Keutamaan Surah Al Ikhlas

Ibnu Abbas r.a.huma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda surat Idza Zulzilat  ( Dzil dzal Qs 99 )   adalah sama dengan separuh Al Qur’an.

Kemudian surat Qul Hua Allahu ahad ( surat Al Ikhlas Qs 112 ) , adalah sama dengan sepertiga dari Al Qur’an

dan surat Qul Ya ayuhal Kafirun ( Kafirun Qs 109) adalah sama dengan seperempat dari Al Qur’an.  ( Tirmidzi )

Catatan :
Al Qur’an menggambarkan kehidupan seseorang dalam dunia ini dan di akherat dan surat Idza Zulzilat menggambarkan tentang kehidupan di akherat dengan cara yang sangat berkesan. Karena itu surat ini sama dengan separuh dari Al Qur’an.

Surat Qul huallahu Ahad adalah sama padanannya dengan sepertiga Al Qur’an, karena didalam Al Qur’an ada tiga topik yang fundamental yaitu : catatan tentang kejadian-kejadian, hukum hakam, dan ke Esaan Allah. Surat ini menggambarkan dengan sangat cantik tentang ke Esaan Allah SWT.

Surat Al Kafirun adalah sama dengan serempat dari Al Qur’an karena pada pemahamannya ada empat pokok yang berkaitan dalam Al Qur’an; yang disebut ke esaan  (Allah) , kenabian, hukum hakam dan sejarah, kemudian surat Al Kafirun memberi suatu gambaran tentang ke esaan Allah SWT pada suatu level yang sangat tinggi.

Menurut beberapa alim ulama, ketiga surat ini sama dengan separuh, sepertiga dan seperempat dari Al Qur’an yang mulia bermakna bahwa pembaca dari surat-surat ini akan mendapat ganjaran separuh, sepertiga, dan seperempat dari Al Qur’an untuk pembacaan mereka.         ( Majahir Haque ).

Anas Ibnu Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata kepada seorang sahabatnya : apakah kamu sudah kahwin, hai fulan bin fulan ? ia berkata tidak wahai rasulullah demi Allah saya tidak mempunyai sesuatu apapun untuk kahwin (saya seorang yang miskin ).

Rasulullah bertanya kepadanya : Tidakkah engkau menghafal Surat Al Ikhlas ? ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Rasulullah SAW berkata : Surat ini sama padanannya dengan sepertiga dari Al Qur’an ( dalam hal pahalanya).

Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya : Tidakkah engkau menghafal surat Idza za anasrullahi wal fat?  (An Nasr Qs 110 ). Ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Ia ( Nabi ) berkata : surat ini sama padanannya dengan seperempat dari Al Qur’an ( dalam pahalanya ).

Nabi SAW kemudian berkata kepadanya : Tidakkah engkau menghafal Qul ya Ayyuhal kafirun ?  ( Kafirun Qs 109 ). Ia menjawab : sesungguhnya saya menghafalnya ! Nabi SAW bersabda surat ini sama padannannya dengan seperempat dariAl Qur’an ( dalam hal pahalanya ).

Rasulullah SAW kemudian bertanya kepadanya : tidakkah kamu menghafal surat dzilzal ? ia menjawab : sesungghnya saya menghafalnya ! Nabi SAW bersabda : surat ini sama padannaya dengan seperempat Al Qur’an ( dalam hal pahalanya). ( oleh sebab) kawinlah kamu ! kawinlah kamu !
( Timidzi ).

Catatan :
Maksud Rasulullah SAW  dalam mengatakan perkara ini adalah untuk menunjukkan nilai dari surat-surat ini ; apabila kamu  menghafalnya, maka kamu bukanlah seorang yang miskin, akan tetapi kamu orang kaya, maka kamu semestinya berkawin.
( Tuhfatul Ahwadi )

📌 Abu darda r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : apakah seseorang diantara kamu yang sanggup membaca sepertiga dari Al Qur’an dalam satu malam ? karena ditanya, bagaimana mereka dapat membaca sepertiga dari Al Qur’an dalam satu malam, maka Rasulullah SAW menjawab : bacalah : Qul Huallahu Ahad ( Ikhlas Qs 112 ) yang pahalanya sama dengan sepertiga dari Al Qur’an !
( Muslim )

📌 Aisah r.anha berkata : Rasululah SAW  mengutus seorang laki-laki ketua dalam ekspedisi itu, ketika ia mengimami mereka dalam shalat ia membaca  bagi sahabat-sahabatnya ( disamping surat yang ia baca ) ia mengakhiri bacaannya dengan membaca : Qul Huallahu Ahad  ( Al Ikhlas Qs 112 ).

Apabila mereka kembali mereka menyampaikan ini kepada Rasulullah SAW. Nabi SAW berkata : tanyakan kepadanya mengapa ia berbuat seperti itu ? ia menjawab : karena di dalam surat itu ada sebuah gambaran tentang rahman ( Yang Maha Pengasih ), dan saya suka membaca itu. Atas jawabannya itu Rasulullah SAW berkata : beritahukan dia bahwa Allah SWT mengasihinya juga. (HR. Bukhari ).

Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali yang Ku-beri petunjuk, maka mintalah petunjuk-Ku, pasti akan Ku-beri petunjuk.

Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian lapar kecuali yang Ku-beri makanan, maka mintalah makanan dari-Ku, pasti akan Ku-beri makanan.

Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian telanjang kecuali yang Ku-beri pakaian, mintalah pakaian dari-Ku, maka pasti akan Ku-beri pakaian.

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian terus berbuat dosa pada malam dan siang, padahal Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun dari-Ku, pasti akan Ku-ampuni.

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan dapat mendatangkan bahaya maupun manfaat terhadap Diri-Ku.

Wahai hamba-hamba-Ku, jika orang-orang yang hidup dulu dan nanti atau seluruh manusia dan jin bertakwa kepada-Ku, sungguh hal itu tidak akan menambah apa-apa dalam kerajaan-Ku.

Wahai hamba-hamba-Ku jika orang-orang yang hidup dulu dan nanti, atau seluruh manusia dan jin berkumpul di satu bukit untuk bersama-sama meminta kepada-Ku, lalu Aku mengabulkan permintaan dari setiap kalian, ketahuilah bahwa hal itu tidak akan sedikitpun mengurangi dari apa yang Ku-miliki kecuali hanya sebanyak air yang membasahi ujung jarum yang dimasukkan ke dalam lautan.”
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Semoga bermanfaat

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s