Khutbah rasulullah di Arafah

khutbah rasulullah

Khutbah Wukuf Nabi di Arafah di Atas Onta nya Al Qaswha’

“Wahai manusia (Ayyuha n-nas), dengarkanlah kata-kataku agar aku terangkan kepadamu. Sesungguhnya aku tidak tahu apakah aku masih akan bertemu dengan kamu di tempat wuquf ini sesudah tahun ini.

Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kamu darah sesamamu dan harta sesamamu sampai kamu berjumpa dengan Tuhanmu, seperti haramnya hari ini dan bulan ini. Sesungguhnya kamu pasti akan berjumpa dengan Tuhanmu dan Dia pasti akan menanyai kamu tentang segala perbuatanmu.”

“Wahai manusia, seseorang yang mempunyai hutang hendaklah mengembalikan hutang itu kepada orang yang telah mempercayainya.

Segala jenis riba’ dihapuskan, dan kamu boleh memiliki kembali modalmu. Janganlah berbuat zalim dan kamu tidak akan dizalimi. Allah telah memutuskan bahwa tidak boleh ada riba’ lagi, dan riba’ yang pertama kuhapuskan adalah riba’ dari Abbas ibn Abdil-Muttalib seluruhnya.

Semua pertumpahan darah di masa jahiliyah harus ditinggalkan tanpa balas dendam. Hutang darah yang pertama kuhapuskan adalah darah Rabi`ah ibn Harits ibn Abdil-Muttalib yang dibunuh oleh Hudzail.”

“Wahai manusia, sesungguhnya syaithan telah putus asa untuk terus disembah-sembah di negerimu ini. Akan tetapi dia akan puas dengan ditaati dalam hal-hal selain itu, yaitu perbuatan-perbuatan yang kamu sebenarnya tahu bahwa itu salah tetapi tetap kamu perbuat. Maka waspadalah terhadap syaithan dalam hal agamamu.

Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri-istrimu dan mereka pun mempunyai hak terhadapmu. Bertaqwalah kamu kepada Allah dalam memperlakukan istri-istrimu sebab kamu telah mengambil mereka dengan amanat Allah.”

“Wahai manusia, sesungguhnya aku telah meninggalkan bagi kamu sesuatu, yang jika kamu berpegang teguh kepadanya pasti kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu sesuatu yang terang dan nyata: Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.

Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, dan tidaklah halal seseorang mengambil milik saudaranya kecuali dia memberikan dengan rela.”

“Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhanmu cuma satu, dan sungguh ayah kamu juga satu. Kamu semua berasal dari Adam, sedangkan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Tidak ada keutamaan orang Arab dari orang bukan Arab melainkan lantaran taqwa.”

Di sela-sela khutbah, Rasulullah s.a.w. berulang kali bertanya kepada puluhan ribu umat yang hadir, “Wahai manusia, apakah aku telah menyampaikan?” Jemaah haji serempak menjawab, “Benar, telah engkau sampaikan.”

Maka Rasulullah s.a.w. mengacungkan tangan beliau ke langit sambil berseru, “Allahumma, isyhad! Wahai Allah, saksikanlah!”

Kemudian Rasulullah s.a.w. menutup khutbah beliau dengan bersabda, “Hendaklah kamu yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.

Semoga orang yang menyampaikan akan lebih dalam penghayatannya daripada yang sekadar mendengarkan.

Berlimpahlah rahmat dan berkat Allah atas kamu sekalian.”Selesai berkhutbah Rasulullah s.a.w. turun dari unta, lalu memimpin shalat zuhur dan asar secara jama` dan qasar.

Kemudian beliau menuju Sakhrat, batu karang di kaki bukit Jabal Rahmah. Di sini Rasulullah s.a.w. menerima wahyu Al-Ma’idah 3:

Ayat yg mulia yg bunyinya; Al-yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu `alaykum ni`mati wa radhitu lakumu l-islama dina (“Hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku lengkapkan untukmu nikmat-Ku dan Aku relakan bagimu Islam sebagai agamamu”).

Ketika Rasulullah s.a.w. menyampaikan wahyu yang baru beliau terima kepada para shahabat, Abu Bakar Shiddiq menangis tersedu-sedu. Umar ibn Khattab bertanya, “Apakah yang kau tangisi, wahai Abu Bakar? Bukankah kita seharusnya bergembira bahwa agama kita telah sempurna?” Abu Bakar menjawab, “Tidak terpikir olehmu, wahai anak Khattab, wahyu itu merupakan isyarat bahwa Rasulullah s.a.w. mungkin cuma sebentar lagi bersama-sama dengan kita.”

Semoga Bermanfaat Wallaahu’alam…

2 thoughts on “Khutbah rasulullah di Arafah

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s