Setelah Sholat Isya Manusia dibagi jadi 3 kelompok

Fadhilah Sholat HADITS KE-8
 
Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. bersabda,

“Setiap tiba waktu shalat, diutuslah seorang penyeru (malaikat), lalu ia berseru, “Wahai anak Adam, berdirilah dan padamkanlah api yang telah engkau nyalakan untuk membakar dirimu.” Orang-orang pun berdiri dan berwudhu kemudian mengerjakan shalat Zhuhur, maka Allah mengampuni dosa mereka di antara keduanya (Shubuh dan Zhuhur), begitu pula jika tiba waktu Ashar, Mahgrib, dan Isya. Sesudah Isya, orang-orang pun tidur. Ada sebagian orang yang menghabiskan malamnya dengan berbuat kebajikan dan ada yang menghabiskan malamnya dengan berbuat keburukan.”

(Thabrani – At-Targhib).
 
Penjelasan:

Banyak kitab hadits yang telah meriwayatkan hadits yang semakna dengan hadits di atas. Sebagaimana penjelasan yang telah lalu, berkat kasih sayang Allah, dosa-dosa diampuni dengan shalat, karena di dalamnya terdapat istighfar. Oleh sebab itu, ampunan ini mencakup dosa kecil maupun besar. Semuanya akan diampuni dengan syarat hati benar-benar menyesali dosa tersebut.
Allah berfirman,

“dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Q.s. Huud: 114).
 
Salman radhiallahu anhu seorang sahabat yang masyhur berkata,

“Setelah shalat Isya, manusia terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah orang-orang yang merasa malam itu adalah malam yang nikmat, malam keberuntungan dan kegembiraan, yang dianggap sebagai ghanimah besar. Ketika orang-orang sedang nyenyak beristirahat, pada malam itu mereka sibuk shalat dan beribadah kepada Allah swt.. Malam itu akan menjadi malam yang penuh dengan pahala baginya.

Kelompok kedua adalah, malam itu menjadi adzab dan bencana bagi mereka. Mereka merasa malam itu merupakan kesempatan berharga untuk berbuat dosa. Malam itu akan menjadi malam bencana bagi mereka.

Dan kelompok ketiga adalah mereka yang setelah shalat Isya langsung tidur. Malam itu tidak menjadi keberuntungan ataupun bencana bagi mereka, mereka tidak memperoleh apa pun.”

Ya Allah pilihlah kami dan anak cucu kami. untuk selalu mendirikan sholat. pemimpin bagi orang yang bertakwa.

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s