Yang di sunnahkan saat puasa Ramadhan

Inilah Hal-hal yang Disunnahkan Saat Puasa Ramadhan. Alhamdulillah kita telah sampai lagi pada bulan penuh berkah, bulan Ramadhan 1436H. Beberapah hari telah kita lewati, menjalani nikmat Allah SWT dengan puasa di bulan ini.

Sebagaimana lazim kita ketahui bahwasannya Puasa adalah termasuk Ibadah yang sangat besar pahalanya, terlebih Puasa di Bulan Ramadhan yang tak lain adalah Puasa Wajib. Dalam hal melaksanakan Ibadah Wajib tentu ada Kesunnahan-Kesunnahan yang efeknya adalah menyempurnakan apa yang ada pada Ibadah Wajib tersebut.

Berikut ini adalah Kesunnahan yang ada pada Puasa dari Perspektif Ilmu Fiqih :

1. Mempercepat buka puasa, hal ini dilakukan apabila kita sudah yakin akan masuknya waktu Maghrib. Bedahalnya kalau masih ragu akan masuknya waktu Maghrib maka Wajib bagi kita untuk menunda waktu berbuka sampai benar-benar yakin, hal ini tak lain dilakukan sebagai langkah kehati-hatian agar puasa kita tidak batal.

2. Makan Sahur walaupun dengan seteguk air. Hikmahnya adalah agar memperkuat kita di saat berpuasa, sedangkan waktunya dimulai dari pertengahan malam.

3. Mengakhirkan Sahur, sekiranya dekat dengan waktu Shubuh. Dan sunnah Imsak sebelum Shubuh dengan kadar bacaan 50 ayat atau seperempat jam.

4. Berbuka dengan Kurma muda dalam bilangan ganjil, kalau tidak Kurma muda maka berbukalah dengan Kurma tua, kalau tidak ada maka dahulukanlah dengan Air Zam-Zam atau Air, Madu, Kismis atau makanan yang manis-manis.

5. Membaca do’a buka puasa, yaitu:

“اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلىَ رِزْقِكَ أَفطَرتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجرُ إِن شَاءَ اللَّهُ. اَلحَمدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمتُ وَرَزَقَنِي فَأَفطُرتُ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسئَلُكَ بِرَحمَتِكَ الَّتِي وَسِعَت كُلَّ شَيءٍ أَن تَغفِرَ لِي”.
روى أوله أبو داود وأخره ابن السني.

“Ya Allah hanya karenamu kami berpuasa, hanya padamu kami beriman dan dengan riskimu kami berbuka. Dahaga telah hilang, urat-urat (kerongkongan) telah basah dan pahala akan tetap Insya Allah. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan sehingga aku bisa berpuasa kemudian Ia memberiku riski sehingga aku bisa berbuka, Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dengan luasnya RahmatMu agar engkau mengampuniku”.

Hadits yang dari awal diriwayatkan oleh Abu Daud sedangkan yang akhir oleh Ibnu As-Sunni.

Kemudian berdo’a sesuka hatinya.

6. Memberi buka bagi orang yang berpuasa, karena hal ini pahalanya sangat besar sebagaimana disebutkan dalam Hadits:

“من فطر صائما كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا”.
رواه الترمذي وصححه وابن ماجه وابن خزيمة وابن حبان.

“Barang siapa yang memberi buka pada orang yang berpuasa maka ia mendapatkan pahala yang sama dengan orang tersebut, hanya saja pahala orang yang berpuasa tersebut tidak berkurang sedikitpun”. HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.

7. Mandi dari Hadats Junub sebelum Shubuh agar memulai puasanya dalam keadaan Suci.

8. Mandi setiap malam selama Ramadhan setelah Maghrib agar bersemangat untuk Qiyamullail.

9. Senantiasa untuk melakukan Shalat Tarawih dari awal sampai akhir Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:

“من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه”. راه الباخاري ومسلم، رالمقصود بقيام رمضان : صلاة التراويح.

“Barang siapa yang melakukan Qiyam Ramadhan karena Iman dan penuh harap (pahala dari Allah), maka ia akan diampuni dari dosanya yang lalu”. HR. Bukhari dan Muslim

Yang dimaksud Qiyam Ramadhan adalah Shalat Tarawih.

10. Senantiasa melakukan Shalat Witir, dalam Shalat Witir di bulan Ramadhan ada 3 kekhususan yaitu:

a. Disunnahkan dilakukan dengan berjama’ah.
b. Disunnahkan Jahr (membaca Surat/Ayat Al-Qur’an dengan bersuara jelas).
c. Disunnahkan Qunut di pertengahan akhir Ramadhan.

11. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an dengan Tadabbur (renungan).

12. Memperbanyak melakukan hal-hal Sunnah seperti Shalat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah, Shalat Dhuha, Shalat Tasbih dll.

13. Memperbanyak amalan baik seperti sedekah, menyambung tali Silaturahmi, hadir Majelis Ilmu, I’tikaf, mendekatkan diri kepada Allah dengan menjaga hati dan anggota badan dan membaca do’a-do’a yang dianjurkan.

14. Bersungguh-sungguh menggapai Lailatul Qadar di 10 akhir Ramadhan terkhususnya lagi di hari-hari ganjil.

15. Berusaha untuk berbuka puasa dengan yang halal.

16. Lebih dermawan kepada keluarga.

17. Meninggalkan hal-hal yang melalaikan begitu juga cacian, kalau sedang dicaci seseorang ingatlah bahwa kita sedang berpuasa.

Semoga artikel Yang di sunnahkan saat puasa Ramadhan menjadi sebab keberkahan, dan semoga ridha Allah SWT menyertai ibadah kita di Bulan suci Ramadhan ini. aamiin

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s