Kisah taubatnya Perampok

Kisah taubatnya Perampok. Kurdi adalah nama sebuah kabilah. Di sana terdapat seorang perampok yang terkenal. Ia menceritakan sendiri kisahnya,

“Ketika saya sedang berjalan bersama teman-teman saya untuk merampok, pada saat dalam perjalanan kami duduk di sebuah tempat.

Di sana kami lihat ada tiga pohon kurma. Dua pohon berbuah dengan lebatnya, dan yang satu kering.

Seekor burung pipit berkali-kali datang mengambil buah kurma yang sudah masak dengan paruhnya dari pohon yang banyak buahnya, kemudian dibawanya ke pohon yang kering itu. Ketika melihat peristiwa itu, kami merasa sangat keheranan.

Saya lihat burung itu pulang pergi hingga sepuluh kali untuk mengambil buah kurma dan membawanya ke pohon yang kering itu.

Maka timbullah pikiran dalam diri saya untuk melihat apa yang dikerjakan burung pipit itu dengan buah-buah kurma tersebut.

Sesampainya saya di atas pohon kurma yang kering itu, di sana saya lihat seekor ular yang buta sedang membuka mulutnya, dan burung pipit itu memasukkan buah kurma yang sudah masak ke dalam mulut ular itu.

Setelah melihat kejadian tersebut, saya merasa mendapat pelajaran sehingga saya menangis. Saya berkata, “Tuhanku, ini ular yang diperintahkan oleh Nabi-Mu saw. untuk dibunuh.

Karena ia buta, Engkau menugaskan seekor burung pipit untuk menyampaikan rezeki kepadanya, dan aku adalah hamba-Mu, orang yang telah berikrar mentauhidkan-Mu.

Engkau telah menjadikan aku sebagai orang yang merampok harta orang lain.”

Pada saat itu terasa dalam hatiku bahwa telah terbuka untukku pintu taubat. Pada saat itu juga saya mematahkan pedang saya yang selalu aku gunakan untuk merampok.

Lalu saya menjerit mengucapkan, “Ampunilah aku, ampunilah aku.” sambil menaburkan debu di atas kepala saya.

Lalu saya mendengar suara ghaib, ‘Kami telah mengampunimu, Kami telah mengampunimu.’

Dan ketika saya menghampiri teman-teman saya, mereka bertanya, ‘Apakah yang telah terjadi pada dirimu?’ Saya menjawab, ‘Dahulu aku memutuskan hubungan dengan Allah swt., sekarang aku telah berdamai dengan-Nya.’

Setelah mengucapkan perkataan tersebut, saya menceritakan semua kisah yang telah saya alami, sehingga mereka berkata, ‘Kami juga berdamai dengan Allah swt.’

Setelah itu mereka mematahkan pedang masing-masing, dan semua hasil rampokan kami tinggalkan, setelah itu kami membeli pakaian ihram, lalu kami berangkat ke Makkah.

Setelah tiga hari tiga malam, sampailah kami di sebuah desa. Di sana kami bertemu dengan seorang wanita tua yang sudah buta matanya.

Kemudian, sambil menyebut nama saya ia bertanya, ‘Adakah di antara kalian orang Kurdi yang bernama Fulan?’

Teman-teman saya menjawab, ‘Ya, ada.’ Lalu wanita itu mengeluarkan beberapa lembar pakaian dan berkata, ‘Anakku sudah tiga hari meninggal dunia, ia meninggalkan pakaian-pakaian ini.

Sejak tiga hari itu pula aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw., beliau bersabda, ‘Berikanlah pakaian anakmu itu kepada si Fulan dari kabilah Kurdi.’

Kemudian saya mengambil pakaian-pakaian tersebut, dan selanjutnya kami semua memakainya.”
(dari Kitab Raudh).

Dari kisah tersebut terdapat pelajaran.

pertama.
yaitu tentang rezeki dari Allah swt. untuk seekor ular yang buta.

Kedua,
pemberian pakaian dari Rasulullah saw..

Jika Allah swt. berkehendak untuk menolong seseorang, tidaklah sulit bagi Dia untuk menciptakan sebab-sebab pertolongan itu.

Dialah Yang menciptakan penyebab kekayaan dan penyebab kefakiran.

Dengan keberkahan taubat yang sungguh-sungguh, pemberian pakaian oleh Rasulullah saw. merupakan sesuatu yang patut dibanggakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Barangsiapa yang mengalami kelaparan atau ditimpa kemiskinan, sedangkan ia menyembunyikan hajat dan keperluannya dari orang lain, dan ia hanya meminta kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membukakan untuknya pintu rezeki yang halal selama satu tahun.”
(Kanzul-‘Ummal).

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s