Singa Asli atau Singa Palsu

singa

Bayan: Singa

Tersebutlah seekor anak singa yang sejak bayi dipelihara oleh sekawanan kambing yang tinggal di padang rumput di pinggir hutan, sehingga sampai bertahun-tahun kehidupannya, anak singa itu menganggap dirinya adalah seekor kambing pula.

Ketika kawan-kawan kambingnya mulai beranjak dewasa mulailah tumbuh tanduk di kepala mereka. Sedangkan di kepala anak singa itu sama sekali tidak ada tanda-tanda akan tumbuh tanduk (tentu saja!). Hal itu membuat anak singa tersebut menjadi sangat sedih, karena ia menjadi bahan permainan. Ia diejek penakut, lemah, bodoh dan ditanduk ke sana kemari oleh kawan-kawannya. Iapun dianggap menjadi beban keluarga, karena sulit untuk memakan rumput dan dedaunan, sehingga tubuhnya semakin lama semakin kurus.

Pada suatu hari, lewatlah seekor singa jantan di dekat padang rumput itu. Begitu melihat ada kawanan kambing, singa itu langsung berlari memburu mereka. Kambing-kambing itu berlari lintang pukang ketakutan, sehingga terjadilah kejar-mengejar yang cukup lama.

Akhirnya singa jantan dewasa itu mengetahui ada sesuatu yang aneh. Ia melihat seekor singa muda ikut berlari di tengah-tengah kawanan kambing. Bukannya menburu kambing, tetapi singa muda itu lari ketakutan mengindari dirinya, persis sama dengan kelakuan kambing-kambing itu.

Singa jantan dewasa itu memutuskan untuk menangkap singa muda itu, membawanya ke sarangnya dan memberi daging segar untuk makanannya. Semula singa muda itu ketakutan, tetapi lama kelamaan singa muda itu sadar, bahwa ia cocok dan suka makan daging, dan itu berarti ia adalah seekor kambing yang aneh.

Cukup lama proses yang diperlukan oleh singa dewasa itu untuk menyadarkan singa muda itu bahwa dirinya bukanlah kambing, bahkan kambing-kambing itu sama sekali bukanlah tandingannya, karena mereka adalah makanan bagi singa.

Singa dewasa itu juga mengajari singa muda itu cara-cara mengaum, mencakar, menggigit dan berbagai jurus sakti laiinya yang diperlukan untuk berburu. Dan setelah dianggap cukup, singa muda itu diantar untuk berburu kambing di padang rumput tempat bermainnya dulu.

Teman-teman sepermainannya terperanjat dengan kedatangannya, tetapi sikap mereka masih tetap meremehkan dan menganggap singa muda itu sebagai anak bodoh, lemah dan penakut seperti dulu. Sebagian dari mereka mulai berancang-ancang untuk menanduknya.

Tetapi apa yang terjadi? Singa muda itu kemudian mengaum dengan auman yang menggetarkan hutan, dan membuat seluruh penghuni padang rumput berlari ketakutan. Tinggallah singa muda itu berdiri sendirian dengan penuh wibawa di tengah padang rumput. Dan secara perlahan ia bergerak menakutkan ke arah larinya kawanan kambing.

****

Begitulah dulu Para Sahabat tak ubahnya seperti singa-singa yang ‘auman’ mereka menggetarkan hati Imperium Romawi dan Persia. Walaupun mereka datang dengan jumlah yg sedikit, baju yang sederhana dan jauh dari kemewahan duniawi.

Sedangkan kita, ummat Islam saat ini, tak ubahnya singa muda yang hidup di tengah-tengah kawanan ‘kambing’ yahudi dan nashara, kita menganggap bahwa ‘makanan’ mereka adalah ‘makanan’ kita dan apa yang mereka anggap hebat, juga kita anggap hebat. Sehingga jadilah kita kerdil, terbelakang dan dianggap bodoh oleh mereka, karena maksud kehidupan mereka jauh berbeda dengan maksud kehidupan kita.

Maka perlulah kita mempelajari Sirah Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum, karena merekalah singa-singa dewasa itu. Kita harus mencintai mereka, meneladani kehidupan mereka dan memegang teguh prinsip-prinsip kehidupan mereka.

“Ash-haby kan nujuum… Bi ayyihim iqtadaytum, ihtadaytum”, para sahabat Nabi adalah laksana bintang-gemintang, siapapun dari mereka yang kau ambil sebagai pedoman hidup, kau akan mendapatkan petunjuk.

One thought on “Singa Asli atau Singa Palsu

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s