Arsip Kategori: Doa dan Dzikir

Mengapa Syari’at Islam Kalian Abaikan

Segala puji bagi Allah swt yang telah mengumpulkan kita semua dalam kebaikan untuk mengingat serta berfikir mengenai perkara dunia dan akhirat, serta kebahagiaan di dalam 2 (dua) kehidupan, yang fana dan yang kekal.

lni merupakan Agama Allah swt yang mulia, yang telah disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Bukalah hati kalian dan hadirkan hati kalian dalam majelis ini! Sesungguhnya kalian sekarang di dalam perkara yang paling penting di atas bumi (yaitu majelis ilmu).

Semua ajaran Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam telah ditinggalkan kepada kita, semuanya telah disampaikan dan diwariskan oleh Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Barangsiapa yang menyimpang serta keluar darinya, maka akan terjerumus di dunia dan akan mendapat adzab di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah swt didalam al-Qur’an:

فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٦٣

Artinya: ‘Mereka yang menyalahi perintah Rasulullah akan ditimpa cobaan dan akan mendapatkan adzab yang pedih .’(Qs. an­ Nur ayat:63).

Wahai para laki-laki dan para wanita yang beriman, apabila Allah swt dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, maka tidak ada lagi bagi mereka pilihan yang lain.

Sebagaimana firman­-Nya didalam al-Qur’an:

وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا ٣٦

Artinya: ‘Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.‘(Qs. al-Ahzab ayat: 36).

Tuntutan pertama yang harus kitaikutiadalah konsekwensi dari syahadat Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah yang telah kita ucapkan dan telah kita ikrarkan dalam lubuk hati kita.

Setelah kita mengucapkan dua kalimat syahadat, maka makna syahadat tersebut harus kita resapi dan kita tindak lanjuti di dalam seluruh aspekkehidupan kita.

Kita tidak punya pilihan lain,jika telah datangperintah Allah swt dan Rasul-Nya, maka kita harus menjalaninya. Janganlah kita menghukumi berdasarkan akal dan adat manusia, baik itu merupakan urusan yang besar maupun kecil.

Jika telah datang keputusan serta ketetapan dari Allah swt dan Rasul-Nya, maka katakanlah sami’na wa atha’na, saya dengar dan saya taati.Itulah inti dari ketentuan iman.

Tapi yang terjadi saat ini justru terbalik. Dengan terang­ terangan kita menentang perintah Allah swt dan Rasul-Nya. Apa yang Allah swt dan Rasul-Nya telah tetapkan, tidak kita jalankan.

Syari’at Allah swt kita tinggalkan begitu saja.Kenapa semua itu bisa terjadi? Apakah penyebab syari’at Allah swt tidak dijalankan?

Mengapa banyak hukum serta perintah Allah swt dan Rasul-Nya ditinggalkan begitu saja oleh sebagian besar orang, bahkan mereka yang berada dirumah-rumah kita?

Menurut al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad ra, penyebab kita meninggalkan syari’at Allah swt dan sunnah Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam,adalah karena 2 (dua) perkara:

Pertama adalah keragu-raguan kita terhadap syari’at yang telah ditetapkan oleh Allah swt melalui Baginda Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam.

Kedua adalah kelalaian yang bercampur dengan kebodohan, serta kita telah termakan oleh isu-isu yang batil dan sesat.

Apakah penyebabnya keragu-raguan dan ketidak yakinan kita terhadap syari’at ini?

Semua itu terjadi karena lemahnya keimanan yangdisertai kebodohan dalam cara pandang kita terhadap agama ini.

Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari semua itu.

Kami meminta kepada Allah swt agar diberikan kekuatkan iman dan keyakinan tentang syari’at Allah swt dan Rasul-Nya.

Kami memohon agar dikeluarkan dari kekangan, keku­rangan, kesempitan zaman, penyusupan, penipuan serta kebodohan yang telah menimpa akal-akal manusia sehingga mereka berpaling dari Allah swt dan Rasul-Nya.

Kami memohon kepada Allah swt dari itu semua.

Tiada yang bisa menolong kita kecuali Allah swt, tiada yang bisa mengeluarkan kita darisemua bencana dunia dan akhirat kecuali Allah swt.

Oleh karenanya berdo’a dan memohonlah kepada Allah swt, sebagaimana pesan Rasulullah Shalallahu alihi wa aalihi wa shahbihi wa salam kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Muadz bin Jabal ra.

Sahabat Muadz ra meriwayatkan: ‘Rasulullah memegang tanganku sambil bersabda.: ‘Wahai Muadz, sungguh aku cinta kepadamu dan berpesan kepadamu,

janganlah engkau tinggalkan pada setiap selesai shalat untuk membaca do’a: ‘Allahumma a’innii ‘alaadzikrika wasyukrika wahusni ‘ibaadatik.

Keutamaan Para ahli zikir

Abu Darda’ r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam berkata:

“Pada Hari Kiamat kelak Allah pasti akan membangkitkan sejum­lah orang yang wajah mereka bersinar-sinar dan berdiri di atas mimbar mutiara. Banyak orang lain yang ingin menjadi seperti mereka.

Mereka itu bukan para Nabi dan bukan para pahlawan syahid.” Seorang Arab pegunungan yang bongkok menukas, “Ya Rasulullah jelaskanlah mereka itu kepada kita agar kita dapat mengenal mereka!”

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam lalu berkata menjelaskan, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencinta demi karena Allah, berasal dari berbagai kabilah dan pelbagai negeri, bersepakat untuk berzikir (menyebut nama) Allah, lalu mereka berzi­kir.”

Para ahli zikir senantiasa dikelilingi malaikat yang menyebarkan rahmat kepada mereka, lebih mempertinggi keanggunan dan memba­wakan keridaan Allah kepada mereka. Mengenai itu Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam telah menegaskan:

لا يقعد قوم يذكرون الله إلا حنتهم الملائكة وغشيتهم الرحمة ونزلت عليهم السكينة وذكرهم الله فيمن عنده

Orang-orang yang duduk berzikir (menyebut nama) Allah, para malaikat niscaya mengelilingi mereka, menaburkan rahmat kepada mereka dan menurunkan Sakinah (ketenangan) bagi mereka. Al­lah menyebut mereka kepada siapa yang berada di sisi-Nya.” (Diri­wayatkan oleh Musli, Turmudzi, dan Ibnu Majah).

Para ahli zikir selalu disertai malaikat dalam beribadah. Para ma­laikat duduk bersama mereka, berbuat seperti yang mereka perbuat

dan berbicara seperti mereka berbicara. Kemudian para malaikat itu naik ke langit membawa amal perbuatan mereka; sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam:

“Ketika malaikat melewati ‘Abdullah bin Rawwahah yang sedang mengingatkan sahabat-sahabatnya, ‘Kalian adalah orang-orang yang kepadaku Allah memerintahkan agar aku bersabar diri bersa­ma kalian.’ Ia lalu membaca:

واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغدوة والعشي يريدون وجهه ولا تعد عينك عنهم تريد زينة الحيوة الدنيا ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هوىه وكان أمره فرطا

Dan hendaklah engkau bersabar bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari sambil mengharap keridaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengha­rapkan hiasan hidup di dunia ini, dan janganlah (pula) engkau mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya. Keadaan mereka itu sungguh telah melampaui batas. (QS. Al-Kahfi: 28).

Thariqah Yang Damai

“Thariqah Alawiyah” adalah sebuah metode, system, atau cara yang digunakan oleh bani ‘alawi dalam perjalanannya menuju Allah Ta’ala. Thariqah ini menjadi semakin istimewa karena diwarisi oleh leluhurnya yang tiada lain adalah anak cucu Nabi Muhammad SAW

Thariqah Allawiyah ini dicetuskan pertama kalinya oleh “Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi” yang ditandai dengan berkembangnya tasawwuf.

Thariqah Alawiyah sebagai peneladanan yang sempurna terhadap Rasul, keluarga, serta para sahabat beliau.

Immamul Haddad, tokoh ‘alawi abad ke 17 M. menjelaskan secara singkat tentang Thariqah Alawiyah dalam nasihatnya :

“Lazimkanlah selalu Kitabullah (Al-Qur’an), dan ikutilah sunnah Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam, dan teladanilah para salaf, niscaya Allah akan memberimu hidayah-Nya”

Thariqah ini juga disebut sebagai “Ahlussunnah wal jama’ah”.

“Ahl” berarti keluarga, golongan, atau pengikut.

“As-Sunnah” yaitu segala sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

“Al-Jama’ah” yaitu apa yang disepakati oleh para sahabat Rasulullah SAW pada masa Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin.

Jadi “Ahlussunnah wal jama’ah” merupakan ajaran yang mengikuti apa-apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Thariqah Alawiyin adalah thariqah pemersatu umat Islam secara keseluruhan. Thariqah ini tidak pernah mengenal permusuhan, tidak menyebar kedengkian, tidak mengajarkan kebencian, tidak membalas cacian dengan cacian, melainkan sebagai penyebar rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil’alamin).

Disebutkan pada suatu waktu Al-Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib berjalan bersama puteranya, tiba-tiba mereka dihadang oleh seseorang, lalu orang tersebut mencaci-maki Sayyidina Hasan, bahkan mencaci ayah dan ibunya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra).

Putera Sayyidina Hasan tidak tahan terhadap makian tersebut dan menegur ayahnya : “Wahai ayahku, mengapa engkau tidak membalas makian orang tersebut ?, sedang engkau memiliki hak untuk membelas makian tersebut wahai ayah”.

Maka sang ayah memandang kepada anaknya, dan beliau menasihatinya :

“Wahai anakku, sejak kapan engkau pernah mendapati ayahmu atau kakekmu menjadi seorang pencaci ?”

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah hadir dalam suatu peperangan dimana orang musyrikin banyak membantai kaum muslimin.

Salah seorang sahabat berkata kepada beliau : “Ya Rasulullah, laknatlah mereka orang-orang musyrikin karena telah membantai saudara-saudara kita”.

Rasulullah menjawab :

“Aku diutus oleh Allah bukan sebagai pencaci ataupun pelaknat, sesungguhnya aku diutus oleh Allah sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta ini (rahmatan lil’alamin)”.

Demikianlah apabila seseorang mengenal, mempelajari, dan menjalani thariqah ini dengan benar, maka menyebabkan orang untuk saling memaafkan dan berbuat baik, sehingga menumbuhkan persatuan dikalangan muslimin.

Inti Thariqah Alawiyyah :

“wa haa hiya a’maalun kholat ‘an syawaa’ibin wa ‘ilmun wa akhlaaqun wa katsrotu auroodi”

(dan thoriqoh alawi itu bersendikan atas amal-amal yang bersih dari penyakit hati, ilmu, akhlak, dan banyak membaca wirid-wirid)

Pada zaman ini memang sedikit sekali manfaat yang dapat diperoleh melalui orang-orang yang shalih. Hal ini dikarenakan kurangnya penghormatan dan lemahnya husnuzh zhan terhadap mereka. Itulah sebabnya kebanyakan orang di zaman sekarang tidak memperoleh barokah dari mereka itu.

(Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad).

Beginilah Sikap Seorang Mukmin Ketika Menghadapi Musibah

Kali ini kita akan mengupas sebuah ayat dalam firman Allah swt

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.At-Taghabun:11)

Ada beberapa poin penting yang dapat kita renungkan dari ayat di atas

Pertama, ayat ini secara gamblang memberi pesan bahwa seluruh musibah, apakah itu musibah yang menimpa diri, harta, keluarga dan musibah apapun adalah ketentuan Allah swt

Semuanya terjadi atas dasar Ilmu dan Izin dari-Nya

Kedua, Allah menghubungkan antara petunjuk di dalam hati manusia dengan keimanan

Artinya seorang mukmin harus mempersiapkan keimanan untuk menghadapi segala musibah dalam hidupnya

Dengan beriman dan taat kepada syariat maka ia akan jauh dari sikap gelisah dan berkeluh kesah

Karena ia sadar bahwa kehidupan memang tak pernah lepas dari masalah

Ketiga, barangsiapa yang meyakini bahwa semua kesulitan, kesedihan atau musibah yang menimpanya adalah ketentuan Allah maka hatinya akan mendapat petunjuk untuk dapat pasrah dan tenang

Keempat, dari situlah kita dapat simpulkan bahwa rahasia dibalik kesabaran dan ketenangan seseorang dalam menghadapi musibah adalah keimanan yang kuat terhadap Allah swt

Karena ia yakin bahwa pilihan Allah pasti lebih baik dari pilihan dirinya sendiri

Dan hasil akhir dari orang yang beriman dan bersabar pasti akan indah !

Kelima, Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya

وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

Sebuah kalimat penutup yang begitu indah

Yang akan menambah ketenangan dan kemantapan di hati seorang mukmin bahwa semua ini terjadi atas Pengetahuan Allah swt. Dan Allah lebih tau apa yang menjadi maslahat bagi hamba-Nya

Karunia Allah Bagi Orang Yang Taat & Beramal Saleh Dengan Ikhlas

Allah SWT berfirman:

من عمل صا لحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة

Artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (Qs. An-Nahl: 97)

وعد الله الذين امنوا منكم وعملوا الصالحات ليستخلفنهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا

Artinya: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.” (Qs. An-Nuur: 55)

أولئك لهم جنات عدن تجري من تحتهم الانهار يحلون فيها من اساور من ذهب ويلبسون ثيابا خضرا من سندس وإستبرق متكئين فيها على الأرائك نعم الثواب وحسنت مرتفقا

Artinya: “Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (Qs. Al-Kahfi: 31)

إن الذين آمنوا وعملوا الصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Qs. Maryam: 96)

Ibnu Abbas ra berkata: “Allah SWT men-cintai mereka dan memberikan rasa cinta di hati orang-orang yang beriman terhadap mereka.”

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda: bahwasannya Allah SWT berfirman:

من عاد لي وليا فقد آذنته بالحرب وما تقرب إلي عبدي بشئ أحب إلي مما افترضت عليه ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يمشي بها ورجله التي يمشى بها وإن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه

Artinya: “Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Aku menyatakan perang padanya. Dan hamba-Ku tiada mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari pada yang Aku fardhukan kepadanya, dan hambaku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya, apabila Aku mencintainya maka Aku adalah telinganya, yang dengannya dia mendengar, Aku adalah matanya yang dengannya dia melihat, Aku adalah tangannya yang dengannya dia memegang, dan Aku adalah kakinya yang dengannya dia berjalan, apabila dia minta pada-Ku niscaya Aku akan memberinya, dan bila dia minta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya.”

Allah SWT telah memberi kemuliaan kepada hambanya yang melaksanakan apa-apa yang diwajibkan kepadanya dan ditambah dengan memperbanyak amalan ibadah sunnah dengan rasa cinta yang teramat besar ini, hingga dalam setiap aktivitasnya dia selalu merasa bersama Allah SWT dan karena Allah SWT

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam meriwayatkan dari Allah SWT :

إذا تقرب إلي عبدي شبرا تقربت إليه ذراعا وإذا تقرب إلي ذراعا تقربت منه باعا وإذا أتى يمشى اتيته هرولة

Artinya: “jika seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal saja, niscaya Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, maka Aku mendekatinya sedepa, dan apabila ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku pasti mendatanginya dalam keadaan berlari.”

Maksud dari pada kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya adalah dengan mentaati-Nya dan berkhidmat kepada-Nya, sedangkan yang dimaksud dengan kedekatan Allah SWT kepada hamba-Nya adalah dengan karunia dan rahmat-Nya.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam meriwayatkan dari Allah SWT:

أعددت لعبادي الصالحين مالا عين رأت ولا أذن سمعتولا خطر على قلب بشر

Artinya: “Aku telah mempersiapkan bagi para hamba-Ku yang saleh segala sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dihati manusia.”

Disebutkan dalam kitab Zabur: “Wahai anak Adam taatilah Aku, niscaya Aku akan penuhi hatimu kepuasan, kedua tanganmu dengan rezeki dan badanmu dengan kesehatan.”

Allah SWT telah mewahyukan kepada dunia: “Wahai dunia barang siapa yang mengabdi kepada-Ku, layanilah dia, barang siapa yang mengabdi kepadamu, maka perbudaklah dia.”

Bisyir bin Al-Harits berkata: “Telah pergi orang­-orang yang baik dengan memperoleh keuntungan dunia akhirat.”

Yahya bin Muadz berkata: “Anak-anak dunia mereka dilayani oleh budak-budak, sedangkan anak-anak akhirat dilayani oleh orang-orang merdeka.”

Wahai saudaraku, jika engkau menginginkan kemuliaan yang tiada batas, pemberian yang tiada henti-hentinya, kemuliaan yang tidak akan hilang, kebesaran yang tidak punah, maka taatilah Tuhanmu.”

SesungguhnyaAllah SWT telah menjadikan kesemuanya itu di dalam taat kepada-Nya, Ia memuliakan para hamba-Nya yang mentaatinya, bahkan sebagian hamba yang mentaatinya telah ia muliakan dengan membebaskan mereka dari belenggu syahwat, membersihkan hati mereka dari kotoran cenderung kepada dunia, menampakkan dihadapan mereka hal-hal yang luar biasa, seperti mengungkapkan hal-hal yang gaib, melimpahnya keberkahan, dan dikabulkannya doa-doa mereka.

Sehingga orang-orang mendapatkan per-cikan dari cahaya-cahaya mereka, mengikuti jejak mereka, berdo’a kepada Allah SWT dengan perantara mereka agar Allah SWT memudahkan segala urusan mereka, dan memohon kepada Allah SWT dengan berkat mereka agar mereka terhindar dari musibah, mereka mencari keberkahan di tempat-tempat yang dilalui oleh para hamba tersebut dan begitu juga mengharap barokah dengan menziarahi kuburan-kuburan mereka.

Allah SWT telah memuliakan mereka dengan sesuatu yang lebih besar dari itu semua dan memberi mereka sesuatu yang lebih besar dari itu semua, yaitu mencurahkan cahaya-Nya pada hati mereka, dan meliputi hati mereka dengan ma’rifat-Nya dan kecintaan kepada-Nya, dan Allah SWT menjadikan mereka merasa senang dengan berdzikir kepada-Nya di dalam khalwat mereka, hingga mereka merasa lebih senang menyendiri dari kumpulan manusia, dan Allah SWT telah menyiapkan kenikmatan yang abadi di surga-Nya bagi mereka, dan menjanjikan kepada mereka bahwa mereka akan memandang kepada wajah-Nya yang Mulia serta Allah SWT akan memberikan kepada mereka keridhaan-Nya yang terbesar.

Allah SWT berfirman:

ذلك هو الفوز العظيم

Artinya: “Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” (Qs. Ad-Dukhaan: 57)

لمثل هذا فليعمل العاملون

Artinya: “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.” (Qs. Ash-Shaffaat: 61)

Kemuliaan Orang-orang yang Berzikir di Kalangan Umat Nabi Muhammad SAW

Adalah kemuliaan juga bagi umat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam, bahwa hamba Allah SWT yang setiap pagi sore dan malam mengucapkan:

بِسۡمِ اللهِ الَّذِيۡ لَا يَضُرُّ مَعَ اسۡمِهِ شَيۡءٌ فِى اۡلاَرۡضِ وَلَا فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيۡعُ الۡعَلِيۡمُ

‘Dengan nama Allah yang bersama asma-Nya tidak ada sesuatu yang berbahaya di bumi maupun di langit, dan Dia adalah Maha Mende­ngar lagi Maha Mengetahui.’

Masing-masing tiga kali, tidak ada sesuatu yang membahayakannya dan ia pun tidak akan tertimpa musibah secara mendadak.” (Diriwayat­kan oleh Abu Dawiid dan lain-lain).

Juga merupakan kemuliaan bagi umat ini, bahwa orang yang setiap pagi dan petang mengucapkan:

اَعُوۡذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung kepada kalimat Allah yang sempurna dari kejahat­an makhluk ciptaan-Nya.

Tak ada apa pun yang berbahaya baginya.” (Diriwayatkan oleh ThabranI dan Turmudzi).

Bahkan menurut hadits lain yang diriwayatkan oleh Turmudzi me­nuturkan, bahwa orang yang mengucapkan kalimat tersebut tiga kali setiap pagi dan sore, tujuh puluh ribu malaikat mendoakan rahmat baginya. Dan jika meninggal dunia ia mati syahid.

Kemuliaan lainnya lagi bagi umat ini ialah, bahwa hamba Allah SWT yang di rumahnya ia membaca Surah Al-Fatihah dan ayat Kursi, pada hari itu ia terlindungi dari incaran jahat manusia dan jin.” (Diriwayat­kan oleh Ad-DailamI).

Demikian pula orang yang setiap pagi dan sore mengucapkan tiga kalimat:

رَضِيۡتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالۡاِسۡلَامِ دِيۡنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوۡلًا

“Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Mu­hammad sebagai Nabi dan Rasul.”

Ia berhak mendapat keridaan pada Hari Kiamat. (Diketengahkan oleh Imam Ahmad dan lain-lain).

Orang pun akan merasa aman dari rasa takut apabila mengucap­kan kalimat:

حَسۡبِيَ اللهُ وَنِعۡمَ الۡوَكِيۡلُ

“Cukuplah bagiku Allah sebagai penolong dan Allah adalah Pelin­dung yang sebaik-baiknya.” (Diketengahkan oleh Abu Nu’aim).

Barangsiapa membaca sepuluh ayat berikut (yaitu awal Surah Al-Baqarah hingga kalimat al-muflihun, ayat Kursi dan dua ayat berikutnya serta tiga ayat pada akhir Surah Al-Baqarah), pada dini hari ia tidak didekati setan hingga sore harinya.

Jika pada sore hari itu ia membaca­nya juga, setan tidak mendekatinya hingga pagi hari, dan ia tidak akan melihat sesuatu yang tidak disukainya baik mengenai soal keluarganya maupun soal harta miliknya.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).

Jangan tinggalkan doa ini selepas sholat

Dzikir setelah shalat merupakan salah satu perkara sunnah yang dianjurkan dan telah bisa dilakukan oleh kaum umat Islam.

Selain berbagai dzikir yang telah diamalkan setelah shalat, ada bacaan do’a yang juga disunnahkan, bahkan Nabi Muhammad Saw pernah berpesan kepada salah seorag sahabatnya bernama Mu’adz bin Jabal agar tidak meninggalkan do’a tersebut.

Do’a yang dimaksud adalah

اَللّهمَّ اَعِنِّيْ عَلىَ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Dalam sebuah hadits disebutkan.

عن معاذ بن جبل ان النبي صلى الله عليه و سلم قال له يا معاذ اني والله لاحبك فلا تدع دبر كل صلاة ان تقول اَللّهمَّ اَعِنِّيْ عَلىَ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ أَخْرَجَهُ أَبُو داود والنسائي وصححه ابن حبان والحاكم
“Dari Mu’adz bin Jabal, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Wahai Mu’adz, demi Allah aku benar-benar mencintaimu. Maka janganlah kamu tinggalkan setiap selesai shalat untuk berkata: “Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

Hadits diatas diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud 2/115, al-Nasa’i 3/53 dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban 5/364-366 dan al-Hakim 1/273 dan 3/273).

SURAT YASSIN ADALAH HATI AL QURAN

SURAT YASSIN ADALAH HATI ALQUR’AN

PERTANYAAN :

ada pertanyaan titipan dari temen…. Adakah Sunnah (hadits) atau keterangan para ulama mengenai SURAT YASIN adalah JANTUNGNYA AL-QUR’AN????

JAWABAN :

Memang terdapat keterangan yang menyatakan bahwa surat yaasiin adalah qalb al-Quraan (hati alquraan)

وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ‘ إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .

“Surat Yaasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran”. [ Tafsiir as-Sam’aani IV/265, Al-Lubaab Fii ‘Uluum al-Kitaab XVI/268 ].

وروى الإمام أحمد وأبو داود والنسائي واللفظ له وابن ماجه والحاكم وصححه مرفوعا : [ [ قلب القرآن سورة يس لا يقرؤها رجل يريد الله والدار الآخرة إلا غفر له ] ]

[ Al-‘Uhuud al-Muhammadiyyah I/119 ].

wirid KH Abdul Hamid Pasuruan

Mampukah melakukan riyadhah dan melanggengkan wirid  spt KH Abdul Hamid ini?

KH. ABDUL HAMID PASURUAN

Suatu ketika ada seseorang meminta nomer togel ke Kyai Hamid. Oleh Kyai Hamid diberi dengan syarat jika dapat togel maka uangnya harus dibawa kehadapan Kyai Hamid. Maka orang tersebut benar-benar memasang nomer pemberian Kyai Hamid dan menang. Saran ditaati uang dibawa kehadapan Kyai Hamid. Oleh kyai uang tersebut dimasukan ke dalam bejana dan disuruh melihat apa isinya. Terlihat isinya darah dan belatung. Kyai Hamid berkata “tegakah saudara memberi makan anak istri saudara dengan darah dan belatung?” Orang tersebut menangis dan bertobat.
Setiap pergi ke manapun Kyai Hamid selalu didatangi oleh umat, yang berduyun duyun meminta doa padanya. Bahkan ketika naik haji ke mekkah pun banyak orang tak dikenal dari berbagai bangsa yang datang dan berebut mencium tangannya. darimana orang tau tentang derajat Kyai Hamid? Mengapa orang selalu datang memuliakannya? Konon inilah keistimewaan beliau, beliau derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.
Pada suatu saat orde baru ingin mengajak Kyai Hamid masuk partai pemerintah. Kyai Hamid menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat. Ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kyai Hamid menerimanya dan menandatanganinya. Anehnya pulpen tak bisa keluar tinta, diganti polpen lain tetap tak mau keluar tinta. Akhirnya Kyai Hamid berkata: “Bukan saya yang gak mau tanda tangan, tapi bolpointnya gak mau”. Itulah Kyai Hamid dia menolak dengan cara yang halus dan tetap menghormati siapa saja yang bertamu kerumahnya.
Inilah beberapa dari banyak karomah Kyai Hamid. Kyai Hamid adalah realita nyata tentang munculnya seorang hamba Allah yang mempunyai kekuatan ma’rifat billah yang mumpuni dan kekuatan musyahadah atas nur tajalli dengan maqam wilayah yang amat tinggi. Dan kekuatan tersebut tentu tidak mungkin beliau dapatkan dengan serta merta tanpa melalui tahapan-tahapan amaliyah dan maqamat tarekat yang beliau jalani dan beliau istiqamahkan. Setidaknya -dari sirah Kyai Hamid yang dapat kita baca-, kualitas amaliyah dan maqamat itulah yang selalu beliau pancarkan dalam setiap gerak langkah beliau. Kewara’an, kezuhudan, ketawadlu’an, kesabaran, keistiqamahan, dan riyadlah.
Dan yang jelas, kekuatan ma’rifat dan wilayah tersebut hingga saat ini telah menjadi hamparan hikmah yang maha luas dan menebarkan harum pada sanubari tiap orang yang mengenalnya. Hingga siapapun tak akan pernah kehabisan untuk mengais suri tauladan atas keagungan akhlaknya dan menempa keberkahan yang telah beliau sebarkan dalam setiap relung hati dan palung hidup kita.
Sebelum menjadi kyai, semasa beliau mondok di Termas, Abdul Hamid (nama asli Kyai Hamid) banyak melakukan suluk tarekat secara sirri. Seperti sering pergi ke gunung dekat pondok Termas untuk melakukan khalwat dan dzikir. Tapi kalau ada orang datang, ia pura-pura mantheg (mengetapel) agar orang tidak tahu bahwa dia sedang berkhalwat. Amalan wirid juga sering beliau baca disela-sela aktifitasnya sebagai seorang santri. Bahkan, ketika sering diajak begadang untuk mencari jangkrik, Kyai Hamid segera membaca wirid ketika teman-temannya tidak melihatnya.
Lambat laun, aktifitas suluk Kyai Hamid dengan dzikir sirri (qalbi) dan membaca awrad semakin intens dilakukan di kamar Pondok. Bahkan diceritakan, semakin hari, Kyai Hamid semakin jarang keluar dari kamar untuk melakukan dzikir dan wirid tarekat tersebut. Sampai-sampai, kawan-kawannya menggodanya dengan mengunci pintu kamar dari luar.
Beliau bersikap hormat pada siapapun. Dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya, bila sedang menghadapi banyak tamu, beliau memberikan perhatian pada mereka semua. Mereka ditanyai satu per satu sehingga tak ada yang merasa disepelekan. “Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada orang, pada ilmu, pada orang alim, pada ulama. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. Mukti Ali, yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.
Beliau sangat menghormat pada ulama dan habaib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kepada kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, beliau sibuk melayani. Misalnya, ketika Sayid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah (yang baru saja wafat), bertamu, beliau sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap sambil memijatinya. Padahal tamunya itu lebih muda usia.
Sikap tawadhu’ itulah, antara lain, rahasia “keberhasilan” beliau. Karena sikap ini beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para kiai tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadhu’ beliau yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa bersikap tawadhu’, Allah akan mengangkatnya.”
Beliau sangat penyabar, sementara pembawaan beliau halus sekali. Sebenarnya, di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan temperamental. Hanya berkat riyadhah (latihan) yang panjang, beliau berhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa. Riyadhah telah memberi beliau kekuatan nan hebat untuk mengendalikan amarah.
Beliau, misalnya, dapat menahan amarah ketika disorongkan oleh seorang santri hingga hampir terjatuh. Padahal, santri itu telah melanggar aturan pondok, yaitu tidak tidur hingga lewat pukul 9 malam. Waktu itu hari sudah larut malam. Beliau disorongkan karena dikira seorang santri. “Sudah malam, ayo tidur, jangan sampai ketinggalan salat subuh berjamaah,” kata beliau dengan suara halus sekali.
Beliau juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebun beliau habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternak beliau ludes dipotong mereka. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” kata beliau.

Pada saat-saat awal beliau memimpin Pondok Salafiyah, seorang tetangga sering melempari rumah beliau. Ketika tetangga itu punya hajat, beliau menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah orang tersebut. Tentu saja orang itu kaget, dan sejak itu kapok, tidak mau mengulangi perbuatan usilnya tadi. Beliau juga tidak marah ketika seorang yang hasud mencuri daun pintu yang sudah dipasang pada bangunan baru di pondok.

Melalui riyadhah dan mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau telah berhasil membersihkan hati beliau dari berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit takabur dan amarah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau sudah berhasil menghalau rasa iri dan dengki. Beliau sering mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampeyan tanya saja kepada Kiai Ghofur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seorang yang bertanya masalah fiqih. Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ke tempat beliau, dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau tak segan “memberikan” sejumlah santrinya kepada KH. Abdur Rahman, yang tinggal di sebelah rumahnya, dan kepada Ustaz Sholeh, keponakannya yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah.
Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit. Terutama bagi orang yang memiliki kelebihan ilmu dan pengaruh. Ada yang tak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu kebiasaan menggunjing orang lain. Bahkan para kiai yang memiliki derajat tinggi pun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Apakah menggunjing kiai saingannya atau orang lain. Kiai Hamid, menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak bergunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH. Ali Ma’shum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itulah. Beliau tidak mau menggunjing (ngrasani) orang lain.”
Kiai Hamid, seperti para wali lainnya, adalah tiang penyangga masyarakatnya. Tidak hanya di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah sokoguru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin (untuk melihat borok-borok diri), beliau adalah teladan, beliau adalah panutan. Beliau dipuja, di mana-mana dirubung orang, ke mana-mana dikejar orang (walaupun beliau sendiri tidak suka, bahkan marah kalau ada yang mengkultuskan beliau).
Tanggal 9 rabiul awal 1403 H beliau berpulang ke rahmatulloh. Umat menangis, gerak kehidupan di Pasuruan seakan terhenti. Ratusan ribu orang membanjiri Pasuruan, memenuhi relung Masjid Agung Al Anwar dan alun alun serta memadati gang dan ruas jalan. Beliau dimakamkan di belakang masjid agung Pasuruan. Ribuan umat menziarahinya setiap waktu mengenang jasa dan cinta beliau kepada umat.
Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. 
Diantara ijazah beliau adalah:

1. Membaca SURAT AL-FATIHAH 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.

2. Membaca HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL sebanyak 450 kali sehari semalam.

3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.

4. Membaca kitab DALA’ILUL KHAIRAT. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.

5. Wirid rutin AL-WIRD AL-LATHIF dan RATIB AL-HADDAD. Dua wirid yang diajarkan oleh Kyai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.

Terakhir, berikut Syiir doa beliau yang pernah dimuat di KWA

بسم الله الرّحمن الرّحيم

يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا

Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa

وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا

Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho

فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ

Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa

وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ

Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan

وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا

Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami

وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ

Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara

وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ

Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat

وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ

serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan

فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا 

Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami

بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ

Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan

صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ

Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).

وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ

Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun

وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى

Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan

Dzikir Pahala Besar

Dzikir Pahala Besar Dalam dzikir Al-ma’surat terdapat sebuah doa yang berbunyi : “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “

(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya, dan sebesar bobot ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya 3x )

“Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu) yakni: “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(HR Muslim)

Hadits ini berisikan percakapan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersama salah satu istri beliau yaitu ibunda Juwairiyah. Diceritakan pada saat itu Rasulullah sedang bermalam di rumah ibunda Juwairiyah, kemudian saat memasuki waktu Subuh, Rasul berangkat ke masjid dan melihat ibunda Juwairiyah pun yang sudah siap duduk menunggu untuk melakukan solat subuh dikamarnya. Masuk waktu dhuha, Rasul pun kembali ke kamar beliau dan didapatinya Juwairiyah masih duduk dengan posisi yang sama seperti di subuh tadi sambil melakukan ibadah-ibadah lain seperti membaca Quran,dll. Akhirnya Rasulullah pun menegur dengan mengingatkan keistimewaan dari 4 kata di dalam doa tersebut. Pahala yang didapat dengan membaca 4 kata sebanyak 3x itu sama beratnya dengan ibadah yang dilakukan ibunda dalam beberapa menit/jam di tempat duduknya. Setelah itu, ibunda Juwairiyah pun tidak melakukannya lagi.

Pesan Rasulullah : Rasulullah mengetahui bahwa seorang wanita/Ibu/Ummahat pastinya memiliki tugas-tugas istimewa di pagi hari yaitu menyiapkan keperluan suami untuk bekerja, menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, menyiapkan sarapan, dan berbagai aktifitas rumah sehari-hari. Maka dengan berbagai aktifitas istimewa inilah Rasul mengingatkan, bahwa dalam 4 kata doa Al-Ma’surat itu pun dibuat begitu istimewa untuk mereka dengan ganjaran pahala yang luar biasa,yaitu sama dengan ibadah-ibadah yang dilakukan ketika duduk hingga waktu dhuha. Sehingga waktu mereka bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan tugas lainnya.

Lalu apakah penjelasan dari 4 kata istimewa yang tadi sudah kita sebut?
4 kata tersebut dimulai dari kata ‘adada khalqihi karena kata Subhanallahi wa bihamdihi merupakan kata pembuka saja. 4 kata tersebut menerangkan pahala-pahala yang bisa kita dapatkat jika istiqomah membaca doa ini. InsyaAllah akan dibahas satu persatu secara ringkas.

Rincian 4 kata :

1. ‘adada khalqihi, (Sejumlah makhluk yang Allah ciptakan)
Kita tidak akan pernah mengetahui jumlah pasti dari seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, mulai dari terkecil seperti mikroba hingga yang besar. Namun harus selalu kita yakini bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah dan kita yakin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan pun beribadah pada-Nya. Dan pahala yang kita dari doa ini bisa sebesar jumlah makhluk yang Allah ciptakan. MasyaAllah…

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Isro’:44)

Allah menciptakan makhluknya menjadi 5 golongan:
Insani — Manusia
Ruhani — makhluk seperti malaikat, syaitan, dll (gaib)
Nabati — tumbuh-tumbuhan
Hayawani — semua binatang
Jamadi — planet-planet

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur:41)

2. wa ridhaka nafsihi (Serela diri-Nya)
Allah akan selalu rela memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang senantiasa membaca kata ini.
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(Qs. Az-Zumar:53-54)

3. wa ziinata ‘Arsyihi (Seberat Arasy-Nya)
Arasy — ibarat singasana / pelaminan
Hendaknya manusia senantiasa patuh dan memuliakan Allah, jika diibaratkan menurut bahasa kita seperti saat kita menghormati pasangan pengantin yang berada di pelaminannya saat kita mendatangi sebuah undangan pernikahan. Maka Allah pun jauh lebih mulia dan berada di singasananya yaitu arasy.

“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (Qs. Thoha:5 )

Ada 3 hal tentang hakikat ‘Arsy :
1. Hanya Allah yang Maha Tahu tentang hakikatnya
2. Hanya Allah yang Maha Tahu keberadaannya
3. Hanya Allah yang Maha Tahu bersemayamnya

“Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tuhan bagi ‘Arsy yang mulia.” (Qs Al Mukminun:116)

*bagi yang masih bingung tentang ‘arsy, yuk masing2 diri mencari lagi penjelasan detilnya, atau tanyakan pada guru ngajimu agar keyakinan kita pada kekuasaan Allah makin bertambah 🙂

4. wa midada kalimatihi’ (Sebanyak tinta (bagi) kalimat-Nya)
MasyaAllah… berkah dan rahmat yang bisa kita dapatkan yaitu sebanyak kalimat Allah yang pastinya tak akan habis jika dituliskan.

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (Qs. Al-Kahfi:109 )

Hikmah :
Pahala ketika membaca doa ini, terlebih lagi bisa istiqomah pagi petang setiap hari yaitu mendapatkan pahala yang bisa sebanyak makhluk Allah, kemudian Allah akan jauh lebih rela kepada diri kita, pahalanya pun juga bisa seberat ‘Arsy Allah, yang terakhir berkah dan rahmat Allah sebanyak kalimat Allah yang tak bisa habis jika ditulis.

Begitulah ringkasan 4 kata istimewa yang terdapat dalam salah satu doa Al-Ma’surat yang mungkin selama ini kita sudah rutinkan namun belum mengetahui rincian/ penjelasan dibalik doa tersebut yang ternyata memiliki berbagai hal yang luar biasa. Jadi, tidak ada kata “MALAS” lagi untuk merutinkan membaca dzikir doa Alma’surat. Semoga Allah senantiasa memberkahi niat dan amalan ibadah-ibadah kita. Aamiin…
Wallahu a’lam Bishowab

Wassalam….

Doa sholat Hajat

​Doa Sholat Hajat

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

 

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIM, SUBHANALLAAHI RABBIL ‘ARSYIL ‘ADZIIM, AL HAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, AS’ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA WA AZAA’IMA MAGHFIRATIKA WAL GHANIIMATA MIN KULLI BIRRIN WAS SALAAMATA MIN KULLI ITSMIN, LAA TADA’ LI DZAMBAN ILLAA GHAFARTAHU WALAA HAMMAN ILLAA FARRAJTAHU WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDLAN ILLA QADLAITAHA YAA ARHAMAR RAHIMIIN

 

Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang maha lembut lagi Maha pemurah, Mahasuci Allah Rabb pemilik ‘Arsy yang Mahaagung, segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, aku mengharap rahmatMU, ketetapan hati (untuk meraih) ampunanMu, mendapatkan keberuntungan dengan segala kabaikan dan keselamatan dari segala perbuatan dosa, jangan Engkau biarkan dosa padaku kecuali Engkau mengampuninya, dan jangan Engkau biarkan kegundahan kecuali Engkau membukakannya, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan-kebutuhan yang Engkau ridlai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat yang maha pengasih

 

sholat 2 rokaat lalu baca doa ini

 

H.R. Tirmidzi 479

غريب – ضعيف (الألباني)

TEMPAT-TEMPAT ISTIMEWA DAN MUSTAJAB

​*TEMPAT-TEMPAT ISTIMEWA DAN MUSTAJAB*

Selain istimewa, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Multazam, Raudhah, dan Arafah adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Lebih lengkap, dalam kitab Al Majimu, Imam Nawawi menyebutkan tempat-tempat yang istimewa di Tanah Suci sekaligus tempat mustajab, adalah:

1. Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)

“Merupakan bagian dinding yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, sekitar 2 meter panjangnya. Multazam lah yang oleh Rasulullah disebutkan sebagai tempat “paling mujarab” untuk berdoa, seperti di riwayatkan Al Baihaqi dan Ibnu Abbas: “Antara rukun Aswad—sudut tempat  Hajar Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam, melainkan Allah mengabulkan permintaannya.

2. Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Masjidil Haram)

Rukun adalah sandi atau tiang, yakni 4 sudut Ka’bah yang diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, dan Rukun Yamani. Rukun Aswad yang lebih dikenal dengan Hajar Aswad merupakan posisi “batu hitam” yang turut sebagian riwayat adalah batu dari yang menggantung setinggi 1,5 meter dari atas tanah. Saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapat perintah dari ALLAH untuk meninggikan pondasi Ka’bah, Hajar Aswad dijadikan salah satu pondasi. “Dan (ingatlah), ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” (QS Al Baqarah: 127). Hajar Aswad adalah posisi permulaan bagi jemaah haji untuk melakukan tawaf. Karena keistimewaannya, berdoa di hajar aswad juga sangat mustajab. Disunnahkan juga untuk mencium batu hitam tersebut.

3. Maqam Ibrahim (dekat Ka’bah)

Bukanlah kuburan, namun batu yang tercetak pijakan kaki Nabi Ibrahim saat beliau akan membangun Ka’bah. Diriwayatkan, batu tersebut dapat naik dan turun sendiri sesuai kemauan Nabi Ibrahim saat melakukan pemasangan batu untuk dinding ka’bah. Ibnu Abbas menyebutkan: “tidak ada sesuatupun di dunia ini yang berasal dari surga, kecuali Hajar Aswad dan maqam Ibrahim.” Kini batu tersebut disimpan dalam bangunan kristal berkrangka besi dan tertutup kaca tebal. Di sekitar maqam ibrahim ini orang melakukan shalat sunnah apabila telah selesai tawaf. Istimewannya maqam ini di sebutkan ALLAH dalam QS Al Baqarah: 125, “Dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim itu sebagai tempat shalat.”

4. Hijir Ismail (dekat Ka’bah)

Terletak di sebelah utara Ka’bah, berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail dibangun Nabi Ibrahim sebagai tempat berteduh sewaktu membangun Ka’bah. Hijir Ismail pada awalnya masuk dalam bagian Ka’bah dari kerusakan, karena kekurangan biaya mereka mengurangi bangunan Ka’bah 6 hasta. Rasulullah bersabda, “Dari Aisyah ra berkata: Aku ingin sekali masuk kedalam ka’bah untuk shalat di dalamnya.” Maka Rasulullah SAW menarik tanganku masuk ke Hijir Ismail seraya berkata “Apabila engkau mau masuk ke dalam ka’bah, maka sesungguhnya hijir ini sebagian dari Ka’bah. Karena kaummu ketika membina Ka’bah kembali menguranginya hingga Hijir itu berada di luar Ka’bah.” (hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Tirmizi). Oleh karena sebagian Hijir Ismail termasuk bagian ka’bah, maka pelaksanaan tawaf di lakukan di luar Hijir Ismail, termasuk juga shalat fardhu.
5. Dalam Ka’bah
Di dalamnya terdapat 3 tiang utama yang berfungsi menyangga atap Ka’bah. Di situ ada mihrab, dimana Rasulullah pernah shalat. Ada pula tangga untuk naik ke atap. Dinding-dinding di dalamnya di lapisi batu mualam dan marmer yang di hiasi kaligrafi.
6. Mizhab atau talang emas (di depan Hijir Ismail)
Mizhab adalah talang air yang terletak pada sisi bagian utara menghadap Hijir Ismail. Awalnya Ka’bah tak memiliki atap sehingga tidak memerlukan talang (saluran) air. Saat suku Quraisy merenovasi dan melengkapi dengan atap, maka di perlukan talang untuk membuang air hujan. Pada masa khalifah Walid bin Abdul Malik (Bani Umayyah) talang Ka’bah telah di selaputi emas. Semasa pemerintahan Sultan Abdul Majid (1267 H) bin Mahmud Khan (istanbul) talang tersebut di ganti dengan emas seluruhnya, dengan berat sekitar 40 kg.

7. Sumur Zam-zam (Masjidil Haram)

Rasulullah SAW meminum air dari sumur zam-zam dan beliau bersabda:“Air Zam-zam penuh berkah dan makanan yang mengenyanginya dan obat bagi penyakit. Jibril mencuci hatiku pada malam isra’ adalah dengan air sumur itu.”(HR Bukhari Muslim)

8. Bukit Shafa dan Marwah (komplek masjidil haram)

Kisah Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, Ismail as, menjadi dasar bagi prosesi sa’i dalam Ibadah Haji dan Umrah. Jarak antara Shafa-Marwah 415 meter (sebagian sumber menyebut 405 dan 450 meter). Kedua bukit ini sekarang sudah termasuk bangunan Masjidil Haram. Namun hukum kesuciannya tetap berlaku “terpisah” , bahwa lokasi tersebut adalah lokasi di luar masjid. Sehingga muslimah yang sedang haid boleh melakukan sa’i.

9. Raudhah (Masjid Nabawi, Madinah)

“Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku,” begitu sabda Rasulullah saw (Muttafaq alaihi). Selain multazam, Raudhah merupakam tempat berdoa paling mustazab. Tak heran, di masa haji, tempat tempat ini menjadi “rebutan” para jamaah haji untuk shalat dan berdoa. Raudhah merupakan “bekas” rumah Rasulullah yang kini termasuk dalam Masjid Nabawi. Posisinya antara makam Rasulullah dan Mimbar Rasulullah, dengan luas kurang lebih 144 meter persegi. Raudhah berarti “taman surga”. Beberapa ahli meriwayatkan bahwa tempat tersebut kelak setelah kiamat akan benar benar ALLAH pindahkan ke surga, sehingga ia menjadi bagian taman surga.

10. Padang Arafah (saat wuquf)

Merupakan tempat untuk melakukan wuquf, salah satu rukun Haji, yang bila tidak di laksanakan maka hajinya batal (tidak sah). Keutamaan arafah sebagai tempat yang mustazab untuk berdoa adalah berdasar sabda Rasulullah saw, : “Doa yang paling afdol adalah doa di hari arafah.” Dalam riwayat lain, rasulullah bersabda, “tidak ada hari yang paling banyak ALLAH menentukan pembebasan hambanya dari neraka, kecuali hari arafah.”

11. Mina (saat hari tasyriq)

Sesungguhnya mina itu seperti rahim, yang ketika terjadi kehamilan diluaskan oleh ALLAH swt,” sabbda Rasulullah saw mengenai keistimewaan tempat yang terletak 7 kilometer dari Masjidil Haram ini. “keajaiban” mina memang kemampuannya menampung seluruh jemaah Haji yang datang menjelang tanggal 10 zulhijah untuk melontar jumrah. Dua juta orang berkumpul namun mina seakan selalu menjadi lebih luas layaknya rahim seorang ibu yang sedang mengandung.

12. Mudzalifah (saat mabit)

Terletak diantara Mina dan Mekkah, Muzdalifah merupakan lembah yang panjangnya sekitar 4 kilometer. Di tempat ini jemaah haji mabit awal (berhenti sejenak) untuk mengumpulkan 7 butir batu.

13. Di Jumratul Aqabah, Jumratul Wustha, dan Jumratul Ula (tiga pilar di tempat melempar batu di mina)

Saat Nabi Ibrahim as di perintahkan ALLAH untuk menyembelih putranya Ismail, setan menggoda beliau agar tidak melaksanakan perintah itu. Tiga kali beliau di goda setan, tiga kali juga beliau melemparkan batu kepada setan. Di tempat-tempat Nabi Ibrahim melemparlah di bangun tugu-tugu peringatan. Jumlah ula terletak di dekat Masjid Khaif, jumlah wustha berjarak 150 meter dari jumrah ula, dan jumrah aqabah berada di pintu gerbang mina, berjarak sekitar 190 meter dari jumrah wustha.

Doa Sujud Tilawah

Doa Sujud Tilawah

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu bihaulihi wa quwatih, fatabaarokallaahu ahsanul khooliqiin.

Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan KekuatanNya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.

HR. At-Tirmidzi

bisa juga, Doa Sujud Tilawah

اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Allaahummaktub lii bihaa ‘indaka ajron, wa dho’ ‘annii bihaa wizron, waj’alhaa lii ‘indaka dzukhron, wa taqobbalhaa minnii kamaa taqobbaltahaa min ‘abdika daawuud.

Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisiMu dan ampunilah dengannya akan dosaku, serta jadikanlah simpanan untukku di sisiMu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hambaMu Dawud.

HR. At-Tirmidzi 

Turun Hujan, Waktu Terbaik untuk berdoa

Saat Turun Hujan, Adalah Waktu Terbaik untuk berdoa. Jika kita perhatikan ketika turun hujan, ada sebagian orang yang gelisah dan tidak senang. Hal ini disebabkan karena turunnya hujan itu dirasa mengganggu aktivitas mereka, mungkin ada yang mau bekerja, ada janji dengan temannya atau karena sebab yang lainnya. Sehingga yang terjadi adalah mengeluh dan mengeluh.

Padahal jika kita merenung dan memahami hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, waktu hujan turun adalah saat mustajabnya do’a, artinya do’a kita semakin mudah terkabulkan.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan:

”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan :
[1] Bertemunya dua pasukan,
[2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak:
[1] do’a ketika adzan dan
[2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah memohon diturunkannya hujan yang bermanfaat. Do’a yang dipanjatkan adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan.

Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Air hujan yang mengalir merupakan suatu karunia dan akan membawa berkah dan manfaat bagi kita. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan, keberkahan dan kemanfaatan senantiasa meliputi diri kata..

Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat serta kaum muslimin ..

Semoga bermanfaat..
Baarakallah fiikum…

Dzikir 33x Setelah Shalat

Keutamaan Dzikir 33x Setelah Shalat

Dari sahabat Abu Hurairah, radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« مَنْ سَبَّح اللهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثَاً وَثَلاثِينَ ، وَحَمَدَ اللهَ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاثَاً وَثَلاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ ثُمَّ قَالَ : تَمَامَ المائَةِ لا إِله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وُلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ » .

Barang siapa yang membaca Subhanallah setiap selesai shalat 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali. Itulah 99 kali. Lalu berkata sebagai penyempurna keseratus, Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syay’in qadiir, maka dosa-dosanya diampuni meskipun seperti buih di lautan.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim.

Subhanallah artinya Maha Suci Allah dari segala kekurangan, baik dalam Dzat-Nya, Sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Oleh karena itu Dzat Allah tidak sama dengan perkara apapun. Sifat-Nya tidak sama dengan sifat apapun. Perbuatan-Nya tidak sama dengan perbuatan siapapun.

Alhamdulillah artinya segala puji hanya bagi Allah, karena kesempurnaan-Nya yang bersifat mutlak. Allah terpuji bukan hanya karena anugerah-Nya yang agung dan tidak terhitung, tetapi lebih dari itu karena kesempurnaan-Nya.

Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar, yaitu meskipun Allah kita sucikan dari segala kekurangan dan kita sematkan segala kesempurnaan kepada-Nya, Allah jelas Lebih Besar daripada hal tersebut.

syi’ir kh ali maksum

Syiiran “Eling-Eling Siro Manungso” KH Ali Maksum Sebuah Nyanyian Dzikr  “Sangkan Paraning Dumadi”
( Dari Mana, Untuk Apa, Dan Kemana Tujuan Hidup )

oleh KH Ali Makshum

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ  اللَّهْ   #  اَلْمَلِكُ الْحَـقُّ الْمُـبِيْنْ

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهْ #          صَادِقُ الْوَعْدِاْلأمِيْنْ

1

Eling-Eling Siro Manungso
Temenono anggonmu ngaji
Mumpung durung ketekanan
Malaikat juru pati

Ingat, wahai manusia. Bersungguh-sungguh lah dalam belajar  dan mengkaji ilmu agama.  Mumpung kita masih hidup, belum kedatangan malaikat maut

2

Awak-awak wangsulono
Pitakonku marang siro
Soko ngendi siro iku
Menyang ngendi tujuanmu

Hai, manusia! Jawab pertanyaanku kepadamu : “Dari mana kamu hidup, dan kemana tujuan hidupmu”.

3

Kulo gesang tanpo nyono
Kulo mboten nggadah sejo
Mung kersane Kang Kuwoso
Gesang kulo mung sak dermo

Hidup kami tanpa disangka. Kami tidak punya kehendak. (Semuanya) hanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Kami sekedar menjalaninya.

4

Gesang kulo sak meniko
Inggih wonten ngalam dunyo
Dunyo ngalam keramean
Isine mung apus-apusan

Hidupku saat ini di dunia yang penuh keramaian ini,   hanya permainan belaka, (bukan hidup yg sebenarnya).

5

Yen sampun dumugi mongso
Nuli sowan Kang Kuwoso
Siang dalu sinten nyono
Tekane sing njabut nyowo

Jika sudah datang waktunya (kiamat), kami akan menghadap kepada Yang Kuasa. Siang malam, siapa yang menyangka datangnya sang pencabut nyawa.

6

Urip nang ndunyo ‘ra suwe
Bakal ngalih panggonane
Akhirat nggon sejatine
Mung amal becik sangune

Hidup di dunia hanya sebentar. Kita nanti pasti pindah hidup di akhirat, tempat  kembali yang sejati. Hanya amal kebajikan sebagai bekalnya.

7

Sowanmu nang Pangeranmu
Sopo kang dadi kancamu
Opo kang dadi gawanmu
Kang nyelametke awakmu

Sewaktu menghadap kepada Tuhanmu, siapa yang akan menemanimu? Bekal apa yg akan menyelamatkanmu?

8

Kulo sowan nang Pangeran
Kulo miji tanpo rencang
Tanpo sanak tanpo kadang
Bondho kulo ketilaran

Kami sendirian menghadap Tuhan, tanpa ditemani kawan dan sanak saudara. Harta benda pun kami tinggalkan.

9

Yen manungso sampun pejah
Uwal saking griyo sawah
Najan nangis anak simah
Nanging kempal boten betah

Jika sudah mati, seseorang akan pisah dari rumah dan sawahnya. Sekalipun anak-isteri menangisi. Padahal, kalau hidup berkumpul terus rasanya tidak betah.

10

Senajan berbondho-bondho
Morine mung sarung ombo
Anak bojo moro tuwo
Yen wis nguruk banjur lungo

Sekalipun kaya raya, harta benda yang ia kenakan hanya selembar kain mori (kafan). Sehabis penguburan, anak, isteri dan mertua pergi meninggalkannya

11

Yen urip tan kebeneran
Bondho kang sa’ pirang-pirang
Ditinggal dienggo rebutan
Anak podho keleleran

Jika tak benar dalam menjalani kehidupan (tak mampu mendidik & mengarahkan keluarganya ke jalan yang benar), bisa-bisa seluruh harta jadi rebutan, sehingga anak-anaknya “keleleran” (hidup tanpa arah, materialis, lupa jasa orangtua)

12

Yen sowan kang Moho Agung
Ojo susah ojo bingung
Janji ridhone Pangeran
Udinen nganggo amalan

Jika menghadap kepada Allah, jangan susah dan jangan bingun. Janji ridho Allah. hendaknya kamu cari dengan amalan ibadah dan amal sholih

13

Amal sholeh ‘ra mung siji
Dasare waton ngabekti
Nderek marang Kanjing Nabi
Muhammad Rosul ilahi

Amal sholeh banyak macamnya, tidak hanya satu. Prinsipnya, asal kamu mau berbakti (ibadah) demi menjalankan perintah Allah dan mengikuti jejak Nabi Muhammad, Rasul utusan Alloh.

14

Mbangun turut ing wong tuwo
Serto becik ing tetonggo
Welaso sak podho-podho
Ojo podho saling ngino

Berusaha berbakti kepada orang tua, baik pada tetangga, berbelas kasih pada sesama dan jangan zalim (menghina)

15

Yen ngendiko sing ati-ati
Ojo waton angger muni
Roqib ‘Atid kang nulisi
Gusti Alloh kang ngadili

Hati-hatilah berbicara, jangan asal ngomong. Sebab, Roqib ‘Atid selalu mencatatnya dan Alloh yang akan mengadili

16

Ojo dumeh sugih bondho
Yen Pangeran paring loro
Bondho akeh tanpo guno
Doktere mung ngreko doyo

Jangan merasa sombong dengan harta kekayaan.  Bila Allah sudah menimpakan sakit padamu, seluruh harta tak ada gunanya. Dokter sekedar berusaha mengobati, tak bisa menyembuhkan. Karena Allah-lah Penyembuh sejati.

17

Mulo mumpung siro sugih
Infak ojo wegah-wegih
Darmo jo ndadak ditagih
Tetulung jo pilih-pilih

Karena itu, mumpung masih kaya, jangan malas berinfak-sodaqah, jangan menunggu kalau ditagih, dan kalau ingin menolong jangan sampai pilih kasih

18

Mulo mumpung siro waras
Ngibadaho kanti ikhlas
Yen leloro lagi teko
Sanakmu mung biso ndungo

Karena itu, mumpung sehat wal afiat, beribadahlah yang ikhlas. Sebab, jika tertimpa sakit,  sanak saudaramu hanya dapat berdoa agar lekas sembuh, (tanpa bisa membantu kekurangan ibadahmu)

19

Mumpung siro isih gagah
Mempengo nyengkut jo wegah
Mengko siro yen wis pikun
Ojo nelongso karo getun

Mumpung kamu masih kuat/gagah, giatlah beribadah. Jika tidak demikian, jangan sampai merana dan menyesal sewaktu kamu sudah pikun (tua, lemah dan loyo)

20

Mulo konco podho elingo
Uripmu sing ngati-ati
Mung sepisan ono ndunyo
Yen wis mati ora bali

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mempergunakan kehidupan ini, wahai kawan! Hidup di dunia ini hanya sekali. Setelah mati, tidak akan ada hidup di dunia lagi.

21

Gusti Alloh wus nyawisi
Islam agomo sejati
Tatanan kang anyukupi
Lahir bathin kang mumpuni

Gusti Alloh sudah memberikan kepada kita Islam sebagai agama yang sejati, yang berisi tata-cara kehidupan lahir-bathin secara menyeluruh.

22

Gusti Alloh Pangeran kito
Al-Qur’an pedoman kito
Nabi Muhammad panutan kito
Umat Islam sedulur kito

Gusti Alloh Tuhan kita. Al-Qur;an pedoman hidup kita. Nabi Muham-mad tokoh panutan kita. Dan Umat Islam sebagai saudara kita.

23

Ya Alloh kang Moho Suci
Kulo nyuwun ilmu sejati
Kangge nglakoni agami
Nyontoh dateng kanjeng Nabi

Ya Alloh, Tuhan Yang Maha Suci. Kami mohon ilmu sejati untuk  menjalankan perintah agama Islam, mencontoh perilaku Rasulullah.

24

Mugi Alloh paring ridho
Gesang kito wonten dunyo
Selamet saking beboyo
Teng akhirat mlebet swargo

Semoga Allah meridhoi kita dalam mengarungi  kehidupan  di dunia ini, selamat dari bala’-bencana dan  di akhirat masuk surga

25

Amin, amin, amin, amin
Ya Alloh Robbal ‘Alamin
Mugi Paduko ngabulno
Sedoyo panyuwun kulo

Amin, amin, amin, amin, Ya Alloh Robbal ‘Alamin  Kiranya Engkau mengabulkan seluruh permohonan kami

Alhamdulillah. 

salam

Busro Lana

Busro Lana Lirik

Busyro lana nilnalmuna
Zalal ‘anaa wa falhanaa
Wadahru anjaza wa’dahu
Walbisru adhamu’lana
Busyro lana nilnalmuna
Zalal ‘anaa wa falhanaa

Yaa nafsut tibibil liqo
Yaa ‘ainu qorri ‘a’yunaa
Hadza jamaalal mustofaa
Anwaruhu Lahatslana

Yaa toibatu maadza naquul
Wafiika qod halar rosuul
Wakulluna yarjul wushuul
Limuhammadin Nabiyyina

Ya roudhotal hadisy syafii’
Washohibihi wal baqii’
Uktublana nahjul jami’
Ziarotal lihabibiinaa

Haitsul amaani roudhuha
Qod dholla hillu mujtaba
Wabil habiibil mustofaa
Shofa watooba ‘aysyuna

Shola ‘alaihi daimaan
Fii kulli hiini robbuna
Waalihi washohbihi
Ahlil ma’aani walwafaa

Sholli wasallim yaa salaam
‘alannabiy mahidh dholaam
Waalihi washohbihi
Maaunsidat busyrolana

Lirik Qasidah Busyro Lana Arab dan Artinya :

بُشْرَىلَنَا نِلْنَاالْمَُى . زَالَ الْعَنَى وَافَالْهَنَا

Busyra lana nil nal muna. Ja lal ana wa fal hana

Kebahagiaan milik kami kerana kami memperoleh harapan. Dan hilang sudah semua kesusahan, lengkap sudah semua kebahagiaan.

وَالدَّهْرُاَنَجْزَوََعْدَهُ . وَالْبِشْرُاَضْحَى مُعْلَنَا

Wad dah ru anjaza waq da ru. Wal bisy ru at ha muk la na

Dan waktu sudah menepati janjinya. Dan kebahagaan menampakkan kemuliaan kami. Berlumuran dengan wangian kegembiraan menanti pertemuan dengan insan termulia.

يَانَفْسُ طِيبِي بِاللَّقَا يَاعَيْنُ قَرَّى اَعْيُنَا

Ya naksu tibibil liko. Ya ainu korri akyuna
Wahai nafsu, puaslah dengan perjumpaan ini. Wahai mata, sejukkanlah semua mata kami.

هََذَاجَمَالُ الْمُصْطَفَى . اَنْوَارُهُ لاَ حَتْ لَبَا
Haza jamalul muktona. Anwa ruha la hatlana
Lihat! Inilah keindahan al-Musthafa . Cahayanya lebih kelihatan dan mempersona bagi kita semua.

يَا طَيْبَةُ مَا ذَانَقُولْ وَفِيكِ قَدْ خَلَّ الرَّسُولْ

Ya toibatul mazanakul. Wa fiki kod hallarasul
Duhai Thaibah (Madinah), apa yang dapat kami katakan?. Jika Rasul telah mendiami wilayahmu.

وَاُلُّنَانَرْجُواْلوُصُولْ. لـِمُحمَّدٍ نَبِــيَّنَا

Wakullu narjulusul. Limuhammadilnabil yana
Dan kami semua ingin berjumpa. Dengan Muhammad, nabi kami.
يَارَوْضَةَالْهَادِالشَّفِيعِ . وَصَاحِبَتِهِ وَالْبَقِيعِ

Yarau tohal hadisy safiq. Waso i batihiwalbakiq
Duhai taman Nabi, pembawa petunjuk dan pemberi syafaat. Dan kedua temannya serta tanah Baqi’

اُاْتُبْ لَنَا نَحْنُالْجَمِيعُ . زِيَادَةًلِحَبِيبِنَا

Altublana nahnul jamiq. Ziya rojanlihabibina
Catatlah kami semua. Bahawa kami berziarah kepada kekasih kami.

صَلَّ وَسَلَّمْ يَا سَلاَمْ . عَلَى النَّبِى مَا حِى الظَّلاَمْ

Solli wa sallim ya sallam. Alan nabi mahiz zolam
Wahai Tuhan Maha Pemberi Salam, berikan selawat dan salam. Kepada Nabi menghilangkan kegelapan.

وَالْأَلِ وَالصَّحْبِ الْاِرَامْ . مَا أُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا

Wal a li wassohbil lirom. Ma unsyidat busyra lana
Juga keluarga, para sahabat yang mulia. Selama dilagukan qasidah “Busyro Lana”

Sekian mengenai bacaan lirik qasidah busyro lana, semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin sering bersholawat kepada Rasulullah SAW. wallahu a’lam.

lirik tola al badru

lirik tola al badru

Thola ‘al badru ‘alayna
Min-tsaniyyatil wada’
Wajabasy syukru ‘alayna
Ma da’a lillahi da’

Ayyuhal mab’u-tsu fiina
Ji’ta bil amril mutho’
Anta ghow-tsuna jami’a
Ya mujammalath thiba’

Kun syafi’an ya habibi
Yawma hasyri wajtima’
Wa sholatullahi dawama.
Li nabiyyi syamsil biqo?
Salamullahi alaikum

Dijelaskan saat ROSULULLAH shalallahu alayhi wa’alihi wasallam selesai dari Fatah Makkah, kaum Anshar merasa cemburu melihat kaum muhajirin mendapatkan ghanimah. kaum Anshar tidak diberi sehingga kaum Anshar mengeluh:

“Disaat kami sulit kami yang dipanggil”

ketika Rasul dalam desakan diperang Hunain, Rasul berbalik ke kanan dan kirinya dan berkata:
“Wahai kaum Anshar…”

maka Anshar pun turun dari atas bukit – bukit dan berkata :
“Labbaik wa sa’daik ya Rasulullah” wahai Rasul kami datang, kami datang, kami bersamamu”,

Mereka turun dari atas bukit dengan panggilan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kaum anshar berkata:
“Saat sulit kami yang dipanggil, tapi saat bagian pembagian kami tidak di beri..”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
“Mereka (kaum muhajjirin) kembali kerumah2 mereka membawa ghanimah, membawa harta, membawa kambing, membawa onta, membawa kerbau, dan kalian belum cukupkah jika aku pulang ketempat kampung2 kalian, aku datang untuk kalian tidak cukupkah aku untuk kalian?

Maka mereka ku berikan harta tetapi kalian ku berikan diriku”

Maka bergembiralah kaum Anshar mendengarnya:
“Sudah ya Rasulullah, cukup ya Rasulullah kami sangat gembira”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk menenangkan kaum Anshar seraya berkata:
“Jika seandainya kaum Anshar meninggalkan Madinah pergi kelembah lain, aku akan ikut bersama kaum Anshar, jika seandainya kaum Anshar pergi kesuatu perbukitan keluar dari Madinah aku akan bersama kaum Anshar, jika bukan karena hijrah aku adalah dari orang Anshar” kata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Sedemikian cintanya Rasulullah tidak mau berpisah dengan para kekasihnya, kaum Anshar terkenal sangat cinta pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam, saat beliau datang maka THOLA’AL BADRU ‘ALAINA bergemuruh dengan rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Disaat Rasul yang terusir disemua wilayah, terusir di Makkah, terusir di Tha’if dan di tempat lainnya namun di Madinah justru di sambut dengan hangat oleh Kaum Anshor, maka saat itu Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lupa cintanya kaum Anshar, yang selalu tidak ingin pisah dengan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

LIRIK THOLA’AL BADRU’ALAINA

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Nabi kita sang pengemban ar-risalah dari Tuhan
Oleh orang yang merasa besar diri dan kuasa
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati

Seraya akhirnya tiba saatnya perintah hijrahnya
Segala rintangan segala tantangan tak diindahkan

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Bagai sampan di lautan berkendala berintangan
Orang-orang di dunia yang menuju kebenaran
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Tak mengheran sebagai ujian orang beriman

syiiran eling siro manungso KH Ali Maksum

Buat saudara2 ku di Suriname
doakan kami bisa silaturrahim kesana 4 bulan.
mengingatkan pentingnya
kembali pd iman dan amal sholeh.
sebagai perkenalan sy kirimkan syiiran ini. semoga mendapat banyak manfaat

Syiiran “Eling-Eling Siro Manungso” KH Ali Maksum

Sebuah Nyanyian Dzikr  Sangkan Paraning Dumadi

( Dari Mana, Untuk Apa, Dan Kemana Tujuan Hidup )

oleh KH Ali Makshum

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ  اللَّهْ   #  اَلْمَلِكُ الْحَـقُّ الْمُـبِيْنْ

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهْ #          صَادِقُ الْوَعْدِاْلأمِيْنْ

1

Eling-Eling Siro Manungso
Temenono anggonmu ngaji
Mumpung durung ketekanan
Malaikat juru pati

Ingat, wahai manusia. Bersungguh-sungguh lah dalam belajar  dan mengkaji ilmu agama.  Mumpung kita masih hidup, belum kedatangan malaikat maut

2

Awak-awak wangsulono
Pitakonku marang siro
Soko ngendi siro iku
Menyang ngendi tujuanmu

Hai, manusia! Jawab pertanyaanku kepadamu : “Dari mana kamu hidup, dan kemana tujuan hidupmu”.

3

Kulo gesang tanpo nyono
Kulo mboten nggadah sejo
Mung kersane Kang Kuwoso
Gesang kulo mung sak dermo

Hidup kami tanpa disangka. Kami tidak punya kehendak. (Semuanya) hanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Kami sekedar menjalaninya.

4

Gesang kulo sak meniko
Inggih wonten ngalam dunyo
Dunyo ngalam keramean
Isine mung apus-apusan

Hidupku saat ini di dunia yang penuh keramaian ini,   hanya permainan belaka, (bukan hidup yg sebenarnya).

5

Yen sampun dumugi mongso
Nuli sowan Kang Kuwoso
Siang dalu sinten nyono
Tekane sing njabut nyowo

Jika sudah datang waktunya (kiamat), kami akan menghadap kepada Yang Kuasa. Siang malam, siapa yang menyangka datangnya sang pencabut nyawa.

6

Urip nang ndunyo ‘ra suwe
Bakal ngalih panggonane
Akhirat nggon sejatine
Mung amal becik sangune

Hidup di dunia hanya sebentar. Kita nanti pasti pindah hidup di akhirat, tempat  kembali yang sejati. Hanya amal kebajikan sebagai bekalnya.

7

Sowanmu nang Pangeranmu
Sopo kang dadi kancamu
Opo kang dadi gawanmu
Kang nyelametke awakmu

Sewaktu menghadap kepada Tuhanmu, siapa yang akan menemanimu? Bekal apa yg akan menyelamatkanmu?

8

Kulo sowan nang Pangeran
Kulo miji tanpo rencang
Tanpo sanak tanpo kadang
Bondho kulo ketilaran

Kami sendirian menghadap Tuhan, tanpa ditemani kawan dan sanak saudara. Harta benda pun kami tinggalkan.

9

Yen manungso sampun pejah
Uwal saking griyo sawah
Najan nangis anak simah
Nanging kempal boten betah

Jika sudah mati, seseorang akan pisah dari rumah dan sawahnya. Sekalipun anak-isteri menangisi. Padahal, kalau hidup berkumpul terus rasanya tidak betah.

10

Senajan berbondho-bondho
Morine mung sarung ombo
Anak bojo moro tuwo
Yen wis nguruk banjur lungo

Sekalipun kaya raya, harta benda yang ia kenakan hanya selembar kain mori (kafan). Sehabis penguburan, anak, isteri dan mertua pergi meninggalkannya

11

Yen urip tan kebeneran
Bondho kang sa’ pirang-pirang
Ditinggal dienggo rebutan
Anak podho keleleran

Jika tak benar dalam menjalani kehidupan (tak mampu mendidik & mengarahkan keluarganya ke jalan yang benar), bisa-bisa seluruh harta jadi rebutan, sehingga anak-anaknya “keleleran” (hidup tanpa arah, materialis, lupa jasa orangtua)

12

Yen sowan kang Moho Agung
Ojo susah ojo bingung
Janji ridhone Pangeran
Udinen nganggo amalan

Jika menghadap kepada Allah, jangan susah dan jangan bingun. Janji ridho Allah. hendaknya kamu cari dengan amalan ibadah dan amal sholih

13

Amal sholeh ‘ra mung siji
Dasare waton ngabekti
Nderek marang Kanjing Nabi
Muhammad Rosul ilahi

Amal sholeh banyak macamnya, tidak hanya satu. Prinsipnya, asal kamu mau berbakti (ibadah) demi menjalankan perintah Allah dan mengikuti jejak Nabi Muhammad, Rasul utusan Alloh.

14

Mbangun turut ing wong tuwo
Serto becik ing tetonggo
Welaso sak podho-podho
Ojo podho saling ngino

Berusaha berbakti kepada orang tua, baik pada tetangga, berbelas kasih pada sesama dan jangan zalim (menghina)

15

Yen ngendiko sing ati-ati
Ojo waton angger muni
Roqib ‘Atid kang nulisi
Gusti Alloh kang ngadili

Hati-hatilah berbicara, jangan asal ngomong. Sebab, Roqib ‘Atid selalu mencatatnya dan Alloh yang akan mengadili

16

Ojo dumeh sugih bondho
Yen Pangeran paring loro
Bondho akeh tanpo guno
Doktere mung ngreko doyo

Jangan merasa sombong dengan harta kekayaan.  Bila Allah sudah menimpakan sakit padamu, seluruh harta tak ada gunanya. Dokter sekedar berusaha mengobati, tak bisa menyembuhkan. Karena Allah-lah Penyembuh sejati.

17

Mulo mumpung siro sugih
Infak ojo wegah-wegih
Darmo jo ndadak ditagih
Tetulung jo pilih-pilih

Karena itu, mumpung masih kaya, jangan malas berinfak-sodaqah, jangan menunggu kalau ditagih, dan kalau ingin menolong jangan sampai pilih kasih

18

Mulo mumpung siro waras
Ngibadaho kanti ikhlas
Yen leloro lagi teko
Sanakmu mung biso ndungo

Karena itu, mumpung sehat wal afiat, beribadahlah yang ikhlas. Sebab, jika tertimpa sakit,  sanak saudaramu hanya dapat berdoa agar lekas sembuh, (tanpa bisa membantu kekurangan ibadahmu)

19

Mumpung siro isih gagah
Mempengo nyengkut jo wegah
Mengko siro yen wis pikun
Ojo nelongso karo getun

Mumpung kamu masih kuat/gagah, giatlah beribadah. Jika tidak demikian, jangan sampai merana dan menyesal sewaktu kamu sudah pikun (tua, lemah dan loyo)

20

Mulo konco podho elingo
Uripmu sing ngati-ati
Mung sepisan ono ndunyo
Yen wis mati ora bali

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mempergunakan kehidupan ini, wahai kawan! Hidup di dunia ini hanya sekali. Setelah mati, tidak akan ada hidup di dunia lagi.

21

Gusti Alloh wus nyawisi
Islam agomo sejati
Tatanan kang anyukupi
Lahir bathin kang mumpuni

Gusti Alloh sudah memberikan kepada kita Islam sebagai agama yang sejati, yang berisi tata-cara kehidupan lahir-bathin secara menyeluruh.

22

Gusti Alloh Pangeran kito
Al-Qur’an pedoman kito
Nabi Muhammad panutan kito
Umat Islam sedulur kito

Gusti Alloh Tuhan kita. Al-Qur;an pedoman hidup kita. Nabi Muham-mad tokoh panutan kita. Dan Umat Islam sebagai saudara kita.

23

Ya Alloh kang Moho Suci
Kulo nyuwun ilmu sejati
Kangge nglakoni agami
Nyontoh dateng kanjeng Nabi

Ya Alloh, Tuhan Yang Maha Suci. Kami mohon ilmu sejati untuk  menjalankan perintah agama Islam, mencontoh perilaku Rasulullah.

24

Mugi Alloh paring ridho
Gesang kito wonten dunyo
Selamet saking beboyo
Teng akhirat mlebet swargo

Semoga Allah meridhoi kita dalam mengarungi  kehidupan  di dunia ini, selamat dari bala’-bencana dan  di akhirat masuk surga

25

Amin, amin, amin, amin
Ya Alloh Robbal ‘Alamin
Mugi Paduko ngabulno
Sedoyo panyuwun kulo

Amin, amin, amin, amin, Ya Alloh Robbal ‘Alamin  Kiranya Engkau mengabulkan seluruh permohonan kami

Alhamdulillah. 

Sholawat Tibbil Qulub

Sholawat Tibbil Qulub

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Tibbil Qulubi Wadawaiha

Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya

وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا 

Wa’afiyatil Abdani Wasyifa’iha

penyehat badan dan kesembuhannya 

 وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا

Wa Nuril Abshori Wadliyaiha

dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya

 وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Wa ‘Ala Aalihi Washohbihi Wa Sallim

Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya