Siapa yang beri makan nak? ALLAH

Cerita kisah pengorbanan keluarga nabi ibrohim as, yang ditinggal bertahun-tahun oleh nabi ibrohim as untuk dakwah, namun Allah jaga dan didik keluarga nabi ibrohim as.

Amsaina ‘alaa fitrotil islaami, wa kalimatil ikhlaasi, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin SAW, wa ‘alaa millati ibroohiima hanifan wa maa kaana minal musyrikiin.

Lepas hayatussahabah Allah tunjukkan salah satu contoh pengorbanan yang hampir sama, secara langsung.

Bertemu dengan Abu Umair beserta anaknya si umair.

Dulu pertama kali jumpa, ketika sedang keluar di jalan Allah selama 20 hari thn 2006 di depok sekitar kampus UI dan sedang gerak di masjid tempat Abu umair tinggal. Waktu itu Umair umurnya sekitar 4 tahun, sekarang dah gede
(lihat anaknya da’i kok gemes ya apalagi kalau anaknya pakai gamis atau jubah dan berpeci atau bersurban, ingin memeluknya, menciumnya dan dibawa pulang.. hehe).

Waktu ketemu di rumahnya ketika itu, biasa kami ingin tahu bagaimana pendidikan iman seorang anak da’i, maka kami tanyakan pertanyaan sederhana secara langsung kepada si umair (coba tanyakan kepada anak sendiri dan anak tetangga bagaimana jawabannya).

Ini hasil Tanya jawab dengan Umair.
K : siapa yang beri makan umair ?
U: Allah.
K: siapa yang beri baju Umair ?
U: Allah.
K: siapa yang beri uang Umair ?
U: Allah.
K: siapa yang ciptakan Umair ?
U: Allah.

Masya Allah..Umair sudah dididik dengan benar atas pelajaran imannya, dan perlu diketahui Abu Umair tiap tahun tinggalkan keluarganya keluar di jalan Allah selama 4 bulan, tiap bulan minimal 3 hari, tiap hari minimal 2,5 jam.

Kembali di malam markas kemarin lihat Umair yang tumbuh tampan dan besar seperti abinya(ya pasti mirip abinya lah masak mirip saya) hati ini jadi senang sekali, terasa sejuk melihat mereka.

Bang Ali cerita, waktu makan satu nampan dengan Abu Umair dan si Umair, Abu Umair bicara dan berpesan kepada si Umair.

Abu umair : gimana umair, nikmat kan makan dengan berjamaah?

Umair : iya bi, nikmat.

Abu Umair : Umair, nanti kalau abi meninggal dunia Umair jgn putus hubungan dengan markas ya.
Umair : iya bi.

Kemudian saya pun letakkan alas tidur di samping alas tidur Umair, sambil mijitin kaki si Umair dikit-dikit (hehe).

Selepas itu menjelang mau tidur, Abu Umair berbicara kepada Umair .
Abu Umair : Umair, dunia ini sementara akhirat selama-lamanya, manusia ini akan meninggalkan dunia, dan persinggahan pertama manusia yaitu alam kubur.

Ketika meninggal dunia manusia tidak membawa harta, rumah, kendaraan, pangkat, jabatan dsb. Tapi yang di bawa adalah iman dan amal sholih, maka Umair harus berjuang agar memiliki iman dan amal sholih sebanyak-banyaknya.

Umair : Iya bi, (kemudian Umair tanya), Bi itu orang-orang yang tidur di lantai atas siapa bi ?

Abu Umair : Oh itu, yang di lantai dua, itu tempat orang-orang yang mau keluar di jalan Allah selama 4 bulan, Umair nanti juga keluar di jalan Allah selama 4 bulan ya…

Umair : iya bi, kalau abi kapan mau keluar 4 bulan lagi? (hehe abinya di taskil padahal Abu Umair itu baru pulang sekitar 3 mingguan dari keluar di jalan Allah selama 4 bulan)

Masya Allah…hati ini mendengar pembicaraan seorang ayah yang da’i dan anaknya, tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Kemudian jadi ingat juga sama cerita pak Agus Cipagalo. Pak Agus katakan sesungguhnya mereka yang mencaci kita, menentang kita, begitu melihat tingkah laku atau kehidupan anak2 kita itu mereka merasa iri, karena melihat sopan santun anak kita, ketaatan anak kita, ibadah anak kita, mereka tidak bisa memungkiri bahwa mereka juga ingin seperti kita.

Pak Agus ceritakan, suatu ketika anaknya yang masih umur 5 tahun diajak bibinya pergi untuk belanja.

Ajiib, ketika adzan anaknya ngotot minta mau sholat dulu di masjid, tapi bibinya (yang belum paham agama) bilang ngotot kamu ini masih kecil gak apa2 sholatnya nanti aja…tapi ajiiibbb anaknya malah nangis sejadi-jadinya pengin sholat berjamaah, akhirnya dengan terpaksa bibinya ngantar dulu ke masjid.

Subhanallaah

Semoga Allah SWT, berikan kita semua keturunan yang sholih yang siap untuk menjaga sholat dan keluar di jalan Allah. Sebagaimana do’a nabi ibrohim.

Robbi habli minassholihiin. Robbij’alnii muqiimassholaati wa min dzurriyyatii robbanaa wa taqobbal du’aaaa’.

Ajib bila rumah hidup amalan Taklim Rumah

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s