Bayan Perpulangan Santri 14 Juli 2014 pesan KH Uzairon

Bayan Perpulangan Santri 14 Juli 2014 pesan2 KH Uzairon:
sebel beliau wafat
 
Adab itu sangat penting. Sehingga Para Sahabat pun diingatkan oleh Allah ta’ala agar menjaga adab kepada Baginda Nabi. Maka adab ini harus dijaga. Kepada siapa saja. Kita menjaga adab, agar kita mendapatkan barokah. Barokah ini adalah kebaikan yang tidak disangka-sangka. Adab kepada orang tua, kepada saudara, adik dan kakak.

Orang-orang dulu itu, ketika di rumah ada makanan yang sudah dilihat oleh orang tua mereka, maka mereka tidak mau makan, karena takut kalau orang tua mereka menginginkan makanan tersebut. Karena adab kepada orang tua, maka kita mengharapkan mendapatkan keberkahan-keberkahan.

Begitu juga kita menjaga adab naik kendaraan. Agar perjalanan kita juga mendapatkan keberkahan. Orang-orang yang bersama kita di kendaraan mendapatkan kebaikan juga asbab kita menggunakan adab. Naik kendaraan dengan doa-doa masnunah. Turun juga dengan doa. Seperti doanya Nabi Nuh, agar dimana saja kita turun, menjadi keberkahan di tempat tersebut.

Kita datang ke suatu tempat, hendaknya kita menjadi asbab barokah dikampung tersebut. Mesjid-mesjid hidup, amalan kampung tersebut juga hidup. Bukan menjadi asbab fitnah dan asbab musibah di tempat tersebut.

Nabi Yusuf punya teman dipenjara dan temannya ini sudah melihat berbagai macam mukjizat Nabi Yusuf. Teman Nabi Yusuf kemudian keluar penjara, dan Nabi Yusuf titip pesan kepada dia agar temannya ini melaporkan keadaan Nabi Yusuf kepada sang Raja.

Ternyata setelah keluar penjara, teman beliau ini lupa melaporkan kepada Raja. Lupa ini bukan hanya sehari dua hari, tetapi bertahun-tahun. Setelah raja ada masalah, maka baru sadar kalau dia lupa dengan pesannya Nabi Yusuf.

Ini temannya Nabi yusuf, ketika keluar penjara lupa kepada Nabi yusuf sampai tujuh tahun. Kamu kalau keluar pondok, lupa kepada kyai nya berapa lama????

1. Asbab lupa nya teman Nabi Yusuf yang pertama, adalah dilupakan Syaithan, maka jangan lupa baca A’uuzubillahissami’il ‘Aliimi……

2. Asbab lupa kedua, karena dia memang lupa dengan Nabi Yusuf sendiri. Maka jangan lupa kirim Al Fatihah kepada guru-guru kita sampai Baginda Nabi Muhammad

3. Asbab lupa ketiga adalah karena temannya Nabi Yusuf itu tidak ada teman yang mengingatkan. Maka jangan lupa baca ta’lim fadhail bersama orang di rumah, orang di mesjid. Dan hidupkan ta’lim masail juga bersama orang-orang kampung.

Walaupun pulang beberapa hari saja, tetap meninggalkan bekas kebaikan.

Para sahabat dulu jumpa dengan Baginda Nabi ada yang sebentar juga, tapi karena jumpa dengan Nabi ada kesannya, akhirnya balik ke kampung akan buat suasana kebaikan yang diajarkan ketika bersama Baginda Nabi.

Sedangkan kita, sekarang sedang belajar ilmunya Baginda Nabi, maka jadikan belajar kita yang setahun ini berkesan sehingga memberikan kesan juga ketika kembali ke kampung masing-masing.

Arahan dari Masyaikh di Nizhomuddin agar di tiap rumah ada 3 usaha:
1. Usaha menguatkan dakwah
2. Usaha menguatkan tahfizhul Quran
3. Usaha menguatkan diniyah agar ummat Islam agar bisa menjalankan agama dengan sempurna

Sekarang ini orang-orang dakwah ditarghib habis-habisan untuk mengamalkan agama, tapi agama nya itu sendiri orang banyak yang tidak faham.

Sekarang kita mungkin disuruh untuk bangun mesjid, belum mampu. Mulai difikirkan agar setiap daerah ini ada madrasah-madrasah. Santri yang kembali ke kampungnya, ada tempat mengamalkan ilmunya. Agar ummat ini ada tempat bertanya tentang agama.

Jangan sampai ummat ini tersesat karena tidak faham dengan agama. Saat ini banyak golongan-golongan yang anti madzhab, yang sesat dan menyesatkan. Maka ini tugasnya seorang ahli agama untuk meluruskan hal ini.  

Maka madrasah yang jelas, yang kuat, harus ada agar bisa membimbing ummat ke jalan yang benar. Setiap mesjid harus ada program ta’lim fadhail dan ada masail.

Target Al Fatah, setiap kabupaten ada madrasahnya, setiap kecamatan ada madrasahnya, setiap desa ada madrasahnya bahkan setiap mesjid ada madrasahnya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah ta’ala.

Untuk program ini semua, diperlukan orang-orang, santri-santri dengan ilmu yang memadai, minimal sampai kelas 8 dan sempurnanya sampai kelas 10. Dan mulai tahun ini, akan dimulai program Takhassus Tajwid satu Tahun.

Membaca Quran dengan bagus itu juga akan ada nilainya tersendiri. Sehingga Baginda Nabi mengatakan kepada para Shahabat, “Siapa yang ingin membaca Quran seperti ketika diturunkan, maka belajarlah kepada Ibnu Mas’ud” ini menunjukkan bahwa tidak sembarang orang yang  bisa membaca dengan baik.

Yang terakhir, santri-santri yang pulang harus menjaga amalan dalam perjalanan. Apalagi santri putri. Harus sangat diperhatikan. Sebagaimana anaknya Imron orang sholeh, Maryam aaknya langsung dijaga dan dididik oleh Nabi Zakariya seorang nabi

Padahal mereka adalah keluarga yang luar biasa, apalagi kita yang dari keluarga yang tidak luar biasa, harus lebih diperhatikan lagi.

Semoga Allah ta’ala menjaga kita semua.. Aamiin Ya Rabb..

Susunan sanad Ilmu ma’a Dzikir KH Uzairon Thaifur Abdillah
———-

Dari Syaikh ‘Uzairon At Thaifur Abdillah

Dari Syaikh Mahmud Khalid ‘Umar (ayahnya)

Dari Syaikh Umar Sofyan

Dari Syaikh Ali Ridha

Dari Syaikh Utsman Al Fauzy

Dari Syaikh Sulaiman Az Zuhdy

Dari Syaikh Ismail Al Barusy

Dari Syaikh Sulaiman Al Quraimy

Dari Syaikh Khalid Al Baghdady

Dari Syaikh Abdullah Ad Dahlawy

Dari Syaikh Habibullah

Dari Syaikh Nur Muhammad Al Badwany

Dari Syaikh Saifuddin

Dari Syaikh Muhammad Ma’sum

Dari Syaikh Ahmad Al Faruqy

Dari Syaikh Muhammad Al Baqy Billah

Dari Syaikh Muhammad Al Khawajiky

Dari Syaikh Darwis Muhammad

Dari Syaikh Muhammad Az Zahidy

Dari Syaikh Ubaidillah Al Ahrar

Dari Syaikh Ya’qub Al Jarhy

Dari Syaikh Muhammad bin ‘Alaaiddin Al Athar

Dari Syaikh Muhammad Bahauddin An Naqsabandy

Dari Syaikh Amir Kullaly

Dari Syaikh Muhammad Babas Samasy

Dari Syaikh ‘Ali Ar Rumaitiny

Dari Syaikh Al Anjir Faghnawy

Dari Syaikh Arif Ar Riwikry

Dari Syaikh Abdul Khaliq  Al Ghazdawany

Dari Syaikh Yusuf Al Hamadany

Dari Syaikh Abi ‘Ali Al Fadhaly

Dari Syaikh Abi Hasan Al Kharqany

Dari Syaikh Abi Yazid Thaifur Al Busthamy

Dari Syaikh Ja’far As Shadiq

Dari Syaikh Qasim Bin Muhammad

Dari Sayyidina Salman Al Farisy

Dari Sayyidina Abu Bakar As Shidiq

Dari Sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wassalam

Jibril alaihi salam

Allah ‘Azza wa Jalla

4 thoughts on “Bayan Perpulangan Santri 14 Juli 2014 pesan KH Uzairon

Silahkan Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s