang-guncangkannya sehingga daun-daunnya berguguran. Ia berkata, “Hai Abu Utsman, mengapa engkau tidak bertanya kepada saya, mengapa saya berbuat begini?” Saya bertanya, “Mengapa engkau berbuat demikian?” Jawabnya,

Baca lebih lanjut

Fadhilah Sholat Hadits ke 2

Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. pernah keluar dari rumahnya ketika musim dingin dan daun-daun berguguran. Beliau mengambil setangkai ranting pohon, sehingga daun-daunnya mulai berguguran. Beliau bersabda,
“Wahai Abu Dzar!” Abu Dzar menyahut, “Labbaik ya Rasulullah!”

Baca lebih lanjut