Penarik Rejeki

19 Amalan Penarik Rejeki (Berdasarkan hadist-hadist dari Nabi shallallahu alaihi wassalam)
Pangkal kenik­­matan itu terdapat dalam tiga hal. Nik­mat Islam, yang tidak ada kenikmat­an yang sempurna tanpanya. Nikmat kesehatan, di saat tak ada kenyamanan dalam hidup tanpa disertai­nya. Nikmat kekayaan, di saat kehidupan tidak akan sempurna kecuali bersamanya.

image

sahabat Abdurrahman bin Auf RA mengatakan, “Betapa indah­nya harta itu, yang dengannya aku dapat menjaga kehormatanku dan beribadah kepada Tuhanku.”

Seorang bijak pernah berkata, “Ke­faqiran adalah fondasi dari seti­ap coba­an, yang menuntut orang lain un­tuk men­celanya. Di samping itu kefaqiran juga berpotensi merusak martabat serta meng­hi­langkan ra­sa malu.”

19 Amalan Penarik Rejeki (Berdasarkan hadist-hadist dari Nabi shallallahu alaihi wassalam)

1. Perbanyak baca لاحَولَ وَلاقُوّةَ اِلا بِاللهbagi yang rizqinya tersendat-sendat.
-Fadhilahnya: Melancarkan rizqi (HR.Thobroni)
Dikeluarkan oleh Thobroni di dalam kitab Al-Ausath dari Abu Hurairah ra. berkata,Rasululloh saw bersabda:”Barangsiapa yang ingin di pakaikan nikmat oleh Alloh maka hendaklah memperbanyak membaca ALHAMDULILLAH,barangsiapa banyak dosanya maka hendaklah ia meminta ampun kepada Alloh,dan barangsiapa yang tersendat-sendat rizqinya maka hendaklah ia memperbanyak membaca LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH. (HR.Thobroni)

2. Perbanyak baca istighfar dengan istiqomah.
-Fadhilahnya: Melonggarkan kesempitan,mendapatkan jalan keluar dalam setiap kesusahan,akan mendapatkan rizki dari arah yang tidak di sangka-sangka. (HR.Ahmad,Abu Daud,Ibnu Majah)
Dikeluarkan oleh Imam Ahmad,Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas rhuma. berkata,Rasulullah saw bersabda:”Barangsiapa yang istiqomah membaca istighfar maka Alloh akan melonggarkan segala kesempitan,memberikan jalan keluar bagi setiap kesusahan,dan akan mendapatkan rizqi yang tak terhitung banyaknya. (HR.Ahmad,Abu Daud,Ibnu Majah)

3. Tiap hari baca لاحَولَ وَلاقُوّةَ اِلا بِالله العَلِيِّ العَظِيم sebanyak 100 kali.
-Fadhilahnya:Tidak akan miskin selamanya. (HR.Ibnu Abi Dunya)

Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Dunya dari Asad Ibnu Wadi’ah, ia memarfu’kannya kepada Nabi saw:”Barangsiapa yang membaca LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADZIIM sebanyak 100 kali dalam setiap harinya maka ia tidak akan tertimpa kefaqiran/kemiskinan selamanya. (HR.Abi Dunya)

4. Tiap malam baca surat Al Waqiah.
-Fadhilahnya:Tidak akan miskin,surat Al Waqiah termasuk surat kekayaan. (HR.Baihaqi,Ibnu Marduwaih,Abu Ubaid,Abu Ya’la)

Dikeluarkan oleh Abu Ubaid di dalam Fadhilah Al-Qur’an,juga dari Harist bin Usamah dan Abu Ya’la di dalam musnadnya,juga dari Ibnu Marduwaih di dalam tafsirnya,juga dari Baihaqi di dalam kitab Syu’abul Iman dari Ibnu Mas’ud ra. berkata:Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:”Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam maka ia tidak akan tertimpa kefaqiran/kemiskinan.(HR.Baihaqi,Abu Ya’la,Abu Ubaid,Ibnu Marduwaih)
Dikeluarkan oleh Ibnu Marduwaih dari Anas ra. dari Rasululloh saw. beliau bersabda:”Surat Al-Waqiah adalah surat kekayaan,maka bacalah dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian. (HR.Marduwaih)

5.Baca doa:

اللّهُمَّ أََنتَ تَعلَمُ سِرِّى وَعَلانِيَتِي فاقبَل مَعذِرَتِي وَتَعلَمُ حاجَتِي فاعطِنِي سُؤلِي وَتَعلَمُ ما في نَفسِي فاغفِرلي ذَنبِي

اللّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ إِيمانا يُباشِرُ قَلبِي وَيَقينا صادِقا حَتَّى أَعلَمُ أَنَّهُ لاَيُصِيبُنِي إِلاَّماكَتَبتَ لِي وَارضَنِي بِما قَسَمتَ لِي
-Fadhilahnya:Alloh SWT akan menerima taubatnya,mengampuni dosanya,menghilangkan kesusahannya,Alloh SWT akan memberinya rizqi di balik tiap-tiap barang dagangannya,Alloh SWT akan menundukkan dunia kepadanya walaupun ia tidak menginginkannya.(HR.Baihaqi,Thobroni)

Dikeluarkan oleh imam Thobroni di dalam kitab Ausathnya, dari ‘Aisyah rha. dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda:”Setelah Alloh ta’ala menurunkan Nabi Adam ke bumi,maka Nabi Adam berdiri menghadap ke arah ka’bah kemudian sholat 2 rokaat,kemudian Alloh ta’ala memberi ilham kepada Nabi Adam doa ini: ”
اللّهُمَّ أََنتَ تَعلَمُ سِرِّى وَعَلانِيَتِي فاقبَل مَعذِرَتِي وَتَعلَمُ حاجَتِي فاعطِنِي سُؤلِي وَتَعلَمُ ما في نَفسِي فاغفِرلي ذَنبِي
اللّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ إِيمانا يُباشِرُ قَلبِي وَيَقينا صادِقا حَتَّى أَعلَمُ أَنَّهُ لاَيُصِيبُنِي إِلاَّماكَتَبتَ لِي وَارضَنِي بِما قَسَمتَ لِي
Kemudian Alloh ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Adam as:”Wahai Adam…..,sungguh Aku telah menerima taubatmu,dan Aku telah mengampuni dosamu,dan tiada seorangpun yang berdoa dengan doa ini kecuali Aku mengampuninya dan Aku mencukupinya dari segala sesuatu yang menyusahkannya,dan Aku melindunginya dari syaithon,dan Aku memberinya rizqi dari tiap-tiap perdagangannya,dan Aku tundukkan dunia kepadanya walaupun ia tidak menginginkannya. (HR.Thobroni)

6. Tiap hari baca لاإِلهَ إِلاّ اللهُ المَلِكُ الحَقُّ المُبِين sebanyak 100 kali.
-Fadhilahnya:Aman dari kemiskinan,menghilangkan kesedihan ketika di alam kubur.(HR.Malik dan Dailami)

Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dan Khotib di dalam riwayatnya Malik dan Dailami di dalam musnad AlFirdausi dari Ali ra. Berkata,Rasululloh saw bersabda:”Barangsiapa yang membaca لاإِلهَ إِلاّ اللهُ المَلِكُ الحَقُّ المُبِين seratus kali dalam setiap harinya,maka dia akan di amankan dari kefaqiran dan menghilangkan kesedihan ketika di alam kubur.(HR.Malik dan Dailami)

7. Ketika akan masuk rumah baca surat Al Ikhlas.
-Fadhilahnya:Menghilangkan kemiskinan dari keluarganya dan tetangganya. (HR.Thobroni)

Dikeluarkan oleh Thobroni dari Ibnu Mas’ud ra berkata,bahwa Rasululloh saw bersabda:”Barangsiapa yang membaca قل هو الله احد (Surat Al-Ikhlas) ketika akan masuk rumahnya ,maka akan dihilangkan kefaqiran dari rumah itu dan rumah tetangga-tetangganya. (HR.Thobroni)

8. Perbanyak baca sholawat.
-Fadhilahnya:Alloh SWT akan hilangkan kesusahan dunia dan akhiratnya. (HR.Ahmad)

Dikeluarkan oleh Ahmad dari Ubay Bin Ka’ab ra.berkata,seorang lelaki berkata: Ya Rasululloh,bagaimana pendapat engkau jika aku menjadikan semua doaku adalah bersholawat kepada engkau? Maka Nabi saw menjawab:”Jika demikian maka Alloh swt akan mencukupi engkau dari perkara yang menyusahkan engkau,baik dalam urusan dunia maupun akhirat. (HR.Ahmad)

9. Baca doa:اللَّهُمَّ اجعَل أَوسَع ِرزقِكَ عَلَيَّ عِندَ كِبَِر سِنِّي وَانقِطاعِ عُمِري
-Fadhilahnya:Alloh SWT akan meluaskan rizkqinya dimasa tuanya nanti. (HR.Thobroni)

Dikeluarkan oleh Thobroni di dalam kitab Al-Ausath dengan sanad yang hasan menurut Al-Haitsami,dari ‘Aisyah rha,sesungguhnya Rasululloh saw berdo’a:” اللَّهُمَّ اجعَل أَوسَع ِرزقِكَ عَلَيَّ عِندَ كِبَِر سِنِّي وَانقِطاعِ عُمِري (Ya Alloh ,Luaskanlah rizkiku dimasa tuaku dan di masa akhir hayatku) (HR.Thobroni)

10. Berdoa kepada Alloh SWT siang malam,karena doa adalah senjatanya orang beriman.
-Fadhilahnya:Menyelamatkannya dari musuh dan melancarkan rizqi. (HR.Mustaghfiri)

Dikeluarkan oleh Al-Mustaghfiri di dalam kitab Adda’awat,dari Jabir bin Abdulloh rhuma berkata,Rasululloh saw bersabda:”Maukah kutunjukkan suatu perkara yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh kalian dan melancarkan rizki kalian? Yaitu berdoalah kepada Alloh swt siang malam, karena doa adalah senjatanya orang mu’min. (HR.Al-Mustaghfiri)

11. Setelah sholat shubuh baca doa:اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ ِرزقا طَيِّبًا وَعِلمًا نَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
-Fadhilahnya:Mendapatkan rizqi yang halal,mendapatkan ilmu yang bermanfaat,dan amalnya akan diterima di sisi Alloh SWT. (HR.Mustaghfiri)

Dikeluarkan oleh Al-Mustaghfiri,dari Ummu Salamah rha berkata: Ketika selepas sholat shubuh Rasululloh saw berdo’a:” اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ ِرزقا طَيِّبًا وَعِلمًا نَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً (Ya Alloh,sesungguhnya aku meminta kepada-Mu rizki yang halal,ilmu yang bermanfa’at dan amal yang diterima ) (HR.Al-Mustaghfiri)

12. Setelah sholat jum’at berdiri di pintu masjid lalu berdoa:

اللَّهُمَّ أَجِبتُ دَعوَتَكَ وَصَلَّيتُ فَريضَتَكَ وَانصَرَفتُ كَما أَمَرتَنِي فارزُقنِي مِن فَضلِكَ وَأَنتَ خَيرُ رَاِزِقينَ
-Fadhilahnya:Menarik rizqi(HR.Mustaghfiri)

Dikeluarkan oleh Al-Mustaghfiri dari Kuddar bin Malik ra. bahwa ketika ia selesai mengerjakan sholat jum’at maka dia berhenti di pintu masjid kemudian berdo’a:” اللَّهُمَّ أَجِبتُ دَعوَتَكَ وَصَلَّيتُ فَريضَتَكَ وَانصَرَفتُ كَما أَمَرتَنِي فارزُقنِي مِن فَضلِكَ وَأَنتَ خَيرُ رَاِزِقينَ (Ya Alloh, aku telah memenuhi seruan-Mu dan aku telah mengerjakan sholat yang telah Engkau fardhukan,kini aku telah selesai mengerjakan apa yang telah Engkau perintahkan,maka karuniakanlah rizqi kepadaku,karna Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rizqi) (HR.Al-Mustaghfiri)

13. Perbanyak baca:لاإلهَ إلاّاللهُ وَسُبحانَ الله
-Fadhilahnya:Menarik rizqi (HR.Bukhori)

Dikeluarkan oleh imam Bukhori di dalam kitab Adabul Mufrod , juga dari Al-Bazzar dan Hakim dari Ibnu Umar rhuma,bahwa sesungguhnya Rasululloh saw bersabda:”Sesungguhnya Nuh as ketika menjelang wafatnya berwasiat kepada putranya:”Kuperintahkan engkau mengenai 2 perkara yaitu لاإلهَ إلاّاللهُ dan َ سُبحانَ الله ,karena sesungguhnya keduanya merupakan sholatnya segala sesuatu dan sebab keduanyalah segala sesuatu diberi rizqi.(HR.Bukhori,Al-Bazzar,Hakim)

Dikeluarkan oleh Al-Mustaghfiri dari Jabir bin Abdulloh rhuma berkata bahwa Rasululloh saw bersabda:”Maukah kalian kuberi perintah sebagaimana yang diperintahkan oleh Nuh as kepada putranya,bahwa sesungguhnya Nuh as memerintahkan untuk membaca سُبحانَ الله وَ بِِحَمدِهِ , karena segala sesuatu mensucikan Alloh dengan memuji kepada-Nya,lafadz tersebut merupakan sholatnya (dzikirnya) semua makhluq,dan dengan sebab itulah mereka semua di beri rizqi.(HR.Al-Mustaghfiri)

14.Baca: سُبحانَ الله وَبِحَمدِهِ سُبحانَ الله العَظِيمsebanyak 100 kali.
-Fadhilahnya:Dunia akan mendatangimu dalam keadaan hina dan tunduk. (HR.Mustaghfiri)

Dikeluarkan oleh Al-Mustaghfiri dari Ibnu Umar rhuma berkata,Rasululloh saw bersabda:”Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang berkata:”Ya Rasululloh , penghasilanku sedikit,maka Rasululloh saw bersabda:”Tahukah engkau mengenai sholatnya malaikat dan tasbihnya para makhluk? Bacalah
سُبحانَ الله وَبِحَمدِهِ سُبحانَ الله العَظِيم sebanyak 100 kali di antara terbitnya fajar sampai menjelang sholat shubuh,maka dunia akan mendatangimu dalam keadaan hina dan tunduk.(HR.Al-Mustaghfiri)

15. Baca doa: ”Allohumma faarijalhammi kaasyifal ghommi mujiiba da’watil muthorriina, rohmaanaddunya wal aakhiroti wa rohiimahuma,anta tarhamni farhamni rohmatan tughniina biha ‘amman siwaka”
-Fadhilahnya:Di mudahkan untuk melunasi hutang. (HR.Al-Bazzar,Hakim,Baihaqy)

Dikeluarkan oleh Al-Bazzar,Hakim dan Baihaqi di dalam kitab Adda’awaat dari ‘Aisyah rha.berkata:Ayahku berkata kepadaku:”Maukah kuajarkan do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw kepadaku, yang mana Nabi saw bersabda:”Isa as telah mengajarkan kepada hawariyyun bahwa jika engkau memiliki hutang sebesar gunung uhud niscaya Alloh swt akan melinasinya untukmu,aku berkata:Ya…..,lalu ayahku berkata:”Berdo’alah :”Allohumma faarijalhammi kaasyifal ghommi mujiiba da’watil muthorriina, rohmaanaddunya wal aakhiroti wa rohiimahuma,anta tarhamni farhamni rohmatan tughniina biha ‘amman siwaka”.Abu Bakar ra. Berkata:”Aku mempunyai hutang yang menyusahkanku,ketika aku istiqomah membaca do’a di atas akhirnya Alloh swt memudahkan rizqiku sehingga aku bias melunasi semua hutang-hutangku. Aisyah rha. Berkata:”Aku mempunyai hutang kepada Asma’ rha. sehingga aku malu kepadanya sebab hutangku itu,kemudian aku berdo’a dengan do’a tersebut sehingga akhirnya aku di mudahkan rizqinya oleh Allah swt yang mana rizqi itu bukan dari peninggalan harta warisan maupun dari pemberian sedekah,maka pada saat itulah aku bisa melunasi semua hutang-hutangku,dan aku berikan 3 ‘uqiyah kepada Abdurohman bin Abu Bakar,dan itupun masih tersisa banyak.(Hr.Al-Bazzar,Hakim,Baihaqy)

16. Tiap pagi & petang baca do’a: ”Allohumma inni a’udzubika minal hammi walhuzni wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasli wa a’udzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal”.
-Fadhilahnya:Dimudahkan untuk melunasi hutang. (HR.Abu Daud,Baihaqi,)

Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Baihaqi di dalam kitab Adda’awaat dari Abi Sa’id ra. Bahwa sesungguhnya Nabi saw melihat Abu Umamah ra. Kemudian beliau berkata kepadanya:”Apa yang terjadi padamu?” Abu Umamah berkata:”Hutang-hutangku telah menyusahkanku”,lalu Nabi saw bersabda:”Maukah kuajarkan suatu do’a yang mana bila engkau baca maka Alloh swt akan menghilangkan kesusahanmu dan akan melunasi semua hutang-hutangmu?”bacalah ketika waktu pagi dan petang: :”Allohumma inni a’udzubika minal hammi walhuzni wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasli wa a’udzubika minal jubni wal bukhli wa a’udzubika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal”.Abu umamah berkata:”Setelah aku membaca do’a tersebut maka Alloh swt telah menghilangkan kesusahanku dan telah melunasi hutang-hutangku”.(HR.Abu Daud dan Baihaqi)

17. Baca: ”Allahumma akfinii bihalaalika ‘an haroomika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka”.
-Fadhilahnya:Di mudahkan untuk melunasi hutang.(HR.Baihaqi)

Dikeluarkan oleh Baihaqi dari ‘Ali ra. Sesungguhnya ada seorang budak yang mendatangi Ali ra. Kemudian ia berkata kepada Ali ra: ”Tolong aku dari perbudakan”.Maka Ali ra. Berkata kepadanya:”Maukah kuajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah diajarkan oleh Rasulullah kepadaku:”Seandainya engkau mempunyai hutang sebesar gunung tsur niscaya Alloh akan melunasinya untukmu,bacalah: ”Allahumma akfinii bihalaalika ‘an haroomika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka”.(HR.Baihaqi)

18. Silaturohim.
-Fadhilahnya: Meluaskan rizki dan memanjangkan umur. (HR.Bukhori)

Di keluarkan dari Bukhori dari Abu Hurairah ra. berkata , Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa yang senang rizkinya diluaskan dan umurnya di panjangkan maka hendaknya ia menyambung silaturohim. (HR.Bukhori)

19. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
-Fadhilahnya: Alloh swt akan memberikan kebaikan yang banyak di rumah tersebut. (HR.Ibnu Majah)

Dikeluarkan dari Ibnu Majah dari Anas ra. berkata, Rasulullah saw bersabda:”Barangsiapa yang senang rumahnya di beri kebaikan yang banyak oleh Alloh swt maka hendaknya ia mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. (HR.Ibnu Majah)

Al-Qur’an

Di antara kunci-kunci kekayaan lain­nya adalah Al-Qur’an, yaitu dengan ba­nyak membacanya.

Disebutkan dalam sebuah hadits ri­wayat Abu Hurai­rah RA, “Al-Qur’an ada­lah kekayaan yang tidak ada kefaqiran se­telahnya dan tidak ada kekayaan tan­panya.” (HR Abu Ya’la dan Ath-Thaba­rani).

Dalam sebuah hadits lainnya, dari Anas RA, disebutkan, “Rumah yang di da­lamnya Al-Qur’an dibaca­kan, akan banyak memperoleh kebaikan. Sedang ru­mah yang di dalamnya Al-Qur’an tidak di­baca, akan sedikit mendapat kebaik­an.” — HR Al-Harits dalam Musnad-nya (721).

Secara khusus, juga disebutkan be­berapa surah yang dapat menjadi lang­kah penarik rizqi yang mujarab, bagi me­reka yang secara istiqamah membaca­nya. Di antaranya, dan yang paling di­kenal, surah Al-Waqi’ah.

Diceritakan, ketika Abdullah bin Mas’ud RA sakit menjelang wafat, ia didatangi Utsman bin Affan RA, yang ber­tanya kepadanya, “Apa yang mem­buat­mu bersedih?”

“Dosa-dosaku,” jawab Ibnu Mas’ud.
“Apa yang engkau inginkan?
“Kasih sayang Tuhanku.”
“Kau mau aku datangkan tabib?”
“Tabib akan membuatku sakit.”
“Kau mau aku bawakan pemberian untukmu?”
“Aku tak membutuhkannya.”
“Adakah sesuatu darimu yang akan kau berikan kepada putri-putrimu sete­lah­mu?”

“Aku khawatir kalau nanti putri-putri­ku mengalami kefaqiran. Sesungguh­nya aku perintahkan putri-putriku untuk mem­baca surah Al-Waqi’ah setiap ma­lam. Karena sesungguhnya aku mende­ngar Ra­sulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang mem­baca Al-Waqi’ah setiap ma­lam, tak ‘kan tertimpa kefaqiran selama-lamanya.’.” – HR Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ub (2498) dan Al-Mundziri dalam At-Targhib wa at-Tarhib (2:294).

Dari Anas RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Al-Waqi’ah adalah su­rah kekayaan. Maka bacalah surah itu dan ajarkan surah itu kepada anak-anak kalian.” – HR Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ub (2498) dan Al-Mundziri dalam At-Targhib wa at-Tarhib (2:294).

Sejumlah surah lainnya dalam Al-Qur’an juga disebutkan oleh sejumlah ulama terkait dengan keberkahannya yang dapat menjadi penarik rizqi bagi sese­orang, seperti surah Al Fateha, Tha-Ha, surah Al-Ikhlash, Al-Hijr, Al-‘Adiyat, Al-Qari’ah, Al-Muzammil, Al-Qadr, Quraisy, Ya-Sin,

Sampaikan walau satu ayat. Fadilahnya orang yang menyampaikan akan mendapatkan pahala dari orang yang mengamalkan tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Misal diamalkan oleh 10.000 orang. Subhanallah tinggal kalikan aja. Belum anak cucu keturunannya

Semoga bermanfaat