Dzikir Taubat dan Istighfar

kakbah4

Dzikir Taubat dan Istighfar Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Kita semua pernah menghitung Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dalam sekali majlis mengucapkan istighfar sebanyak seratus kali, yaitu:
Rabbighfir li wa tub ‘alayya, innaka antat tawwabur rahim.

Artinya:

Ya Tuhan, ampunilah saya serta terimalah taubat saya, sesungguhnya Engkau adalah Maha Penerima taubat lagi Penyayang. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. (Riyadhus Shalihin)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa yang tetap secara langsung beristighfar kepada Allah, maka Allah menjadikan untuknya suatu jalan keluar dari setiap kesempitan – atau kesukaran – yang ditemuinya, juga diberi kelapangan dari setiap kesusahan yang dirasakannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak pernah dikira-kira olehnya.” (Riwayat Abu Dawud)

Dari Ibnu Mas’ud r.a., katanya: “Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa yang mengucapkan: Astaghfirullahal-ladzi lailaha illa huwal hayyal qayyuma wa atubu ilaih

artinya:

Saya beristighfar kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepadaNya, maka diampunkanlah semua dosanya sekalipun ia benar-benar pernah melarikan diri dari barisan yang sedang berperang.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud, Termidzi dan Hakim dan Hakim berkata bahwa ini adalah Hadis menurut syarat Imam-imam Bukhari dan Muslim.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda:
“Hai semua golongan kaum wanita, bersedekahlah engkau semua dan perbanyakkanlah beristighfar, sebab sesungguhnya saya melihat bahwa engkau semua itu adalah sebanyak-banyaknya ahli neraka.”

Kemudian ada seorang wanita dari yang hadhir di waktu itu berkata: “Mengapa kita kaum wanita merupakan jumlah terbanyak dari para ahli neraka?”

Beliau shallallahu alaihi wassalam menjawab: “Engkau semua itu suka memperbanyakkan melaknat serta menutupi kebaikan suami. Saya tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan agamanya di kalangan makhluk yang berakal yang lebih ghalib – yakni lebih banyak – daripada engkau semua itu.”

Wanita tadi berkata lagi: “Apakah kekurangan akal dan agama kita?”

Beliau shallallahu alaihi wassalam menjawab:

“Persaksian dua orang perempuan adalah sama nilainya dengan persaksian seorang lelaki – inilah satu tanda kekurangan akalnya – dan pula wanita itu diam berhari-hari tanpa melakukan shalat – sebab haidh, nifas dan sebagainya dan inilah tanda kekurangan agamanya.”

(Riwayat Muslim)

kitab Riyadhus Shalihin

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

4 thoughts on “Dzikir Taubat dan Istighfar

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s