Belajar Umrah, Tips dan Tempat yang akan Dikunjungi

dzikir

Belajar Umrah, Tips dan Tempat yang akan Dikunjungi

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Umrah berasal dari kata ‘Itimar yang artinya ziarah atau berkunjung, sedang yang dimaksud umrah adalah menziarahi ka’bah, thawwaf sekelilingnya, sa’i antara bukit shafa dan Marwa dan bercukur atau bergunting rambut. Para ulama telah ijma’ bahwa ‘umrah itu disyari’atkan hukumnya, hal ini berdasarkan beberapa hadits shahih sebagai berikut:

Dari Ibnu Abbas r.a.: Bahwa Nabi saw. telah bersabda: “Umrah pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan satu kali haji.”

Dari Abu hurairah r.a. Bahwa Nabi saw. bersabda: Umrah kepada umrah menghapus dosa yang terdapat diantara keduanya sedang haji mabrur tidak ada ganjarannya kecuali surga.”

Juga beberapa hadits lain, misalnya yang menggunakan redaksi: “Iringilah mengerjakan haji dengan umrah!.”

Artikel ini membatasi pembahasannya hanya tempat-tempat yang umum dikunjungi, tidak termasuk tempat-tempat berlangsungnya ibadan umrah di sekitar masjidil Haram, karena artikel tentang itu sudah dibahas di bab Manasik Ibadah haji.

Tempat-Tempat yang Biasa Dikunjungi Jama’ah dan Tips nya

1. Masjid Nabawi

Lokasi Masjid Nabawi adalah di kota Madinah, Arab Saudi. Masjid Nabawi dibanngun pada Rabiulawal 1/September 622. Pada masa Nabi SAW dan al-Khulafa ar-Rasyidun (empat khalifah besar), Masjid Nabawi berfungsi sebagai tempat beribadah, menurut ilmu dan merencanakan kegiatan kemasyarakatan. Hingga kini, jemaah haji dan umrah selalu berziarah ke makam Nabi saw. yang terletak di dalam kompleks Masjid Nabawi. Pada bagian lain dari Masjid Nabawi terdapat taman (raudah) yang terletak di antara bekas rumah Nabi saw. dan mimbar.

Tips:
Raudhah batasnya adalah diantara pilar dan karpet yang berwarna hijau. Berdasarkan hadits, beribadah di lokasi ini memiliki fadhilah (keutamaan) pahala, karena ia merupakan taman-taman surga. Maka sudah barang tentu tempat ini dijejali jama’ah sepanjang waktu, sementara yang sudah di sana pun enggan beringsut kalau sudah dapat. Janganlah mendorong-dorong, melangkahi orang yang sedang shalat, atau melakukan segala cara nakal untuk dapat masuk ke dalamnya, bermohonlah pada kemurahan Allah agar dapat beroleh tempat dan kemudahan. Khusus untuk jama’ah wanita biasanya diberi kesempatan dari pagi hingga kira-kira pukul 9.30 dengan dikawal petugas perempuan.

2. Makam Rasulullah saw.

Lokasi makam Rasulullah saw. ada di bagian sebelah kiri Masjid Nabawi. Keputusan memakamkan Rasulullah di sini adalah berdasarkan ucapan Rasulullah saw. sendiri, bahwa Abu Bakar RA mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda, “Para Rasulullah dikebumikan di tempat mereka wafat.” Karena itu, Rasulullah SAW dikebumikan dalam bilik rumahnya. Kepala Rasulullah SAW yang mulia diletakkan di barat dan kakinya ke arah timur dengan wajahnya menghadap ke arah kiblat. Jarak tubuhnya dengan dinding sebelah timur sekitar 90 cm dan dari dinding bagian barat sekitar 150 cm. – Berderet di sebelahnya adalah makam Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khattab

Tips:
Menziarahi makam Rasulullah saw. janganlah dibayangkan seperti di kuburan biasa yang kita bisa duduk, membersihkan rumputnya dan membacakan DO’A di atas kuburnya. Makan Nabi saw. dibentengi dengan teralis besi, jama’ah hanya bisa memandang dari luar sambil berdesakan. Cukuplah anda mengucapkan salam untuk Rasulaullah, Abu Bakar dan Umar sambil berjalan, jangan melakukan tindakan berlebih-lebihan yang tidak sesuai syari’at, Asykar (tentara) yang berjaga di sana bisa menghalau anda karena dianggap melakukan kesyirikan.

3. Makam Baqi’..

Komplek pekuburan Baqi’ ini berada di halaman masjid Nabawi saat ini. Hanya, wanita dilarang masuk ke dalam komplek pekuburan tersebut. Bagi laki-laki dibuka pagi hari setelah shalat Subuh sampai jam 8.30 pagi. Sore hari dibuka setelah Ashar sampai satu jam setelahnya. Di sanalah dikuburkannya para Isteri Rasulullah saw, kecuali Khadijah, para puteri beliau dan para sahabat. Rasulullah sendiri pernah berdo’a agar Allah merahmati orang-orang yang dikuburkan di Madinah.

Apabila ada jamaah haji atau umrah yang meninggal di Madinah, maka mereka akan dimakamkan di Baqi’ ini. Karena itu, di dalam areal pekuburan Baqi’ ini sudah banyak lubang-lubang kubur yang siap huni.Biasanya banyak jamaah haji atau umrah yang mau meninggal di Madinah dan dikuburkan di Baqi’, karena kemuliaan tempatnya, khususnya dekat dengan makam Rasulullah saw.

Tips:
Bagi jama’ah laki-laki jika hendak berziarah ke Baqi’ agar melakukannya ba’da shalat shubuh, jagalah ketenangan di areal makam, DO’Akan mereka, jaga sikap dan jangan berlebih-lebihan. Kaum Wanita biasanya hanya bisa memandang dari halaman yang dibatasi pagar tinggi.

4. Gua Hira

Lokasi Gua Hira terletak di pinggir jalan menuju Ji’ranah, kurang lebih 6 km di sebelah timur laut kota Mekah, Arab Saudi.

Gua Hira adalah suatu celah sempit di Gunung Hira atau Jabal An-Nur (Gunung Cahaya). Gua ini digunakan Nabi Muhammad SAW untuk bertafakur dan beribadah sebelum menjadi nabi dan menerima wahyu pertama dari Allah SWT sekaligus dinobatkan sebagai rasul.

Tips:
Lokasi menuju ke gua cukup terjal, tidak semua jama’ah mampu sampai ke atas. Maka hendaklah perhitungkan kemampuan fisik anda, jangan memaksakan diri. Sebaiknya pergi bersama rombongan agar tidak tersesat dan bisa saling membantu. Jangan ikuti orang-orang yang shalat sunnah di pintu gua, disamping menghalangi orang lain juga tidak ada landasan keutamaannya melakukan hal tersebut.

5. Padang ‘Arafah.

Padang Arafah terletak sekitar 25 km dari Mekah, Arab Saudi. Arafah adalah padang pasir yang dijadikan tempat pelaksanaan wukuf (berdiam diri sejenak) bagi jemaah haji. . Di tempat ini, Nabi Muhammad SAW menyampaikan khotbah terakhir tentang inti ajaran Islam. Di tengah-tengah padang Arafah terdapat bukit-bukit kecil yang dinamakan “Jabal ar-Rahmah” yang dipercaya sebagai tempat Nabi Adam AS dan Hawa bertemu kembali setelah terpisah karena diusir dari surga. Mungkin itulah sebabnya perbukitan itu disebut Jabal ar-Rahmah (bukit penuh rahmat). Dalam pertemuan yang penuh rahmat itu, Adam dan Hawa saling memahami keadaan masing-masing sehingga lahirlah keluarga dan kehidupan sosial pertama di dunia.

Tips:
Tangga menuju Jabal Rahmah biasanya sesak dipenuhi orang yang saling naik-turun. Dengan lebar yang tidak seberapa ditambah para pedagang yang berjajar di pinggirannya, anda perlu ekstra hati-hati menjaga badan dan barang bawaan/dompet. Ketika sampai di puncak, akan ada tugu putih sebagai titik pertemuan Nabi Adam dan Hawa dulu, di sana banyak sekali orang yang melakukan perbuatan tidak pantas, yakni dengan menuliskan namanya di tugu dengan spidol, dianggap seolah-olah ada tuntunan dan manfaatnya, padahal hanya mendekatkan kepada riya dan kesyirikan. (mbok sekalian saja tempel fotocopy KTP).

6. Medan Perang Badar

Lembar Badar, yang terletak di antara Madinah dan Mekah, merupakan suatu daerah subur yang mempunyai sumber air. Lembar Badar adalah tempat terjadinya Perang Badar (2 H) antara kaum muslim dan kaum musyrik Quraisy. Perang Badar disebut sebagai perang akidah karena perang ini terjadi untuk membela kebenaran tentang ajaran Islam. Dalam pertempuran ini, kaum muslim mendapat kemenangan besar sehingga perang ini disebut juga Perang Badar al-Kubra (yang besar).

Tips:
Tempat ini terbuka dan matahari bersinar dengan teriknya, pakailah baju lengan panjang, payung, krim pelindung matahari atau kacamat hitam jika anda suka silau.

7. Bukit Uhud

Bukit Uhud. Belajar dari Kekalahan. timur laut Madinah merupakan tempat berlangsungnya Perang Uhud (3 H). Perang Uhud terjadi antara kaum muslim dna kaum musyrik Quraisy. Meskipun memperoleh kemenangan, kaum muslim mengalami kerugian akibat banykanya pahlawan muslimin yang gugur dalam prang ini, salah satunya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib paman Nabi Muhammad SAW. Di sana juga terdapat makam para syuhada perang Uhud, makam itu tampak datar saja, dipagari dengan tembok dan besi, jama’ah hanya bisa melihat dan mendo’akan dari luar. Di lokasi ini namanya pedagang juga menjamur, dari makanan, minuman hingga penjual akar rumput.

Tips:
Tempat ini juga terbuka dan matahari bersinar dengan teriknya, pakailah baju lengan panjang, payung, krim pelindung matahari atau kacamat hitam jika anda suka silau.

8. Masjid Quba

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad SAW pada saat hijrah ke Madinah (622 M). Masjid ini terletak sekitar 5 km dari Masjid Nabawi di Madinah. Nabi SAW membangun sendiri arah kiblat masjid ini dari batu. Arah kiblat ini mengalami dua kali perubahan. Pada awalnya arah kiblat menghadap ke Baitulmaqdis (Yerusalem), kemudian diubah menjadi ke arah Ka’bah (Mekah). Masjid Quba mengalami beberapa kali perbaikan dan perluasan. Meskipun secara ukuran masjid ini lebih kecil dibandingkan dengan masjid bersejarah lainnya, namun Masjid Quba menjadi salah satu tempat ziarah penting di Madinah.

Tips:
Sungguhpun merupakan tempat ibadah, tetapi sering terjadi jama’ah kecopetan dilokasi dari dan menuju ke masjid ini, ini karena jalan yang menuju ke sana disesaki pengunjung dari dua arah, dan tidak semua yang berlalu lalang punya niat untuk beribadah. Maka sebaiknya jaga barang-barang anda dengan hati-hati, bawa uang sekedarnya saja.

8. Bukit Mina

Bukit Mina merupakan kawasan perbukitan sepanjang 3,2 km yang terletak di antara kota suci Mekah dan Muzdalifah. Di Bukit Mina terdapat tiga buah tugu atau jumrah yang wajib di lempar oleh setiap orang yang melakukan ibadah haji. Ketiga tugu disebut dengan Jumrah Ula (pertama) yang disebut juga Jumrah Sughra, Jumrah Wusta (tengah) dan Jumrah Aqabah (akhir) yang disebut juga jumrah Kubra. Ketiga tugu tersebut merupakan perwujudan dari iblis yang ingin menggagalkan perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim a.s. untuk mengurbankan putranya, Ismail a.s..

Tips:
Untuk jama’ah umrah biasanya di tempat ini hanya diberi kesempatan melewati saja sambil duduk di dalam mobil, sekedar melihat dan tahu saja.

Tempat Kunjungan Non Ibadah

Biro perjalanan umrah (biro travel) biasanya juga mengagendakan mengunjungi tempat-tempat lain di Makah dan Madinah di luar dari tempat yang sudah dipaparkan di atas. Tiap biro travel bisa jadi berbeda tempat-tempat yang dikunjunginya, tapi saya akan coba perkenalkan beberapa tempat diantaranya:

1. Kebun Kurma

Terletak di Al Hamouda, tepat di belakang masjid Quba Di antara kebun kurma berdiri sebuah toko luas yang menjual beragam oleh-oleh khas Madinah seperti kurma dengan beragam varian, produk olahan kurma, coklat beraneka rasa, madu, buah tin dan pelbagai jenis makanan lainnya. Jemaah haji dan umrah bisa lebih puas memilih karena variannya yang banyak dan swalayan alias ambil sendiri. Bahkan bagi yang bermuka tebal, kita bisa mencicipi item-item yang disuguhkan sepuasnya tanpa membayar. Biasanya tinggal kita katakan halal, maka akan dijawab halal. Jangan ragu menawar sebab rata-rata para pelayan bisa berbahasa Indonesia.

Kebun kurma ini tak pernah sepi pengunjung, bahkan sering kali penuh sesak. Kebun Kurma mau menerima mata uang rupiah, dan itu dinilai dengan kurs yang bersahabat. Kadang para pengunjung juga dimanjakan dengan suguhan teh atau kopi gratis, dengan duduk di atas sofa yang dikelilingi pohon kurma.

Tips:
Walaupun variasinya banyak dan bisa mencicipi gratis, tetapi untuk harga jual di sini lebih mahal di banding tempat lain. Kadar kemahalannya bisa mencapai 50% lebih untuk setiap item, hal ini dikarenakan toko mesti memberi komisi untuk tour guide dan sopir agar mau membawa jama’ah ke kebun ini.
Jika anda ingin yang harganya lebih murah, silakan belanja kurma di pertokoan sebelah selatan Masjid Nabawi alias arah belakang tempat imam. (kiblat Nabawi menghadap selatan).

2. Tempat Percetakan Al-Qur’anul Karim

Komplek Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd Mujamma’ al-Mālik Fahd lithibā’ati al-Mushaf asy-Syarīf adalah pabrik percetakan al-qur’an yang terbesar di dunia, yang terletak di Madinah, Arab Saudi yang mencetak Al-Qur’an dan terjemahannya ke berbagai bahasa. Percetakan ini merupakan salah satu upaya pemerintah Arab Saudi untuk membantu agama islam dan kaum muslim di seluruh dunia. Raja Fahd bin Abdul Aziz telah meletakkan batu pertama pembangunan komplek percetakan pada tahun 1403 Hijriah dan membuka secara resmi pada tahun 1405 Hijriah.

Percetakan ini telah memproduksi rata-rata 10 juta kopi Al-Qur’an per tahunnya, dan mendistribusikannya ke seluruh benua, dan juga mencetak lebih dari 160 terjemah sejumlah 193 juta kopi. Selain itu, juga terdapat studi dan penelitian yang berlanjut untuk membantu percetakan al-Qur’an dan al-Hadits dan terus menggunakan teknik percetakan yang paling modern. Setiap tahunnya komplek percetakan ini dikunjungi oleh 400 ribu pengunjung.[1] Sampai saat ini, komplek percetakan ini sudah mencetak 264 juta cetakan (al-Qur’an, terjemah, buku-buku islam dan sebagainya) sejak dibukanya percetakan ini.

Tips:
-Ada baiknya biro perjalanan umrah memberitahukan kedatangannya ke pihak management 2 minggu sebelum kunjungan, sehingga bisa dikoordinasikan jam kunjungannya dengan pihak percetakan.
-Hanya jama’ah laki-laki yang diperkenankan masuk komplek ini, adapun jama’ah perempuan menunggu di depan atau di bis saja.
-Jika kedatangan jama’ah bertepatan dengan waktu shalat dan waktu istirahat makan, maka jama’ah akan menunggu di luar hingga jam kerja dimulai kembali.
-Jama’ah akan bisa melihat proses percetakan al-Qur’an dari lantai atas, bisa melihat koleksi al-Qur’an terjemahan seluruh dunia, dll.
-Pulangnya jama’ah akan diberi kenang-kenangan 1 buah al-Qur’an produksi pabrik ini. Yang muda dapat ukuran sedang, sementara yang tua-an dapat ukuran besar. Alhamdulillah.

3. Jabal Magnet

Lokasi yang mengandung magnet berkuatan besar itu terletak sekitar 30 kilometer di luar Kota Madinah, Arab Saudi. Kekuatan magnet itu begitu besar sehingga mampu menarik bus yang berpenumpang.

Jabal Magnet adalah fenomena alam yang terkenal di Madinah. Bayangkan saja, di sana mobil bisa melaju kencang hingga 120 km/jam tanpa harus digas. Kekuatan magnet di sanalah yang buat para jamaah haji takjub tak percaya. Hal ini sangat terasa jika kita mengendarai wahana roda empat. Saat menuju Gunung Magnet jalan menurun, tetapi tarikan gas terasa berat seperti ketika menanjak. Sebaliknya, saat jalan meninggalkan gunung ini, jalan menanjak, tetapi justru mobil dapat melaju kencang hingga 120 km/jam, bahkan ketika mesin mobil dimatikan.

Catatan:
Menurut sejumlah sumber, fenomena ini disebabkan oleh ilusi optik yang dihasilkan oleh landscap gunung tersebut. Pepohonan dan lereng di kawasan tersebut menipu mata kita. Jadi, saat jalan terlihat menurun, sebenarnya itu jalan tersebut menanjak. Sebaliknya, saat jalan terlihat menanjak, sebenarnya itu adalah jalan menurun.

Keberadaan gunung magnet ternyata tidak hanya ada di Madinah. Di negara-negara lain pun fenomena ini terjadi, seperti di Liaoning, Shan Dong, Xi An (China), Taiwan, Utah (AS), Uruguay, India, dan Korea—dan dikenal dengan istilah gravity hill atau magnetic hill. Di Indonesia sendiri, fenomena ini juga ditengarai terjadi di Gunung Kelud dan Gunung Semeru.

4. Pusat Belanja Al-Balad

Pertokoan al-Balad adalah salah satu diantara kompleks perbelanjaat tertua di Jeddah, Arab Saudi. Pertokoan ini biasanya dijadikan tempat belanja para jama’ah dari Indonesia. Di sini menjadi tempat paling baik untuk shopping, di samping paling besar juga diperdagangkan aneka macam produk, mulai dari kelas pasar jalanan tradisional, pedagang kaki lima sampai pusat-pusat outlet serta retail. Suasana belanja di pertokoan ini serasa berada di Indonesia, bayangkan saja jika anda baru turun dari bis, anda akan disambut segerombolan sales yang membujuk anda untuk belanja di toko tertentu, mereka akan fasih melafalkan bahasa Indonesia dengan panggilan yang familiar, dulu-dulu mereka memanggil orang Indonesia dengan dengan kalimat:“Siti rohmah, ayo belanja” … belakangan mereka sudah ganti panggilan : “Ayo bunda cantik, bunda cantik, mampir bunda cantik” ,dll.

Nama-nama tokonya pun sangat Indonesianis : “Toko Ali Murah”, “Toko Gani Murah”, “Toko Noor murah”, “Warung Bakso Mang Udin”, dll.

Tips:
Jangan kepencut dengan penciptaan suasana dan kata-kata yang seolah-olah menghargai sangat orang indonesia, semua pasti ada maksudnya, misalnya:
– Mereka berbicara bahasa Indonesia dan ramah, karena mereka tahu orang Indonesia paling royal belanja,dan gampang percaya pada penampilan orang yang ramah, padahal toko itu belum tentu milik orang Indonesia.
– Walaupun sebagian toko itu menampilkan papan murah, nyatanya harga di sana jauh berlipat lebih mahal dibanding tempat lain, maklum mereka mesti memberi komisi kepada sales-sales di depan toko yang terus giat merayu.
– Berbelanjalah sesuai keperluan dan kebutuhan saja, ingatlah niat kita ke sana beribadah bukan belanja, mborong, apalagi kulakan.

Mengenal Kota Mekkah dan Fadhilahnya

kakbah3

Mekkah, dari segi bahasa berasal dari kata: imtakka yang artinya mendesak atau mendorong. Kota ini disebut Mekkah karena manusia berdesakan di sana (Mu’jam al-Buldan, kata: Makkah).

Dalam Alquran Allah menyebutnya dengan Bakkah. Allah berfirman,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali di dibangun (di bumi) untuk (tempat beribadah) manusia adalah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang memiliki berkah dan petunjuk bagi seluruh alam.”
(QS. Ali Imran: 96)

Kota Mekkah disebut Bakkah yang berasal dari kata Bakka – Yabukku, yang artinya menekan. Karena Mekkah menekan leher-leher orang yang sombong (Tafsir Jalalain untuk QS. Ali Imran: 96)

Selain itu Mekkah juga memiliki nama lain, diantaranya:

1. Ummul Qura (pusat kota),

Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya.” (QS. As Syura: 7)

Kota Mekkah disebut Ummul Qura karena menjadi kota yang paling padat kegiatannya.

2. Al-Balad al-Amin (kota yang aman),

Allah berfirman,

وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

“Demi al-Balad al-Amin ini (Mekkah).” (QS. At Tin: 3)

3. Ma’ad (tempat kembali),

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ

“Sesungguhnya Dzat yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali.” (QS. Al Qashas: 85)

Beberapa ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud tempat kembali adalah Mekkah. (Tafsir Jalalain, untuk QS. Al Qashas: 85)

4. Al-Baitul Haram,

Allah berfirman,

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“(ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf…” (QS. Al Haj: 26)

Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa Baitullah adalah Mekkah (Mekkah fil Qur’an wa as-Sunnah)

Posisi Geografis

Secara geografis, Kota Mekah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah Timur Laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung-gunung dengan bangunan Ka`bah sebagai pusatnya. Ada dua gunung yang mengelilingi kota Mekah, gunung Abu Qubais dan gunung Qa`qa`an.

Keutamaan Kota Mekah

Ada beberapa hadits yang menyebutkan keutamaan atau fadhilah kota Makkah, diantaranya adalah:

1. Allah telah memilihnya untuk dijadikan tempat Ka`bah

Allah berfirman,

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah)…” (QS. Ali Imran: 96)

2. Mekkah adalah negeri yang terbaik dan paling dicintai Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, menghadapkan wajahnya ke Mekah, ketika hendak hijrah ke madinah:

والله إني لأعلم أنك أحب بلد الله إلي وأنك أحب أرض الله الى الله عز و جل وانك خير بقعة على وجه الأرض وأحبها الى الله تعالى ولولا أن أهلك أخرجوني منك ما خرجت

“Demi Allah, saya sangat sadar bahwa engkau adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan negeri yang paling dicintai Allah. Engkau adalah tempat yang paling baik di muka bumi dan yang paling dicintai Allah. Andaikan bukan karena pendudukmu yang mengusirku, aku tidak akan keluar.” (Fadhail Mekah)

3. Allah melindungi Mekkah dari serangan luar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَبَسَ عَنْ مَكَّةَ الفِيلَ، وَسَلَّطَ عَلَيْهِمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالمُؤْمِنِينَ

“Sesungguhnya Allah melindungi Mekah dari serangan gajah dan Dia jadikan Rasul-Nya dan orang mukmin menguasainya…” (HR. Bukhari)

4. Dajjal tidak bisa masuk Mekah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلَّا مَكَّةَ، وَالمَدِينَةَ، لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ، إِلَّا عَلَيْهِ المَلاَئِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا

“Tidak ada satupun negeri kecuali akan diinjak Dajjal. Kecuali Mekah dan madinah. Tidak satupun lorong menuju kota tersebut, kecuali di sana terdapat para Malaikat yang berbaris, menjaga kota tersebut.” (HR. Bukhari)

5. Tanah Haram

Haram (Arab: حرم) artinya mulia. Disebut tanah haram, karena kota Mekkah memiliki aturan khusus yang tidak ada pada daerah lain. Di antaranya, tidak boleh memburu binatangnya, mematahkan rantingnya, sebagaimana disebutkan dalah hadis berikut:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلاَ يُعْضَدُ شَجَرُهَا، وَلاَ يُنَفَّرُ صَيْدُهَا، وَلاَ يُلْتَقَطُ لُقْطَتُهَا إِلَّا لِمُعَرِّفٍ

“…tidak boleh mematahkan rantingnya, tidak boleh memburu hewan liarnya, tidak halal mengambil barang hilang, kecuali bagi orang yang hendak mengumumkannya…” (HR. Bukhari)

Beberapa hukum terkait kota Mekkah

1. Dibolehkan memasuki kota Mekah dalam keadaan tidak ihram, selama tidak berniat untuk melaksanakan haji atau umrah. Dalilnya: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika fathu Mekah, beliau memasuki kota Mekah tanpa memakai pakaian ihram.

2. Bagi orang yang hendak haji, wajib berihram ketika hendak memasuki batas tanah haram (Mekah)

3. Dibolehkan melakukan perjalanan jauh yang menghabiskan banyak biaya dalam rangka berziarah ke masjidil haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

“Tidak boleh mengadakan perjalanan jauh dalam rangka mengunjungi tempat ibadah selain tiga masjid: Masjidil al-Haram, Masjid an-Nabawi, dan Masjid al-Aqsha.” (HR. Bukhori)

4. Maksiat yang dilakukan di tanah haram, dosanya dilipatkan menjadi lebih besar dari pada maksiat yang dilakukan di luar tanah haram. Allah berfirman,

وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

“Barangsiapa yang ingin melakukan penyimpangan dengan kedzaliman di Mekah, maka Kami akan siksa dia dengan siksaan yang menyakitkan.” (QS. Al Haj: 25)

5. Shalat di Masjidil Haram pahalanya sama dengan seratus ribu kali shalat. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَامَ

“Shalat di masjid Nabawi lebih utama dari pada 1000 kali shalat di selain masjid Nabawi, kecuali masjidil haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara shalat di Masjidil Haram lebih utama dibandingkan 100.000 kali shalat di selain Masjidil Haram

6. Dibolehkan untuk melaksanakan shalat dan thawaf di Masjidil Haram kapan saja, meskipun bertapatan dengan waktu terlarang untuk shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan:

“Janganlah kalian melarang seorangpun untuk melakukan thawaf dan shalat di baitullah kapan saja, baik siang maupun malam.” (HR. Nasa’i dan Ahmad)

7. Tidak boleh memburu binatang yang hidup di Mekkah. Siapa yang memburu binatang maka dia wajib membayar denda gantinya. Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya.” (QS. Al Maidah: 95)


Keutamaan-keutamaan Madinah Al-Munawwarah

al-nabawi

Kota Madinah merupakan kota suci kedua setelah kota Mekkah. Karena itu, kota ini memiliki beberapa keutamaan sebagaimana kota Mekkah juga memilikinya. Di antara keutamaan kota Madinah yang penuh berkah ini adalah sebagai berikut:

1- Kota Suci
Madinah oleh Rasulullah saw dijadikan sebagai kota suci. Di sinilah Islam tumbuh, berkembang, dan menyebar luas, sehingga semesta yang pada waktu itu tertutup oleh kegelapan jahiliyah menjadi terang benderang oleh cahaya Islam. Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لِأَهْلِهَا وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ وَإِنِّي دَعَوْتُ فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا بِمِثْلَيْ مَا دَعَا بِهِ إِبْرَاهِيمُ لِأَهْلِ مَكَّةَ

“Sesungguhnya Ibrahim telah menjadian Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai Kota Suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Dan sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’nya dan mudnya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.”(HR. Muslim)

2- Jaminan Syafaat Bagi Orang yang Menanggung Kesusahan di Madinah
Sebuah kehormatan bagi penduduk Madinah karena mereka akan mendapatkan syafaat atau persaksian dari Nabi saw. Hal ini berlaku bagi mereka yang mau menanggung kesusahan untuk tetap tinggal di Madinah. Dan, ini tidak lain karena kemulian dari kota Madinah yang terkenal dengan Madinatur Rasul (Madinah tempat tinggal Rasulullah). Rasulullah saw bersabda,

الْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ لَا يَدَعُهَا أَحَدٌ رَغْبَةً عَنْهَا إِلَّا أَبْدَلَ اللَّهُ فِيهَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ وَلَا يَثْبُتُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا وَجَهْدِهَا إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Kota Madinah ini lebih baik bagi mereka sekiranya mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkan Madinah melainkan Allah akan mengganti dengan seseorang yang lebih baik lagi, dan tidaklah seseorang tetap bersabar atas kesulitan (kelaparan) dan kesusahan Madinah melainkan aku akan menjadi penolong dan saksinya pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)

Menafsiri sabda Rasulullah tersebut, Imam An-Nawawi berkata, “Adapun syafaat yang diberikan kepada penduduk Madinah adalah dengan bertambahnya derajat, atau ringannya Hisab (perhitungan amal di Hari Kiamat), atau dengan kelebihan lainnya sebagaimana yang dikehendaki Allah. Atau dengan memuliakan mereka para penduduk Madinah dengan aneka kemuliaan, seperti mendapatkan naungan Arsy, berada di atas Mimbar, segera masuk ke surga, ataupun kemuliaan lainnya.

3- Keimanan Meluncur Dari Madinah
Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana semula. Demikianlah, mendekati Hari Kiamat nanti banyak sekali orang yang pada siang harinya beriman dan di sore harinya ingkar, begitu pula sebaliknya. Maka, pada hari akhir nanti, keimanan akan meluncur dari Madinah, sebagaimana sabda Rasulullah saw,

إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى الْمَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا
“Sesungguhnya keimanan meluncur ke Madinah sebagaimana ular yang meluncur ke lubangnya.” (Muttafaq Alaih)

4- Rasulullah Mendoakan Keberkahan Padanya
Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, ada sebagian dari para sahabat yang belum bisa beradaptasi terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di Madinah. Sehingga salah seorang sahabat bernama Bilal bin Rabah terkena demam. Melihat hal ini Rasulullah saw berdoa,

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ اللَّهُمَّ وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ

“Ya Allah, jadikanlah Madinah kota yang kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah atau melebihinya dan berilah keselamatan di Madinah. Dan, berkahilah timbangan dan takarannya, dan pindahlah panasnya Madinah ke tanah Juhfah.”(Muttafaq Alaih)

Berkat doa Nabi inilah, sampai sekarang Madinah menjadi kota yang subur dengan hasil pertaniannya terutama kormanya yang sangat terkenal. Bahkan korma Ajwah—korma terbaik di Madinah—bisa menolak sihir dan racun.

5- Kota yang Memakan Kota Lainnya
Madinah menjadi saksi kebesaran Islam sehingga pengaruhnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madinah dipilih untuk menjadi tempat hijrah tiada lain oleh karena perintah dari Allah swt sebagaimana sabda Rasulullah saw,

أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى يَقُولُونَ يَثْرِبُ وَهِيَ الْمَدِينَةُ تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Aku diperintahkan untuk menuju kota yang memakan kota-kota lain. Mereka menyebutnya dengan sebutan Yatsrib, yaitu Madinah.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam menafsiri hadits ini, Imam An-Nawawi mengatakan, bahwasanya maksud dari memakan kota-kota lainnya adalah Madinah menjadi pusat pertama keberadaan prajurit Islam. Dan, kota inilah (Madinah yang berhasil membuka kota-kota lainnya sehingga ghanimah, harta dan tawanannya diserahkan ke kota ini. Ada pula yang berpendapat bahwa maksudnya adalah makanan dan hasil pangan kota Madinah berasal dari kota-kota yang ditaklukkan olehnya.

6- Rasulullah Menggelarinya Thayyibah

Sebelum dinamakan oleh Nabi dengan Madinah kota ini dinamakan dengan Yatsrib. Namun nama Yatsrib tidak baik karena maknanya adalah tercela atau kerusakan. Nabi lalu mengganti namanya dengan Thaba atau Thayyibah dari asal kata At-Thib yang artinya wewangian yang harum baunya. Adapula yang mengatakan berasal dari kata Ath-Thayyib yang artinya adalah suci, karena Madinah dibersihkan dari kemusyrikan.

7- Bebas dari Thaun dan Dajjal
Merupakan salah satu keutamaan Madinah lainnya adalah kota ini dijaga oleh para malaikat sehingga tha’un—yaitu wabah penyakit menular yang bisa memusnahkan semua penduduk suatu negeri—dan Dajjal tidak bisa memasukinya. Rasulullah saw bersabda,

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ

“Di pintu-pintu masuk Madinah terdapat para malaikat sehingga wabah tha’un dan Dajjal tidak bisa memasukinya.” (Muttafaq Alaih)

TATA CARA UMROH
Sebelum Anda berumrah ada beberapa amalan penting yang tidak boleh dilupakan. Dan amalan ini merupakan penyempurna ibadah Umroh itu sendiri, karena peroleh Mabrur atau MAqbul dalam Umroh itu terkait dengan amalan sebelum berangkat. Karena tidak mungkin bahwa Mabrur, soleh ataupun takwa itu sendiri diperoleh hanya dalam waktu 1 minggu saja tanpa persiapan lahir batin di tanah air.

Persiapan Di Tanah Air

Persiapan Dhohir
Bertobat dari segala dosa dan maksiat, baik dosa kepada Allah Swt, yaitu pelanggaran dari segala larangan-Nya dan keengganan melaksanakan perintahNya, maupun dosa kepada sesama manusia.
Meminta izin orang tua atau yang dituakannya.
Membayar segala utang, mengembalikan harta yang diperoleh dengan cara zhalim (korupsi) dan aniaya (merampas hak orang lain).
Dana yang digunakan benar-benar halal dan bersih.
Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan.
Banyak bersedekah kepada dhuafa, fakir dan miskin.
Carilah kawan seperjalanan yang saleh, yang baik, senang menolong, sering mengingatkan jika lupa, suka menegur jika ada kesalahan, memotivasi kepada keteguhan dan kesabaran.
Sebelum berangkat, berpamitan kepada teman, tetangga dan saudara lainya yang berdekatan. Meminta restu mereka, dan mendoakan untuk mereka

Persiapan Batin

Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar.
Memperbanyak sedekah.
Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
Rendah hati, lemah-lembut, mengutamakan kebaikan, budi pekerti yang baik. Tidak menyakiti orang lain, husnu zhan (berbaik sangka), sabar dan tabah dalam menghadapi perbuatan yang tidak menyenangkan dan menyakitkan
Ikhlas dalam segala ucapan dan perbuatan. Tidak memperhitungkan segala apa yang telah dikeluarkan untuk menyempurnakan ibadah haji maupun umrah
Ikhlas dan sabar dalam menghadapi musibah atau kerugian yang menimpa fisik dan harta. Sebab segala musibah dan kerugian yang diterima secara ikhlas, termasuk kebaikan berpahala di sisi Allah Swt

Menjelang Berangkat

Salat sunat Safar (bepergian) dua rakaat dengan membaca Fatihah dan al-Kafirun di rakaat pertama dan Fatihah dan al-Ikhlas di rakaat kedua. Boleh membaca Ayat Kursi1 atau Surat al-Quraisy dan satu kali sebelum keluar rumah atau doa lainnya yang dihafal dan disukai.
Berdoa bagi keluarga maupun teman yang ditinggalkan

Ketika naik kendaraan atau pesawat terbang bacalah doa
Bismillah

Setelah duduk membaca lagi:
Alhamdulillah

Diteruskan dengan membaca:
Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn

“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)

Diteruskan dengan membaca:
Allahu Akbar 3 x

Atau membaca:
Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta

“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)

Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah
Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar dan tawakal kepada Allah Swt
Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:

“Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR. Tirmidzi)

2. Tata Cara Umrah

Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakain tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
Bila salat wajib didirikan, kerjakan salat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan salat wajib itu penganti salat sunat ihram.

Perhatian
Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
Yang bermiqat di Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
Setelah berpakaian ihram, salat sunat dan niat dilakukan di Bir Ali.

2. Ihram Untuk Umrah
Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.

Niat untuk umrah antara lain:
Labbaika Allâhuma Umratan

“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”

Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah.

Banyaklah membaca talbiyah:
Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka

“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”

Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
allâhumma shalli wa sallim ‘alâ muhammad wa ‘alâ Ali muhammad

“Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselematan kepada Muhammad dan keluarganya.”

Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.

“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”

3. Masuk ke Masjidil Haram

Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
Allahumaftah lî abwâba rohmatika

“Ya Allah bukakan bagiku semua pintu RahmatMu.”

Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.

Ketika melihat Kabah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu wa karamahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan wa ta’dzîman wa takrîman wa birran

“Ya Allah tambahlah kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kemegahan rumah ini. Tambahkan pula kehormatan, kebesaran, kemuliaan dan kebaikan bagi yang telah menghormati dan memuliakan rumahMu dari orang yang berhaji dan umrah.” (HR. Syafi’i) dan lainnya)

Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.

4. Memulai Tawaf

Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.

Mulailah tawaf dengan berjalan cepat (raml) di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .

Ketika raml bacalah doa ini:
Allâhumaj’alhû hajjan mabrûran wa dzanban maghfûran wa sa’yan masykûran

“Ya Allah jadikan aku haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sai yang diampuni.” (HR. Syafi’i)

Perhatian
Raml (berjalan cepat) di 3 putaran pertama tawaf hanya disunahkan ketika pertama kali tawaf umrah dalam satu pejalanan. Dan tidak disunahkan pada tawaf sesudahnya. Bila tidak mampu maka berusaha semampunya ber-raml. Bila tidak sanggup juga berjalanlah biasa. Raml hanya disunahkan bagi laki-laki.
Idhtiba disunahkan dalam setiap tawaf untuk umrah.
Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf. Bacalah doa yang dikuasai. Doa dalam Al-Qur’an dan Hadist lebih diutamakan.

Selesai raml pada 3 putaran pertama mulai mulai berjalan biasa pada empat putaran akhir. Pada putaran selanjutnya bacalah:
Allâhumaghfir warham wa’fu ‘amma ta’lam wa antal a’azul akrom, Allâhuma robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabanâr

“Ya Allah rahmati dan ampunilah aku dari dosa yang Engkau ketahui, karena Engkau Maha Besar dan Mulia. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia dan akhirat, bebaskan aku dari api neraka.”

Selama tawaf bacalah dzikir dan doa pilihan anda atau membaca doa ini:
Subhânallahi wal hamdulillâhi wa lâ illâha illallah wallâhu akbar wa lâ haula wa lâ quwwata illa billâhi

“Maha Suci Allah, Segala puji bagiNya dan tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar dan tidak ada daya upaya kecuali dari Allah.” (HR. Ibnu Majah)

5. Rukun Yamani
Di Rukun Yamani (sudut yang berdampingan dengan Hajar Aswad) isyarah (tangan diarahkan) dengan tangan kanan tanpa mencium tangan sesudahnya.

Antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad bacalah doa:
Allâhumma rabbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ adzabannâr

“Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari api neraka.”

6. Shalat di Maqam Ibrahim

Selesai tawaf kemudian menuju maqam Ibrahim sambil membaca:
Wattakidzû min maqâmi ibrâhîma mushollâ

“Dan Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat salat.”

Pakaian yang tadinya idhthiba dilepas dan selimutkan ke badan kemudian salat sunnat dua raka’at. Rakaat pertama membaca Fatihah dan al-Kafirun, rakaat kedua membaca fatihah dan al-Ikhlas. Sesudah salat bacalah menurut keinginan anda.

Perhatian

Tidak ada doa khusus dalam setiap putaran tawaf kecuali hanya beberapa doa yang telah disebutkan diatas. Anda boleh membaca doa sendiri atau dengan bahasa yang anda kuasai.
Mencium Hajar Aswad adalah sunah sedangkan menghormati sesama Muslim wajib hukumnya, maka jangan mengejar pahala sunah namun berakibat dosa.
Jangan paksakan mencium Hajar Aswad bila keadaan penuh sesak. Bila keadaan penuh sesak dan tidak memungkinkan raml, berjalan biasa atau tetap raml semampunya.
Jangan paksakan salat yang berhadapan langsung dengan maqam Ibrahim bila penuh sesak, carilah tempat kosong. Kemudian Istilam (bila memungkinkan) ke arah Hajar Aswad sambil berdoa di Multazam (bila memungkinkan) atau cukup berdoa di tempat anda berada.
Maqam Ibrahim bukanlah kuburan Nabi Ibrahim,
Ketika umrah berikutnya dalam tawaf hanya berjalan biasa tanpa raml maupun idhtiba.

7. Minum Air Zam-zam

Sebelum Sai disunahkan minum air Zam-Zam sambil menghadap Kabah. Ketika minum, bernafas 3 kali kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka dan dada.

8. Sai

Sebelum ke shafa letakan kembali pakain dengan cara idhthiba’ (bagi laki-laki) dan ketika mendekat shafa bacalah:
Innash-shofâ wal marwata min sya’â-irillâhi, Abda-u bimâ bada Allâh bihi

“Sesungguhanya Shafa dan Marwah sebagian dari syiar Allah. Aku mulai dengan apa yang dimulai Allah.”

Ketika sampai di Shafa menghadap Kabah dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca:
Allahu Akbar 3 x

Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumîtu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîir, Lâ ilâhi illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nasharo ’abdahu wahazamal ahzâba wahdahu

“Tidak ada Tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya semua kerajaan dan pujian. Ia yang menghidupkan dan yang mematikan, Ia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, ditepati janji-Nya, dibela hambaNya dan dikalahkan semua musuh olehNya.”

Bacalah doa ini 3 x kemudian mulai berjalan untuk Sai.

Bagi laki-laki ketika berada diantara dua lampu hijau berjalan cepat (raml) sambil membaca:

Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam innaka antal a’azul akrom, Allâhumma âtina fiddunyâ hasanah wa fil âkhiroti hasanah wa qinâ adzabannâr

“Ya Allah ampuni aku, hapuskan segala dosa yang Engkau ketahui, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha Besar. Ya Allah berilah aku kebaikan dunia akhirat dan selamatkan aku dari api neraka.”

Selesai Raml berjalan biasa lagi hingga di Marwah. Ketika sampai di Mawah menghadap kiblat sambil bertakbir dan berdoa seperti di permulaan Sai. Kemudian mulai berjalan kearah Shafa dan be-raml ketika melewati dua lampu hijau.

Sai dilakukan tujuh putaran, antara Shafa dan Marwah dihitung satu putaran dan begitu pula sebaliknya dan sai akan berakhir di Marwah.

9. Tahallul

Selesai Sai kemudian Tahallul dengan menggunting atau mencukur rambut sedangkan bagi wanita hanya mengunting beberapa helai rambut sepanjang ruas jari saja. Ketika mencukur rambut mulailah mencukurnya pada bagian sebelah kanan kepala dan berdoa:
Allâhummaghfir lil muhalliqîna wa lil muqoshirîn

“Ya Allah, ampunilah orang yang bercukur dan yang bergunting.”

Mengunting atau memotong rambut boleh dilakukan oleh siapa saja, anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, istri kepada suaminya atau sebaliknya. Hendaknya wanita dipotong oleh muhrimnya. Anda menjadi halal kembali dan selesailah umrah anda.

Bermîqât Dari Tan’îm atau Ji’ranah

Selama berada di Mekah dianjurkan untuk memperbanyak umrah.

Sebaiknya semua kesunahan ihrâm dilakukan di hotel termasuk mandi dan berpakaian ihrâm. Sampai mîqât hanya salat sunnah ihrâm dan berniat kemudian kembali lagi ke Masjidil Haram untuk Tawâf, saî dan tahallul.

Umrah ini tidak disunahkan Raml ketika Tawâf.

Tawaf Wada’ Bagi Yang Berumrah

Bagi yang berumrah selain di bulan haji, ketika akan meninggalkan kota Mekkah disunahkan melakukan Thawaf Wada. Caranya seperti melakukan Thawaf Sunnah.

Sunnahnya diakhiri dengan shalat sunnat thawaf setelah 7 kali thawaf. Bagi wanita yang berhalangan (haid, nifas dll) tidak disarankan thawaf wada’ dan cukup berdoa di pintu Masjid al-Haram.

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat.
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Fadhilah Haji

Baca Juga:

3 thoughts on “Belajar Umrah, Tips dan Tempat yang akan Dikunjungi

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s