Arsip Kategori: Doa dan Dzikir

SURAT YASSIN ADALAH HATI AL QURAN

SURAT YASSIN ADALAH HATI ALQUR’AN

PERTANYAAN :

ada pertanyaan titipan dari temen…. Adakah Sunnah (hadits) atau keterangan para ulama mengenai SURAT YASIN adalah JANTUNGNYA AL-QUR’AN????

JAWABAN :

Memang terdapat keterangan yang menyatakan bahwa surat yaasiin adalah qalb al-Quraan (hati alquraan)

وهي مكية ، وروى مقاتل بن حيان ، عن قتادة ، عن أنس ، عن النبي قال : ‘ إن لكل شيء قلبا ، وإن قلب القرآن سورة يس ، ومن قرأ سورة يس أعطاه الله ثواب قراءة القرآن عشر مرات .

“Surat Yaasin termasuk Makkiyyah (surat yang diturunkan dikota makah) Muqootil Bin Hayan meriwayatkan dari Sahabat Anas dari Nabi shallaahu alaihi wasallam “Sesungguhnya setiap sesuatu memilik hati, sedang hati alQuran adalah surat yaasiin, maka barangsiapa membaca surat yasin, Allah memberi pahala padanya sepuluh bacaan alquran”. [ Tafsiir as-Sam’aani IV/265, Al-Lubaab Fii ‘Uluum al-Kitaab XVI/268 ].

وروى الإمام أحمد وأبو داود والنسائي واللفظ له وابن ماجه والحاكم وصححه مرفوعا : [ [ قلب القرآن سورة يس لا يقرؤها رجل يريد الله والدار الآخرة إلا غفر له ] ]

[ Al-‘Uhuud al-Muhammadiyyah I/119 ].

Iklan

wirid KH Abdul Hamid Pasuruan

Mampukah melakukan riyadhah dan melanggengkan wirid  spt KH Abdul Hamid ini?

KH. ABDUL HAMID PASURUAN

Suatu ketika ada seseorang meminta nomer togel ke Kyai Hamid. Oleh Kyai Hamid diberi dengan syarat jika dapat togel maka uangnya harus dibawa kehadapan Kyai Hamid. Maka orang tersebut benar-benar memasang nomer pemberian Kyai Hamid dan menang. Saran ditaati uang dibawa kehadapan Kyai Hamid. Oleh kyai uang tersebut dimasukan ke dalam bejana dan disuruh melihat apa isinya. Terlihat isinya darah dan belatung. Kyai Hamid berkata “tegakah saudara memberi makan anak istri saudara dengan darah dan belatung?” Orang tersebut menangis dan bertobat.
Setiap pergi ke manapun Kyai Hamid selalu didatangi oleh umat, yang berduyun duyun meminta doa padanya. Bahkan ketika naik haji ke mekkah pun banyak orang tak dikenal dari berbagai bangsa yang datang dan berebut mencium tangannya. darimana orang tau tentang derajat Kyai Hamid? Mengapa orang selalu datang memuliakannya? Konon inilah keistimewaan beliau, beliau derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.
Pada suatu saat orde baru ingin mengajak Kyai Hamid masuk partai pemerintah. Kyai Hamid menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat. Ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kyai Hamid menerimanya dan menandatanganinya. Anehnya pulpen tak bisa keluar tinta, diganti polpen lain tetap tak mau keluar tinta. Akhirnya Kyai Hamid berkata: “Bukan saya yang gak mau tanda tangan, tapi bolpointnya gak mau”. Itulah Kyai Hamid dia menolak dengan cara yang halus dan tetap menghormati siapa saja yang bertamu kerumahnya.
Inilah beberapa dari banyak karomah Kyai Hamid. Kyai Hamid adalah realita nyata tentang munculnya seorang hamba Allah yang mempunyai kekuatan ma’rifat billah yang mumpuni dan kekuatan musyahadah atas nur tajalli dengan maqam wilayah yang amat tinggi. Dan kekuatan tersebut tentu tidak mungkin beliau dapatkan dengan serta merta tanpa melalui tahapan-tahapan amaliyah dan maqamat tarekat yang beliau jalani dan beliau istiqamahkan. Setidaknya -dari sirah Kyai Hamid yang dapat kita baca-, kualitas amaliyah dan maqamat itulah yang selalu beliau pancarkan dalam setiap gerak langkah beliau. Kewara’an, kezuhudan, ketawadlu’an, kesabaran, keistiqamahan, dan riyadlah.
Dan yang jelas, kekuatan ma’rifat dan wilayah tersebut hingga saat ini telah menjadi hamparan hikmah yang maha luas dan menebarkan harum pada sanubari tiap orang yang mengenalnya. Hingga siapapun tak akan pernah kehabisan untuk mengais suri tauladan atas keagungan akhlaknya dan menempa keberkahan yang telah beliau sebarkan dalam setiap relung hati dan palung hidup kita.
Sebelum menjadi kyai, semasa beliau mondok di Termas, Abdul Hamid (nama asli Kyai Hamid) banyak melakukan suluk tarekat secara sirri. Seperti sering pergi ke gunung dekat pondok Termas untuk melakukan khalwat dan dzikir. Tapi kalau ada orang datang, ia pura-pura mantheg (mengetapel) agar orang tidak tahu bahwa dia sedang berkhalwat. Amalan wirid juga sering beliau baca disela-sela aktifitasnya sebagai seorang santri. Bahkan, ketika sering diajak begadang untuk mencari jangkrik, Kyai Hamid segera membaca wirid ketika teman-temannya tidak melihatnya.
Lambat laun, aktifitas suluk Kyai Hamid dengan dzikir sirri (qalbi) dan membaca awrad semakin intens dilakukan di kamar Pondok. Bahkan diceritakan, semakin hari, Kyai Hamid semakin jarang keluar dari kamar untuk melakukan dzikir dan wirid tarekat tersebut. Sampai-sampai, kawan-kawannya menggodanya dengan mengunci pintu kamar dari luar.
Beliau bersikap hormat pada siapapun. Dari yang miskin sampai yang kaya, dari yang jelata sampai yang berpangkat, semua dilayaninya, semua dihargainya. Misalnya, bila sedang menghadapi banyak tamu, beliau memberikan perhatian pada mereka semua. Mereka ditanyai satu per satu sehingga tak ada yang merasa disepelekan. “Yang paling berkesan dari Kiai Hamid adalah akhlaknya: penghargaannya pada orang, pada ilmu, pada orang alim, pada ulama. Juga tindak tanduknya,” kata Mantan Menteri Agama, Prof. Dr. Mukti Ali, yang pernah menjadi junior sekaligus anak didiknya di Pesantren Tremas.
Beliau sangat menghormat pada ulama dan habaib. Di depan mereka, sikap beliau layaknya sikap seorang santri kepada kiainya. Bila mereka bertandang ke rumahnya, beliau sibuk melayani. Misalnya, ketika Sayid Muhammad ibn Alwi Al-Maliki, seorang ulama kondang Mekah (yang baru saja wafat), bertamu, beliau sendiri yang mengambilkan suguhan, lalu mengajaknya bercakap sambil memijatinya. Padahal tamunya itu lebih muda usia.
Sikap tawadhu’ itulah, antara lain, rahasia “keberhasilan” beliau. Karena sikap ini beliau bisa diterima oleh berbagai kalangan, dari orang biasa sampai tokoh. Para kiai tidak merasa tersaingi, bahkan menaruh hormat ketika melihat sikap tawadhu’ beliau yang tulus, yang tidak dibuat-buat. Derajat beliau pun meningkat, baik di mata Allah maupun di mata manusia. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW., “Barangsiapa bersikap tawadhu’, Allah akan mengangkatnya.”
Beliau sangat penyabar, sementara pembawaan beliau halus sekali. Sebenarnya, di balik kehalusan itu tersimpan sikap keras dan temperamental. Hanya berkat riyadhah (latihan) yang panjang, beliau berhasil meredam sifat cepat marah itu dan menggantinya dengan sifat sabar luar biasa. Riyadhah telah memberi beliau kekuatan nan hebat untuk mengendalikan amarah.
Beliau, misalnya, dapat menahan amarah ketika disorongkan oleh seorang santri hingga hampir terjatuh. Padahal, santri itu telah melanggar aturan pondok, yaitu tidak tidur hingga lewat pukul 9 malam. Waktu itu hari sudah larut malam. Beliau disorongkan karena dikira seorang santri. “Sudah malam, ayo tidur, jangan sampai ketinggalan salat subuh berjamaah,” kata beliau dengan suara halus sekali.
Beliau juga tidak marah mendapati buah-buahan di kebun beliau habis dicuri para santri dan ayam-ayam ternak beliau ludes dipotong mereka. “Pokoknya, barang-barang di sini kalau ada yang mengambil (makan), berarti bukan rezeki kita,” kata beliau.

Pada saat-saat awal beliau memimpin Pondok Salafiyah, seorang tetangga sering melempari rumah beliau. Ketika tetangga itu punya hajat, beliau menyuruh seorang santri membawa beras dan daging ke rumah orang tersebut. Tentu saja orang itu kaget, dan sejak itu kapok, tidak mau mengulangi perbuatan usilnya tadi. Beliau juga tidak marah ketika seorang yang hasud mencuri daun pintu yang sudah dipasang pada bangunan baru di pondok.

Melalui riyadhah dan mujahadah (memerangi hawa nafsu) yang panjang, beliau telah berhasil membersihkan hati beliau dari berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit takabur dan amarah, tapi juga penyakit lainnya. Beliau sudah berhasil menghalau rasa iri dan dengki. Beliau sering mengarahkan orang untuk bertanya kepada kiai lain mengenai masalah tertentu. “Sampeyan tanya saja kepada Kiai Ghofur, beliau ahlinya,” kata beliau kepada seorang yang bertanya masalah fiqih. Beliau pernah marah kepada rombongan tamu yang telah jauh-jauh datang ke tempat beliau, dan mengabaikan kiai di kampung mereka. Beliau tak segan “memberikan” sejumlah santrinya kepada KH. Abdur Rahman, yang tinggal di sebelah rumahnya, dan kepada Ustaz Sholeh, keponakannya yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Salafiyah.
Menghilangkan rasa takabur memang sangat sulit. Terutama bagi orang yang memiliki kelebihan ilmu dan pengaruh. Ada yang tak kalah sulitnya untuk dihapus, yaitu kebiasaan menggunjing orang lain. Bahkan para kiai yang memiliki derajat tinggi pun umumnya tak lepas dari penyakit ini. Apakah menggunjing kiai saingannya atau orang lain. Kiai Hamid, menurut pengakuan banyak pihak, tak pernah melakukan hal ini. Kalau ada orang yang hendak bergunjing di depan beliau, beliau menyingkir. Sampai KH. Ali Ma’shum berkata, “Wali itu ya Kiai Hamid itulah. Beliau tidak mau menggunjing (ngrasani) orang lain.”
Kiai Hamid, seperti para wali lainnya, adalah tiang penyangga masyarakatnya. Tidak hanya di Pasuruan tapi juga di tempat-tempat lain. Beliau adalah sokoguru moralitas masyarakatnya. Beliau adalah cermin (untuk melihat borok-borok diri), beliau adalah teladan, beliau adalah panutan. Beliau dipuja, di mana-mana dirubung orang, ke mana-mana dikejar orang (walaupun beliau sendiri tidak suka, bahkan marah kalau ada yang mengkultuskan beliau).
Tanggal 9 rabiul awal 1403 H beliau berpulang ke rahmatulloh. Umat menangis, gerak kehidupan di Pasuruan seakan terhenti. Ratusan ribu orang membanjiri Pasuruan, memenuhi relung Masjid Agung Al Anwar dan alun alun serta memadati gang dan ruas jalan. Beliau dimakamkan di belakang masjid agung Pasuruan. Ribuan umat menziarahinya setiap waktu mengenang jasa dan cinta beliau kepada umat.
Seperti kebanyakan para kiai, Kiai Hamid banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secaara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. 
Diantara ijazah beliau adalah:

1. Membaca SURAT AL-FATIHAH 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.

2. Membaca HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL sebanyak 450 kali sehari semalam.

3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.

4. Membaca kitab DALA’ILUL KHAIRAT. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.

5. Wirid rutin AL-WIRD AL-LATHIF dan RATIB AL-HADDAD. Dua wirid yang diajarkan oleh Kyai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.

Terakhir, berikut Syiir doa beliau yang pernah dimuat di KWA

بسم الله الرّحمن الرّحيم

يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا

Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa

وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا

Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho

فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ

Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa

وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ

Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan

وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا

Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami

وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ

Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara

وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ

Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat

وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ

serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan

فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا 

Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami

بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ

Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan

صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ

Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).

وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ

Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun

وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى

Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan

Dzikir Pahala Besar

Dzikir Pahala Besar Dalam dzikir Al-ma’surat terdapat sebuah doa yang berbunyi : “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “

(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak bilangan ciptaan-Nya dan keridhaan-Nya, dan sebesar bobot ‘arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya 3x )

“Dari Juwairiyah (Ummul Mukminin Radhiyallahu`anha), Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar dari sisinya pagi-pagi untuk shalat shubuh di masjid. Beliau kembali (ke kamar Juwairiyah) pada waktu dhuha, sementara ia masih duduk di sana. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Engkau masih duduk sebagaimana ketika aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, aku telah mengatakan kepadamu empat kata sebanyak tiga kali, yang seandainya empat kata itu ditimbang dengan apa saja yang engkau baca sejak tadi tentu akan menyamainya, (empat kata itu) yakni: “Subhanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaka nafsihi, wa ziinata ‘Arsyihi, wa midada kalimatihi’ “
(HR Muslim)

Hadits ini berisikan percakapan antara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersama salah satu istri beliau yaitu ibunda Juwairiyah. Diceritakan pada saat itu Rasulullah sedang bermalam di rumah ibunda Juwairiyah, kemudian saat memasuki waktu Subuh, Rasul berangkat ke masjid dan melihat ibunda Juwairiyah pun yang sudah siap duduk menunggu untuk melakukan solat subuh dikamarnya. Masuk waktu dhuha, Rasul pun kembali ke kamar beliau dan didapatinya Juwairiyah masih duduk dengan posisi yang sama seperti di subuh tadi sambil melakukan ibadah-ibadah lain seperti membaca Quran,dll. Akhirnya Rasulullah pun menegur dengan mengingatkan keistimewaan dari 4 kata di dalam doa tersebut. Pahala yang didapat dengan membaca 4 kata sebanyak 3x itu sama beratnya dengan ibadah yang dilakukan ibunda dalam beberapa menit/jam di tempat duduknya. Setelah itu, ibunda Juwairiyah pun tidak melakukannya lagi.

Pesan Rasulullah : Rasulullah mengetahui bahwa seorang wanita/Ibu/Ummahat pastinya memiliki tugas-tugas istimewa di pagi hari yaitu menyiapkan keperluan suami untuk bekerja, menyiapkan keperluan anak-anak untuk sekolah, menyiapkan sarapan, dan berbagai aktifitas rumah sehari-hari. Maka dengan berbagai aktifitas istimewa inilah Rasul mengingatkan, bahwa dalam 4 kata doa Al-Ma’surat itu pun dibuat begitu istimewa untuk mereka dengan ganjaran pahala yang luar biasa,yaitu sama dengan ibadah-ibadah yang dilakukan ketika duduk hingga waktu dhuha. Sehingga waktu mereka bisa digunakan seoptimal mungkin untuk melakukan tugas lainnya.

Lalu apakah penjelasan dari 4 kata istimewa yang tadi sudah kita sebut?
4 kata tersebut dimulai dari kata ‘adada khalqihi karena kata Subhanallahi wa bihamdihi merupakan kata pembuka saja. 4 kata tersebut menerangkan pahala-pahala yang bisa kita dapatkat jika istiqomah membaca doa ini. InsyaAllah akan dibahas satu persatu secara ringkas.

Rincian 4 kata :

1. ‘adada khalqihi, (Sejumlah makhluk yang Allah ciptakan)
Kita tidak akan pernah mengetahui jumlah pasti dari seluruh makhluk yang telah Allah ciptakan, mulai dari terkecil seperti mikroba hingga yang besar. Namun harus selalu kita yakini bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah dan kita yakin bahwa setiap makhluk yang Allah ciptakan pun beribadah pada-Nya. Dan pahala yang kita dari doa ini bisa sebesar jumlah makhluk yang Allah ciptakan. MasyaAllah…

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Isro’:44)

Allah menciptakan makhluknya menjadi 5 golongan:
Insani — Manusia
Ruhani — makhluk seperti malaikat, syaitan, dll (gaib)
Nabati — tumbuh-tumbuhan
Hayawani — semua binatang
Jamadi — planet-planet

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. An-Nur:41)

2. wa ridhaka nafsihi (Serela diri-Nya)
Allah akan selalu rela memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang senantiasa membaca kata ini.
“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
(Qs. Az-Zumar:53-54)

3. wa ziinata ‘Arsyihi (Seberat Arasy-Nya)
Arasy — ibarat singasana / pelaminan
Hendaknya manusia senantiasa patuh dan memuliakan Allah, jika diibaratkan menurut bahasa kita seperti saat kita menghormati pasangan pengantin yang berada di pelaminannya saat kita mendatangi sebuah undangan pernikahan. Maka Allah pun jauh lebih mulia dan berada di singasananya yaitu arasy.

“(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (Qs. Thoha:5 )

Ada 3 hal tentang hakikat ‘Arsy :
1. Hanya Allah yang Maha Tahu tentang hakikatnya
2. Hanya Allah yang Maha Tahu keberadaannya
3. Hanya Allah yang Maha Tahu bersemayamnya

“Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tuhan bagi ‘Arsy yang mulia.” (Qs Al Mukminun:116)

*bagi yang masih bingung tentang ‘arsy, yuk masing2 diri mencari lagi penjelasan detilnya, atau tanyakan pada guru ngajimu agar keyakinan kita pada kekuasaan Allah makin bertambah 🙂

4. wa midada kalimatihi’ (Sebanyak tinta (bagi) kalimat-Nya)
MasyaAllah… berkah dan rahmat yang bisa kita dapatkan yaitu sebanyak kalimat Allah yang pastinya tak akan habis jika dituliskan.

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (Qs. Al-Kahfi:109 )

Hikmah :
Pahala ketika membaca doa ini, terlebih lagi bisa istiqomah pagi petang setiap hari yaitu mendapatkan pahala yang bisa sebanyak makhluk Allah, kemudian Allah akan jauh lebih rela kepada diri kita, pahalanya pun juga bisa seberat ‘Arsy Allah, yang terakhir berkah dan rahmat Allah sebanyak kalimat Allah yang tak bisa habis jika ditulis.

Begitulah ringkasan 4 kata istimewa yang terdapat dalam salah satu doa Al-Ma’surat yang mungkin selama ini kita sudah rutinkan namun belum mengetahui rincian/ penjelasan dibalik doa tersebut yang ternyata memiliki berbagai hal yang luar biasa. Jadi, tidak ada kata “MALAS” lagi untuk merutinkan membaca dzikir doa Alma’surat. Semoga Allah senantiasa memberkahi niat dan amalan ibadah-ibadah kita. Aamiin…
Wallahu a’lam Bishowab

Wassalam….

Doa sholat Hajat

​Doa Sholat Hajat

 

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

 

LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIM, SUBHANALLAAHI RABBIL ‘ARSYIL ‘ADZIIM, AL HAMDULILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN, AS’ALUKA MUUJIBAATI RAHMATIKA WA AZAA’IMA MAGHFIRATIKA WAL GHANIIMATA MIN KULLI BIRRIN WAS SALAAMATA MIN KULLI ITSMIN, LAA TADA’ LI DZAMBAN ILLAA GHAFARTAHU WALAA HAMMAN ILLAA FARRAJTAHU WALAA HAAJATAN HIYA LAKA RIDLAN ILLA QADLAITAHA YAA ARHAMAR RAHIMIIN

 

Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang maha lembut lagi Maha pemurah, Mahasuci Allah Rabb pemilik ‘Arsy yang Mahaagung, segala puji bagi Allah Rabb semesta Alam, aku mengharap rahmatMU, ketetapan hati (untuk meraih) ampunanMu, mendapatkan keberuntungan dengan segala kabaikan dan keselamatan dari segala perbuatan dosa, jangan Engkau biarkan dosa padaku kecuali Engkau mengampuninya, dan jangan Engkau biarkan kegundahan kecuali Engkau membukakannya, dan jangan Engkau biarkan kebutuhan-kebutuhan yang Engkau ridlai kecuali Engkau penuhi, wahai Dzat yang maha pengasih

 

sholat 2 rokaat lalu baca doa ini

 

H.R. Tirmidzi 479

غريب – ضعيف (الألباني)

TEMPAT-TEMPAT ISTIMEWA DAN MUSTAJAB

​*TEMPAT-TEMPAT ISTIMEWA DAN MUSTAJAB*

Selain istimewa, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Multazam, Raudhah, dan Arafah adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Lebih lengkap, dalam kitab Al Majimu, Imam Nawawi menyebutkan tempat-tempat yang istimewa di Tanah Suci sekaligus tempat mustajab, adalah:

1. Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)

“Merupakan bagian dinding yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, sekitar 2 meter panjangnya. Multazam lah yang oleh Rasulullah disebutkan sebagai tempat “paling mujarab” untuk berdoa, seperti di riwayatkan Al Baihaqi dan Ibnu Abbas: “Antara rukun Aswad—sudut tempat  Hajar Aswad dan pintu Ka’bah disebut Multazam, melainkan Allah mengabulkan permintaannya.

2. Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Masjidil Haram)

Rukun adalah sandi atau tiang, yakni 4 sudut Ka’bah yang diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, dan Rukun Yamani. Rukun Aswad yang lebih dikenal dengan Hajar Aswad merupakan posisi “batu hitam” yang turut sebagian riwayat adalah batu dari yang menggantung setinggi 1,5 meter dari atas tanah. Saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapat perintah dari ALLAH untuk meninggikan pondasi Ka’bah, Hajar Aswad dijadikan salah satu pondasi. “Dan (ingatlah), ketika ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha mengetahui.” (QS Al Baqarah: 127). Hajar Aswad adalah posisi permulaan bagi jemaah haji untuk melakukan tawaf. Karena keistimewaannya, berdoa di hajar aswad juga sangat mustajab. Disunnahkan juga untuk mencium batu hitam tersebut.

3. Maqam Ibrahim (dekat Ka’bah)

Bukanlah kuburan, namun batu yang tercetak pijakan kaki Nabi Ibrahim saat beliau akan membangun Ka’bah. Diriwayatkan, batu tersebut dapat naik dan turun sendiri sesuai kemauan Nabi Ibrahim saat melakukan pemasangan batu untuk dinding ka’bah. Ibnu Abbas menyebutkan: “tidak ada sesuatupun di dunia ini yang berasal dari surga, kecuali Hajar Aswad dan maqam Ibrahim.” Kini batu tersebut disimpan dalam bangunan kristal berkrangka besi dan tertutup kaca tebal. Di sekitar maqam ibrahim ini orang melakukan shalat sunnah apabila telah selesai tawaf. Istimewannya maqam ini di sebutkan ALLAH dalam QS Al Baqarah: 125, “Dan jadikanlah sebagian dari maqam Ibrahim itu sebagai tempat shalat.”

4. Hijir Ismail (dekat Ka’bah)

Terletak di sebelah utara Ka’bah, berbentuk setengah lingkaran. Hijir Ismail dibangun Nabi Ibrahim sebagai tempat berteduh sewaktu membangun Ka’bah. Hijir Ismail pada awalnya masuk dalam bagian Ka’bah dari kerusakan, karena kekurangan biaya mereka mengurangi bangunan Ka’bah 6 hasta. Rasulullah bersabda, “Dari Aisyah ra berkata: Aku ingin sekali masuk kedalam ka’bah untuk shalat di dalamnya.” Maka Rasulullah SAW menarik tanganku masuk ke Hijir Ismail seraya berkata “Apabila engkau mau masuk ke dalam ka’bah, maka sesungguhnya hijir ini sebagian dari Ka’bah. Karena kaummu ketika membina Ka’bah kembali menguranginya hingga Hijir itu berada di luar Ka’bah.” (hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Tirmizi). Oleh karena sebagian Hijir Ismail termasuk bagian ka’bah, maka pelaksanaan tawaf di lakukan di luar Hijir Ismail, termasuk juga shalat fardhu.
5. Dalam Ka’bah
Di dalamnya terdapat 3 tiang utama yang berfungsi menyangga atap Ka’bah. Di situ ada mihrab, dimana Rasulullah pernah shalat. Ada pula tangga untuk naik ke atap. Dinding-dinding di dalamnya di lapisi batu mualam dan marmer yang di hiasi kaligrafi.
6. Mizhab atau talang emas (di depan Hijir Ismail)
Mizhab adalah talang air yang terletak pada sisi bagian utara menghadap Hijir Ismail. Awalnya Ka’bah tak memiliki atap sehingga tidak memerlukan talang (saluran) air. Saat suku Quraisy merenovasi dan melengkapi dengan atap, maka di perlukan talang untuk membuang air hujan. Pada masa khalifah Walid bin Abdul Malik (Bani Umayyah) talang Ka’bah telah di selaputi emas. Semasa pemerintahan Sultan Abdul Majid (1267 H) bin Mahmud Khan (istanbul) talang tersebut di ganti dengan emas seluruhnya, dengan berat sekitar 40 kg.

7. Sumur Zam-zam (Masjidil Haram)

Rasulullah SAW meminum air dari sumur zam-zam dan beliau bersabda:“Air Zam-zam penuh berkah dan makanan yang mengenyanginya dan obat bagi penyakit. Jibril mencuci hatiku pada malam isra’ adalah dengan air sumur itu.”(HR Bukhari Muslim)

8. Bukit Shafa dan Marwah (komplek masjidil haram)

Kisah Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, Ismail as, menjadi dasar bagi prosesi sa’i dalam Ibadah Haji dan Umrah. Jarak antara Shafa-Marwah 415 meter (sebagian sumber menyebut 405 dan 450 meter). Kedua bukit ini sekarang sudah termasuk bangunan Masjidil Haram. Namun hukum kesuciannya tetap berlaku “terpisah” , bahwa lokasi tersebut adalah lokasi di luar masjid. Sehingga muslimah yang sedang haid boleh melakukan sa’i.

9. Raudhah (Masjid Nabawi, Madinah)

“Di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku,” begitu sabda Rasulullah saw (Muttafaq alaihi). Selain multazam, Raudhah merupakam tempat berdoa paling mustazab. Tak heran, di masa haji, tempat tempat ini menjadi “rebutan” para jamaah haji untuk shalat dan berdoa. Raudhah merupakan “bekas” rumah Rasulullah yang kini termasuk dalam Masjid Nabawi. Posisinya antara makam Rasulullah dan Mimbar Rasulullah, dengan luas kurang lebih 144 meter persegi. Raudhah berarti “taman surga”. Beberapa ahli meriwayatkan bahwa tempat tersebut kelak setelah kiamat akan benar benar ALLAH pindahkan ke surga, sehingga ia menjadi bagian taman surga.

10. Padang Arafah (saat wuquf)

Merupakan tempat untuk melakukan wuquf, salah satu rukun Haji, yang bila tidak di laksanakan maka hajinya batal (tidak sah). Keutamaan arafah sebagai tempat yang mustazab untuk berdoa adalah berdasar sabda Rasulullah saw, : “Doa yang paling afdol adalah doa di hari arafah.” Dalam riwayat lain, rasulullah bersabda, “tidak ada hari yang paling banyak ALLAH menentukan pembebasan hambanya dari neraka, kecuali hari arafah.”

11. Mina (saat hari tasyriq)

Sesungguhnya mina itu seperti rahim, yang ketika terjadi kehamilan diluaskan oleh ALLAH swt,” sabbda Rasulullah saw mengenai keistimewaan tempat yang terletak 7 kilometer dari Masjidil Haram ini. “keajaiban” mina memang kemampuannya menampung seluruh jemaah Haji yang datang menjelang tanggal 10 zulhijah untuk melontar jumrah. Dua juta orang berkumpul namun mina seakan selalu menjadi lebih luas layaknya rahim seorang ibu yang sedang mengandung.

12. Mudzalifah (saat mabit)

Terletak diantara Mina dan Mekkah, Muzdalifah merupakan lembah yang panjangnya sekitar 4 kilometer. Di tempat ini jemaah haji mabit awal (berhenti sejenak) untuk mengumpulkan 7 butir batu.

13. Di Jumratul Aqabah, Jumratul Wustha, dan Jumratul Ula (tiga pilar di tempat melempar batu di mina)

Saat Nabi Ibrahim as di perintahkan ALLAH untuk menyembelih putranya Ismail, setan menggoda beliau agar tidak melaksanakan perintah itu. Tiga kali beliau di goda setan, tiga kali juga beliau melemparkan batu kepada setan. Di tempat-tempat Nabi Ibrahim melemparlah di bangun tugu-tugu peringatan. Jumlah ula terletak di dekat Masjid Khaif, jumlah wustha berjarak 150 meter dari jumrah ula, dan jumrah aqabah berada di pintu gerbang mina, berjarak sekitar 190 meter dari jumrah wustha.

Doa Sujud Tilawah

Doa Sujud Tilawah

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu bihaulihi wa quwatih, fatabaarokallaahu ahsanul khooliqiin.

Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan KekuatanNya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.

HR. At-Tirmidzi

bisa juga, Doa Sujud Tilawah

اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Allaahummaktub lii bihaa ‘indaka ajron, wa dho’ ‘annii bihaa wizron, waj’alhaa lii ‘indaka dzukhron, wa taqobbalhaa minnii kamaa taqobbaltahaa min ‘abdika daawuud.

Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisiMu dan ampunilah dengannya akan dosaku, serta jadikanlah simpanan untukku di sisiMu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hambaMu Dawud.

HR. At-Tirmidzi 

Turun Hujan, Waktu Terbaik untuk berdoa

Saat Turun Hujan, Adalah Waktu Terbaik untuk berdoa. Jika kita perhatikan ketika turun hujan, ada sebagian orang yang gelisah dan tidak senang. Hal ini disebabkan karena turunnya hujan itu dirasa mengganggu aktivitas mereka, mungkin ada yang mau bekerja, ada janji dengan temannya atau karena sebab yang lainnya. Sehingga yang terjadi adalah mengeluh dan mengeluh.

Padahal jika kita merenung dan memahami hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, waktu hujan turun adalah saat mustajabnya do’a, artinya do’a kita semakin mudah terkabulkan.

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan:

”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan :
[1] Bertemunya dua pasukan,
[2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”

Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua do’a yang tidak akan ditolak:
[1] do’a ketika adzan dan
[2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”

Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah memohon diturunkannya hujan yang bermanfaat. Do’a yang dipanjatkan adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”

Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan.

Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.

Air hujan yang mengalir merupakan suatu karunia dan akan membawa berkah dan manfaat bagi kita. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan, keberkahan dan kemanfaatan senantiasa meliputi diri kata..

Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah moment tersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat serta kaum muslimin ..

Semoga bermanfaat..
Baarakallah fiikum…

Dzikir 33x Setelah Shalat

Keutamaan Dzikir 33x Setelah Shalat

Dari sahabat Abu Hurairah, radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« مَنْ سَبَّح اللهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثَاً وَثَلاثِينَ ، وَحَمَدَ اللهَ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاثَاً وَثَلاثِينَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ ثُمَّ قَالَ : تَمَامَ المائَةِ لا إِله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وُلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ » .

Barang siapa yang membaca Subhanallah setiap selesai shalat 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali. Itulah 99 kali. Lalu berkata sebagai penyempurna keseratus, Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syay’in qadiir, maka dosa-dosanya diampuni meskipun seperti buih di lautan.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim.

Subhanallah artinya Maha Suci Allah dari segala kekurangan, baik dalam Dzat-Nya, Sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Oleh karena itu Dzat Allah tidak sama dengan perkara apapun. Sifat-Nya tidak sama dengan sifat apapun. Perbuatan-Nya tidak sama dengan perbuatan siapapun.

Alhamdulillah artinya segala puji hanya bagi Allah, karena kesempurnaan-Nya yang bersifat mutlak. Allah terpuji bukan hanya karena anugerah-Nya yang agung dan tidak terhitung, tetapi lebih dari itu karena kesempurnaan-Nya.

Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar, yaitu meskipun Allah kita sucikan dari segala kekurangan dan kita sematkan segala kesempurnaan kepada-Nya, Allah jelas Lebih Besar daripada hal tersebut.

syi’ir kh ali maksum

Syiiran “Eling-Eling Siro Manungso” KH Ali Maksum Sebuah Nyanyian Dzikr  “Sangkan Paraning Dumadi”
( Dari Mana, Untuk Apa, Dan Kemana Tujuan Hidup )

oleh KH Ali Makshum

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ  اللَّهْ   #  اَلْمَلِكُ الْحَـقُّ الْمُـبِيْنْ

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهْ #          صَادِقُ الْوَعْدِاْلأمِيْنْ

1

Eling-Eling Siro Manungso
Temenono anggonmu ngaji
Mumpung durung ketekanan
Malaikat juru pati

Ingat, wahai manusia. Bersungguh-sungguh lah dalam belajar  dan mengkaji ilmu agama.  Mumpung kita masih hidup, belum kedatangan malaikat maut

2

Awak-awak wangsulono
Pitakonku marang siro
Soko ngendi siro iku
Menyang ngendi tujuanmu

Hai, manusia! Jawab pertanyaanku kepadamu : “Dari mana kamu hidup, dan kemana tujuan hidupmu”.

3

Kulo gesang tanpo nyono
Kulo mboten nggadah sejo
Mung kersane Kang Kuwoso
Gesang kulo mung sak dermo

Hidup kami tanpa disangka. Kami tidak punya kehendak. (Semuanya) hanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Kami sekedar menjalaninya.

4

Gesang kulo sak meniko
Inggih wonten ngalam dunyo
Dunyo ngalam keramean
Isine mung apus-apusan

Hidupku saat ini di dunia yang penuh keramaian ini,   hanya permainan belaka, (bukan hidup yg sebenarnya).

5

Yen sampun dumugi mongso
Nuli sowan Kang Kuwoso
Siang dalu sinten nyono
Tekane sing njabut nyowo

Jika sudah datang waktunya (kiamat), kami akan menghadap kepada Yang Kuasa. Siang malam, siapa yang menyangka datangnya sang pencabut nyawa.

6

Urip nang ndunyo ‘ra suwe
Bakal ngalih panggonane
Akhirat nggon sejatine
Mung amal becik sangune

Hidup di dunia hanya sebentar. Kita nanti pasti pindah hidup di akhirat, tempat  kembali yang sejati. Hanya amal kebajikan sebagai bekalnya.

7

Sowanmu nang Pangeranmu
Sopo kang dadi kancamu
Opo kang dadi gawanmu
Kang nyelametke awakmu

Sewaktu menghadap kepada Tuhanmu, siapa yang akan menemanimu? Bekal apa yg akan menyelamatkanmu?

8

Kulo sowan nang Pangeran
Kulo miji tanpo rencang
Tanpo sanak tanpo kadang
Bondho kulo ketilaran

Kami sendirian menghadap Tuhan, tanpa ditemani kawan dan sanak saudara. Harta benda pun kami tinggalkan.

9

Yen manungso sampun pejah
Uwal saking griyo sawah
Najan nangis anak simah
Nanging kempal boten betah

Jika sudah mati, seseorang akan pisah dari rumah dan sawahnya. Sekalipun anak-isteri menangisi. Padahal, kalau hidup berkumpul terus rasanya tidak betah.

10

Senajan berbondho-bondho
Morine mung sarung ombo
Anak bojo moro tuwo
Yen wis nguruk banjur lungo

Sekalipun kaya raya, harta benda yang ia kenakan hanya selembar kain mori (kafan). Sehabis penguburan, anak, isteri dan mertua pergi meninggalkannya

11

Yen urip tan kebeneran
Bondho kang sa’ pirang-pirang
Ditinggal dienggo rebutan
Anak podho keleleran

Jika tak benar dalam menjalani kehidupan (tak mampu mendidik & mengarahkan keluarganya ke jalan yang benar), bisa-bisa seluruh harta jadi rebutan, sehingga anak-anaknya “keleleran” (hidup tanpa arah, materialis, lupa jasa orangtua)

12

Yen sowan kang Moho Agung
Ojo susah ojo bingung
Janji ridhone Pangeran
Udinen nganggo amalan

Jika menghadap kepada Allah, jangan susah dan jangan bingun. Janji ridho Allah. hendaknya kamu cari dengan amalan ibadah dan amal sholih

13

Amal sholeh ‘ra mung siji
Dasare waton ngabekti
Nderek marang Kanjing Nabi
Muhammad Rosul ilahi

Amal sholeh banyak macamnya, tidak hanya satu. Prinsipnya, asal kamu mau berbakti (ibadah) demi menjalankan perintah Allah dan mengikuti jejak Nabi Muhammad, Rasul utusan Alloh.

14

Mbangun turut ing wong tuwo
Serto becik ing tetonggo
Welaso sak podho-podho
Ojo podho saling ngino

Berusaha berbakti kepada orang tua, baik pada tetangga, berbelas kasih pada sesama dan jangan zalim (menghina)

15

Yen ngendiko sing ati-ati
Ojo waton angger muni
Roqib ‘Atid kang nulisi
Gusti Alloh kang ngadili

Hati-hatilah berbicara, jangan asal ngomong. Sebab, Roqib ‘Atid selalu mencatatnya dan Alloh yang akan mengadili

16

Ojo dumeh sugih bondho
Yen Pangeran paring loro
Bondho akeh tanpo guno
Doktere mung ngreko doyo

Jangan merasa sombong dengan harta kekayaan.  Bila Allah sudah menimpakan sakit padamu, seluruh harta tak ada gunanya. Dokter sekedar berusaha mengobati, tak bisa menyembuhkan. Karena Allah-lah Penyembuh sejati.

17

Mulo mumpung siro sugih
Infak ojo wegah-wegih
Darmo jo ndadak ditagih
Tetulung jo pilih-pilih

Karena itu, mumpung masih kaya, jangan malas berinfak-sodaqah, jangan menunggu kalau ditagih, dan kalau ingin menolong jangan sampai pilih kasih

18

Mulo mumpung siro waras
Ngibadaho kanti ikhlas
Yen leloro lagi teko
Sanakmu mung biso ndungo

Karena itu, mumpung sehat wal afiat, beribadahlah yang ikhlas. Sebab, jika tertimpa sakit,  sanak saudaramu hanya dapat berdoa agar lekas sembuh, (tanpa bisa membantu kekurangan ibadahmu)

19

Mumpung siro isih gagah
Mempengo nyengkut jo wegah
Mengko siro yen wis pikun
Ojo nelongso karo getun

Mumpung kamu masih kuat/gagah, giatlah beribadah. Jika tidak demikian, jangan sampai merana dan menyesal sewaktu kamu sudah pikun (tua, lemah dan loyo)

20

Mulo konco podho elingo
Uripmu sing ngati-ati
Mung sepisan ono ndunyo
Yen wis mati ora bali

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mempergunakan kehidupan ini, wahai kawan! Hidup di dunia ini hanya sekali. Setelah mati, tidak akan ada hidup di dunia lagi.

21

Gusti Alloh wus nyawisi
Islam agomo sejati
Tatanan kang anyukupi
Lahir bathin kang mumpuni

Gusti Alloh sudah memberikan kepada kita Islam sebagai agama yang sejati, yang berisi tata-cara kehidupan lahir-bathin secara menyeluruh.

22

Gusti Alloh Pangeran kito
Al-Qur’an pedoman kito
Nabi Muhammad panutan kito
Umat Islam sedulur kito

Gusti Alloh Tuhan kita. Al-Qur;an pedoman hidup kita. Nabi Muham-mad tokoh panutan kita. Dan Umat Islam sebagai saudara kita.

23

Ya Alloh kang Moho Suci
Kulo nyuwun ilmu sejati
Kangge nglakoni agami
Nyontoh dateng kanjeng Nabi

Ya Alloh, Tuhan Yang Maha Suci. Kami mohon ilmu sejati untuk  menjalankan perintah agama Islam, mencontoh perilaku Rasulullah.

24

Mugi Alloh paring ridho
Gesang kito wonten dunyo
Selamet saking beboyo
Teng akhirat mlebet swargo

Semoga Allah meridhoi kita dalam mengarungi  kehidupan  di dunia ini, selamat dari bala’-bencana dan  di akhirat masuk surga

25

Amin, amin, amin, amin
Ya Alloh Robbal ‘Alamin
Mugi Paduko ngabulno
Sedoyo panyuwun kulo

Amin, amin, amin, amin, Ya Alloh Robbal ‘Alamin  Kiranya Engkau mengabulkan seluruh permohonan kami

Alhamdulillah. 

salam

Busro Lana

Busro Lana Lirik

Busyro lana nilnalmuna
Zalal ‘anaa wa falhanaa
Wadahru anjaza wa’dahu
Walbisru adhamu’lana
Busyro lana nilnalmuna
Zalal ‘anaa wa falhanaa

Yaa nafsut tibibil liqo
Yaa ‘ainu qorri ‘a’yunaa
Hadza jamaalal mustofaa
Anwaruhu Lahatslana

Yaa toibatu maadza naquul
Wafiika qod halar rosuul
Wakulluna yarjul wushuul
Limuhammadin Nabiyyina

Ya roudhotal hadisy syafii’
Washohibihi wal baqii’
Uktublana nahjul jami’
Ziarotal lihabibiinaa

Haitsul amaani roudhuha
Qod dholla hillu mujtaba
Wabil habiibil mustofaa
Shofa watooba ‘aysyuna

Shola ‘alaihi daimaan
Fii kulli hiini robbuna
Waalihi washohbihi
Ahlil ma’aani walwafaa

Sholli wasallim yaa salaam
‘alannabiy mahidh dholaam
Waalihi washohbihi
Maaunsidat busyrolana

Lirik Qasidah Busyro Lana Arab dan Artinya :

بُشْرَىلَنَا نِلْنَاالْمَُى . زَالَ الْعَنَى وَافَالْهَنَا

Busyra lana nil nal muna. Ja lal ana wa fal hana

Kebahagiaan milik kami kerana kami memperoleh harapan. Dan hilang sudah semua kesusahan, lengkap sudah semua kebahagiaan.

وَالدَّهْرُاَنَجْزَوََعْدَهُ . وَالْبِشْرُاَضْحَى مُعْلَنَا

Wad dah ru anjaza waq da ru. Wal bisy ru at ha muk la na

Dan waktu sudah menepati janjinya. Dan kebahagaan menampakkan kemuliaan kami. Berlumuran dengan wangian kegembiraan menanti pertemuan dengan insan termulia.

يَانَفْسُ طِيبِي بِاللَّقَا يَاعَيْنُ قَرَّى اَعْيُنَا

Ya naksu tibibil liko. Ya ainu korri akyuna
Wahai nafsu, puaslah dengan perjumpaan ini. Wahai mata, sejukkanlah semua mata kami.

هََذَاجَمَالُ الْمُصْطَفَى . اَنْوَارُهُ لاَ حَتْ لَبَا
Haza jamalul muktona. Anwa ruha la hatlana
Lihat! Inilah keindahan al-Musthafa . Cahayanya lebih kelihatan dan mempersona bagi kita semua.

يَا طَيْبَةُ مَا ذَانَقُولْ وَفِيكِ قَدْ خَلَّ الرَّسُولْ

Ya toibatul mazanakul. Wa fiki kod hallarasul
Duhai Thaibah (Madinah), apa yang dapat kami katakan?. Jika Rasul telah mendiami wilayahmu.

وَاُلُّنَانَرْجُواْلوُصُولْ. لـِمُحمَّدٍ نَبِــيَّنَا

Wakullu narjulusul. Limuhammadilnabil yana
Dan kami semua ingin berjumpa. Dengan Muhammad, nabi kami.
يَارَوْضَةَالْهَادِالشَّفِيعِ . وَصَاحِبَتِهِ وَالْبَقِيعِ

Yarau tohal hadisy safiq. Waso i batihiwalbakiq
Duhai taman Nabi, pembawa petunjuk dan pemberi syafaat. Dan kedua temannya serta tanah Baqi’

اُاْتُبْ لَنَا نَحْنُالْجَمِيعُ . زِيَادَةًلِحَبِيبِنَا

Altublana nahnul jamiq. Ziya rojanlihabibina
Catatlah kami semua. Bahawa kami berziarah kepada kekasih kami.

صَلَّ وَسَلَّمْ يَا سَلاَمْ . عَلَى النَّبِى مَا حِى الظَّلاَمْ

Solli wa sallim ya sallam. Alan nabi mahiz zolam
Wahai Tuhan Maha Pemberi Salam, berikan selawat dan salam. Kepada Nabi menghilangkan kegelapan.

وَالْأَلِ وَالصَّحْبِ الْاِرَامْ . مَا أُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا

Wal a li wassohbil lirom. Ma unsyidat busyra lana
Juga keluarga, para sahabat yang mulia. Selama dilagukan qasidah “Busyro Lana”

Sekian mengenai bacaan lirik qasidah busyro lana, semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin sering bersholawat kepada Rasulullah SAW. wallahu a’lam.

lirik tola al badru

lirik tola al badru

Thola ‘al badru ‘alayna
Min-tsaniyyatil wada’
Wajabasy syukru ‘alayna
Ma da’a lillahi da’

Ayyuhal mab’u-tsu fiina
Ji’ta bil amril mutho’
Anta ghow-tsuna jami’a
Ya mujammalath thiba’

Kun syafi’an ya habibi
Yawma hasyri wajtima’
Wa sholatullahi dawama.
Li nabiyyi syamsil biqo?
Salamullahi alaikum

Dijelaskan saat ROSULULLAH shalallahu alayhi wa’alihi wasallam selesai dari Fatah Makkah, kaum Anshar merasa cemburu melihat kaum muhajirin mendapatkan ghanimah. kaum Anshar tidak diberi sehingga kaum Anshar mengeluh:

“Disaat kami sulit kami yang dipanggil”

ketika Rasul dalam desakan diperang Hunain, Rasul berbalik ke kanan dan kirinya dan berkata:
“Wahai kaum Anshar…”

maka Anshar pun turun dari atas bukit – bukit dan berkata :
“Labbaik wa sa’daik ya Rasulullah” wahai Rasul kami datang, kami datang, kami bersamamu”,

Mereka turun dari atas bukit dengan panggilan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kaum anshar berkata:
“Saat sulit kami yang dipanggil, tapi saat bagian pembagian kami tidak di beri..”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :
“Mereka (kaum muhajjirin) kembali kerumah2 mereka membawa ghanimah, membawa harta, membawa kambing, membawa onta, membawa kerbau, dan kalian belum cukupkah jika aku pulang ketempat kampung2 kalian, aku datang untuk kalian tidak cukupkah aku untuk kalian?

Maka mereka ku berikan harta tetapi kalian ku berikan diriku”

Maka bergembiralah kaum Anshar mendengarnya:
“Sudah ya Rasulullah, cukup ya Rasulullah kami sangat gembira”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk menenangkan kaum Anshar seraya berkata:
“Jika seandainya kaum Anshar meninggalkan Madinah pergi kelembah lain, aku akan ikut bersama kaum Anshar, jika seandainya kaum Anshar pergi kesuatu perbukitan keluar dari Madinah aku akan bersama kaum Anshar, jika bukan karena hijrah aku adalah dari orang Anshar” kata Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Sedemikian cintanya Rasulullah tidak mau berpisah dengan para kekasihnya, kaum Anshar terkenal sangat cinta pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihiwasallam, saat beliau datang maka THOLA’AL BADRU ‘ALAINA bergemuruh dengan rebana menyambut kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Disaat Rasul yang terusir disemua wilayah, terusir di Makkah, terusir di Tha’if dan di tempat lainnya namun di Madinah justru di sambut dengan hangat oleh Kaum Anshor, maka saat itu Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam tidak lupa cintanya kaum Anshar, yang selalu tidak ingin pisah dengan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

LIRIK THOLA’AL BADRU’ALAINA

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Nabi kita sang pengemban ar-risalah dari Tuhan
Oleh orang yang merasa besar diri dan kuasa
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati
Risalah yang dibawanya dihina tiada tempat di hati

Seraya akhirnya tiba saatnya perintah hijrahnya
Segala rintangan segala tantangan tak diindahkan

Thola’al badru ‘alaina min saniyatil wada’
Wajaba syukru ‘alaina mada’al lillahida’
Ayyuhal mab’utsufiina ji tabil amri mutho’
Qod tasaroftal madina marhaban yaa khoirodda’

Bagai sampan di lautan berkendala berintangan
Orang-orang di dunia yang menuju kebenaran
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Dimana pun tak berbeda bagian dari sunnah Ilahi
Tak mengheran sebagai ujian orang beriman

syiiran eling siro manungso KH Ali Maksum

Buat saudara2 ku di Suriname
doakan kami bisa silaturrahim kesana 4 bulan.
mengingatkan pentingnya
kembali pd iman dan amal sholeh.
sebagai perkenalan sy kirimkan syiiran ini. semoga mendapat banyak manfaat

Syiiran “Eling-Eling Siro Manungso” KH Ali Maksum

Sebuah Nyanyian Dzikr  Sangkan Paraning Dumadi

( Dari Mana, Untuk Apa, Dan Kemana Tujuan Hidup )

oleh KH Ali Makshum

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ  اللَّهْ   #  اَلْمَلِكُ الْحَـقُّ الْمُـبِيْنْ

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهْ #          صَادِقُ الْوَعْدِاْلأمِيْنْ

1

Eling-Eling Siro Manungso
Temenono anggonmu ngaji
Mumpung durung ketekanan
Malaikat juru pati

Ingat, wahai manusia. Bersungguh-sungguh lah dalam belajar  dan mengkaji ilmu agama.  Mumpung kita masih hidup, belum kedatangan malaikat maut

2

Awak-awak wangsulono
Pitakonku marang siro
Soko ngendi siro iku
Menyang ngendi tujuanmu

Hai, manusia! Jawab pertanyaanku kepadamu : “Dari mana kamu hidup, dan kemana tujuan hidupmu”.

3

Kulo gesang tanpo nyono
Kulo mboten nggadah sejo
Mung kersane Kang Kuwoso
Gesang kulo mung sak dermo

Hidup kami tanpa disangka. Kami tidak punya kehendak. (Semuanya) hanya kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Kami sekedar menjalaninya.

4

Gesang kulo sak meniko
Inggih wonten ngalam dunyo
Dunyo ngalam keramean
Isine mung apus-apusan

Hidupku saat ini di dunia yang penuh keramaian ini,   hanya permainan belaka, (bukan hidup yg sebenarnya).

5

Yen sampun dumugi mongso
Nuli sowan Kang Kuwoso
Siang dalu sinten nyono
Tekane sing njabut nyowo

Jika sudah datang waktunya (kiamat), kami akan menghadap kepada Yang Kuasa. Siang malam, siapa yang menyangka datangnya sang pencabut nyawa.

6

Urip nang ndunyo ‘ra suwe
Bakal ngalih panggonane
Akhirat nggon sejatine
Mung amal becik sangune

Hidup di dunia hanya sebentar. Kita nanti pasti pindah hidup di akhirat, tempat  kembali yang sejati. Hanya amal kebajikan sebagai bekalnya.

7

Sowanmu nang Pangeranmu
Sopo kang dadi kancamu
Opo kang dadi gawanmu
Kang nyelametke awakmu

Sewaktu menghadap kepada Tuhanmu, siapa yang akan menemanimu? Bekal apa yg akan menyelamatkanmu?

8

Kulo sowan nang Pangeran
Kulo miji tanpo rencang
Tanpo sanak tanpo kadang
Bondho kulo ketilaran

Kami sendirian menghadap Tuhan, tanpa ditemani kawan dan sanak saudara. Harta benda pun kami tinggalkan.

9

Yen manungso sampun pejah
Uwal saking griyo sawah
Najan nangis anak simah
Nanging kempal boten betah

Jika sudah mati, seseorang akan pisah dari rumah dan sawahnya. Sekalipun anak-isteri menangisi. Padahal, kalau hidup berkumpul terus rasanya tidak betah.

10

Senajan berbondho-bondho
Morine mung sarung ombo
Anak bojo moro tuwo
Yen wis nguruk banjur lungo

Sekalipun kaya raya, harta benda yang ia kenakan hanya selembar kain mori (kafan). Sehabis penguburan, anak, isteri dan mertua pergi meninggalkannya

11

Yen urip tan kebeneran
Bondho kang sa’ pirang-pirang
Ditinggal dienggo rebutan
Anak podho keleleran

Jika tak benar dalam menjalani kehidupan (tak mampu mendidik & mengarahkan keluarganya ke jalan yang benar), bisa-bisa seluruh harta jadi rebutan, sehingga anak-anaknya “keleleran” (hidup tanpa arah, materialis, lupa jasa orangtua)

12

Yen sowan kang Moho Agung
Ojo susah ojo bingung
Janji ridhone Pangeran
Udinen nganggo amalan

Jika menghadap kepada Allah, jangan susah dan jangan bingun. Janji ridho Allah. hendaknya kamu cari dengan amalan ibadah dan amal sholih

13

Amal sholeh ‘ra mung siji
Dasare waton ngabekti
Nderek marang Kanjing Nabi
Muhammad Rosul ilahi

Amal sholeh banyak macamnya, tidak hanya satu. Prinsipnya, asal kamu mau berbakti (ibadah) demi menjalankan perintah Allah dan mengikuti jejak Nabi Muhammad, Rasul utusan Alloh.

14

Mbangun turut ing wong tuwo
Serto becik ing tetonggo
Welaso sak podho-podho
Ojo podho saling ngino

Berusaha berbakti kepada orang tua, baik pada tetangga, berbelas kasih pada sesama dan jangan zalim (menghina)

15

Yen ngendiko sing ati-ati
Ojo waton angger muni
Roqib ‘Atid kang nulisi
Gusti Alloh kang ngadili

Hati-hatilah berbicara, jangan asal ngomong. Sebab, Roqib ‘Atid selalu mencatatnya dan Alloh yang akan mengadili

16

Ojo dumeh sugih bondho
Yen Pangeran paring loro
Bondho akeh tanpo guno
Doktere mung ngreko doyo

Jangan merasa sombong dengan harta kekayaan.  Bila Allah sudah menimpakan sakit padamu, seluruh harta tak ada gunanya. Dokter sekedar berusaha mengobati, tak bisa menyembuhkan. Karena Allah-lah Penyembuh sejati.

17

Mulo mumpung siro sugih
Infak ojo wegah-wegih
Darmo jo ndadak ditagih
Tetulung jo pilih-pilih

Karena itu, mumpung masih kaya, jangan malas berinfak-sodaqah, jangan menunggu kalau ditagih, dan kalau ingin menolong jangan sampai pilih kasih

18

Mulo mumpung siro waras
Ngibadaho kanti ikhlas
Yen leloro lagi teko
Sanakmu mung biso ndungo

Karena itu, mumpung sehat wal afiat, beribadahlah yang ikhlas. Sebab, jika tertimpa sakit,  sanak saudaramu hanya dapat berdoa agar lekas sembuh, (tanpa bisa membantu kekurangan ibadahmu)

19

Mumpung siro isih gagah
Mempengo nyengkut jo wegah
Mengko siro yen wis pikun
Ojo nelongso karo getun

Mumpung kamu masih kuat/gagah, giatlah beribadah. Jika tidak demikian, jangan sampai merana dan menyesal sewaktu kamu sudah pikun (tua, lemah dan loyo)

20

Mulo konco podho elingo
Uripmu sing ngati-ati
Mung sepisan ono ndunyo
Yen wis mati ora bali

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mempergunakan kehidupan ini, wahai kawan! Hidup di dunia ini hanya sekali. Setelah mati, tidak akan ada hidup di dunia lagi.

21

Gusti Alloh wus nyawisi
Islam agomo sejati
Tatanan kang anyukupi
Lahir bathin kang mumpuni

Gusti Alloh sudah memberikan kepada kita Islam sebagai agama yang sejati, yang berisi tata-cara kehidupan lahir-bathin secara menyeluruh.

22

Gusti Alloh Pangeran kito
Al-Qur’an pedoman kito
Nabi Muhammad panutan kito
Umat Islam sedulur kito

Gusti Alloh Tuhan kita. Al-Qur;an pedoman hidup kita. Nabi Muham-mad tokoh panutan kita. Dan Umat Islam sebagai saudara kita.

23

Ya Alloh kang Moho Suci
Kulo nyuwun ilmu sejati
Kangge nglakoni agami
Nyontoh dateng kanjeng Nabi

Ya Alloh, Tuhan Yang Maha Suci. Kami mohon ilmu sejati untuk  menjalankan perintah agama Islam, mencontoh perilaku Rasulullah.

24

Mugi Alloh paring ridho
Gesang kito wonten dunyo
Selamet saking beboyo
Teng akhirat mlebet swargo

Semoga Allah meridhoi kita dalam mengarungi  kehidupan  di dunia ini, selamat dari bala’-bencana dan  di akhirat masuk surga

25

Amin, amin, amin, amin
Ya Alloh Robbal ‘Alamin
Mugi Paduko ngabulno
Sedoyo panyuwun kulo

Amin, amin, amin, amin, Ya Alloh Robbal ‘Alamin  Kiranya Engkau mengabulkan seluruh permohonan kami

Alhamdulillah. 

Sholawat Tibbil Qulub

Sholawat Tibbil Qulub

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammadin Tibbil Qulubi Wadawaiha

Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya

وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا 

Wa’afiyatil Abdani Wasyifa’iha

penyehat badan dan kesembuhannya 

 وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا

Wa Nuril Abshori Wadliyaiha

dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya

 وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Wa ‘Ala Aalihi Washohbihi Wa Sallim

Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya

Dzikir Ibadah ringan yang di Sukai Allah

Ibadah yang paling Ringan yang bisa kita pakai guna Menunjukkan Rasa Cinta Kepada ALLAH adalah Ber Dzikir secara tulus. Sebab, zikir itu bisa dikerjakan meskipun oleh orang yang sudah tua, oleh orang sakit yang tak bisa berdiri, rukuk dan sujud, oleh pekerja yang sibuk dengan tugasnya, ataupun oleh orang malas yang sedang berbaring di tempat tidurnya…

ALLAH Swt. Berfirman :
“Apabila kamu telah menunaikan Sholat, BerDzikirlah kepada ALLAH, dalam keadaan Berdiri, Duduk, ataupun Berbaring” (QS An Nisa 4 : 103)

Dzikir Qalbu

Dzikir Qolbu disebut juga dzikir tersembunyi, dzikr khafi, yaitu zikir yang tersembunyi di dalam hati, tanpa suara dan kata-kata.

Zikir ini hanya memenuhi kalbu dengan kesadaran yang sangat dekat dengan Allah, seirama dengan detak jantung serta mengikuti keluar masuknya napas. Keluar masuknya napas yang dibarengi dengan kesadaran akan kehadiran Allah merupakan pertanda bahwa qalbu itu hidup dan berkomunikasi langsung dengan Allah.
Baca lebih lanjut

Tahlilan

MANFAAT DAN KEUTAMAAN TAHLILAN
Para ulama telah sepakat bahwa sampainya kiriman pahala sedekah atas nama orang yang telah meninggal.
Seperti yang telah di sebutkan dalam hadis-hadis yang sahih di antaranya;

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﻥَّ ﺃُﻣِّﻲ ﺍﻓْﺘُﻠِﺘَﺖْ ﻧَﻔْﺴُﻬَﺎ ﻭَﺃَﻇُﻨُّﻬَﺎ ﻟَﻮْ ﺗَﻜَﻠَّﻤَﺖْ ﺗَﺼَﺪَّﻗَﺖْ ﻓَﻬَﻞْ ﻟَﻬَﺎ ﺃَﺟْﺮٌ ﺇِﻥْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖُ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻧَﻌَﻢ
Dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi ﷺ : “Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bershadaqah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bershadaqah untuknya (atas namanya)?”. Beliau menjawab: “Ya, benar”. (HR. Bukhari )

Imam Muslim juga meriwayatkan hadis yang semisal di dalam kitab sahihnya pada bab;
ﻭﺻﻮﻝ ﺛﻮﺍﺏ ﺍﻟﺼﺪﻗﺎﺕ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻴﺖ .
Sampainya pahala sedekah kepada mayit.

Islam tentunya agama yang mengayomi semua lapisan baik yang kaya maupun yang miskin . Jika si kaya mampu bersedekah dengan hartanya, tentu si miskinpun ada cara agar mereka juga bisa bersedekah.
Seperti yang di jelaskan dalam hadis yang sahih ;

Rasulullah ﷺ bersabda :
ﺇِﻥَّ ﺑِﻜُﻞِّ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ ﺗَﻜْﺒِﻴﺮَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ ﺗَﺤْﻤِﻴﺪَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً ﻭَﻛُﻞِّ ﺗَﻬْﻠِﻴﻠَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔً
Sesungguhnya pada setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah,.(HR. Muslim)
Tidak di pungkiri lagi bahwa bacaan kalimat tasbih, takbir, tahmid dan tahlil merupakan salah satu bentuk sedekah.
Di dalam Al-Quran di sebutkan:
ﻭَﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴَﺎﺕُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺛَﻮَﺍﺑًﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮٌ ﺃَﻣَﻼً
Amalan-amalan yang kekal lagi saleh (al-baqiyatus salihat) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al-Kahfi: 46)

Banyak ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan amalan-amalan yang kekal lagi saleh (al-baqiyatus salihat) adalah bacaan;
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ، ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Diantara manfaat dan keutamaan bacaan tersebut yaitu ;
Merupakan bacaan yang paling di sukai oleh Allah ﷻ

Rasulullah ﷺ bersabda:
ﺃَﺣَﺐُّ ﺍﻟْﻜَﻠَﺎﻡِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺭْﺑَﻊٌ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮ َ
“Ada empat ucapan yang paling di sukai Allah Subhanahu Wa Ta’ala; 1. Subhanallah,
2. Al Hamdulillah,
3. Laa ilaaha illallah,
4. Allahu Akbar. . (HR. Muslim)

Dan juga merupakan bacaan yang paling di cintai oleh Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:

ﻟَﺄَﻥْ ﺃَﻗُﻮْﻝَ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻤَّﺎ ﻃَﻠَﻌَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ
Sesungguhnya membaca, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena oleh sinar matahari. (HR. Muslim

Dan juga merupakan bacaan yang merontokkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:
ﺇِﻥَّ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺗَﻨْﻔُﺾُ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﻨْﻔُﺾُ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮَﺓُ ﻭَﺭَﻗَﻬَﺎ
“Sesungguhnya bacaan ‘subhaanAllah wal hamdu lillaah wa laa ilaaha illa Allah wa Allahu akbar’ merontokkan dosa-dosa sebagaimana sebatang pohon yang merontokkan daunnya.”
(HR. Ahmad, Abu Daud , Ibnu Majah)
Inilah sesungguhnya hakikat tahlilan, yaitu Amaliyah yang di himpun dari Al-Quran dan As-sunnah .

Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT dengan cara membaca kalimat – kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, asma’ul husna, shalawat dan lain – lain.

Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama. (Tahlil artinya adalah lafadh Laa ilaaha illallah) lalu bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan atau dzikir dan berdoa bersama yang berkaitan dengan acara kematian untuk mendoakan dan memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia ?

Dan apakah hal itu bermanfaat atau tersampaikan bagi si mayyit ?
Menghadiahkan Fatihah, atau yaasiin, atau dzikir, tahlil, atau shadaqah, atau qadha puasanya dan lain – lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan nash yang jelas dalam Shahih Muslim hadits No.1149, bahwa “seorang wanita bersedekah untuk ibunya yang telah wafat dan diperbolehkan oleh Rasul saw”, dan adapula riwayat Shahihain Bukhari dan Muslim bahwa“seorang sahabat meng-hajikan untuk ibunya yang telah wafat”, dan Rasulullah saw pun menghadiahkan Sembelihan Beliau saw saat Idul Adha untuk dirinya dan untuk ummatnya, “Wahai Allah terimalah sembelihan ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari Ummat Muhammad” (Shahih Muslim hadits No.1967).

Dan hal ini (pengiriman amal untuk mayyit itu sampai kepada mayyit) merupakan Jumhur (kesepakatan) ulama seluruh madzhab dan tak ada yang memungkirinya apalagi mengharamkannya, dan perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab Imam Syafi’i, bila si pembaca tak mengucapkan lafadz :

“Kuhadiahkan”, atau wahai Allah kuhadiahkan sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..”, bila hal ini tidak disebutkan maka sebagian Ulama Syafi’iy mengatakan pahalanya tak sampai.

Jadi tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya pengiriman amal untuk mayiit, tapi berikhtilaf adalah pada lafadznya. Demikian pula Ibn Taimiyyah yang menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang Intifa’ min ‘amalilghair (mendapat manfaat dari amal selainnya). Mengenai ayat : “DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI APA YANG DIPERBUATNYA, maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini telah mansukh dengan ayat “DAN ORAN ORANG YANG BERIMAN YANG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN KEIMANAN”.

Mengenai hadits yang mengatakan bahwa bila wafat keturunan Adam, maka terputuslah amalnya terkecuali 3 (tiga), Shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anaknya yang berdoa untuknya, maka orang – orang lain yang mengirim amal, dzikir dll untuknya ini jelas – jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasulullah saw menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yang dihadiahkan untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Alqur’an untuk mendoakan orang yang telah wafat : “WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI DAN BAGI SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG MENDAHULUI KAMI DALAM KEIMANAN”, (QS. Al Hasyr : 10).

Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam – Imam yang memungkirinya, siapa pula yang memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir?, hanya syaitan yang tak suka dengan dzikir.

Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa ilaah illallah, tasbih, shalawat, ayat qur’an, dirangkai sedemikian rupa dalam satu paket dengan tujuan agar semua orang awam bisa mengikutinya dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Alqur’an dalam disket atau CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani, silahkan Klik awal ayat, bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat rahmat klik b, maka ini semua dibuat – buat untuk mempermudah muslimin terutama yang awam.
Atau dikumpulkannya hadits Bukhari, Muslim, dan Kutubussittah, Alqur’an dengan Tafsir Baghawi, Jalalain dan Ilmu Musthalah, Nahwu dll, dalam sebuah CD atau disket, atau sekumpulan kitab.

Bila mereka melarangnya maka mana dalilnya ? Munculkan satu dalil yang mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Alqur’an, tidak pula di Hadits, tidak pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya mereka saja yang mengada ada dari kesempitan pemahamannya.

Mengenai 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, atau bahkan tiap hari, tak ada dalil yang melarangnya, itu adalah perkara MASHLAHAH MURSALAH yang sudah diperbolehkan oleh Rasulullah saw, justru kita perlu bertanya, ajaran muslimkah mereka yang melarang orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, siapa yang alergi dengan suara Laa ilaaha illallah kalau bukan syaitan dan pengikutnya ?, siapa yang membatasi orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, muslimkah?, semoga Allah memberi hidayah pada muslimin, tak ada larangan untuk menyebut Laa ilaaha illallah, tak pula ada larangan untuk melarang yang berdzikir pada hari ke 40, hari ke 100 atau kapanpun, pelarangan atas hal ini adalah kemungkaran yang nyata.
Bila hal ini dikatakan merupakan adat orang hindu, maka bagaimana dengan komputer, handphone, mikrofon, dan lainnya yang merupakan adat orang kafir, bahkan mimbar yang ada di masjid – masjid pun adalah adat istiadat gereja, namun selama hal itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh saja mengikutinya. Sebagaimana Rasul saw meniru adat yahudi yang berpuasa pada hari 10 muharram, bahwa Rasul saw menemukan orang yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka tasyakkur atas selamatnya Musa as, dan Rasul saw bersabda : “Kami lebih berhak dari kalian atas Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula” (HR Shahih Bukhari hadits No.3726, 3727).

Sebagaimana pula diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba di zaman Nabi saw, selalu membaca surat Al Ikhlas pada setiap kali membaca fatihah, maka setelah Fatihah maka ia membaca Al Ikhlas, lalu surat lainnya, dan ia tak mau meninggalkan surat Al Ikhlas setiap rakaatnya, ia jadikan Al Ikhlas sama dengan Fatihah hingga selalu berdampingan disetiap rakaat, maka orang mengadukannya pada Rasul saw, dan ia ditanya oleh Rasul saw :

“Mengapa kau melakukan hal itu?, maka ia menjawab : Aku mencintai surat Al Ikhlas. Maka Rasul saw bersabda : Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari).

Berkata Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata :

ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺩَﻟِﻴﻞٌ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻮَﺍﺯِ ﺗَﺨْﺼِﻴﺺِ ﺑَﻌْﺾِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺑِﻤَﻴْﻞِ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻭَﺍﻟِﺎﺳْﺘِﻜْﺜَﺎﺭِ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﻌَﺪُّ ﺫَﻟِﻚَ ﻫِﺠْﺮَﺍﻧًﺎ
ﻟِﻐَﻴﺮِْﻩِ
“pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat Alqur’an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya” (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan)

Maka tentunya orang itu tak melakukan hal tersebut dari ajaran Rasul saw, ia membuat buatnya sendiri karena cintanya pada surat Al Ikhlas, maka Rasul saw tak melarangnya bahkan memujinya.

Kita bisa melihat bagaimana para Huffadh (Huffadh adalah Jamak dari Al hafidh, yaitu ahli hadits yang telah hafal 100.000 hadits (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya) dan para Imam imam mengirim hadiah pada Rasul saw

1. Berkata Imam Alhafidh Al Muhaddits Ali bin Almuwaffiq rahimahullah : “aku 60 kali melaksanakan haji dengan berjalan kaki, dan kuhadiahkan pahala dari itu 30 haji untuk Rasulullah saw”.

2. Berkata Al Imam Alhafidh Al Muhaddits Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atssaqafiy Assiraaj : “aku mengikuti Ali bin Almuwaffiq, aku lakukan 7X haji yang pahalanya untuk Rasulullah saw dan aku menyembelih Qurban 12.000 ekor untuk Rasulullah saw, dan aku khatamkan 12.000 kali khatam Alqur’an untuk Rasulullah saw, dan kujadikan seluruh amalku untuk Rasulullah saw”. Ia adalah murid dari Imam Bukhari rahimahullah, dan ia menyimpan 70 ribu masalah yang dijawab oleh Imam Malik, beliau lahir pada 218 H dan wafat pada 313H

3. Berkata Al Imam Al Hafidh Abu Ishaq Almuzakkiy, aku mengikuti Abul Abbas dan aku haji pula 7X untuk rasulullah saw, dan aku mengkhatamkan Alqur’an 700 kali khatam untuk Rasulullah saw. (Tarikh Baghdad Juz 12 hal 111).

Mendoakan ayah ibu, guru ngaji, saudara2 muslim yang sudah wafat,..
.
“mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa kaum mukminin, baik yang laki-laki maupun perempuan.” (Muhammad: 19)
.
“Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan segenap orang-orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Ibrohim: 41)
.
“Wahai Rabb Kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr: 10)
.
“Doa seorang muslim kepada saudaranya secara rahasia dan tidak hadir di hadapannya adalah sangat dikabulkan. Di sisinya ada seorang malaikat yang ditunjuk oleh Allah. Setiap kali ia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut berkata kepadanya: “Ya Allah, kabulkanlah, dan semoga bagimu juga mendapatkan balasan yang sama.” (HR. Muslim)
.
Diakhirat nanti, setiap orang beriman saling memberi syafaat (bayan alm KH Uzairon TA, temboro)
.
Wali Songo sgt terkenal sbg Da’i Awal Indonesia. Mrk ITTIBA’ Nabi dg Hijrah Battah yakni hijrah sempurna tak balik ke tanah airnya. Dakwah smp mati tinggalkan anak,istri,kel dll demi Tinggikan Asma Allah. Tak heran mrk dpt Nusratulloh Luar Biasa, shg Majapahit yg dulu Kerajaan Hindu terbesar No.3 sedunia. Kini jd Neg Muslim mayoritas No. 1 di dunia.

Apa resepnya? Yakni: Dakwah dg bhs kaum itu & Dakwah dg Bashiroh. Salah satu Sarana Dakwah mrk adlh Acara Tahlilan.

Ide awalnya adlh Kerisauan mrk lihat org hindu beri makanan sesajen kpd trimurti (siwa,wisnu & brahma) utk slametan jk ada yg mati di keluarganya. Mrk ingin org² ini msk Islam & tinggalkan acara itu.

Tp org² ini sulit tinggalkan tradisi yg sdh 800 th itu. Mk dg Bashirah/Ilmu yg tinggi, Wali² ini gantikan itu dg Acara Tahlilan. Niatnya adlh Menyelisihi slametan 3 dewa itu gantikan dg Sunnah Nabi SAW.

Acara ini intinya adlh Undang Makan Berjama’ah atw ShodaQoh Jariyah makanan. Jd tak ada lg acara sesajen makanan.

Lalu mantera diganti bc QS. Yasin sbg Ibrah bg yg msh hidup. Kalo mau Mati Mulia,mk matilah spt Habib An Najar kisah nyata dlm QS. Yasin. Yaitu mati sbg Anshor yg bantu Jama’ah Dakwah yg hijrah dr kota².

Sbb gol yg Mati Mulia dlm Islam cuma 2,yakni: Muhajirin yg Dakwah dg hijrah dr rmhnya ke tmp lain. Dan Anshor yg bantu/tlg Dakwahnya Muhajirin.
Mksd Wali Songo,agar org² yg baru msk Islam itu diminta jd Anshor yg bantu Dakwah Wali Songo spy Mulia Matinya spt Hb. An Najar.

Trus dilanjutkan dg Acara Do’akan si mati. Dg diawali Dzikrulloh yg terdiri: baca Ismul’Adhom, Tahlil,Takbir, Tahmid, Tasbih,Istighfar & Sholawat sbg Tawasul. Lalu do’akan si mati. Akhirnya acara ditutup dg Makan Berjama’ah utk gantikan sesaji makanan di pura yg cuma akan Mubazirkan makanan.

Maka lengkaplah Acara Tahlilan ini spt Sabda Nabi SAW bhw: “Bila Anak Adam mati,mk putuslah smua amalnya kec 3, yakni: ShodaQoh Jariyah, Ilmu yg Manfa’at & Do’a Anak yg Sholeh”.

Sejatinya Tahlilan adlh Wujud Amaliyah Sabda Nabi tsb. Tapi krgnya ilmu kt tlah sbbkan kita salah paham thd Wali Songo. Yang kita kira beliau² ajarkan acara bid’ah. Adlh Na’if & MUSTAHIL,bila Allah Ridho’i sebuah acara bid’ah jd Asbab tersebarnya Islam di Indonesia. Sbb dg acara inilah awal tersebarnya Islam dibekas Kerajaan Hindu Majapahit.

Wali Songo inilah yg tersohor sbg Ulama’ Salaf jauh sblm Salafi dtg ke Indonesia. Dan mrk itulah yg terkenal sbg Ulama’ Ahli Sunnah wal Jama’ah bahkan jauh sblm gurunya Salafi lahir di Nejd. Dan kini tugas kitalah utk teruskan Dakwah Wali Songo. Dan sempurnakan bila msh ada kekurangannya. Smg kita tak cuma jd pencela & penghujat Dakwah para pendahulu kita Wali Songo…

allahu alam bishowab

Amalan Surat Al Ikhlas

KEUTAMAAN SURAT AL IKHLASH

dinukil secara ringkas dari kitab tafsir ibnu katsir :

، عن ثابت عن أنس أن رجلا قال : يا رسول الله ، إني أحب هذه السورة : ” قل هو الله أحد ” قال : ” إن حبك إياها أدخلك الجنة ” .

Dari Anas sesungguhnya seorang lelaki berkata :
” wahai Rasululoh, sesungguhnya aku mencintai surat ini ‘ qul huwallohu ahad’
Rasul bersabda : ” sesungguhnya kecintaanmu pada surat al ikhlash memasukkanmu ke syurga.”
(HR Ahmad dalam musnadnya secara muttasil)

عن أبي سعيد . أن رجلا سمع رجلا يقرأ : ” قل هو الله أحد ” يرددها ، فلما أصبح جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، فذكر ذلك له ، وكأن الرجل يتقالها ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ” والذي نفسي بيده ، إنها لتعدل ثلث القرآن ”

Dari abu sa’id ,sesungguhnya seseorang mendengar orang lainnya membaca : ‘ qul huwallohu ahad ‘ dan mengulang ulanginya,
ketika pagi dia datang ke Nabi shollallohu alaihi wasallam dan menuturkan hal tsb kepada beliau ,seolah-olah si laki-laki tadi menganggap remeh bacaannya. kemudian Rasululloh Shollallohu’alaihiwasallam bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA, sungguh bacaan itu menyamai sepertiga al qur`an.
(HR Bukhori)

عن أبي سعيد قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه : ” أيعجز أحدكم أن يقرأ ثلث القرآن في ليلة ؟ ” . فشق ذلك عليهم وقالوا : أينا يطيق ذلك يا رسول الله ؟ فقال : ” الله الواحد الصمد ثلث القرآن ” .

dari Abu Sa’id berkata; Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya:
“Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu bila ia membaca sepertiga dari Al Qur`an pada setiap malamnya?”
dan ternyata para sahabat merasa kesulitan seraya berkata, “Siapakah di antara kami yang mampu melakukan hal itu wahai Rasululloh?”
maka beliau pun bersabda: “Allahul wahid as shomad) (maksudnya surat al-ikhlash) nilainya adalah sepertiga Al Qur`an.” (HR. Bukhori )

عن عبيد بن حنين قال : سمعت أبا هريرة يقول : أقبلت مع النبي صلى الله عليه وسلم ، فسمع رجلا يقرأ ” قل هو الله أحد ” فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” وجبت ” . قلت : وما وجبت ؟ قال : ” الجنة ” .

Dari ubaid bin hunain berkata : aku mendnegar Abu Hurairoh berkata :
aku menghadap bersama Nabi shollallohu alaihi wasallam , kemudian mendengar seorang lelaki membaca ‘qul huwallohu ahad’
kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” wajib ”
aku berkata : ” wajib apa ?”
Rasululloh bersabda : ” wajib masuk syurga ”
(HR Tirmidzi dan An Nasa’i)

عن تميم الداري قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” من قال : لا إله إلا الله واحدا أحدا صمدا ، لم يتخذ صاحبة ولا ولدا ، ولم يكن له كفوا أحد ، عشر مرات ، كتب له أربعون ألف ألف حسنة ” .

Dari tamim ad dari berkata :
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : ” barang siapa mengucapkan : ‘ laa ilaaha illallohu wahidan ahadan shomadan lam yattahid shohibatan walaa waladan walam yakun lahu kufuwan ahadan ‘ sepuluh kali maka ditulis baginya satu juta kebaikan ”
(HR Ahmad)

عن سهل بن معاذ بن أنس الجهني ، عن أبيه ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” من قرأ ” قل هو الله أحد ” حتى يختمها ، عشر مرات ، بنى الله له قصرا في الجنة ” . فقال عمر : إذن نستكثر يا رسول الله . فقال صلى الله عليه وسلم : ” الله أكثر وأطيب ” .

Dari sahl bin mu’adz bin anas al juhani dari ayahnya dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” barang siapa membaca qul huwallohu ahad sampai hatam sepuluh kali maka Allah membangun satu istana untuknya di syurga.”
umar berkata : ” kalo begitu kamu akan memperbanyaknya, wahai rasululloh ”
kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” Allah paling banyak dan paling bagus ”
(HR Ahmad )

سعيد بن المسيب يقول : إن نبي الله صلى الله عليه وسلم قال : ” من قرأ ” قل هو الله أحد ” عشر مرات ، بنى الله له قصرا في الجنة ، ومن قرأها عشرين مرة بنى الله له قصرين في الجنة ، ومن قرأها ثلاثين مرة بنى الله له ثلاثة قصور في الجنة ” . فقال عمر بن الخطاب : إذا لتكثر قصورنا ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” الله أوسع من ذلك ” .

Dari said bin al musayyab berkata :
sesungguhnya Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” barang siapa membaca qul huwallohu ahad sepuluh kali maka Allah membangun satu istana utknya di syurga, barang siapa membacanya duapuluh kali maka Allah membangun dua istana utknya disyurga, dan barang siapa membacanya tiga piluh kali maka Allah membangun tiga istana utknya di syurga.”
kemudian umar bin khotob berkata :
” kalo begitu kami akan memperbanyak istana kami ”
Kemudian Rasul bersabda :” Allah lebih luas daripada itu.”
( HR Ad Darimi)

عن أنس بن مالك ، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” من قرأ ” قل هو الله أحد ” خمسين مرة غفرت له ذنوب خمسين سنة ”

dari anas bin malik, dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” barang siapa membaca qul huwallohu ahad lima puluh kali maka diampuni baginya dosa2 lima puluh tahun ”
(HR Abu Ya’la )

عن أنس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” من قرأ في يوم : ” قل هو الله أحد ” مائتي مرة ، كتب الله له ألفا وخمسمائة حسنة إلا أن يكون عليه دين ”

Dari anas berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” barang siapa dalam sehari membaca qulhuwallohu ahad dua ratus kali maka Allah menulis baginya lima ratus kebaikan kecuali jika dia mempunyai hutang ”
(HR Abu Ya’la)

ولفظه : ” من قرأ كل يوم ، مائتي مرة : ” قل هو الله أحد ” محي عنه ذنوب خمسين سنة ، إلا أن يكون عليه دين ” .

Dari anas, Rasululloh shollallohu alaihi wasllam bersabda :
” barang siapa setiap hari membaca qul huwallohu ahad dua ratus kali maka dihapus darinya dosa2 lima puluh tahun, kecuali jika dia punya hutang ”
(HR Titmidzi )

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” من أراد أن ينام على فراشه ، فنام على يمينه ، ثم قرأ : ” قل هو الله أحد ” مائة مرة ، فإذا كان يوم القيامة يقول له الرب عز وجل : يا عبدي ، ادخل على يمينك الجنة ”

Dari anas, Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
” barang siapa akan tidur di kasurnya kemudian tidur pada sebelah kanannya kemudian membaca qul huwallohu ahad seratus kali, maka ketika hari kiyamat Allah Rabb Azza wajalla berkata kepadanya :’ wahai hamba-Ku, masuklah pada kananmu syurga ”

dan masih banyak fadhilah lainnya.

wallohu a’lam.

(NB : Bebas di copas dan dishare walaupun tanpa meminta idzin )

doa dalam alquran dan artinya

doa dalam alquran dan artinya. 40 Doa robbana para nabi dan rasul dalam al quran. untuk dihapalkan, diamalkan dan disampaikan. arab. latin dan arti terjemahannya

Doa Rabbana #01/40

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
[البقرة :127]

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas samiy’ul ‘aliym

Wahai Rabb kami terimalah (amal ibadah) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 2:127)

Doa Rabbana #02/40

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
[البقرة :128]

Rabbanaa waj’alnaa muslimaynil laka wa min dzurriyatinaa ummatan muslimatal laka wa arinaa manaasikanaa wa tub’alaynaa innaka antat tauwaabur rahiym

Wahai Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada Engkau dan anak cucu kami ummat yang berserah diri kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami tata cara ibadah haji kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (QS 2:128)

Doa Rabbana #03/40

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]

Rabbanaa aatinaa fid duniya hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa adzaaban naar

Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa api neraka (QS 2:201)

Doa Rabbana #04/40

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ
[البقرة :250]

Rabbanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qawmil kaafiriyn

Wahai Rabb kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang kafir (QS 2:250)

Doa Rabbana #05/40

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
[البقرة :286]

Rabbanaa laa tuaakhidznaa in nasiynaa auw akhtha’naa

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami terlupa atau kami tersalah (QS 2:286)

Doa Rabbana #06/40

رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
[البقرة :286]

Rabbanaa wa laa tahmil ‘alaynaa ishran kamaa hamaltahu ‘alal ladziyna min qablinaa

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami (QS 2:286)

Doa Rabbana #07/40

رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[البقرة :286]

Rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaa qathala naabih wa’fua’annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mauwlaanaa fanshurnaa ‘alal qauwmil kaafiriyn

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka bantulah kami terhadap kaum kafiriyn.” (QS 2:286)

Doa Rabbana #08/40

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
[8: آل عمران]

Rabbanaa laa tuhzigh quluwbanaa ba’da idzhadaytanaa wa hablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri hidayah, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)” (QS 3:8)

Doa Rabbana #09/40

رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
[آل عمران :9]

Rabbanaa innaka jaami’un naasi liyaumil laa rayba fiyhi, innallaaha laa yukhliful miy’aad.

Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia pada hari yang tiada keraguan adanya. Sesungguhnya Allah tidak pernah menyalahi janji. (QS 3:9)

Doa Rabbana #10/40

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :16]

Rabbanaa innanaa aamanaa faghfirlanaa dzunuwbanaa waqinaa ‘adzaaban naar

Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka (QS 3:16)

Khutbah dan Doa Wukuf di Arafah

KHUTBAH WUKUF ARAFAH Disampaikan di Padang Arafah Tgl 9 Dzulhijjah 1422 H / 21 Februari 2002
oleh KH. ABDULLAH GYMNASTIAR

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin.

Saudara-saudaraku yang sedang berada di tanah impian seluruh umat Islam, dan juga saudara-saudaraku di tanah air yang mungkin sedang dicekam kerinduan dan harapan; saat ini kami berada di tanah Arafah.

Demi Allah, pertemuan ini disaksikan oleh Allah dan juga disaksikan oleh para malaikat, inilah saat dimana Allah membanggakan hamba-hambanya di depan para malaikat. Hamba-hamba yang datang dari seluruh penjuru negeri dengan rambut kusut, badan berlelah letih, inilah saat yang amat dirindukan oleh hati hamba-hamba dari seluruh pelosok pedalaman yang setiap hari rindu dijamu oleh Allah di tanah Arafah ini. Ada yang keningnya sampai menghitam karena setiap malam meminta kepada Allah; ada yang air matanya mengering karena begitu berharap dijamu oleh Allah; ada yang menabung dari hari ke hari…

Entah mengapa ujian dan nikmat ini jatuh kepada kita yang kini sedang wukuf, padahal andaikata kita berani jujur pada diri kita sendiri, kita hanyalah … daging membalut tulang yang membungkus aib dan maksiat yang dari hari ke hari kita lakukan. Membaca Al Fatihah pun kita belum fasih, sholatpun kita tidak mengerti, sujudpun jarang ingat kepada Allah. Entah mengapa kita dipilih bisa ada di tanah Arafah ini, semoga siapapun yang dihadirkan di Arafah ini, tidak terbersit sedikitpun merasa hebat dan merasa besar. Bahkan jadikanlah hal ini sebagai hutang, karena siapa tahu kita berada di tanah suci ini justru berkah dari doa orang-orang soleh yang menginginkan kebaikan bagi orang-orang yang berdosa seperti kita. Mungkin dosa-dosa kita yang dimohonkan ampunan oleh saudara kita itulah yang mengantarkan kita berada di tanah suci ini.

Saudara-saudaraku khususnya yang berada di tanah padang Arafah, juga yang berada di tanah air, bangsa kita yang sedang prihatin ini sesungguhnya menjadi salah satu jalan yang penting bagi orang-orang untuk menemukan jalan keluar, kita tahu bala bencana silih berganti: ada yang menyebutnya krisis ekonomi, krisis politik atau krisis apapun, tapi yang paling benar sesungguhnya bangsa kita sedang dilanda krisis iman. Bangsa kita tidak mengenal Tuhannya dengan baik, bangsa kita tidak mengenal dirinya dengan baik, bangsa kita tidak mengenal jalan untuk hidup dengan benar. Lihatlah bagaimana hidup di dunia diurus dengan sangat salah.

Bangsa kita tidak mengenal Tuhannya, yang dikenal hanyalah harta, pangkat, kedudukan; yang dikenal hanyalah aksesoris dunia, itupun hanya sedikit dan salah.

Maka tidak usah heran, tanah yang begitu berkelimpahan nikmat dari Allah, berubah menjadi bala dan bencana. Negara yang kaya tiba-tiba berubah menjadi miskin dengan hutang. Negara yang subur makmur menjadi tenggelam dalam banjir. Semua ini menunjukkan bahwa betapa kita adalah bangsa yang tidak tahu bersyukur.

Saudara-saudaraku, kita berada di tanah yang gersang yang mendapatkan airpun sulit, sedangkan tannah air kita tenggeleman dalam air. Saudara-saudaraku yang baik, semoga apa yang disampaikan saat ini membuat kita semakin tahu bahwa sesungguhnya tidak ada yang tertukar, bahwasanya bencana itu akhirnya kembali kepada pembuatnya Mengutuk, menyalahkan, mencemooh itupun tidak menyelesaikan masalah. Sepatutnya keberangkatan haji bagi sebagian warga Indonesia adalah menjadi bahan renungan yang sangat besar bagi bangsa kita, bangsa yang kurang iman yang tercermin dari akhlaknya.

Bangsa yang kurang iman akan rusak akhlaknya dan kalau akhlak sudah rusak, dititipi uang seberapapun akan habis; bermain politik pasti dengan cara yang kotor, berdagang menjadi curang. Maka tidak akan pernah benar bangsa kita ini sepanjang kita tidak bersungguh-sungguh kembali kepada Allah dengan memperbaiki akhlak sebagai landasan negara. Andaikan sepulang dari haji yang jumlahnya dua ratus ribu orang ini dengan pertolongan Allah akan berubah, betapa beruntungnya bangsa kita karena bangsa kita jamaah hajinya terbesar di dunia. Oleh karena itulah dalam kesempatan ini…semoga para petinggi negeri ini turut mendengar…

Betapa tidak pernah ada kejadian yang sangat besar di negara kita selain daripada ibadah haji! Dua ratus ribu orang dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari pejabat sampai rakyat jelata yang tersebar dari seluruh penjuru negeri; dari kota sampai ke pelosok desa; dengan menggunakan waktu yang amat lama untuk bersimpuh sujud dengan menggunakan uang hasil jerih payahnya sendiri tanpa meminta kepada siapapun, dengan niat yang baik untuk memperbaiki diri.

Demi Allah, tidak pernah ada kejadian yang sedahsyat ibadah haji ini. Seharusnya pemerintah kita dan kita semua berpikir keras, bagaimana ibadah haji ini bisa merubah bangsa kita ini, karena inilah kesempatan yang paling besar bagi kita untuk berhenti sesaat dari kehidupan dunia untuk memperbaiki diri.

Semoga Allah menggolongkan pemimpin kita yang akan datang adalah orang yang bisa mengelola haji dengan benar, sehingga dua ratus ribu rakyat bisa menjadi cahaya bagi bangsa ini setiap tahunnya. Kalau saja haji kita ini, haji yang diikuti orang yang sudah berniat baik; yang sudah mengongkosi diri sendiri ini menjadi tidak terkelola dengan baik, lalu apalagi yang bisa diurus oleh bangsa kita ini? Mengurus orang yang berniat baik saja sudah begitu sulit, masyaAllah.

Semoga Allah mengabulkan…akan lahir para pemimpin bangsa ini yang bisa menjadikan wukuf di Arafah ini menjadi khotbah kenegaraan, karena Inilah tempat terbaik yang bisa mengubah bangsa kita insya Allah. Amin ya rabbal ‘alamin.

Para jamaah haji yang budiman.

Setidaknya ada tiga hal yang mudah-mudahan bisa menjadi bekal bukti kemabruran haji kita. Pertama, saat ini kita semua menggunakan kain ihram, dimana sejauh mata memandang hanyalah kain putih yang kita lihat, sejauh telinga mendengar hanyalah kalimat Talbiyah dan disini kita sulit sekali mengenal mana penabat, mana jenderal, mana fakir miskin. Di sini semua sama. Tahukah bahwasanya bangsa kita menjadi hina, karena terlalu memuliakan yang hina.

Kita bersimpuh bersujud, bertekuk lutut kepada orang yang mengkhianati Allah, padahal di dalam Islam semua manusia sama. Laahaula walaa quwwata Illa billah… hanyalah orang bertaqwa yang sangat mulia dalam pandangan Allah. “Inna Akromakum ‘indallaahi atqooqum”. Itulah yang seharusnya menjadi tolak ukur kita semua. Semakin kita memuliakan manusia, semakin kita menghargai manusia, padahal orang yang kita muliakan adalah orang yang mendustakan Allah, Akibatnya hilanglah kemuliaan kita, hilanglah kebahagiaan kita.

Maka sepulang dari tempat ini, lihatlah manusia sebagai manusia biasa. Mereka hanya mahluk ciptaan Allah yang asalnya dari setetes mani, yang akhirnya menjadi bangkai menjijikkan dan bau serta nista, kemana-mana membawa kotoran. Itulah manusia … tidak apa-apanya. Dia pasti mati…demi Allah dia pasti mati! Sehebat apapun pasti binasa. Manusia tidak punya kekuatan apapun terhadap dirinya sendiri. Dia tidak bisa menahan diri dari tua, tidak bisa menahan diri dari mati. Andaikan diri ini hebat, cobalah jangan biarkan nyawa ini tercabut dari dalam diri kita… demi Allah!

Bapak-bapak sekalian, andaikata sepulang dari tempat ini kita menjadi merasa hebat karena kita punya kedudukan dan pangkat, maka gagallah ia mengerti siapa dirinya sendiri. Andaikata sepulang dari tempat ini kita masih menjilat kepada orang-orang yang kita anggap hebat namun tidak ada apa-apanya…demi Allah! Mati … semuanya akan mati.

Marilah kita hormati manusia dalam proporsi yang tepat.

Rasullullah mengisyaratkan lewat Alquran bahwa sebaik-baik diantara manusia adalah orang yang paling dekat dengan Allah, orang yang paling bertakwa dan dibuktikan dari kemuliaan akhlaknya. Semoga sepulang dari tempat ini kita tidak pernah melihat lagi orang yang kaya raya, kecuali hanya sekedar manusia yang dititipi harta sebentar dari Allah. Semoga sepulang dari tempat ini kita tidak melihat pejabat sebagai manusia yang hebat, kecuali hanya seorang manusia yang diberi topeng sebentar saja oleh Allah, yang suatu saat akan diambil. Dan semoga sepulang dari tempat ini kita tidak melihat lagi orang miskin, kecuali menyadari bahwa mereka adalah saudara-saudara kita yang kita punya hutang kepadanya.

Di sinilah kesempatan bagi kita untuk melihat bahwa sessungguhnya manusia itu sama. Yang membedakan hanyalah kedekatan dia kepada Allah SWT. Jangan pernah bangga dengan harta, gelar, pangkat, jabatan, kedudukan yang disandang oleh bapak- bapak. Kalau itu yang menjadi andalan, maka sesungguhnya kita hanya bersembunyi dibalik topeng belaka.

Haji yang mabrur, justru kemuliaannya bisa dilihat dari kedekatannya kepada Allah, dilihat dari ahlaknya yang mulia. Amin yaa rabbal ‘alamiin.

Yang kedua, saudara saudaraku.

Yang akan membuat seseorang menjadi hina, sengsara, atau mulai dan bahagia. Ingatlah, kita berangkat jauh dari Indonesia ke sini meluangkan biaya, waktu, tenaga. Ternyata pengorbanan yang besar itu berbuah nikmat, berbuah kebahagiaan. Maha Suci Allah yang mengangkat derajat seseorang dengan pengorbanan. Kita harus tahu bahwa orang yang mulia itu berbanding lurus dengan tingkat perjuangan dan pengorbanannya. Lihatlah para Nabi, sepanjang hayatnya berjuang dan berkorban, maka sampai detik ini tetap mulia. Lihatlah Rosulullah sampai menjelang wafatnya berseru “Ummatii…ummatii… ummatii..!” (umatku…umatku..!)

Rumah beliau hanya 3×4 meter saja, beliau mengorbankan sepanjang hayatnya dan sampai detik ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Bahkan orang-orang yang tidak beragama Islam sekalipun, jikalau mereka benar-benat berkorban dan berjuang untuk kemaslahatan orang banyak, masyarakatpun masih menghargainya. Mahatma Ghandi, Bunda Theresa yang tidak mengenal akidah Islam mau berjuang, berkorban apalagi kita selaku umat Islam. Oleh karena itu akan menjadi mimpi sekiranya para haji sepulang dari tempat ini hanya sibuk mengurusi dirinya sendiri. Mimpi bagi kemuliaan dan kebahagiaan, bagi haji dan hajjah yang hanya sibuk egois dengan dirinya sendiri. Kemuliaan hanyalah milik orang yang paling banyak berbuat, berjuang untuk kemaslahatan orang banyak.

Kita harus sangat merasa menikmati, ketika nasi yang kita kumpulkan tiap hari dimakan oleh banyak orang, walaupun kita hanya kebagian sedikit saja. Kita harus merasa nikmat, ketika rumah hasil jerih payah yang kita bangun, menjadi penuh sesak oleh anak yatim, janda atau siapapun yang ingin berteduh di rumah kita. Kita harus bisa merasakan nikmat ketika pakaian sederhana yang kita miliki dipakai bersujud oleh saudara-saudara kita yang tidak punya baju. Makna kebahagiaan harus kita ubah, bukan dari mengumpulkan sesuatu tapi dengan berkorban sesuatu untuk orang lain.

Lihatlah, ternyata kita bahagia jauh dari Indonesia ke sini; lelah, capai dan sebagainya ternyata memang Allah memuliakan seseorang bukan dari kekayaan yang dia kumpulkan tapi dari kekayaan yang dia nafkahkan. Bukan dari otot kuat untuk dia pribadi tapi dari kekuatan untuk melindungi orang orang yang lemah. Oleh karena itu, janjilah kepada diri kita sendiri saudara-saudaraku, “Khoirunnas anfa
‘uhum Linnaas.” Sebaik-baik diantaramu adalah yang paling anyak manfaatnya untuk umat manusia. Haji yang mabrur bisa diukur dari kegigihan erjuangan dan engorbanannya untuk bermanfaat bagi sebanyak-banyak orang lain.

Percayalah, semakin banyak harta yang kita kumpulkan, semakin menjadi bencana bagi kita kalau tidak membawa manfaat untuk orang lain. Semakin banyak ilmu yang kita miliki tapi tidak manfaat, laknat pula yang akan datang kepada kita. Berjuanglah saudaraku dengan sekuat tenaga, sepulang dari tempat ini jangan sampai kita termasuk orang yang dihinakan oleh Allah sebagai penunggu dunia. Jadikanlah diri kita sebagai jalan, bagai cahaya matahari yang bisa menerangi sebanyak mungkin orang; menyegarkan yang layu; menumbuhkan benih-benih, Rahmatan lil ‘aalamin.

Dan yang ketiga, saudara-saudaraku sekalian.

Ternyata kita sekarang berada ditempat ini dengan semua perjuangan, dan ternyata pengorbanan itu membuahkan kemudahan dan menjadi ringan, sebabnya adalah karena sudah jelas tujuannya. Kita berjalan kaki berjam-jam, kaki lecet, tubuh tidur disembarang tempat, tetapi mengapa kita bisa menikmati berdesak-desakan thawaf…

mengapa kita bisa menikmati? Sebab ternyata semua beban kehidupan ini akan menjadi
ringan jikalau Allah-lah yang menjadi tujuannya. Oleh karena itu kalau ada diantara kita yang merasa hidup ini susah, hidup ini beban, merasa hidup ini penuh dengan kesulitan pasti penyebab intinya karena dia belum mengenal tujuan. Allah-lah sebagai tujuan kita.

Jikalau seorang ibu mengurus anak dengan ikhlas, betapapun beratnya siang dan malam tetapi dia tahu bahwa mengurus anak adalah bekal untuk kepulangan dia menghadap Allah. Betapapun anaknya sangat rewel, betapapun anaknya kian besar tidak tahu balas budi, tapi tetap dihadapi dengan ridho, karena apa, karena Allah tujuan hidupnya. Seorang suami bisa menjadi sangat mulia disisi Allah dan selalu ringan menafkahi keluarganya, walaupun selalu habis hartanya untuk menafkahi anak dan istrinya kalau dia bekerja dengan Allah sebagai tujuan hidupnya.

Oleh karena itu, maaf, siapapun di antara haji ini yang tidak pernah mengolah hati menjadi orang yang selalu merindukan akhirat, selalu merindukan perjuangan, selalu merindukan pertemuan dengan Allah, maka hidup ini akan menjadi sangat berat. Imbalan dunia sangatlah sedikit bagi kita, dunia tidak ada artinya bagi Allah. Di dalam hadist Qudsi dinyatakan “Jikalau dunia ini ada harga sesayap nyamuk saja, maka orang-orang yang kufur itu tidak akan diberi minum walau setegukpun jua.” Saking dunia ini tidak ada harganya, mahluk paling laknat, paling durjana sekalipun diberi dunia berikut isinya. Karena dunia tidak akan bisa dibawa kemana-mana.

Oleh karena itu, jangan pernah jadikan dunia ini menjadi cita-cita kita. Allah-lah tujuan kita. Percayalah, jikalau orang yang melakukan banyak hal dalam hidup ini dan semuanya ini ikhlas karena Allah semata, hidup ini akan menjadi sangat ringan. Menghadapi suami yang tidak bijaksana, jikalau seorang istri yang ikhlas, balasan dari Allah tidak pernah tertukar.

Seorang pemimpin yang berusaha memperbaiki bangsa dan tempat kerjanya tapi dikhianati, difitnah tidak akan pernah terluka. Kalau dia ikhlas, selalu akan bertemu dengan ganjarannya. Seorang mujahid yang ditawan, tubuhnya disiksa bahkan dicabik-cabik; itu semuanya menjadi ringan kalau ikhlas. Karena semua ini ada ganjarannya, dan sakit didunia terlalu ringan dibanding sakitnya tidak syukur nikmat; dibanding sakitnya tidak bersabar karena Allah semata.

Oleh karena itu saudara-saudaraku sekalian, mudah-mudahan perjalanan haji ini membuat kita semakin bulat tekad bahwa hidup ini hanya untuk Allah. Allah yang menciptakan kita, Allah yang mendetakkan jantung kita, Allah yang menakdirkan kita menjadi manusia seperti ini. Allah yang membentuk rupa diri kita, Allah yang mengurus diri kita setiap saat. Dikala kita lapar, Allah-lah yang menyediakan makan… kapan Allah lalai memberi makan kepada kita?

Dikala kita haus, Allah-lah yang memberikan minum yang sejuk. Dikala tubuh kita kotor, Allah-lah yang menyediakan pembersih tubuh kita. Dikala kita lelah, Allah-lah yang memberikan rasa kantuk. Dikala kita tidur, terlupa kepada siapapun…siapa yang mengurus diri kita selain Allah? Allah-lah yang mendetakkan jantung, Allah-lah yang menjaga segala-galanya.

Dikala kita malu seperti hewan, Allah-lah yang memberikan penutup aurat bagi kita. Kita beda dengan binatang, kita diberi penutup aurat. Agar kita tidak menjadi mahluk yang dungu, Allah yang mencerdaskan akal pikiran kita. Kita disekolahkan, dibuat mengerti, bisa berhitung, kita bisa membaca, orang menghormati kita. Padahal Allah yang mengaruniakan akal pikiran, walau Allah tahu akal kita jarang ingat kepada-Nya.

Allah pulalah yang memberikan keimanan kepada kita. Dikala sebagian besar orang tidak mengenal Islam, tidak mengenal agama, Alhamdulillah… Allah memberikan kepada kita nikmat Iman. Dikala sebagian orang tidak bersujud, Alhamdulillah…Allah membasuh tubuh kita dengan air wudlu, ditekuknya agar kening ini bisa bersujud.

Nikmat mana lagi yang akan didustakan?

Hadirin, Allah memberikan kepada kita nikmat yang amat berharga, yaitu menutupi aib-aib kita, hingga orang lain tidak tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Orang lain masih ada yang mengangguk, dan menghormat kepada kita, padahal kita tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Allah tidak membeberkan aib, bahkan Allah memberikan kesempatan kita bertobat. Dikala orang-orang bergelimang maksiat, kita dituntun bisa ke Tanah Suci ini untuk bertobat. Darimana ongkosnya, selain dari Allah? Siapa yang menyehatkan tubuh kita selain dari Allah? Siapa yang memberikan kemampuan kita berkumpul disini selain hanya Allah? Alangkah nistanya, jikalau kita sudah dijamu… lahir batin tenggelam dalam samudra nikmat ini tetapi menjadikan kita kufur nikmat.

Seharusnya saudara-saudaraku sekalian, tekad sudah bulat ditempat ini bahwa hidup hanyalah untuk Allah, setiap waktu hanyalah untuk Allah, tetesan keringat hanyalah untuk Allah. Allah-lah tujuan kita, Allah-lah pelindung yang maha kokoh, Allah-lah Pemberi yang tiada pernah terhenti dan terputus. Allah-lah yang kasih sayangNya menyelimuti dosa-dosa melimpah yang kita perbuat. “Hasbunallaah wani’mal wakiil ni’mal mawlaa wa ni’man nashiir … walladziina jaahadu fiina lanah diyannahum subulana.” Dan orang yang bersungguh-sungguh kepada Allah maka insyaAllah, Allah akan lebih bersungguh-sungguh lagi menuntun kita dijalanNya.

Para pendengar yang budiman diseluruh penjuru negeri, andai bangsa kita ini mengkhianati Allah, maka semua nikmat ini akan berubah menjadi laknat, mungkin inilah saatnya bangsa kita bersungguh-sungguh bertobat. Mudah bagi Allah untuk memberikan bala bencana, dan mudah pula bagi Allah untuk menghilangkannya.

Semoga doa kita bersama di tanah suci ini menjadi jalan kebaikan bagi bangsa kita, khususnya bagi siapapun yang bermunajat.

Allahumma sholli wasallim wabarik ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’iin

Ya Allah wahai yang Maha Mendengar Tiada Tuhan selain Engkau wahai yang Maha Menatap Engkau menjanjikan hari ini adalah hari yang penuh kemuliaan Engkau menjanjikan hari ini hari diampuni lumuran dosa-dosa Engkau pula yang menjanjikan hari ini diberi orang-orang yang meminta Engkau pula yang menjanjikan diijabahnya doa-doa .

Ya Allah, inilah kami sekelompok orang-orang yang nista kini menengadahkan tangan kepadaMu, senista apapun kami, kami adalah mahluk ciptaan Mu ya Allah. Kami mohon kepadaMu, dihari yang penuh kemuliaan ini ampuni seluruh dosa kami ya Allah.

Rabbana dholamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khosirin. Ya Allah, ampuni sebusuk apapun diri-diri kami. Ampuni sekelam apapun masa lalu kami, ampuni senista apapun aib-aib kami. Duhai Allah yang Maha Mendengar, ampunilah orang tua kami ya Allah ampuni segala kezaliman kami kepada ibu-bapak kami selama ini. Andaikata kedurhakaan kami menjadi penggelap kehidupan kami, jadikanlah saat ini Kau takdirkan kami menjadi anak yang soleh dan solehah yang dapat menjadi cahaya kemuliaan bagi dunia akhirat kedua orang tua kami

Allahumaghfirlanaa waliwaalidiina warhamhuma kamaa rabbayana shighara…
Ya Allah selamatkan kedua orang tua kami yang berlumur dosa, Islamkan yang belum Islam, beri hidayah bagi yang masih tersesat. Pertemukan bagi yang belum pernah berjumpa dengan ibu-bapaknya ya Allah. Lapangkan kubur bagi yang telah ada di alam kubur. Cahayai, ringankan hisabnya, jadikan ahli syurgaMu ya Allah. Tolong ya Allah, darah dagingnya melekat pada tubuh kami ya Allah. Air matanya, keringatnya…

Tolonglah ya Allah, golongkan kami menjadi anak yang tahu balas budi.

Ya Allah selamatkan seluruh anggota keluarga kami. Jangan biarkan keluarga kami menjadi sumber fitnah, beri hidayah bagi yang belum mengenalMu ya Allah. Jangan biarkan keluarga kami cerai-berai, hina di dunia, hina di akhirat.

Rabb, selamatkan guru-guru yang menuntun kami kejalanMu, para ulama yang menafkahkan hidupnya menuntun kami kejalanMu. Selamatkan orang-orang yang selalu mendoakan kami baik terang-terangan maupun tersembunyi
Ya Allah, Selamatkan orang-orang yang pernah kami zhalimi selama ini,khususnya kaum muslimin yang pernah kami sakiti ya Allah. Jangan biarkan kezhaliman kami menjadi kegelapan bagi dunia akhirat kami Selamatkan kaum muslimin yang pernah menzhalimi kami ya Allah Golongkan kami menjadi pemaaf yang tulus.

Ya Allah ampuni segala kezholiman kami terhadap tubuh kami ini ya Allah Ampuni segala maksiat yang pernah dilakukan oleh jasad ini ya Allah, Bersihkan ya Allah, pada hari ini sebersih-bersihnya. Ijinkan saat akhir hayat tubuh ini menjadi tubuh yang bersih
Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Mendengar Ampuni tetangga-tetangga kami ya Allah, sahabat-sahabat kami, ampuni pula para pemimpin kami ya Allah. Jangan biarkan bangsa kami dipimpin oleh orang-orang yang tidak mengenalMu, oleh orang-orang yang berhianat kepadaMu. Jadikanlah bangsa ini dipimpin oleh orang-orang yang amat mencintaiMu, yang mencintai ummatMu, mencintai agamaMu, yang mencintai hidup lurus dijalanMu.

Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Mendengar. Berkahilah hari ini ya Allah. Jadikan hari ini hari Engkau jamu siapapun yang bermunajat Demi segala keagunganMu ya Allah, Demi segala janji-janjiMu yang tiada mungkin Kau pungkiri, Ijabahi siapapun yang bermunajat saat ini ya Allah, Amin… amin… ya Allah ya Hayyu ya Qoyyum Birahmatika nastaghiitsu ya Arhamar Raahimiin.

Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazholimin
Ya Allah bukankah Engkau maha Adil, kami berada di tanah yang paling berkah, Ijabah ya Mujiib, ijabah ya Mujiib…

Ya Allah, berikan kelapangan bagi yang dihimpit kesusahan Ya Allah, berikan jalan keluar bagi yang dililit kesulitan Ya Allah, berikan kecukupan yang selalu kekurangan Ya Allah, bayarkan yang hidupnya dililit hutang-piutang Ya Allah, jangan biarkan kami mati dalam hutang-piutang Ya Allah, angkat derajat yang selalu dihina dan selalu direndahkan Ya Allah, lindungi kaum muslimin-muslimat yang terancam dan teraniaya dimanapun berada ya Allah, khususnya mujahidin-mujahidah yang memuliakan agamaMu. Ya Allah, berikan kelapangan bagi yang sedang dilanda kesusahan, tolonglah jauhkan dari fitnah dan bencana ya Allah, berikan kekuatan dan kesabaran, berikan pendamping terbaik yang merindukannya ya Allah.

Rabbana hablanaa min azwaajinaa wadzurriyyatina qurrota a’yun, Waj ‘alnaa lilmuttaqiina imaman. Karuniakan kepada bangsa kami rumah tangga yang sakinah ya Allah. Jangan biarkan rumah tangga kami menjadi rumah tangga penuh fitnah Jadikan kaum muslimin ini, suami yang sholeh ya Allah, suami yang jujur, suami yang dapat mempertanggungjawabkan rumah tangganya dihadapanMu. Jangan jadikan suami yang senang menebar fitnah, suami yang berkhianat,

Ampuni ya Allah berikan kesempatan untuk kembali kejalanMu Dan jadikanlah kaum muslimah menjadi istri yang sholehah, istri yang ikhlas, istri yang dapat menjadi penyejuk, istri yang benar-benar menjadi ibu yang tulus bagi anak-anaknya. Ya Allah titipkan kepada kami keturunan yang lebih baik daripada kami, jangan biarkan terlahir dari diri kami keturunan-keturunan yang durhaka, keturunan durjana ya Rabb, jangan biarkan ada anak-anak yang mencoreng aib diwajah kami Ampuni jikalau kami salah mendidik mereka ya Rabb Ya Allah, jangan biarkan anak-anak kami menuntut kami di akhirat Robb, utuhkan kami… di dunia mulia, utuhkan kami… di akhirat mulia Ya Allah, hanya Engkaulah pengenggam segala-galanya, kami mohon kepadaMu, terimalah haji kami ini ya Allah

Allahummaj ‘al hajjan mabruura, wa sa’yan masykuura wa dzanban maghfuura. Jangan biarkan haji kami menjadi fitnah ya Allah Jadikan haji ini benar-benar membawa keberkahan bagi keluarga kami, bagi keturunan kami, bagi lingkungan kami Jangan biarkan kami mencemarkan agama kami dengan haji ini Ya Allah undang kami kembali dengan keluarga kami, dengan sanak saudara kami, dengan sanak keturunan kami, juga dengan tetangga dan sahabat-sahabat kami ya Allah. Wahai yang maha Mendengar, Engkaulah yang menggenggam segala kejadian Jadikan umur yang tersisa ini menjadi seindah-indah umur ya Allah Jadikan siapapun yang bermunajat ini menjadi ahli sholat yang khusyu’,
ahli tahajjud, ahli shaum ya Allah

Jangan biarkan kami jauh dari alQuran-Mu ya Allah Jadikan umur yang tersisa ini menjadi ahli shodaqoh yang tulus, ahli amal yang istiqomah, undang kami semua ke baitullah-Mu ya Allah Jadikan haji-hajjah yang mabrur-mabruroh Ya Allah hanya Engkaulah yang maha tahu akhir hayat kami

Allahumma inna nas aluka iimanan kamila wa yaqiinan shodiqon wa qolban khosyi’an wa lisaanan dzaakiran Allahumma inna nas aluka taubatan nashuhaa, wa taubatan qoblal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut Allahumma hawwin fii syakaratil maut,

Allahumma inna nas aluka husnul khotimah wa na’uudzubika min suuil khotimah Ya Allah jadikan sisa umur ini, sisa umur yang selalu dekat denganMu. Andai ajal menjemput kami, cabutlah nyawa ini dalam khusnul khotimah Kami berlindung kepadaMu dari mati suul Khotimah Ya Allah kami mohon selamatkan negeri kami ya Allah Allahummaghfir lilmu’miniin wal mu’minat muslimin wal muslimat, al ahyaai minhum wal amwaat…

Ya Allah muliakan agamaMu ini ya Allah Jadikan Islam menjadi jalan keluar bagi bangsa kami ini ya Allah Jadikan para ulamanya bersatu ya Allah Jadikan para ulamanya menjadi suri tauladan bagi ummatMu ya Allah Ya Allah lindungi ummat Islam dari perpecahan ya Allah Lindungi ummat Islam dari kehinaan ya Allah Ya Allah selamatkan kaum mujahidin dimanapun yang teraniaya Ya Allah berikan kelezatan ma’rifat, kesabaran dan kemenangan yaa Arrhamar Rahimin Ya Allah berkahilah hari ini ya Allah, berkahilah bagi siapun yang bermunajat saat ini ya Allah. Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah Wa Qiina Adzabannar

Rabbana taqobball minna innaka anta samiul ‘alim watub alayna innaka antattawaburrahiim Subbahaana rabbika rabbil ‘izzati ‘ammaa yaashifuun wasalamun alal mursaliin Walhamdulillahirrabil alamiin

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.