Pentingnya Sholat Berjamaah

Fadhilah Sholat Berjamaah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:
“Shalat seorang laki-laki dengan berjamaah dibanding salatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipatgandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan salat berjamaah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan salat, maka malaikat akan turun untuk mendoakannya selama dia masih berada di tempat salatnya, Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti pelaksanaan salat.” [HR Al-Bukhari no 131 dan Muslim no 649].

Dalam hadits pertama dikatakan keutamaan shalat dengan berjamaah adalah 27 kali lebih utama daripada shalat sendirian, sedangkan hadits ini menyatakan 25 kali. Banyak ulama memperbincangkan masalah ini dengan panjang lebar, yang sepertinya bertentangan. Berikut ini adalah beberapa penjelasan dan pendapat mengenai perbedaan ini :

1. Perbedaan antara 25 dan 27 derajat adalah karena perbedaan tingkat keikhlasan dalam diri seseorang.

2. Dalam shalat sirri (Dzuhur dan Ashar) adalah 25 derajat, dan pada shalat jihri (Shubuh, Maghrib dan Isya) adalah 27 derajat, karena shalat Shubuh , Maghrib dan Isya terasa lebih berat.

3. Pada shalat Shubuh dan Isya karena pengorbanannya sedikit lebih berat untuk pergi berjamaah akibat dingin dan gelap, maka pahalanya 27 derajat dibandingkan dengan shalat fardhu lainnya yang 25 derajat.

4. Sebagian ahli tafsir menulis bahwa ini merupakan ganjaran Allah Swt kepada umat Muhammad saw.

5. Pada mulanya adalah 25 derajat tetapi setelah itu (karena anugerah Allah kepada umat Muhammad) ditambahkan pahalanya menjadi 27 derajat.

Ada juga yang menjelaskan bahwa dalam hadits yang menerangkan pahala dua puluh lima itu bukan sebagai tambahan tetapi pelipatgandaan menjadi pua puluh lima kali. Sehingga bila dihitung akan menghasilkan 33.554.432 derajat. Betapa besar rahmat Allah Swt yang telah memberikan pahala begitu banyak. Namun jika satu shalat saja ditinggalkan maka dosanya adalah satu huqub. Sebagaimana telah di jelaskan dalam bab sebelumnya. Maka tidak mustahil jika pahala shalat pun dapat mencapai jumlah sebanyak itu.

Kemudian Rasulullah saw menjelaskan bahwa pahala itu terus bertambah bagi orang yang telah berwudhu, kemudian pergi ke masjid dengan niat semata-mata hendak mendirikan shalat berjamaah, maka setiap langkahnya mendapatkan pahala dan menghapuskan satu dosa.

Banu Salamah adalah satu kabilah di Madinah al Munawarah, rumah-rumah mereka umumnya jauh dari masjid Nabawi, oleh karena itu mereka berniat hendak pindah memdekati masjid. Tetapi Rasulullah saw menasehati mereka dengan bersabda, “Tetaplah tinggal di sana, karena setiap langkahmu untuk pergi ke masjid akan dicatatkan satu pahala bagimu.”
Disebutkan dalam hadits lain, orang yang berwudhu dengan sempurna di rumahnya, kemudian keluar dari rumahnya untuk pergi ke masjid, bagaikan seorang yang telah memakai kain ihram di rumahnya, lalu keluar untuk mengerjakan ibadah haji.

Selanjutnya dalam hadits di atas, Rasulullah saw menjelaskan satu amalan lagi yang besar nilainya, yaitu ketika seseorang duduk di tempat shalatnya di dalam masjid setelah shalat fardhu (I’tikaf), para malaikat berdoa memohonkan ampunan dan rahmat untuknya. Malaikat adalah makhluk Allah yang maksum, niscaya doanya akan dikabulkan.

Muhammad bin Sama’ah adalah seorang ulama shalih yang terkenal. Ia adalah murid Imam Muhammad rah.a dan Imam Abu Yusuf rah.a. Ia wafat pada usia 103 tahun, dalam usia selanjut itu ia masih mampu mengerjakan shalat sunat sebanyak 200 rakaat setiap hari. Ia berkata, “Selama 40 tahun tidak pernah tertinggal takbir yang pertama bersama imam dalam shalat berjamaah. Hanya sekali saja ketinggalan mengikuti takbir yang pertama dalam shalat berjamaah, yaitu ketika ibu saya meninggal dunia. Takbir yang pertama tertinggal karena saya sibuk dalam pengurusan jenazah ibu saya.”

Diceritakan pula ia pernah ketinggalan shalat berjamaah. Karena ia mengetahui, pahala shalat berjamaah itu 25 kali lebih utama, maka ia mengulangi shalatnya sendirian selama 25 kali untuk mengganti kerugiannya. Dalam tidurnya ia bermimpi seseorang berkata kepadanya, “Muhammad, kamu telah mengulangi shalatmu 25 kali, tetapi bagaimanakah dengan aminnya para malaikat ?”

Diceritakan dalam beberapa hadits, apabila Imam berkata amin setelah membaca surat al Fatihah, para malaikat juga berkata amin. Dan apabila bacaan aminnya itu serentak bersamaan dengan aminya para malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan ini hanya bisa terjadi dalam shalat berjamaah.

Oleh karena itu Maulana Abdul Hay rah.a berkata, “Walaupun seseorang terus mengerjakan shalat sendirian seribu kali, ia tidak akan mendapat berkah dari shalat berjamaah.” Ia bukan saja rugi karena tidak mengatakan amin bersamaan dengan para malaikat tetapi juga mendapatkan kerugian karena tidak mendapatkan berkah dari shalat berjamaah dan tidak mendapat bagian doa para malaikat setelah shalat. Selain keuntungan itu, masih banyak keuntungan lainnya yang akan diperoleh dalam shalat berjamaah.

Tetapi pelu di ingat, para ulama menulis bahwa doa para malaikat itu hanya bisa diperoleh jika shalatnya dilakukan dengan sempurna. Jika shalatnya dikerjakan dengan asal-asalan hingga seperti kain buruk yang dilemparkan ke wajahnya, bagaimana mungkin malaikat akan mendoakannya ?

Semoga Bermanfaat

2 thoughts on “Pentingnya Sholat Berjamaah

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s